Bab 13 JEJAK VIRTUAL SAGA

Gaffi dan Salsa telah siap dengan pakaian serba hitam dan cukup ketat karena mereka harus menggunakan banyak alat. Kali ini bahkan satu sambungan kabel harus di berikan pada kelopak mata mereka dan terhubung pada satu chip.

“Sssttt…” Salsa mengigit bibirnya. Ia merasakan sakit yang luar biasa kala satu alat di masukan di bagian pelipisnya.

“Berjanjilah bahwa kalian akan baik-baik saja, dan kembali dengan selamat,” Profesor Kim menatap dua programmer terbaik tim HVR.

Salsa dan Gaffi telah menandatangani sebuah misi yang di beri nama perjalanan “Jejak Virtual SAGA.”. Di surat itu mereka menyetujui sebuah konsekuensi jika misi itu gagal, mereka akan kehilangan nyawa mereka di dunia nyata. Namun sebelum kapsul itu ditutup, Salsa menatap Gaffi dalam.

“Tunggu….” Pinta Salsa saat Mia sudah akan menutup kapsul itu.

“Berikan kami waktu lima menit.” Pinta Salsa.

Mia menoleh ke arah Proffesor Kim, sebuah anggukan dari Profesor membuat Mia mengikuti langkah kaki Proffesor meninggalkan ruangan itu.

“Hanya tiga menit, karena 7 menit lagi portal itu akan menutup. Jika kita terlambat, maka kita dinyatakan kalah.” Ucap Mia. Seketika pintu ruang Jejak Virtual itu tertutup.

Sepasang suami istri itu saling pandang cukup lama.

Satu menit.

Dua menit.

“Apa yang kamu ingin katakan?” Tanya Gaffi yang gusar. Karena ia merasakan sakit yang mulai terasa akibat beberapa jarum yang menancap di bagian kepala dan matanya.

“Sebelum perjalanan ini di mulai. Aku hanya ingin mendengar isi hati mu…” Ucap Salsa pelan.

“Aish… semalam tidak cukup menyatakan bahwa kamu adalah processor cinta ku?” tanya Gaffi.

“Bukan itu….” Salsa membenarkan posisi kepalanya menatap pintu kapsul.

“Lalu?” Tanya Gaffi.

“Apakah kamu ridho atas diriku… karena aku khawatir… .”Salsa mulai lirih. Bahkan sudut matanya berembun. Ia merasakan bagaimana Gaffi begitu lembut memperlakukan dirinya. Bahkan pagi tadi, Gaffi sedikit pun tak melepas genggaman tangan Salsa, seolah mereka akan berpisah setelah ini.

Berat sekali otot tangan Gaffi untuk meraih tangan Salsa. Hingga akhirnya berhasil ia genggam tangan Salsa.

“Aku bersaksi kamu adalah istri yang memuliakan diriku. Terimakasih untuk cinta mu….” Ucap Gaffi tulus. Tiba-tiba Mia muncul dan membawa sebuah tabung oksigen.

“Time is up….!” Ucap Mia. Lalu gadis itu memasangkan oksigen pada Salsa.

“Kenapa Salsa harus memakai itu?” tanya Gaffi karena melihat Mia hanya mendorong satu tabung oksigen berukuran besar.

“Ini lebih baik daripada aku jantungan seperti perjalanan pertama kalian.” Ucap Mia.

Brrraaak!

Seketika Mia menoleh ke arah pintu yang terbuka dengan kasar.

“Hei! Apakah kau tahu jika kau hampir membuat ku jantungan!” Bentak Mia.

“Gaffi, Salsa… ada yang harus kalian lihat…!” Ken tidak memperdulikan amarah Mia. Ia menyerahkan satu algoritma dan sebuah kode-kode yang diminta oleh Gaffi agar diamati.

“Bagus, setidaknya perjalanan ini lebih seru.” UCap Gaffi.

“Gila… seberapa jenius dia… dan… kenapa ia bahkan rela mempertaruhkan nyawanya. Siapa dia…?” Gumam Salsa setelah melihat Algoritma dan kode dari tablet Ken.

Hacker itu betul-betul memiliki dendam pada Gaffi dan Salsa. Bahkan database baru di perjalanan virtual itu tertulis “Life or Death.” Itu berarti salah satu dari mereka akan mati dari perjalanan ini. Gaffi dan Salsa atau hacker itu.

“Gaffi… Salsa… kalian masih punya kesempatan untuk membatalkannya…” Profesor Kim menahan tangan Mia. Sepasang suami istri itu saling pandang melalui pantulan kacamata Profesor.

“50 detik lagi…” Ingat Mia.

“Go…!” Ucap Gaffi. Salsa menutup matanya.

“Setidaknya jika aku mati… tidak akan ada yang merasa kehilangan.” Gumam Salsa dengan mata terpejam.

Klik.

Kapsul tertutup sempurna. Mia memasukan semua kode-kode dan sebuah misi pun siap di laksanakan. Kali ini ia lebih sedikit tenang karena semua alat ditubuh Salsa telah terpasang di balik semua baju hitamnya. Alarm dan lampu kuning menyala dari kapsul itu. Ken dan Profesor Kim bergegas menuju ruang kontrol. Mia tetap di ruang perjalanan Virtual. Ia duduk tepat di sisi kapsul yang mengurung Gaffi dan Salsa.

Di Perjalanan Jejak Virtual, Gaffi dan Salsa berdiri di depan portal algoritma virtual yang gemerlap, cahaya kerlap dan kerlip menyala dan menyilau kan mata sepasang suami istri itu. Anggukan dari Salsa membuat Gaffi menggenggam tangan istrinya, mereka memasuki portal tersebut, siap untuk menjelajahi dimensi baru yang belum pernah mereka kunjungi sebelumnya. Karena berdasarkan keterangan Profesor Kim, perjalanan kali ini akan random dan diambil dari Jejak Virtual media sosial Salsa dan Gaffi.

Saat mereka melangkah ke dalam algoritma virtual, mereka seketika terhanyut dalam dunia yang benar-benar berbeda. Mereka menemukan diri mereka berada di sebuah tempat yang gersang dan tandus. Langit berwarna merah menyala, tanah terbakar oleh matahari yang terik, dan angin kencang berhembus dengan kekerasan. Tidak ada tanda-tanda kehidupan di sekitar mereka, hanya pemandangan gurun yang tak berujung.

“Ya ampun, ini benar-benar luar biasa. Langit berwarna merah menyala dan angin ini begitu keras. Tapi sepertinya tidak ada tanda kehidupan?” Gumam Salsa yang berdiri tak jauh dari Gaffi.

Gaffi menggelengkan kepala, “Aku tidak yakin,tapi…. Tidak ada tumbuhan, tidak ada binatang, bahkan tidak ada jejak manusia di sekitar sini. Sepertinya kita benar-benar sendirian. Atau kita berada di negeri anta barantah?” tanya Gaffi.

“Rasanya seperti berada di film fiksi ilmiah yang menakutkan. Tapi ingat, ini hanya algoritma virtual, bukan kenyataan. Kita harus tetap tenang dan mencari cara untuk bertahan hidup.” Salsa berjongkok dan menyentuh tanah yang seperti terbakar.

Mereka merasa seperti berada di salah satu film fiksi ilmiah yang mereka sukai, tetapi kali ini, semuanya nyata. Mereka tahu bahwa dalam dunia algoritma virtual ini, mereka harus mencari jalan untuk bertahan hidup dan menemukan jalan kembali ke dunia nyata. Karena kunci dari amannya HVR agar tak kembali menelan korban di dunia nyata adalah berhasilnya mereka sadar di dunia nyata.

Mereka mulai menjelajahi gurun tandus itu dengan hati-hati. Setiap langkah mereka diiringi oleh suara langkah kaki mereka yang bergema di sekitar mereka. Bebatuan dan kerikil terasa tajam di bawah kaki mereka, dan panasnya matahari membakar kulit mereka. Namun, mereka terus maju, berharap menemukan petunjuk atau tanda-tanda kehidupan.

Setelah berjam-jam berjalan, mereka menemukan reruntuhan kota kuno yang seolah-olah telah terlupakan oleh waktu. Bangunan-bangunan yang hancur dan puing-puing yang berserakan menjadi saksi bisu bahwa tempat yang kini mereka temui adalah dunia tanpa peradapan. Dalam keheningan yang menakutkan, mereka menjelajahi setiap sudut kota, mencari petunjuk tentang apa yang sebenarnya terjadi di dimensi ini.

“Dimensi apa ini, lantas dimana hacker itu…” Ucap Salsa penasaran.

“Coba ingat lagi apakah kamu pernah memposting sesuatu yang berkaitan dengan tempat ini? Aku tak pernah memposting sesuatu yang seperti ini.” Ingat Gaffi, karena Ia tahu jika perjalanan mereka menyangkut apa yang pernah mereka posting di media sosial.

“Aku tidak pernah… tunggu… aku ingat… ini seperti suatu tempat di Aus-“ Belum selesai Salsa mengutarakan pendapatnya, tiba-tiba, mereka mendengar suara aneh yang menggema di sekitar mereka. Suara itu seperti angin yang berbisik, tetapi memiliki nada yang aneh dan tidak dikenal. Gaffi dan Salsa saling memandang dengan perasaan campur aduk, dan mereka tahu bahwa mereka harus segera mencari tempat berlindung.

Mereka berlari menuju bangunan terdekat yang masih berdiri, berusaha melindungi diri mereka dari ancaman yang tidak diketahui. Saat mereka berlindung di dalam, mereka merasakan getaran tanah yang kuat dan mendengar suara gemuruh yang semakin dekat. Tiba-tiba, tanah bergetar hebat dan bangunan itu runtuh di sekeliling mereka.

Gaffi dan Salsa terjebak di antara puing-puing, dengan suara gemuruh yang semakin keras. Mereka saling berpegangan erat dan berharap bisa bertahan hidup dalam situasi yang terlihat sangat suram ini.

“Berpegangan, aku tidak ingin kita kembali berpisah….!” Teriak Gaffi ketika beberapa puing-puing berjatuhan dan mencoba menghantam mereka.

Terpopuler

Comments

sitimusthoharoh

sitimusthoharoh

perjalanan yg membuat jantung dag dig dug seerr.semoga kalian bisa melewatinya.
lanjut

2024-01-31

0

naynay

naynay

mbacanya tegang
ngopi dulu thor

2024-01-16

1

Mentari

Mentari

ikutan tegang bacanya

2024-01-16

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!