16 | ꦏꦼꦧꦼꦂꦱꦩꦄꦤ꧀ꦢꦤ꧀ꦏꦼꦩ꧀ꦧꦭꦶꦥꦸꦭꦁ꧉

"Duh, duh, duh anak gadis.. Kangen sama abangnya nempel terus kayak perangko." mereka tertawa mendengar ucapan Bima. Zafran sudah terbangun meskipun seperti baru diambang kematian, cowok itu tetap tersenyum tipis melihat Kazea yang memeluknya seharian ini. Disisi lain cowok itu merasa tenaganya terkuras habis.

"H-hallo tante? Oh iya baik nih, iya lagi pada main jadinya gak angkat ponsel. Hu'uhm, nanti Bima bilangin ya, bye!." Bima menghela nafasnya setelah menjawab panggilan dari Mamanya Zafran dan Kazea.

"Jadi kalo lo disini selama ini, trus yang nolongin kita siapa?." tanya Stella heran.

"Zafran yang nolong kita. Emang badannya disini dengan Bima yang ngejagain, tapi waktu itu gue yakin kalo Zafran bisa ngelakuin Astral Projection untuk nolong kita." Gilang memberi penjelasan.

———

Kesembilan anak remaja, tepatnya sepuluh bersama Kazea tengah menikmati pemandangan sunset yang takkan terlupakan. Zafran menatap sebuah pohon dekat warung makan pantai, gadis yang di minimarket waktu lalu seperti sedang menunggunya. "Lelah hayati." batin Zafran.

"Duh seger banget ni dua kutu kuda. Yok sisanya ikut gue jadi nyamuk." Reyhan melipat kedua tangannya melihat Maudi dan Bima yang entah sadar atau tidak tengah saling bersandar satu sama lain.

"Jadi kita mau balik nih?." mereka berjalan dengan berbincang-bincang. Mereka setuju kembali malam ini juga. Lagipula mereka sudah menikmati pemandangan sunset bersama-sama barusan. Kazea membuntuti Zafran dari belakang merasa terheran.

"Jangan-jangan gadis waktu itu." kedua tangan gadis itu menyatu baru mengingat.

"Semuanya beres kan gak ada yang ketinggalan?." mereka semua mengangguk.

"Go homeee!!." teriak Kazea senang. Ia ikut di mobil ketiga, tempat Zafran dan Gilang. Gadis itu seakan lupa dengan apa yang terjadi padanya malam kemarin.

"Gue yang nyetir." Gilang menepuk bahu Zafran dan mengambil alih kemudi. Mereka melakukan perjalanan pulang tanpa gangguan.

Hari sudah berlalu, mereka kembali kerumah masing-masing dan akan ketemuan nanti setelah beristirahat. Kazea membuka pintu dan memeluk kencang Zahra yang tengah memasak di dapur. Waktu memang sudah pagi, dan untunglah Kazea melihat Mamanya yang belum pergi ke kantor. "Pagi Ma cantik.." sapa Kazea.

"Waduh udah pulang nih..." Zahra membelai wajah Kazea yang berada di lehernya. Tangan wanita itu menyentuh pipi sang anak yang tertawa geli saat merasakannya.

"Kenapa kamu?." tanya Zahra pada Zafran.

Cowok itu diantar Gilang yang ikut masuk kedalam. Melihat kearah jam dinding Zahra sontak terkejut dan meraih tasnya. "Mama minta penjelasan nanti, bye kalian berdua!."

"Lho bang Gilang mau kemana?." tanya Kazea Gilang yang melangkahkan kaki pergi. Cowok itu memutar badannya.

"Tar sore gue kesini lagi." balasnya pergi.

Kazea memmbentuk mulut 'o' berjalan kearah kamarnya yang melewati kamar Zafran. "Keluar.." gadis itu yang kepo menempelkan telinga pada pintu kamar Zafran mendengarkan cowok itu yang sedang berbicara entah pada siapa.

"Pasti yang waktu itu.." gumam Kazea menggedihkan bahunya memilih pergi masuk kedalam kamarnya yang nyaman.

Zafran sendiri merebahkan tubuhnya sangat lelah, ia harus berpikir positif dan merileksasikan otak dan tubuhnya. Cowok itu akan berusaha agar tidak memaksakan diri lagi atau hidupnya tidak akan lama.

▪ ▪ ▪

"Eh kalian udah liat stori gue kan? Harus loh ya! Cantik-cantik semuanya. Banyak tuh anak-anak sekolah yang minta rekomend dari gue karena selalu upload foto bagus." waktu berada di tengah hari, tepatnya baru jam dua belas lewat beberapa menit.

Kazea ikut bergabung di Skype untuk memulai panggilan obrolan video yang dilakukan kakak-kakaknya. "Iya mereka gak tau aja kalo kita kena sial terus!!." Reyhan menimpali dengan ketus.

"Ze mana Apan?." tanya Bima. Kazea memperlihatkan ia dan Zafran yang tengah duduk bersebelahan. Cowok itu tadinya enggan untuk ikut bergabung, jadilah mereka tidak memaksa kecuali pada Kazea yang harus merekam keduanya.

"Mama bentar lagi pulang nih, gaswatt... Duh belum cuci piring, nih dilanjut sama bang Zebra aja ya gue mau ke dapur." ucap Kazea memberikan ponselnya pada Zafran yang lebih tepatnya di tinggalkan begitu saja di sofa samping Zafran duduk.

"Eh gue ada rekomended tempat bag-"

"Udah-udah deh jangan liburan lagi. Semuanya kacau terus tau, kapan-kapan aja kalo kesialan kita udah berakhir sama beberapa hari lagi kita kan sekolah." Raidan jengah mendengar tempat bagus yang berujung membahayakan mereka semua.

"Eh Gilang mana? Kok gak ikut Skype an sih?!." tanya Maudi.

Hingga suara ketukan pintu rumah Zafran terdengar. Cowok itu bangkit dan membuka pintu rumahnya. Melihat Gilang, Zafran mempersilahkan masuk tanpa basa-basi. Mendengar suara ponsel yang berisik, Gilang mengangkat ponsel Kazea tinggi.

"Hello gaess?! Kangen gue pastiii?!." Gilang memasang tampang songong karena mengangkat dagunya tinggi. Sedangkan anak-anak yang lain merasa tidak adil karena Gilang berada dirumah Zafran tanpa mengajak mereka semua.

"Zeaa besok masuk sekolah ya?." tanya Chika, gadis itu sudah selesai mencuci dan menganggukan kepalanya membenarkan.

"Berangkat sama siapa?." tanya Chika.

"Sama Sinta kayaknya sih kak Ce, soalnya belum ada temen gitu." jelas Kazea.

Pembicaraan berlanjut hingga malam. Zahra baru saja meletakkan tas dan jaketnya. Ia terlambat memasak dan untung saja kedua anaknya bisa memesan online jika bosan. "Zeaaa! Zaffraan!!." teriaknya memanggil. Gilang juga ikut turun yang mana cowok itu belum pulang dan rencana akan menginap.

"Ada Gilang juga toh. Sudah makan kalian bertiga?." tanya Zahra diangguki ketiganya.

"Kita mau ke mini depan ya Tan." ucapnya meminta izin pada Zahra jika dirinya dan Zafran akan pergi ke minimarket. Dimana Zahra telah mengajukan pengunduran diri Zafran agar tidak bekerja lebih lanjut. Mau tidak mau cowok itu menurut dan akan pergi berbelanja saja bersama Gilang.

"Sebenernya gue penasaran sama cewek itu sih Za, makanya ngajak lo keluar. Gimana keadaan lo?." tanya Gilang diangguki Zafran.

Khikhikhikhi!!

Mereka berdua berhenti. Gilang mencekal lengan Zafran merasa tubuhnya menegang. "S-suara apaan Za?." tanya Gilang tak di tanggapi Zafran yang biasa saja.

Khikhikhikhi!!

"K-kun-"

"Haha! Bang Gilang!." tawa Kazea keluar dari balik pohon membuat Gilang jantungan. Untung saja tidak ada riwayatnya.

Tolonggg!!!

"Jangan bercanda deh Ze!!." Gilang melipat kedua tangannya. Kazea sendiri memutar bola matanya malas dan menggedihkan bahunya tak acuh.

"Bukan gue kali bang. Kan mulut gue dari tadi diem." balas Kazea.

Episodes
1 01 | ꦭꦶꦧꦸꦫꦤ꧀ꦩꦸꦱꦶꦩ꧀ꦥꦤꦱ꧀꧈
2 02 | ꦥꦼꦂꦠꦩꦏꦭꦶꦢꦶꦏꦩꦂꦩꦤ꧀ꦢꦶ꧉
3 03 | ꦊꦉꦁꦢꦶꦧꦮꦃꦒꦸꦤꦸꦁꦩꦼꦫꦃ꧉
4 04 | ꦩꦭꦩ꧀ꦠꦤ꧀ꦥꦧꦸꦭꦤ꧀ꦧꦶꦤ꧀ꦠꦁ꧉
5 05 | ꦭꦫꦔꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦂꦥꦠꦃꦏꦤ꧀꧈
6 06 | ꦱꦼꦫꦁꦏꦆꦪꦤ꧀ꦩꦶꦱ꧀ꦠꦼꦫꦶꦠꦼꦫꦸꦁꦏꦥ꧀꧈
7 07 | ꦏꦼꦧꦼꦤꦫꦤ꧀ꦢꦤ꧀ꦱꦼꦩꦸꦮꦚꦱꦼꦊꦱꦆ꧉
8 08 | ꦠꦼꦫꦶꦪꦏꦤ꧀ꦪꦁꦏꦼꦩ꧀ꦧꦭꦶꦢꦶꦢꦼꦔꦂ꧉
9 09 | ꦥꦼꦂꦩꦸꦭꦄꦤ꧀ꦢꦼꦔꦤ꧀ꦱꦼꦧꦸꦮꦃꦄꦚ꧀ꦕꦩꦤ꧀꧈
10 10 | ꦏꦭꦶꦩꦠ꧀ꦱꦼꦢꦼꦂꦲꦤꦪꦁꦧꦼꦂꦧꦼꦢ꧉
11 11 | ꦠꦔꦶꦱꦤ꧀ꦱꦼꦱꦼꦎꦫꦁꦢꦶꦧꦮꦃꦥꦺꦴꦲꦺꦴꦤ꧀꧈
12 12 | ꦉꦚ꧀ꦕꦤꦥꦼꦔꦶꦱꦶꦪꦤ꧀ꦮꦏ꧀ꦠꦸꦢꦶꦩꦸꦭꦆ꧉
13 13 | ꦥꦼꦫꦶꦔꦠꦤ꧀ꦏꦼꦢꦸꦮꦱꦼꦭꦩꦥꦼꦂꦗꦭꦤꦤ꧀꧈
14 14 | ꦥꦼꦂꦏꦠꦄꦤ꧀ꦪꦁꦩꦼꦚꦏꦶꦠ꧀ꦏꦤ꧀꧈
15 15 | ꦄꦥꦪꦁꦠꦼꦂꦗꦢꦶ?
16 16 | ꦏꦼꦧꦼꦂꦱꦩꦄꦤ꧀ꦢꦤ꧀ꦏꦼꦩ꧀ꦧꦭꦶꦥꦸꦭꦁ꧉
17 17 | ꦏꦶꦱꦃꦚꦧꦼꦭꦸꦩ꧀ꦱꦼꦊꦱꦆ꧉
18 18 | ꦏꦼꦆꦔꦶꦤꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦂꦱꦩ꧀ꦥꦆꦏꦤ꧀꧈
19 19 | ꦄꦢꦄꦥꦢꦼꦔꦤ꧀ꦱꦶꦠꦸꦮꦱꦶꦆꦤꦶ꧉
20 20 | ꦩꦶꦠꦺꦴꦱ꧀ꦄꦠꦈꦥ꦳ꦏ꧀ꦠ꧈ꦏꦶꦠꦧꦸꦏ꧀ꦠꦶꦏꦤ꧀꧈
21 21 | ꦕꦼꦫꦶꦠꦪꦁꦧꦼꦭꦸꦩ꧀ꦠꦸꦤ꧀ꦠꦱ꧀꧈
22 22 | ꦩꦼꦭꦶꦧꦠ꧀ꦏꦤ꧀ꦠꦤ꧀ꦥꦧꦼꦫꦸꦱꦲ꧉
23 23 | ꦠꦶꦢꦏ꧀ꦄꦢꦪꦁꦠꦶꦢꦏ꧀ꦧꦶꦱ꧉
24 24 | ꦠꦼꦩ꧀ꦥꦠ꧀ꦪꦁꦠꦏ꧀ꦥꦼꦂꦤꦃꦢꦶꦏꦸꦚ꧀ꦗꦸꦔꦶ꧉
25 25 | ꦏꦼꦱꦭꦃꦥꦲꦲꦩꦤ꧀ꦪꦁꦩꦼꦚꦶꦏ꧀ꦱ꧉
26 26 | ꦄꦮꦭ꧀ꦪꦁꦧꦆꦏ꧀ꦱꦼꦥꦼꦂꦠꦶꦧꦸꦔ꧉
27 27 | ꦢꦼꦱꦩꦠꦲꦫꦶꦠꦼꦂꦧꦼꦤꦩ꧀꧈
28 28 | ꦱꦾꦫꦠ꧀ꦏꦼꦱꦭꦲꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦫꦸꦱ꧀ꦠꦼꦫꦸꦭꦔꦶ꧉
29 29 | ꦮꦤꦶꦠꦧꦼꦂꦱꦼꦊꦤ꧀ꦢꦁꦩꦼꦫꦃ꧉
30 30 | ꦱꦼꦩꦸꦮꦚꦧꦼꦫꦏ꦳ꦶꦂꦱꦄꦠ꧀ꦆꦠꦸ꧉
Episodes

Updated 30 Episodes

1
01 | ꦭꦶꦧꦸꦫꦤ꧀ꦩꦸꦱꦶꦩ꧀ꦥꦤꦱ꧀꧈
2
02 | ꦥꦼꦂꦠꦩꦏꦭꦶꦢꦶꦏꦩꦂꦩꦤ꧀ꦢꦶ꧉
3
03 | ꦊꦉꦁꦢꦶꦧꦮꦃꦒꦸꦤꦸꦁꦩꦼꦫꦃ꧉
4
04 | ꦩꦭꦩ꧀ꦠꦤ꧀ꦥꦧꦸꦭꦤ꧀ꦧꦶꦤ꧀ꦠꦁ꧉
5
05 | ꦭꦫꦔꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦂꦥꦠꦃꦏꦤ꧀꧈
6
06 | ꦱꦼꦫꦁꦏꦆꦪꦤ꧀ꦩꦶꦱ꧀ꦠꦼꦫꦶꦠꦼꦫꦸꦁꦏꦥ꧀꧈
7
07 | ꦏꦼꦧꦼꦤꦫꦤ꧀ꦢꦤ꧀ꦱꦼꦩꦸꦮꦚꦱꦼꦊꦱꦆ꧉
8
08 | ꦠꦼꦫꦶꦪꦏꦤ꧀ꦪꦁꦏꦼꦩ꧀ꦧꦭꦶꦢꦶꦢꦼꦔꦂ꧉
9
09 | ꦥꦼꦂꦩꦸꦭꦄꦤ꧀ꦢꦼꦔꦤ꧀ꦱꦼꦧꦸꦮꦃꦄꦚ꧀ꦕꦩꦤ꧀꧈
10
10 | ꦏꦭꦶꦩꦠ꧀ꦱꦼꦢꦼꦂꦲꦤꦪꦁꦧꦼꦂꦧꦼꦢ꧉
11
11 | ꦠꦔꦶꦱꦤ꧀ꦱꦼꦱꦼꦎꦫꦁꦢꦶꦧꦮꦃꦥꦺꦴꦲꦺꦴꦤ꧀꧈
12
12 | ꦉꦚ꧀ꦕꦤꦥꦼꦔꦶꦱꦶꦪꦤ꧀ꦮꦏ꧀ꦠꦸꦢꦶꦩꦸꦭꦆ꧉
13
13 | ꦥꦼꦫꦶꦔꦠꦤ꧀ꦏꦼꦢꦸꦮꦱꦼꦭꦩꦥꦼꦂꦗꦭꦤꦤ꧀꧈
14
14 | ꦥꦼꦂꦏꦠꦄꦤ꧀ꦪꦁꦩꦼꦚꦏꦶꦠ꧀ꦏꦤ꧀꧈
15
15 | ꦄꦥꦪꦁꦠꦼꦂꦗꦢꦶ?
16
16 | ꦏꦼꦧꦼꦂꦱꦩꦄꦤ꧀ꦢꦤ꧀ꦏꦼꦩ꧀ꦧꦭꦶꦥꦸꦭꦁ꧉
17
17 | ꦏꦶꦱꦃꦚꦧꦼꦭꦸꦩ꧀ꦱꦼꦊꦱꦆ꧉
18
18 | ꦏꦼꦆꦔꦶꦤꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦂꦱꦩ꧀ꦥꦆꦏꦤ꧀꧈
19
19 | ꦄꦢꦄꦥꦢꦼꦔꦤ꧀ꦱꦶꦠꦸꦮꦱꦶꦆꦤꦶ꧉
20
20 | ꦩꦶꦠꦺꦴꦱ꧀ꦄꦠꦈꦥ꦳ꦏ꧀ꦠ꧈ꦏꦶꦠꦧꦸꦏ꧀ꦠꦶꦏꦤ꧀꧈
21
21 | ꦕꦼꦫꦶꦠꦪꦁꦧꦼꦭꦸꦩ꧀ꦠꦸꦤ꧀ꦠꦱ꧀꧈
22
22 | ꦩꦼꦭꦶꦧꦠ꧀ꦏꦤ꧀ꦠꦤ꧀ꦥꦧꦼꦫꦸꦱꦲ꧉
23
23 | ꦠꦶꦢꦏ꧀ꦄꦢꦪꦁꦠꦶꦢꦏ꧀ꦧꦶꦱ꧉
24
24 | ꦠꦼꦩ꧀ꦥꦠ꧀ꦪꦁꦠꦏ꧀ꦥꦼꦂꦤꦃꦢꦶꦏꦸꦚ꧀ꦗꦸꦔꦶ꧉
25
25 | ꦏꦼꦱꦭꦃꦥꦲꦲꦩꦤ꧀ꦪꦁꦩꦼꦚꦶꦏ꧀ꦱ꧉
26
26 | ꦄꦮꦭ꧀ꦪꦁꦧꦆꦏ꧀ꦱꦼꦥꦼꦂꦠꦶꦧꦸꦔ꧉
27
27 | ꦢꦼꦱꦩꦠꦲꦫꦶꦠꦼꦂꦧꦼꦤꦩ꧀꧈
28
28 | ꦱꦾꦫꦠ꧀ꦏꦼꦱꦭꦲꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦫꦸꦱ꧀ꦠꦼꦫꦸꦭꦔꦶ꧉
29
29 | ꦮꦤꦶꦠꦧꦼꦂꦱꦼꦊꦤ꧀ꦢꦁꦩꦼꦫꦃ꧉
30
30 | ꦱꦼꦩꦸꦮꦚꦧꦼꦫꦏ꦳ꦶꦂꦱꦄꦠ꧀ꦆꦠꦸ꧉

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!