04 | ꦩꦭꦩ꧀ꦠꦤ꧀ꦥꦧꦸꦭꦤ꧀ꦧꦶꦤ꧀ꦠꦁ꧉

Semakin larut semakin mencekam. Hawa dan suasana yang mereka dapati semakin berbeda, "Capenya gue mau pingsan." lontar Bima bersender pohon.

"Jangan lah! Nanti siapa yang mau gotong lo coba? Mau gue sewain demit?." ucapan Stella mengundang tawaan para sahabatnya.

"La! Jangan bicara sembarangan!." tegur Chika menutup mulut sahabatnya yang terlalu humoris, mereka tertawa pelan mengisi kesunyian malam yang gelap. Reyhan membuka jaket dan memberikannya pada Stella.

"Waduh, pangeran dateng kemaleman nih." sindir Gilang tertawa namun tak ayal ikut memberikan jaket yang di pakainya pada Chika. Gadis itu menerima tanpa menolak, pasalnya keempat gadis itu hanya memakai pakaian biasa.

"Lo juga sama monyet!." ujar Bima tetap memberikan jaketnya untuk Maudi yang kini terperangah kagum, apa baru saja terjadi keajaiban di luar batas sampai ia baru menyadari jika sahabat laki-lakinya itu berbuat baik padanya.

"Eh kita-kita gak maksa minjem jaket lho ya! Kalian sendiri yang minjemin!." Stella berujar pedas, tentu saja ia tidak ingin di cari mencari kesempatan atau akan di jadikan pasang-pasangan. Tentu saja Raina berpikiran hal yang sama ketika Raidan memberikan jaketnya.

"Iya, udah brisik banget lo kutu kuda. Tinggal pake aja apa susahnya, cowok kek kita itu strong anti bengkok men." sahut Reyhan meninggi.

———

Zafran bangkit dari duduknya. Ia melihat kesekitar jika tempat itu aman untuk beristirahat meskipun hanya dibawah pohon besar dengan patung kecil yang terlihat berada di dalam akar pohon setinggi dua meter tersebut.

"Mau kemana lo?." tanya Chika.

Tanpa menjawab cowok itu mengambil beberapa ranting dan dahan pohon yang kering. Tangannya merogoh saku celana mengambil korek api lalu menyalakannya. Dengan begitu daya ponsel milik mereka yang tadinya menyala kini padam terselamatkan.

"Akh! Akhirnya gue liat api juga." Gilang mengambil daun-daun kering di sekelilingnya lalu melemparnya kedalam api. Cowok itu sejenak meregangkan otot tubuhnya yang pegal.

"Besok lo juga ke Neraka nemuin api yang panas kok Lang, gausah bersedih." Maudi membalas dengan tawaan. Gilang mengedipkan matanya melotot.

"Enak aja lo! Lo kal-"

"Shuttt!."

Ucapan Gilang terpotong saat Zafran menginstruksi agar para sahabatnya diam, mereka masih membicarakan hal tidak penting di saat tersesat dan hari yang sudah gelap. Apa yang mereka pikirkan sebenarnya. Semuanya kompak terdiam mendengarnya.

Chika merangkul dirinya sendiri merasakan hawa dingin memang mulai menusuk kulitnya. Ia melirik kesamping dimana Stella dan Maudi tengah berpelukan. "Jangan sampe." ucap Raina yang melihat Chika menatapnya. Mereka berdua tertawa pelan saat berkontak mata karena merasa lucu.

"Gimana nih? Gak mungkin kita disini terus kan? Kita juga gak tau tempat ini aman atau engga buat istirahat lama-lama." celetuk Reyhan bangkit.

Roarrrr!!!...

"Aakhhh! Ap-apaan tuh?." Stella berteriak, mereka semua bangkit dan mulai berwaspada terhadap sekitar.

Ganjil!

Ganjil!

Ganjil!

Suara melengking itu menggema di langit, memutari sembilan anak remaja tersebut dengan raungan hewan buas. Wanita, ada seorang wanita yang terus berbicara hal aneh membuat Chika teringat pada sosok makhluk yang pernah menjadi Maudi di kamar mandi kemarin malam. "Ganjil? Bener yang suara itu bilang! Kita ganjil!." kata Chika melontarkan kalimatnya.

"T-trus kalo ganjil kenapa?." tanya Maudi terbata-bata memegang erat baju Chika dari belakang.

"KALIAN SEMUA AKAN MATI!!."

Deg,

▪ ▪ ▪

"Jangan di tarik-tarik dong, lagian gak ada yang mau makan lo juga." Stella tidak mendengarkan ucapan Reyhan dan tetap memegang erat kaos milik cowok itu dari belakang. Mereka tengah berjalan dengan berurutan dengan Reyhan yang berada di depan.

"Awas Rey jangan sampe nambahin sesat kita lho." Chika sebenarnya ingin mencairkan suasana melihat para sahabat perempuannya yang ketakutan. Reyhan tertawa dan membalas acungan jempol tidak perlu khawatir karena ia cukup menghafal jalan.

"Ah udahlah cape, daritadi kita cuma muter-muter doang. Tuh liat." Reyhan menunjuk dibawah pohon yang terdapat batu tumpuk. Tentu saja Reyhan yang melakukannya, ia sering menonton film-film action, horor dan lainnya hingga otaknya pula ikut encer.

"Ugh! Dingin banget." anak perempuan tentu mengeluh, dan suara tersebut berasal dari Stella yang duduk saling menyandar dengan Chika, Raina dan Maudi. Gadis itu menepuk bahu Chika di sampingnya.

"Punggung lo anget Ce, makasih ya." secerewet apapun gadis itu, ia tidak akan lupa berterimakasih pada sahabatnya yang selalu ada untuknya. Stella tidak mengapa jika tersesat, asalkan bersama para sahabatnya.

"Ah iya enak banget senderan gini." timpal Maudi. Raina sedari tadi membuka ponsel melihat GPS yang selalu berubah-ubah arah, jadi itu hal yang percuma untuk di lakukan.

Bima menenggak habis minuman di botol yang ia bawa."Duh abis, lagian tuh bapak-bapak kenapa gak nyariin kita si." perkataan Bima tepat membuat mereka semua berpikir karena apa yang di katakan cowok itu memanglah benar.

"Mau?." Reyhan menawarkan Zafran air mineral yang langsung menggelengkan kepalanya. Cowok itu melihat kearah langit yang menghitam karena tidak ada bulan dan bintang. Sesuatu yang buruk bisa terjadi ketika berada di luar area pencahayaan bukan.

"Kalian tidur aja, biar kita jaga." Gilang berucap bijak melihat anak perempuan sudah terlihat sangat lelah. Bima dan Reyhan tidak ingin menghilangkan kesempatan bagus dan ikut tidur dengan bersandar pohon. Zafran menggelengkan kepalanya lalu menepuk bahu Gilang pelan di samping.

"Biar gue jaga, lo tidur aja." ucapnya.

"Nggak ah, gue ngebo, nanti kalo ditinggal gimana." tawa Gilang meledak saat meroasting dirinya sendiri, namun tak ayal cowok itu menguap dan menutup matanya secara perlahan.

Sembari berjaga, cowok itu membuka ponsel yang jarang ia gunakan. Buktinya adalah daya ponsel tersebut yang masih penuh dan terkuras beberapa persen saja. Tak jauh dari tempat anak-anak remaja itu beristirahat, terdapat sosok hitam besar yang mengamati dari balik pohon.

Krakkk!!!

Patahan ranting pohon tidak cukup membuat Zafran penasaran, berada di hutan seperti itu memang sangat normal jika mendengar atau melihat hal yang lebih menonjol ke halusinasi bukan.

"Aaaaaa tolongggg!!."

Grrrrrrrr!!

Brakkk!!

Hahahahahaha!!

Episodes
1 01 | ꦭꦶꦧꦸꦫꦤ꧀ꦩꦸꦱꦶꦩ꧀ꦥꦤꦱ꧀꧈
2 02 | ꦥꦼꦂꦠꦩꦏꦭꦶꦢꦶꦏꦩꦂꦩꦤ꧀ꦢꦶ꧉
3 03 | ꦊꦉꦁꦢꦶꦧꦮꦃꦒꦸꦤꦸꦁꦩꦼꦫꦃ꧉
4 04 | ꦩꦭꦩ꧀ꦠꦤ꧀ꦥꦧꦸꦭꦤ꧀ꦧꦶꦤ꧀ꦠꦁ꧉
5 05 | ꦭꦫꦔꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦂꦥꦠꦃꦏꦤ꧀꧈
6 06 | ꦱꦼꦫꦁꦏꦆꦪꦤ꧀ꦩꦶꦱ꧀ꦠꦼꦫꦶꦠꦼꦫꦸꦁꦏꦥ꧀꧈
7 07 | ꦏꦼꦧꦼꦤꦫꦤ꧀ꦢꦤ꧀ꦱꦼꦩꦸꦮꦚꦱꦼꦊꦱꦆ꧉
8 08 | ꦠꦼꦫꦶꦪꦏꦤ꧀ꦪꦁꦏꦼꦩ꧀ꦧꦭꦶꦢꦶꦢꦼꦔꦂ꧉
9 09 | ꦥꦼꦂꦩꦸꦭꦄꦤ꧀ꦢꦼꦔꦤ꧀ꦱꦼꦧꦸꦮꦃꦄꦚ꧀ꦕꦩꦤ꧀꧈
10 10 | ꦏꦭꦶꦩꦠ꧀ꦱꦼꦢꦼꦂꦲꦤꦪꦁꦧꦼꦂꦧꦼꦢ꧉
11 11 | ꦠꦔꦶꦱꦤ꧀ꦱꦼꦱꦼꦎꦫꦁꦢꦶꦧꦮꦃꦥꦺꦴꦲꦺꦴꦤ꧀꧈
12 12 | ꦉꦚ꧀ꦕꦤꦥꦼꦔꦶꦱꦶꦪꦤ꧀ꦮꦏ꧀ꦠꦸꦢꦶꦩꦸꦭꦆ꧉
13 13 | ꦥꦼꦫꦶꦔꦠꦤ꧀ꦏꦼꦢꦸꦮꦱꦼꦭꦩꦥꦼꦂꦗꦭꦤꦤ꧀꧈
14 14 | ꦥꦼꦂꦏꦠꦄꦤ꧀ꦪꦁꦩꦼꦚꦏꦶꦠ꧀ꦏꦤ꧀꧈
15 15 | ꦄꦥꦪꦁꦠꦼꦂꦗꦢꦶ?
16 16 | ꦏꦼꦧꦼꦂꦱꦩꦄꦤ꧀ꦢꦤ꧀ꦏꦼꦩ꧀ꦧꦭꦶꦥꦸꦭꦁ꧉
17 17 | ꦏꦶꦱꦃꦚꦧꦼꦭꦸꦩ꧀ꦱꦼꦊꦱꦆ꧉
18 18 | ꦏꦼꦆꦔꦶꦤꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦂꦱꦩ꧀ꦥꦆꦏꦤ꧀꧈
19 19 | ꦄꦢꦄꦥꦢꦼꦔꦤ꧀ꦱꦶꦠꦸꦮꦱꦶꦆꦤꦶ꧉
20 20 | ꦩꦶꦠꦺꦴꦱ꧀ꦄꦠꦈꦥ꦳ꦏ꧀ꦠ꧈ꦏꦶꦠꦧꦸꦏ꧀ꦠꦶꦏꦤ꧀꧈
21 21 | ꦕꦼꦫꦶꦠꦪꦁꦧꦼꦭꦸꦩ꧀ꦠꦸꦤ꧀ꦠꦱ꧀꧈
22 22 | ꦩꦼꦭꦶꦧꦠ꧀ꦏꦤ꧀ꦠꦤ꧀ꦥꦧꦼꦫꦸꦱꦲ꧉
23 23 | ꦠꦶꦢꦏ꧀ꦄꦢꦪꦁꦠꦶꦢꦏ꧀ꦧꦶꦱ꧉
24 24 | ꦠꦼꦩ꧀ꦥꦠ꧀ꦪꦁꦠꦏ꧀ꦥꦼꦂꦤꦃꦢꦶꦏꦸꦚ꧀ꦗꦸꦔꦶ꧉
25 25 | ꦏꦼꦱꦭꦃꦥꦲꦲꦩꦤ꧀ꦪꦁꦩꦼꦚꦶꦏ꧀ꦱ꧉
26 26 | ꦄꦮꦭ꧀ꦪꦁꦧꦆꦏ꧀ꦱꦼꦥꦼꦂꦠꦶꦧꦸꦔ꧉
27 27 | ꦢꦼꦱꦩꦠꦲꦫꦶꦠꦼꦂꦧꦼꦤꦩ꧀꧈
28 28 | ꦱꦾꦫꦠ꧀ꦏꦼꦱꦭꦲꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦫꦸꦱ꧀ꦠꦼꦫꦸꦭꦔꦶ꧉
29 29 | ꦮꦤꦶꦠꦧꦼꦂꦱꦼꦊꦤ꧀ꦢꦁꦩꦼꦫꦃ꧉
30 30 | ꦱꦼꦩꦸꦮꦚꦧꦼꦫꦏ꦳ꦶꦂꦱꦄꦠ꧀ꦆꦠꦸ꧉
Episodes

Updated 30 Episodes

1
01 | ꦭꦶꦧꦸꦫꦤ꧀ꦩꦸꦱꦶꦩ꧀ꦥꦤꦱ꧀꧈
2
02 | ꦥꦼꦂꦠꦩꦏꦭꦶꦢꦶꦏꦩꦂꦩꦤ꧀ꦢꦶ꧉
3
03 | ꦊꦉꦁꦢꦶꦧꦮꦃꦒꦸꦤꦸꦁꦩꦼꦫꦃ꧉
4
04 | ꦩꦭꦩ꧀ꦠꦤ꧀ꦥꦧꦸꦭꦤ꧀ꦧꦶꦤ꧀ꦠꦁ꧉
5
05 | ꦭꦫꦔꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦂꦥꦠꦃꦏꦤ꧀꧈
6
06 | ꦱꦼꦫꦁꦏꦆꦪꦤ꧀ꦩꦶꦱ꧀ꦠꦼꦫꦶꦠꦼꦫꦸꦁꦏꦥ꧀꧈
7
07 | ꦏꦼꦧꦼꦤꦫꦤ꧀ꦢꦤ꧀ꦱꦼꦩꦸꦮꦚꦱꦼꦊꦱꦆ꧉
8
08 | ꦠꦼꦫꦶꦪꦏꦤ꧀ꦪꦁꦏꦼꦩ꧀ꦧꦭꦶꦢꦶꦢꦼꦔꦂ꧉
9
09 | ꦥꦼꦂꦩꦸꦭꦄꦤ꧀ꦢꦼꦔꦤ꧀ꦱꦼꦧꦸꦮꦃꦄꦚ꧀ꦕꦩꦤ꧀꧈
10
10 | ꦏꦭꦶꦩꦠ꧀ꦱꦼꦢꦼꦂꦲꦤꦪꦁꦧꦼꦂꦧꦼꦢ꧉
11
11 | ꦠꦔꦶꦱꦤ꧀ꦱꦼꦱꦼꦎꦫꦁꦢꦶꦧꦮꦃꦥꦺꦴꦲꦺꦴꦤ꧀꧈
12
12 | ꦉꦚ꧀ꦕꦤꦥꦼꦔꦶꦱꦶꦪꦤ꧀ꦮꦏ꧀ꦠꦸꦢꦶꦩꦸꦭꦆ꧉
13
13 | ꦥꦼꦫꦶꦔꦠꦤ꧀ꦏꦼꦢꦸꦮꦱꦼꦭꦩꦥꦼꦂꦗꦭꦤꦤ꧀꧈
14
14 | ꦥꦼꦂꦏꦠꦄꦤ꧀ꦪꦁꦩꦼꦚꦏꦶꦠ꧀ꦏꦤ꧀꧈
15
15 | ꦄꦥꦪꦁꦠꦼꦂꦗꦢꦶ?
16
16 | ꦏꦼꦧꦼꦂꦱꦩꦄꦤ꧀ꦢꦤ꧀ꦏꦼꦩ꧀ꦧꦭꦶꦥꦸꦭꦁ꧉
17
17 | ꦏꦶꦱꦃꦚꦧꦼꦭꦸꦩ꧀ꦱꦼꦊꦱꦆ꧉
18
18 | ꦏꦼꦆꦔꦶꦤꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦂꦱꦩ꧀ꦥꦆꦏꦤ꧀꧈
19
19 | ꦄꦢꦄꦥꦢꦼꦔꦤ꧀ꦱꦶꦠꦸꦮꦱꦶꦆꦤꦶ꧉
20
20 | ꦩꦶꦠꦺꦴꦱ꧀ꦄꦠꦈꦥ꦳ꦏ꧀ꦠ꧈ꦏꦶꦠꦧꦸꦏ꧀ꦠꦶꦏꦤ꧀꧈
21
21 | ꦕꦼꦫꦶꦠꦪꦁꦧꦼꦭꦸꦩ꧀ꦠꦸꦤ꧀ꦠꦱ꧀꧈
22
22 | ꦩꦼꦭꦶꦧꦠ꧀ꦏꦤ꧀ꦠꦤ꧀ꦥꦧꦼꦫꦸꦱꦲ꧉
23
23 | ꦠꦶꦢꦏ꧀ꦄꦢꦪꦁꦠꦶꦢꦏ꧀ꦧꦶꦱ꧉
24
24 | ꦠꦼꦩ꧀ꦥꦠ꧀ꦪꦁꦠꦏ꧀ꦥꦼꦂꦤꦃꦢꦶꦏꦸꦚ꧀ꦗꦸꦔꦶ꧉
25
25 | ꦏꦼꦱꦭꦃꦥꦲꦲꦩꦤ꧀ꦪꦁꦩꦼꦚꦶꦏ꧀ꦱ꧉
26
26 | ꦄꦮꦭ꧀ꦪꦁꦧꦆꦏ꧀ꦱꦼꦥꦼꦂꦠꦶꦧꦸꦔ꧉
27
27 | ꦢꦼꦱꦩꦠꦲꦫꦶꦠꦼꦂꦧꦼꦤꦩ꧀꧈
28
28 | ꦱꦾꦫꦠ꧀ꦏꦼꦱꦭꦲꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦫꦸꦱ꧀ꦠꦼꦫꦸꦭꦔꦶ꧉
29
29 | ꦮꦤꦶꦠꦧꦼꦂꦱꦼꦊꦤ꧀ꦢꦁꦩꦼꦫꦃ꧉
30
30 | ꦱꦼꦩꦸꦮꦚꦧꦼꦫꦏ꦳ꦶꦂꦱꦄꦠ꧀ꦆꦠꦸ꧉

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!