19 | ꦄꦢꦄꦥꦢꦼꦔꦤ꧀ꦱꦶꦠꦸꦮꦱꦶꦆꦤꦶ꧉

"KALO KAMU GAK DENGERIN MAMA!! KAMU INGETKAN WAKTU MAMA BILANG NYUSUL AYAH KAMU AJA DARIPADA NGELIAT KAMU KAYAK GINI!! ZAFRAN DENGER MAMA BILANG?!!." Zahra marah pada Zafran yang selalu berbuat tanpa memikirkan akhirnya. Keadaan cowok itu kan tidak baik semenjak kepergian liburan pertama awal musim panas bulan lalu.

"Maaf." cowok itu menunduk ragu kebawah tak berani menatap kemarahan sang Mama.

"MAMA GAK BUTUH MAAF KAMU! ZAFRAN JANJI SAMA MAMA!! JANJI KALO KAMU GAK BAKAL NGURUSIN APA YANG GAK SEHARUSNYA KAMU URUSIN! AYO JANJI!!." Zahra sangat kesal hari ini.

"Kamu itu bukan anak indigo yang harus bantuin makhluk-makhluk halus kayak mereka buat kembali Zafran. Kamu itu anak biasa yang ingin tahu karena lebih peka! Kamu harus buang jauh-jauh rasa kasian kamu sama makhluk-makluk halus itu!." nada bicara Zahra memang melunak. Namun wanita itu masih bersikeras.

"Maa udah, bang Za pasti cape." Kazea menegur Mamanya yang terlalu keras yang mana kakaknya tidak berbuat hal salah. Namun jika membicarakan tentang kesehatan Zafran. Gadis itu setuju karena kakaknya terlalu memaksakan diri.

———

"Zeaaa! Zafrann! Turun makann!." teriak Zahra. Wanita itu tidak pergi ke kantor dan akan mengawasi putra-putrinya agar tidak sembarangan pergi ketempat aneh.

#Seorang pria ditemukan tewas didalam freezer bigmarket. Badannya terpotong menjadi beberapa bagian dan dimasukkan kedalam plastik berwarna hitam. Diduga pembunuhan tersebut merupakan pembunuhan terencana beberapa kelompok orang. Sekian dari HotNew, kami akan kembali setelah jeda iklan berikut ini.

"Makin serem kan Kota ini. Awas aja kalo mereka berdua keluar gak izin." Zahra mendumel sembari menyiapkan makanan. Wanita itu meraih remot dan mengganti channel ke berita lain untuk ditonton.

"Uhukk-uhukkk!!." Zahra menyodorkan air pada Zafran.

"Makan pelan-pelan." tegur wanita itu.

"Maa Zeaa boseenn. Gimana kalo kita bertiga ketam-"

"Gak Zee, kita harus kerumah sakit." tegas wanita itu memakan makanannya.

"Siapa yang sakit?." tanya Kazea.

"Ngecek kesehatan kakakmu. Liat aja, makin parah Mama liat. " Zafran menghela nafasnya menatap sang Mama yang terlihat mencemaskannya namun dengan tatapan aneh juga yang memandanginya. Lagian 'wanita selalu benar.' pikirnya jutaan kali.

Bukk!!

Gilang menutup pintu mobil. "Lah kalian mau kemana? Baru aja mau main." tanya Gilang melihat mereka bertiga yang keluar dari rumah dengan pakaian santai.

"Rumah sakit." Gilang ber-oh ria melihat Zafran yang memang tidak membaik sejak hari itu. Jadilah sekarang ia ikut dan menyetir dengan Zafran di sampingnya sedangkan Zahra dan Kazea di belakang.

"Gimana dok? Abang saya gak papa kan? Dia baik-baik aja kan?." tanya Kazea runtut. Dokter itu tersenyum melihat keluarga sang pasien dan menggelengkan kepalanya.

Beralih pada Zafran yang menatap keluar jendela. Tatapan cowok itu memburam saat area kepalanya merasa nyeri. "lemah banget gue. Punya tanggung jawab lebih gede tapi malah nyusahin." batinnya miris.

Zahra, Kazea dan Gilang masuk kedalam ruangan dimana Zafran menyandarkan punggung dengan mata tertutup. Cowok itu mungkin sedang lelah, berbeda dengan Zahra yang sudah menatap putranya curiga.

▪ ▪ ▪

"Eh kalian berdua nempel mulu gak ngajak-ngajak." waktu sudah malam. Zafran kembali kerumah sore tadi yang mana Gilang menginap dirumahnya sekarang. Dua cowok itu bagaikan benang tanpa jarum.

Mereka tengah melakukan Skype bersama sahabat mereka yang lain. Besok hari minggu yang pasti taman ramai dikunjungi. Mau tidak mau mereka harus bertemu ditempat lain yang lebih sepi agar bisa bermain sepuasnya tanpa gangguan.

"Mau kemana lo?." tanya Gilang pada Zea.

Gadis itu terlihat rapih. "Mau nginep dirumah Sinta, bye kalian berdua." ucapnya pamitan pergi. Mereka menggedihkan bahunya tak acuh.

Ngingg..Ngg..inggg....

Nginggg!

Baha...Ngingg!!...yaa!!

Nginggg!!..Adik..Ngingg!!..mu

dalam..Ngingg!!...bahaya!!

Zafran menggelengkan kepalanya mengusir dengungan yang terus menghampiriny. "Kenapa kamu? Pusing?." tanya Zahra. Setegas dan setega apapun wanita itu pada putranya. Ia tetaplah seorang ibu yang khawatir akan keadaan anaknya.

"Z-zea dalam bahaya." cowok itu meraih jaketnya pergi. Gilang terkejut dan berlari mengikuti cowok itu. Ia segera mengambil alih kemudi mobil agar semuanya selamat.

Sedangkan Kazea tengah meratapi nasibnya. Bukan Sinta yang ia temui, malah begundal jalanan yang taunya memalak gadis kecil sepertinya. Ingin berteriak juga seakan semuanya sia-sia.

"Cantik banget sih Neng. Abang cicip dikit boleh kan?." ucap pria-pria itu menatap mesum pada Kazea hingga baju gadis itu di tarik paksa terdengar sobekan. Kazea meneteskan air matanya, apakah ia akan menjadi gadis tak suci lagi.

Pikiran Kazea terlalu jauh hingga tak mendengar bunyi perkelahian antara Zafran dan Gilang dengan para preman. Mereka bertarung dengan skill yang mereka punya. Hingga pintu gubuk itu terdobrak lebar, Gilang memukul pria yang akan menodai adik tersayangnya. Zafran segera membuka jaket dan menghangatkan adiknya.

Preman-preman itu tumbang tanpa perlawanan karena memang tidak terlalu pandai berkelahi. Kazea sendiri masih menangis. Mereka pulang kerumah dengan keadaan Kazea yang berantakkan. Zahra harus berpuja syukur pada Tuhan dan putranya yang telah menyelamatkan Kazea.

"Ganti baju dulu ayo." ucapnya menarik lengan Zea masuk kedalam.

Gilang melihat ponsel Kazea yang bergetar. Jari tangan cowok itu mengetik sebuah pesan kontak dari line 'Sintaaa' jika Kazea sakit dan tidak jadi menginap dirumahnya.

Zafran sendiri kembali kedalam kamar. Cowok itu awalnya ragu, tapi sekarang mulai terbiasa dengan peringatan itu. Tapi apakah ia harus mempercayainya, apa ada sesuatu yang tersembunyi di baliknya.

"Gue tau lo bisa milih yang bener. Antara baik atau salah, waktu akan menjawabnya. Ah bukan akan, tapi pasti." Gilang menepuk bahu Zafran. Mereka memposisikan tidur, tentu saja sejauh ini orang yang berani tidur dengan Zafran hanya Gilang seorang.

Hati Zahra berdenyut begitu mendengarnya. Ucapan Gilang benar, waktu akan menjawabnya dan semua itu akan tetap sama. Dan jika ia terus berlarut dalam ketidakiklasan kepergian suaminya. Ia adalah wanita yang paling egois di hidup Zafran dan Kazea, bukankah begitu.

Episodes
1 01 | ꦭꦶꦧꦸꦫꦤ꧀ꦩꦸꦱꦶꦩ꧀ꦥꦤꦱ꧀꧈
2 02 | ꦥꦼꦂꦠꦩꦏꦭꦶꦢꦶꦏꦩꦂꦩꦤ꧀ꦢꦶ꧉
3 03 | ꦊꦉꦁꦢꦶꦧꦮꦃꦒꦸꦤꦸꦁꦩꦼꦫꦃ꧉
4 04 | ꦩꦭꦩ꧀ꦠꦤ꧀ꦥꦧꦸꦭꦤ꧀ꦧꦶꦤ꧀ꦠꦁ꧉
5 05 | ꦭꦫꦔꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦂꦥꦠꦃꦏꦤ꧀꧈
6 06 | ꦱꦼꦫꦁꦏꦆꦪꦤ꧀ꦩꦶꦱ꧀ꦠꦼꦫꦶꦠꦼꦫꦸꦁꦏꦥ꧀꧈
7 07 | ꦏꦼꦧꦼꦤꦫꦤ꧀ꦢꦤ꧀ꦱꦼꦩꦸꦮꦚꦱꦼꦊꦱꦆ꧉
8 08 | ꦠꦼꦫꦶꦪꦏꦤ꧀ꦪꦁꦏꦼꦩ꧀ꦧꦭꦶꦢꦶꦢꦼꦔꦂ꧉
9 09 | ꦥꦼꦂꦩꦸꦭꦄꦤ꧀ꦢꦼꦔꦤ꧀ꦱꦼꦧꦸꦮꦃꦄꦚ꧀ꦕꦩꦤ꧀꧈
10 10 | ꦏꦭꦶꦩꦠ꧀ꦱꦼꦢꦼꦂꦲꦤꦪꦁꦧꦼꦂꦧꦼꦢ꧉
11 11 | ꦠꦔꦶꦱꦤ꧀ꦱꦼꦱꦼꦎꦫꦁꦢꦶꦧꦮꦃꦥꦺꦴꦲꦺꦴꦤ꧀꧈
12 12 | ꦉꦚ꧀ꦕꦤꦥꦼꦔꦶꦱꦶꦪꦤ꧀ꦮꦏ꧀ꦠꦸꦢꦶꦩꦸꦭꦆ꧉
13 13 | ꦥꦼꦫꦶꦔꦠꦤ꧀ꦏꦼꦢꦸꦮꦱꦼꦭꦩꦥꦼꦂꦗꦭꦤꦤ꧀꧈
14 14 | ꦥꦼꦂꦏꦠꦄꦤ꧀ꦪꦁꦩꦼꦚꦏꦶꦠ꧀ꦏꦤ꧀꧈
15 15 | ꦄꦥꦪꦁꦠꦼꦂꦗꦢꦶ?
16 16 | ꦏꦼꦧꦼꦂꦱꦩꦄꦤ꧀ꦢꦤ꧀ꦏꦼꦩ꧀ꦧꦭꦶꦥꦸꦭꦁ꧉
17 17 | ꦏꦶꦱꦃꦚꦧꦼꦭꦸꦩ꧀ꦱꦼꦊꦱꦆ꧉
18 18 | ꦏꦼꦆꦔꦶꦤꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦂꦱꦩ꧀ꦥꦆꦏꦤ꧀꧈
19 19 | ꦄꦢꦄꦥꦢꦼꦔꦤ꧀ꦱꦶꦠꦸꦮꦱꦶꦆꦤꦶ꧉
20 20 | ꦩꦶꦠꦺꦴꦱ꧀ꦄꦠꦈꦥ꦳ꦏ꧀ꦠ꧈ꦏꦶꦠꦧꦸꦏ꧀ꦠꦶꦏꦤ꧀꧈
21 21 | ꦕꦼꦫꦶꦠꦪꦁꦧꦼꦭꦸꦩ꧀ꦠꦸꦤ꧀ꦠꦱ꧀꧈
22 22 | ꦩꦼꦭꦶꦧꦠ꧀ꦏꦤ꧀ꦠꦤ꧀ꦥꦧꦼꦫꦸꦱꦲ꧉
23 23 | ꦠꦶꦢꦏ꧀ꦄꦢꦪꦁꦠꦶꦢꦏ꧀ꦧꦶꦱ꧉
24 24 | ꦠꦼꦩ꧀ꦥꦠ꧀ꦪꦁꦠꦏ꧀ꦥꦼꦂꦤꦃꦢꦶꦏꦸꦚ꧀ꦗꦸꦔꦶ꧉
25 25 | ꦏꦼꦱꦭꦃꦥꦲꦲꦩꦤ꧀ꦪꦁꦩꦼꦚꦶꦏ꧀ꦱ꧉
26 26 | ꦄꦮꦭ꧀ꦪꦁꦧꦆꦏ꧀ꦱꦼꦥꦼꦂꦠꦶꦧꦸꦔ꧉
27 27 | ꦢꦼꦱꦩꦠꦲꦫꦶꦠꦼꦂꦧꦼꦤꦩ꧀꧈
28 28 | ꦱꦾꦫꦠ꧀ꦏꦼꦱꦭꦲꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦫꦸꦱ꧀ꦠꦼꦫꦸꦭꦔꦶ꧉
29 29 | ꦮꦤꦶꦠꦧꦼꦂꦱꦼꦊꦤ꧀ꦢꦁꦩꦼꦫꦃ꧉
30 30 | ꦱꦼꦩꦸꦮꦚꦧꦼꦫꦏ꦳ꦶꦂꦱꦄꦠ꧀ꦆꦠꦸ꧉
Episodes

Updated 30 Episodes

1
01 | ꦭꦶꦧꦸꦫꦤ꧀ꦩꦸꦱꦶꦩ꧀ꦥꦤꦱ꧀꧈
2
02 | ꦥꦼꦂꦠꦩꦏꦭꦶꦢꦶꦏꦩꦂꦩꦤ꧀ꦢꦶ꧉
3
03 | ꦊꦉꦁꦢꦶꦧꦮꦃꦒꦸꦤꦸꦁꦩꦼꦫꦃ꧉
4
04 | ꦩꦭꦩ꧀ꦠꦤ꧀ꦥꦧꦸꦭꦤ꧀ꦧꦶꦤ꧀ꦠꦁ꧉
5
05 | ꦭꦫꦔꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦂꦥꦠꦃꦏꦤ꧀꧈
6
06 | ꦱꦼꦫꦁꦏꦆꦪꦤ꧀ꦩꦶꦱ꧀ꦠꦼꦫꦶꦠꦼꦫꦸꦁꦏꦥ꧀꧈
7
07 | ꦏꦼꦧꦼꦤꦫꦤ꧀ꦢꦤ꧀ꦱꦼꦩꦸꦮꦚꦱꦼꦊꦱꦆ꧉
8
08 | ꦠꦼꦫꦶꦪꦏꦤ꧀ꦪꦁꦏꦼꦩ꧀ꦧꦭꦶꦢꦶꦢꦼꦔꦂ꧉
9
09 | ꦥꦼꦂꦩꦸꦭꦄꦤ꧀ꦢꦼꦔꦤ꧀ꦱꦼꦧꦸꦮꦃꦄꦚ꧀ꦕꦩꦤ꧀꧈
10
10 | ꦏꦭꦶꦩꦠ꧀ꦱꦼꦢꦼꦂꦲꦤꦪꦁꦧꦼꦂꦧꦼꦢ꧉
11
11 | ꦠꦔꦶꦱꦤ꧀ꦱꦼꦱꦼꦎꦫꦁꦢꦶꦧꦮꦃꦥꦺꦴꦲꦺꦴꦤ꧀꧈
12
12 | ꦉꦚ꧀ꦕꦤꦥꦼꦔꦶꦱꦶꦪꦤ꧀ꦮꦏ꧀ꦠꦸꦢꦶꦩꦸꦭꦆ꧉
13
13 | ꦥꦼꦫꦶꦔꦠꦤ꧀ꦏꦼꦢꦸꦮꦱꦼꦭꦩꦥꦼꦂꦗꦭꦤꦤ꧀꧈
14
14 | ꦥꦼꦂꦏꦠꦄꦤ꧀ꦪꦁꦩꦼꦚꦏꦶꦠ꧀ꦏꦤ꧀꧈
15
15 | ꦄꦥꦪꦁꦠꦼꦂꦗꦢꦶ?
16
16 | ꦏꦼꦧꦼꦂꦱꦩꦄꦤ꧀ꦢꦤ꧀ꦏꦼꦩ꧀ꦧꦭꦶꦥꦸꦭꦁ꧉
17
17 | ꦏꦶꦱꦃꦚꦧꦼꦭꦸꦩ꧀ꦱꦼꦊꦱꦆ꧉
18
18 | ꦏꦼꦆꦔꦶꦤꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦂꦱꦩ꧀ꦥꦆꦏꦤ꧀꧈
19
19 | ꦄꦢꦄꦥꦢꦼꦔꦤ꧀ꦱꦶꦠꦸꦮꦱꦶꦆꦤꦶ꧉
20
20 | ꦩꦶꦠꦺꦴꦱ꧀ꦄꦠꦈꦥ꦳ꦏ꧀ꦠ꧈ꦏꦶꦠꦧꦸꦏ꧀ꦠꦶꦏꦤ꧀꧈
21
21 | ꦕꦼꦫꦶꦠꦪꦁꦧꦼꦭꦸꦩ꧀ꦠꦸꦤ꧀ꦠꦱ꧀꧈
22
22 | ꦩꦼꦭꦶꦧꦠ꧀ꦏꦤ꧀ꦠꦤ꧀ꦥꦧꦼꦫꦸꦱꦲ꧉
23
23 | ꦠꦶꦢꦏ꧀ꦄꦢꦪꦁꦠꦶꦢꦏ꧀ꦧꦶꦱ꧉
24
24 | ꦠꦼꦩ꧀ꦥꦠ꧀ꦪꦁꦠꦏ꧀ꦥꦼꦂꦤꦃꦢꦶꦏꦸꦚ꧀ꦗꦸꦔꦶ꧉
25
25 | ꦏꦼꦱꦭꦃꦥꦲꦲꦩꦤ꧀ꦪꦁꦩꦼꦚꦶꦏ꧀ꦱ꧉
26
26 | ꦄꦮꦭ꧀ꦪꦁꦧꦆꦏ꧀ꦱꦼꦥꦼꦂꦠꦶꦧꦸꦔ꧉
27
27 | ꦢꦼꦱꦩꦠꦲꦫꦶꦠꦼꦂꦧꦼꦤꦩ꧀꧈
28
28 | ꦱꦾꦫꦠ꧀ꦏꦼꦱꦭꦲꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦫꦸꦱ꧀ꦠꦼꦫꦸꦭꦔꦶ꧉
29
29 | ꦮꦤꦶꦠꦧꦼꦂꦱꦼꦊꦤ꧀ꦢꦁꦩꦼꦫꦃ꧉
30
30 | ꦱꦼꦩꦸꦮꦚꦧꦼꦫꦏ꦳ꦶꦂꦱꦄꦠ꧀ꦆꦠꦸ꧉

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!