13 | ꦥꦼꦫꦶꦔꦠꦤ꧀ꦏꦼꦢꦸꦮꦱꦼꦭꦩꦥꦼꦂꦗꦭꦤꦤ꧀꧈

Perjalanan berhenti saat perkiraan jalan mulus karena malam hari yang sangat berbeda dengan realita. "Ada apa sih? Kok berisik." Kazea mengucek matanya pelan saat mendengar klakson secara beruntun. Jalanan itu memang padat pengemudi.

"Ada yang kecelakaan di depan katanya." Raina menenangkan adik perempuannya. Ucapan Raidan membuat Bima juga terbangun dan memfokuskan pandangan.

Gadis itu melirik kearah kedua mobil yang berada di belakang. "Bisa lewat Dan?." tanya Raina diangguki cowok itu segera mengambil jalur tepi agar bisa lewat.

"Udah lo tidur aja Ze, gak ada apa-apa." Kazea mengangguk dan kembali tidur. Dimobil kedua sama gaduhnya karena para gadis yang terbangun dan malas untuk tidur lagi. Sesekali mereka menghibur Reyhan yang lelah dan memang menyetir sendirian.

Suara Raina terdengar ketelinga Zafran yang terlalu mustahil untuk dilakukan. Namun cowok itu benar-benar mendengarnya. Spontan cowok itu membuka matanya melihat Gilang yang berfokus pada ponselnya sembari menunggu lalu lintas kembali normal. Yang membuat Zafran sedikit kaget adalah suara larangan yang bertabrakan dengan suara Raina.

"Cepat kembalii!!." begitu katanya.

———

Matahari menjulang naik di atas awan. "Bangun La udah pagi." Maudi menepuk kepala Stella yang berada di sampingnya. Gadis itu menutup mulutnya menguap panjang dan mengedarkan pandangannya.

"Rey." Chika menyodorkan air mineral ke Reyhan yang keluar dari mobil dan meregangkan ototnya beberapa detik. Cowok itu menerimanya dengan baik.

"Capek banget ya?." tanya Stella tumben bertanya di gelengi sang empu yang langsung duduk tepi batu. Mereka menghampiri Raidan dan yang lainnya. Gilang sendiri tidak terlalu lelah karena Zafran menggantikan ia berkemudi.

"Akhirnya sampe juga! Ze foto Ze!!." Stella merapihkan rambut dan bajunya. Gadis itu menarik lengan Kazea mendekat kearahnya dan meminta Raidan untuk memfotokannya. Maudi menarik Raina dan Chika ikut foto.

"Duh cewe-cewe.." Bima tak habis pikir karena para perempuan akan selalu mengabadikan momen dengan banyak foto. Cowok itu sendiri juga tidak sadar jika ia terlalu banyak makan sehingga gendut.

"Kenapa bang Gilang? Pusing?." tanya Kazea sontak mengalihkan atensi semua orang pada Gilang. Cowok itu memang sedikit pusing karena ketika Zafran menggantikannya mengemudi, bukanya tidur ia malah asik bertanya terus. Gilang menggelengkan kepalanya aman.

"Holla! Nih minum dulu mumpung anget." Maudi, Chika dan Raina membawa minuman teh hangat yang baru mereka pesan. Memang udara masih cukup dingin dengan sinar matahari yang baru muncul.

"Cepatt pergii dari sinii!!."

"Ayo cepat pergii!!."

"Kembali sekarang! Cepatt!!."

Suasana di sekitar cukup baik, tidak dengan Zafran dan Gilang yang merasa ada sesuatu yang salah dan itu terus mengganggu mereka. "Gue denger orang teriak Za." ucap Gilang berbisik pada Zafran. Cowok itu mengusap tengkuknya yang dingin.

"Yuk ke Villa yang kita sewa." mereka setuju pada ucapan Stella dan melangkahkan kaki mereka menuju Villa yang tak terlalu jauh. Setidaknya para gadis tidak akan mandi di tempat berbeda ruangan seperti waktu itu.

"Istirahat dulu kalian yang abis nyetir. Nanti sakit, kita mau jalan-jalan dulu, bye!." Stella menarik Chika dan Kazea pergi diikuti Bima dari belakang yang santai dengan camilan.

"Eh lo berdua, denger cewek teriak gak?." tanya Gilang pada Raidan dan Reyhan yang menggelengkan kepalanya kompak.

"Halu aja kali Lang, kita kan gak tidur dan semaleman ada di jalan. Jadi wajar aja kalo denger atau liat yang gak wajar." Reyhan berucap berpikir positif thingking. Raidan mengangguk setuju menbenarkan. Sedangkan Gilang menggaruk kepalanya.

▪ ▪ ▪

Sore hari para anak laki-laki terbangun dan bangkit menghampiri anak perempuan yang tengah santai melihat pemandangan sunset. "Kepala lo kayak berat gitu Lang, belum ilang juga pusingnya?." tanya Raidan. Mereka melihat Gilang yang bersandar dengan mata tertutup. Cowok itu mengerjap.

"Nanti juga ilang, kurang tidur keknya." sahut Gilang tak ingin mengubah suasana indah menjadi khawatir kepadanya.

Mereka meminta tolong pada orang bule yang lewat untuk memfotokan kebersamaan mereka bersepuluh. "Thank you." ucap Stella berterimakasih, gadis itu bisa bicara asing mengingat gaya stylenya yang tidak kalah menarik dari penampilan centilnya.

Kazea duduk mendekat disamping Zafran. Ia mengambil selfie dirinya bersama sang kakak yang langsung ia kirimkan pada Mamanya dirumah. Gadis itu tersenyum melihat sunset yang indah bersama para kakak-kakaknya. "Wow amazing!."

"Halah! Gaya lo ngomong inggris! Keranjang bener matalo!!." Stella kesal mendengar ucapan Reyhan yang memuji gadis cantik dan para bule yang berjalan kembali menuju Villa melewati mereka. Gadis itu pergi setelah mengumpat, Reyhan tertawa.

Mereka kembali ke Villa dimana Zahra sudah merasa kehilangan selama tiga hari dua malam itu. "Duh perasaanku gak enak." gumamnya melihat foto ia bersama kedua anaknya, terdapat foto tempelan suaminya di antara mereka bertiga. Begitulah cara wanita itu mengobati diri rasa sedihnya.

"Ra? Zahra kamu di dalem?!." Ghina, Meila, Sarah, Rina dan Sella datang kerumah itu dengan buah tangan. Zahra membuka pintu merasa terkejut melihat kedatangan para ibu-ibu yang heboh dan semangat.

"Kita nginep disini ya Ra, sepi tau kalo anak-anak pergi." Zahra mempersilahkan masuk dan menganggukan kepalanya mendengar perkataan Sarah barusan.

Beralih kembali pada kesepuluh anak di Villa. Mereka memesan dua ruangan yang cukup besar untuk berbagi tempat antara laki-laki dan perempuan. Chika menutup bukunya mendengar sesuatu di luar. Belum sempat membuka jendela Stella menegurnya karena akan dingin jika dibuka.

Gadis itu jadi teringat pada ucapan Gilang. Ia tidak sengaja mendengar pertanyaan Gilang pada kedua temannya sore dimana mendengar teriakan seorang wanita. Sedangkan Raina tengah menggulir layar ponselnya mencari informasi tentang tempat yang dikunjunginya sekarang ini.

Kazea dan Maudi tengah menonton drama bersama-sama. Berbeda dari ruangan anak perempuan. Reyhan dan Raidan tengah berselonjoran kaki dengan tiduran sembari bermain game yang telah di sediakan. "Bim minum." Bima mendengus sebal menjadi pembantu para sahabatnya.

Cowok itu kesal dan kembali duduk di samping Zafran yang tidak melakukan apa-apa seperti biasa. Hanya diam dan sesekali memejamkan matanya. "Ssshhh! Akkhhh!!." desis Gilang memegang kepalanya yang menjadi-jadi.

"Lo gak papa?." tanya Bima yang menghampiri Gilang bersama Zafran.

"C-cewek itu teriak." jelas Gilang terbata-bata. Sedangkan Bima tidak paham apa yang tengah di bicarakan sahabatnya. Zafran mengedarkan pandangannya sekeliling. Reyhan melempar stik gamenya.

"Jangan-jangan ada yang nolak kedatangan lo kesini kali Lang." celetuk Raidan dari belakang Zafran memainkan ponselnya.

"Maksudnya?." tanya Gilang, Reyhan, Bima yang tak paham sama sekali. Zafran diam menyimak pembicaraan yang ada mendengar perkataan Raidan yang ada benarnya juga. Ia disuruh kembali kan.

Episodes
1 01 | ꦭꦶꦧꦸꦫꦤ꧀ꦩꦸꦱꦶꦩ꧀ꦥꦤꦱ꧀꧈
2 02 | ꦥꦼꦂꦠꦩꦏꦭꦶꦢꦶꦏꦩꦂꦩꦤ꧀ꦢꦶ꧉
3 03 | ꦊꦉꦁꦢꦶꦧꦮꦃꦒꦸꦤꦸꦁꦩꦼꦫꦃ꧉
4 04 | ꦩꦭꦩ꧀ꦠꦤ꧀ꦥꦧꦸꦭꦤ꧀ꦧꦶꦤ꧀ꦠꦁ꧉
5 05 | ꦭꦫꦔꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦂꦥꦠꦃꦏꦤ꧀꧈
6 06 | ꦱꦼꦫꦁꦏꦆꦪꦤ꧀ꦩꦶꦱ꧀ꦠꦼꦫꦶꦠꦼꦫꦸꦁꦏꦥ꧀꧈
7 07 | ꦏꦼꦧꦼꦤꦫꦤ꧀ꦢꦤ꧀ꦱꦼꦩꦸꦮꦚꦱꦼꦊꦱꦆ꧉
8 08 | ꦠꦼꦫꦶꦪꦏꦤ꧀ꦪꦁꦏꦼꦩ꧀ꦧꦭꦶꦢꦶꦢꦼꦔꦂ꧉
9 09 | ꦥꦼꦂꦩꦸꦭꦄꦤ꧀ꦢꦼꦔꦤ꧀ꦱꦼꦧꦸꦮꦃꦄꦚ꧀ꦕꦩꦤ꧀꧈
10 10 | ꦏꦭꦶꦩꦠ꧀ꦱꦼꦢꦼꦂꦲꦤꦪꦁꦧꦼꦂꦧꦼꦢ꧉
11 11 | ꦠꦔꦶꦱꦤ꧀ꦱꦼꦱꦼꦎꦫꦁꦢꦶꦧꦮꦃꦥꦺꦴꦲꦺꦴꦤ꧀꧈
12 12 | ꦉꦚ꧀ꦕꦤꦥꦼꦔꦶꦱꦶꦪꦤ꧀ꦮꦏ꧀ꦠꦸꦢꦶꦩꦸꦭꦆ꧉
13 13 | ꦥꦼꦫꦶꦔꦠꦤ꧀ꦏꦼꦢꦸꦮꦱꦼꦭꦩꦥꦼꦂꦗꦭꦤꦤ꧀꧈
14 14 | ꦥꦼꦂꦏꦠꦄꦤ꧀ꦪꦁꦩꦼꦚꦏꦶꦠ꧀ꦏꦤ꧀꧈
15 15 | ꦄꦥꦪꦁꦠꦼꦂꦗꦢꦶ?
16 16 | ꦏꦼꦧꦼꦂꦱꦩꦄꦤ꧀ꦢꦤ꧀ꦏꦼꦩ꧀ꦧꦭꦶꦥꦸꦭꦁ꧉
17 17 | ꦏꦶꦱꦃꦚꦧꦼꦭꦸꦩ꧀ꦱꦼꦊꦱꦆ꧉
18 18 | ꦏꦼꦆꦔꦶꦤꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦂꦱꦩ꧀ꦥꦆꦏꦤ꧀꧈
19 19 | ꦄꦢꦄꦥꦢꦼꦔꦤ꧀ꦱꦶꦠꦸꦮꦱꦶꦆꦤꦶ꧉
20 20 | ꦩꦶꦠꦺꦴꦱ꧀ꦄꦠꦈꦥ꦳ꦏ꧀ꦠ꧈ꦏꦶꦠꦧꦸꦏ꧀ꦠꦶꦏꦤ꧀꧈
21 21 | ꦕꦼꦫꦶꦠꦪꦁꦧꦼꦭꦸꦩ꧀ꦠꦸꦤ꧀ꦠꦱ꧀꧈
22 22 | ꦩꦼꦭꦶꦧꦠ꧀ꦏꦤ꧀ꦠꦤ꧀ꦥꦧꦼꦫꦸꦱꦲ꧉
23 23 | ꦠꦶꦢꦏ꧀ꦄꦢꦪꦁꦠꦶꦢꦏ꧀ꦧꦶꦱ꧉
24 24 | ꦠꦼꦩ꧀ꦥꦠ꧀ꦪꦁꦠꦏ꧀ꦥꦼꦂꦤꦃꦢꦶꦏꦸꦚ꧀ꦗꦸꦔꦶ꧉
25 25 | ꦏꦼꦱꦭꦃꦥꦲꦲꦩꦤ꧀ꦪꦁꦩꦼꦚꦶꦏ꧀ꦱ꧉
26 26 | ꦄꦮꦭ꧀ꦪꦁꦧꦆꦏ꧀ꦱꦼꦥꦼꦂꦠꦶꦧꦸꦔ꧉
27 27 | ꦢꦼꦱꦩꦠꦲꦫꦶꦠꦼꦂꦧꦼꦤꦩ꧀꧈
28 28 | ꦱꦾꦫꦠ꧀ꦏꦼꦱꦭꦲꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦫꦸꦱ꧀ꦠꦼꦫꦸꦭꦔꦶ꧉
29 29 | ꦮꦤꦶꦠꦧꦼꦂꦱꦼꦊꦤ꧀ꦢꦁꦩꦼꦫꦃ꧉
30 30 | ꦱꦼꦩꦸꦮꦚꦧꦼꦫꦏ꦳ꦶꦂꦱꦄꦠ꧀ꦆꦠꦸ꧉
Episodes

Updated 30 Episodes

1
01 | ꦭꦶꦧꦸꦫꦤ꧀ꦩꦸꦱꦶꦩ꧀ꦥꦤꦱ꧀꧈
2
02 | ꦥꦼꦂꦠꦩꦏꦭꦶꦢꦶꦏꦩꦂꦩꦤ꧀ꦢꦶ꧉
3
03 | ꦊꦉꦁꦢꦶꦧꦮꦃꦒꦸꦤꦸꦁꦩꦼꦫꦃ꧉
4
04 | ꦩꦭꦩ꧀ꦠꦤ꧀ꦥꦧꦸꦭꦤ꧀ꦧꦶꦤ꧀ꦠꦁ꧉
5
05 | ꦭꦫꦔꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦂꦥꦠꦃꦏꦤ꧀꧈
6
06 | ꦱꦼꦫꦁꦏꦆꦪꦤ꧀ꦩꦶꦱ꧀ꦠꦼꦫꦶꦠꦼꦫꦸꦁꦏꦥ꧀꧈
7
07 | ꦏꦼꦧꦼꦤꦫꦤ꧀ꦢꦤ꧀ꦱꦼꦩꦸꦮꦚꦱꦼꦊꦱꦆ꧉
8
08 | ꦠꦼꦫꦶꦪꦏꦤ꧀ꦪꦁꦏꦼꦩ꧀ꦧꦭꦶꦢꦶꦢꦼꦔꦂ꧉
9
09 | ꦥꦼꦂꦩꦸꦭꦄꦤ꧀ꦢꦼꦔꦤ꧀ꦱꦼꦧꦸꦮꦃꦄꦚ꧀ꦕꦩꦤ꧀꧈
10
10 | ꦏꦭꦶꦩꦠ꧀ꦱꦼꦢꦼꦂꦲꦤꦪꦁꦧꦼꦂꦧꦼꦢ꧉
11
11 | ꦠꦔꦶꦱꦤ꧀ꦱꦼꦱꦼꦎꦫꦁꦢꦶꦧꦮꦃꦥꦺꦴꦲꦺꦴꦤ꧀꧈
12
12 | ꦉꦚ꧀ꦕꦤꦥꦼꦔꦶꦱꦶꦪꦤ꧀ꦮꦏ꧀ꦠꦸꦢꦶꦩꦸꦭꦆ꧉
13
13 | ꦥꦼꦫꦶꦔꦠꦤ꧀ꦏꦼꦢꦸꦮꦱꦼꦭꦩꦥꦼꦂꦗꦭꦤꦤ꧀꧈
14
14 | ꦥꦼꦂꦏꦠꦄꦤ꧀ꦪꦁꦩꦼꦚꦏꦶꦠ꧀ꦏꦤ꧀꧈
15
15 | ꦄꦥꦪꦁꦠꦼꦂꦗꦢꦶ?
16
16 | ꦏꦼꦧꦼꦂꦱꦩꦄꦤ꧀ꦢꦤ꧀ꦏꦼꦩ꧀ꦧꦭꦶꦥꦸꦭꦁ꧉
17
17 | ꦏꦶꦱꦃꦚꦧꦼꦭꦸꦩ꧀ꦱꦼꦊꦱꦆ꧉
18
18 | ꦏꦼꦆꦔꦶꦤꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦂꦱꦩ꧀ꦥꦆꦏꦤ꧀꧈
19
19 | ꦄꦢꦄꦥꦢꦼꦔꦤ꧀ꦱꦶꦠꦸꦮꦱꦶꦆꦤꦶ꧉
20
20 | ꦩꦶꦠꦺꦴꦱ꧀ꦄꦠꦈꦥ꦳ꦏ꧀ꦠ꧈ꦏꦶꦠꦧꦸꦏ꧀ꦠꦶꦏꦤ꧀꧈
21
21 | ꦕꦼꦫꦶꦠꦪꦁꦧꦼꦭꦸꦩ꧀ꦠꦸꦤ꧀ꦠꦱ꧀꧈
22
22 | ꦩꦼꦭꦶꦧꦠ꧀ꦏꦤ꧀ꦠꦤ꧀ꦥꦧꦼꦫꦸꦱꦲ꧉
23
23 | ꦠꦶꦢꦏ꧀ꦄꦢꦪꦁꦠꦶꦢꦏ꧀ꦧꦶꦱ꧉
24
24 | ꦠꦼꦩ꧀ꦥꦠ꧀ꦪꦁꦠꦏ꧀ꦥꦼꦂꦤꦃꦢꦶꦏꦸꦚ꧀ꦗꦸꦔꦶ꧉
25
25 | ꦏꦼꦱꦭꦃꦥꦲꦲꦩꦤ꧀ꦪꦁꦩꦼꦚꦶꦏ꧀ꦱ꧉
26
26 | ꦄꦮꦭ꧀ꦪꦁꦧꦆꦏ꧀ꦱꦼꦥꦼꦂꦠꦶꦧꦸꦔ꧉
27
27 | ꦢꦼꦱꦩꦠꦲꦫꦶꦠꦼꦂꦧꦼꦤꦩ꧀꧈
28
28 | ꦱꦾꦫꦠ꧀ꦏꦼꦱꦭꦲꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦫꦸꦱ꧀ꦠꦼꦫꦸꦭꦔꦶ꧉
29
29 | ꦮꦤꦶꦠꦧꦼꦂꦱꦼꦊꦤ꧀ꦢꦁꦩꦼꦫꦃ꧉
30
30 | ꦱꦼꦩꦸꦮꦚꦧꦼꦫꦏ꦳ꦶꦂꦱꦄꦠ꧀ꦆꦠꦸ꧉

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!