Bab 14 Manusia Setengah Ular

Gaffi membuka mata, ia menatap langit-langit. Mereka berada dalam sebuah gua. Salsa perlahan mulai bangkit dan menatap ke sekitar tempat mereka berdiri, sebuah gua dengan cahaya remang-remang.

Drreeettt….

Tiba-tiba sebuah getaran dari saku celana Gaffi membuat sepasang suami istri itu saling pandang.

‘Bagaimana ponsel ini bisa berdering.. bukankah…’ batin berusaha mengeluarkan ponsel itu dan bermonolog dengan dirinya sendiri

“Cepat angkat!” Teriak Salsa dan tanpa mereka sadari suara itu bergema di dalam Gua.

Baru Gaffi mengeluarkan ponsel mereka. Alangkah kagetnya Salsa melihat sesosok makhluk yang berdiri di belakang Gaffi. Sorot mata penuh ketakutan membuat Gaffi menyadari ada yang tidak beres di belakangnya. Namun bayangan yang terpantul di hadapannya adalah sesosok makhluk besar dan kini mengeluarkan suara desis.

SSsss….

“Jangan bergerak…” Suara Salsa pelan sekali. Mereka hanya saling tatap sementara sesosok makhluk yang menyerupai ular itu kini sudah membelit tubuh Gaffi dengan ekornya. GAffi mencoba tenang saat ia merasakan ada yang membelit tubuhnya.

“Kejutan…. Kamu tampan sekali…” Ucap makhluk setengah manusia dan setengah ular itu. Rambut pajang terurai dan lidah yang menjulur ke depan, sesekali lidah itu bahkan mencoba menyentuh tubuh Gaffi.

Perlahan tapi pasti, kini tubuh Gaffi merasakan tubuhnya terbelit kuat oleh ular berkepala wanita. Paras ular itu tampak mempesona, dengan rambut yang panjang dan tergerai juga mata lentik serta alis yang menyatu juga dua taring yang terlihat sangat tajam di balik bibir ular itu. Gaffi merasa napasnya tersengal-sengal saat belitan semakin kuat.

"Diam-diam, ular itu akan semakin memperkuat belitannya jika kamu melakukan perlawanan!" Ingat Salsa dari arah kejauhan, ia masih berpikir apa yang harus ia lakukan. Mereka tak memiliki senjata.

“Apa dia hacker kita?” Tanya Gaffi.

Melihat lelaki tampan yang dari tadi membuat ia terpesona memperhatikan Salsa dan berbicara pada perempuan yang dianggap saingan oleh sang Ular. Kini Ular itu menyemburkan bisa nya ke arah Salsa. BEruntung Salsa segera berlindung di balik batu besar.

Salsa mencoba mencari benda apa pun yang bisa membantu melepaskan Gaffi dari belitan ular tersebut. Ia meraih seutas tali yang tergeletak di dekatnya dan dengan cepat mengikatkan ujungnya pada pohon terdekat.

"Gaffi, pegang erat-erat tali ini!" seru Salsa, berusaha untuk tetap tenang.

Gaffi berjuang dengan sisa tenaganya untuk memegang tali yang diulurkan oleh Salsa. Sementara itu, ular itu semakin kuat dan mencoba untuk melilit tubuh Gaffi lebih erat lagi.

Namun saat Gaffi mencoba untuk lepas, semakin kencang ular itu melilitnya. Ia pun terpikirkan sesuatu, ia ikat tali itu menjadi sebuah lingkaran. Ia putar-putar tali itu layaknya seorang koboi yang akan menangkap kuda liar.

Satu

Dua

Tiga.

Tali itu berhasil masuk menikat kepala si ular.

“Tarik sekuat mungkin dengan gerakan kejutan.” Teriak Gaffi pada Salsa yang masih bersembunyi di balik batu besar. Satu anggukan dan tatapan pada sang ular. Salsa menarik tali itu sekuat tenaga. Tali itu mulai melilit tubuh ular, mengurangi tekanan pada Gaffi. Ia merasakan sedikit lega, namun masih terjebak dalam belitan ular yang kuat.

Salsa juga tidak menyerah. Ia mencari sesuatu yang bisa membantu untuk menyerang ular itu. Ia meraih batu besar yang ada di dekatnya, sedikit ia timang-timang batu itu. Lalu dengan gerakan cepat ia memanjat sebuah batu besar yang berada di sisi kanan ular itu dan dengan berani Salsa memukul kepala ular itu. Ular tersebut terkejut dan merelakan belitannya pada Gaffi, memberi  kesempatan untuk Gaffi melarikan diri.

Kini suami istri itu kembali berpacu dalam kecepatan. Mereka kembali berlari.

“Kini aku tahu kenapa Mia memakaikan kamu tabung oksigen… maka dengan kondisi medan pertempuran kita, kamu pasti kesulitan untuk bernapas.” Ucap Gaffi.

“Diamlah! Lihatlah ular itu, tampaknya ia tertarik pada mu… apakah kamu tertarik untuk poligami?” tanya Salsa masih dengan napas terengah-engah. Gaffi bergidik menoleh ke belakang. Tak terbayangkan jika ia harus di kejar oleh perempuan setengah ular.

“Aku akan meminta kamu mengatakan hal tadi ketika kita sudah kembali ke dunia nyata… berapa madu yang kamu inginkan, pasti ku berikan…” Ganti kini giliran Gaffi tersenyum simpul.

Namun tiba-tiba, ular itu sudah menghadang di depan Salsa dan Gaffi. Sulung Tuan Ammar itu merasa perasaannya campur aduk saat menyadari bahwa ular berkepala wanita tersebut memiliki ketertarikan padanya. Di tempat tandus tersebut, mereka berdua berada dalam suatu peradaban yang terlihat tidak memiliki kehadiran lelaki.

Ular itu melihat Gaffi dengan mata yang penuh dengan rasa ingin tahu dan ketertarikan. Gerakan tubuhnya yang lentur dan anggun menambah daya tariknya. Gaffi merasa sedikit tidak nyaman dengan situasi ini, tetapi ia juga merasa terikat oleh kecantikan dan daya tarik ular tersebut.

Salsa, istri Gaffi, yang juga menyadari ketertarikan ular terhadap suaminya.

“Sekalipun tidak ada perempuan di dunia ini,aku tak mungkin akan menikahi perempuan itu sayang…” Bisik Gaffi.

Ular itu memicingkan matanya menatap tajam Salsa.

“Kalian sudah berani masuk ke kawasan ku. Maka tidak ada yang bisa keluar tanpa izin ku. Atau… perempuan jelek itu bisa keluar, asal kamu menjadi raja di istana ku….” Goda Ular itu penuh desis.

“"What? In my whole life, this is the first time someone has called me ugly! Fine! I will give you the meaning of ugly, you ugly snake!" Teriak Salsa kesal, kali ini ia meraih satu batu dan ia lempar tepat di tengah wajah ular itu.

{Apa? Seumur hidup ku baru kali ini ada yang mengatakan aku jelek! Baik! Akan aku berikan arti jelek pada mu, ular jelek!}

Ular itu merasa marah dan matanya memancarkan pandangan tajam yang penuh kemarahan saat Salsa melemparkan batu tepat mengenai wajahnya. Rasa sakit dan kemarahan memenuhi hati ular tersebut saat ia menatap tajam Salsa dengan kebencian yang membara.

Wajah ular itu terlihat semakin menakutkan, dengan gigi-gigi tajam yang terlihat saat ia memamerkan ancamannya. Ia mempertahankan pandangan tajamnya, dengan niat jahat yang jelas terpancar dari matanya yang membara.

Salsa merasakan adrenalin mengalir dalam dirinya saat ia berhadapan dengan ular yang marah itu. Ia menyadari bahwa tindakannya telah memicu kemarahan ular tersebut, tetapi ia tidak menunjukkan ketakutannya. Sebaliknya, ia mempersiapkan diri untuk menghadapi serangan apa pun yang mungkin dilancarkan oleh ular itu.

Saat ular itu sudah menegakkan tubuhnya dengan kepala terangkat layaknya seekor kobra dengan ekor yang juga terangkat. Kini Ia sudah siap menyerang Salsa.

Saat ia mendekat, Gaffi mengeluarkan sebuah korek api di sakunya. Dan berhasil, korek itu menyala. Ular itu menjauh, Gaffi memainkan korek itu, Salsa menyadari jika ular itu takut dengan Api. Ia mengambil beberapa pelepah kayu yang kering dan ia berikan kepada GAffi. Sehingga kini mereka berdua memegang dua pelepah yang sudah ada api. Terlihat jelas wajah ular itu penuh ketakutan, ia bahkan tak berani mendekat.

“Awas kau! Aku akan mendapatkan kamu tampan….SSSStt….” Ular itu pergi meninggalkan Gaffi dan Salsa.

“Hhhhh…. Kenapa tak terpikirkan dari tadi… ish… air liur ular itu sangat bau…” Gaffi merasa jijik karena tadi ular itu sempat menjilat lehernya.

“Kenapa tidak daritadi kau keluarkan isi celana mu….” Kini Salsa duduk di atas tanah dengan napas tersengal-sengal.

“What? Isi celana? Kau sudah gila Salsa…” Gerutu Gaffi.

Pletak!

“Aaawhhh…” Gaffi kesakitan karena kini dengkulnya di pukul Salsa menggunakan sebuah pelepah yang ujung nya cukup keras.

“Dasar otak mesum! Jangan-jangan dia kemari karena otak mesum mu itu!” Salsa Kesal. Sepasang suami istri itu masih berdebat tanpa mereka sadari bahwa kini mereka masih belum bebas dari marabahaya. Banyak mata yang mengamati mereka, dan mereka tinggal menunggu aba-aba dari pemimpin mereka.

“Sekarang!” Teriak pimpinan dari sekelompok orang yang dari tadi bersembunyi dan mengamati bagaimana Gaffi dan Salsa bertarung dengan ular setengah manusia itu.

Gaffi dan Salsa mengitari di sekitar mereka dan melihat sekelompok orang-orang membawa senjata dan telah mengepung mereka.

Terpopuler

Comments

sitimusthoharoh

sitimusthoharoh

pokoe berdebat itu yg bakalan buat mereka menjadi 1.
lanjut

2024-01-31

0

Zullia

Zullia

aku selalu setia dan semangat membaca karya-karyamu thor, banyak pelajaran yang dapat dipetik disetiap karya yang dihasilkan sehat selalu thor dan semangat berdakwah dengan menulis

2024-01-22

1

𝐀⃝🥀ℝ𝔸 ¢нαιяα

𝐀⃝🥀ℝ𝔸 ¢нαιяα

makin seru ini petualangannya🤭🤭

2024-01-18

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!