08 | ꦠꦼꦫꦶꦪꦏꦤ꧀ꦪꦁꦏꦼꦩ꧀ꦧꦭꦶꦢꦶꦢꦼꦔꦂ꧉

Gadis itu —Kazea—masih melanjutkan ceritanya dimana ia melihat, betapa keren abangnya waktu itu. Seorang gadis kecil yang tak lain adalah Kazea baru saja keluar dari bangunan sekolah dasar. Rambut kucir kudanya bergerak kesana kemari saat Kazea berjalan dengan melompat-lompat kecil. Karena Zahra belum juga menjemputnya, Kazea menunggu seperti biasa di halte bus.

Hingga waktu terus berjalan sampai gadis itu bosan menunggu. Kazea bangkit dan mencoba untuk berjalan kaki pulang kerumah. Diperempatan jalan ia nampak ragu karena bisa saja Zahra menjemputnya lewat jalan lain dan jika dirinya pergi, dan tidak bertemu kan nantinya repot sendiri.

Hingga bisikan seseorang membuat gadis itu berani dan berjalan riang. Saat melewati rumah dengan banyak rumput liar dan ilalang yang tinggi, nyali gadis itu tiba-tiba ciut seketika. Decitan pagar berkarat membuat Kazea mengalihkan pandangannya. Tepat saat itu! Sebuah tangan dengan kuku tajam menariknya paksa untuk masuk kedalam.

Teriakan gadis itu lenyap karena pandangannya yang mulai kabur. Apalagi kondisi jalanan sepi dan memang jalan tersebut tidak banyak orang yang melewatinya. Hingga matahari senja telah berganti malam.

Yang membangunkan gadis itu adalah suara kakaknya yaitu Zafran yang berteriak. Gadis itu memberontak keluar dan menggedor pintu dan dinding sekuat mungkin. Sosok makhluk tersebut melukai Kazea yang membuat goresan di telapak tangannya.

Saat melihat itu Zafran berlari dari arah pintu setelah ia yang ternyata datang bersama Zahra dan warga terdekat membuka paksa rumah tersebut. Tendangan tersebut tepat mengenai benda pusaka yang ada menempel di sosok tersebut yang mengerang lalu menghilang begitu saja.

Dari sanalah kekaguman Kazea terhadap kakaknya semakin meningkat. Ia merindukan teriakan kakaknya saat panik mencarinya yang kini jarang dan hampir tidak pernah mendengarnya. Tahu sendiri abangnya irit bicara.

———

Seperti melihat film action di situa premium. Bima, Gilang, Raidan dan Reyhan bertepuk tangan mendengarnya. "Gileee, keren!." Kazea mengangguk memang benar katanya.

"Sama persis yang kita liat waktu itu, ya kan Dan?." Raidan mengangguk membenarkan perkataan Maudi.

"Berarti lo berdua indigo dong Ze?." ucap Bima digelengi Kazea tidak benar.

"Gue biasa aja kayak kalian, bang Zafran juga gak indigo. Tapi emang semenjak kematian Papa, gue gak pernah lagi liat yang begituan. Kalo bang Zafran sendiri, gue juga gak tau sih." jelasnya.

"Menurun dari Papa kamu kalian berdua. Karena dulu, Papa kamulah yang paling peka diantara kami. Jika bukan karena pengorbanannya, kami juga tidak ada." Sella menjelaskan betapa berhati mulianya ayah dari kedua anak tersebut.

"Tepat sebelum itu, lahirlah putri cantik ini." Kazea tertawa saat Ghina dan Sella menggelitikinya.

"Ah iya! Kalian pasti tahu Mama dong. Ceritaiin dong, soalnya kalo sama Mama jangankan mau tanya. Belum ngomong aja udah disuruh minum susu." kesalnya membuat canda tawaan.

"Intinya ya Ze, Mama kamu itu perempuan yang paling manis dan anggun waktu dulu. Di sekolah dia yang paling cantik dan di juluki primadona." jelas Sella mengingat masa-masa dulu.

"Benar! Ayah kamu aja di tolak tujuh belas kali." Rina berceletuk kompak bersama Meila dan Sarah tertawa.

Kazea spontan menegang."Harga diri yang sangat mahal." batinnya terkikik geli.

"Eh bro, mau kemana?." atensi mereka tertuju pada Zafran yang seperti akan keluar. Mencari sesuatu mungkin atau hal seperti itu dan semacamnya.

"Pasar malem pasti! Ikut!." potong Stella lebih dulu. Cowok itu membenarkan membuat mereka semua bersorak ria.

▪ ▪ ▪

PASAR MALEM ITU BUKAN CUMA BUAT YANG PACARAN SAMA KUMPUL-KUMPUL DOANG. IBARAT DAPET SEDEKAH ANUGERAH DARI SANG PENGUASA LANGIT DAN BUMI UNTUK MENIKMATI, walaupun bayar.

Begitulah kira-kira anak gratisan seperti mereka. Sudah dibayarin orangtua, minta masuk kerumah hantu juga sekalian jangan lupa. Gitu katanya.

"Ah serem! Cari mainan lain yok Rey." Bima menarik kaos sahabatnya agar mencari permainan lain. Reyhan tak mengidahkan, cowok itu tidak mau kalah dari Stella yang sudah berjalan masuk bersama Raina dan Chika di depan. Maudi, Kazea dan Gilang berada di belakang.

"Udah ayo ikut aja Ndut, siapa tau lo kurus abis ini." tawanya menarik lengan Bima untuk segera masuk, jangan sampe tertinggal apalagi pingsan. Siapa yang akan menggotong cowok itu nantinya.

Zafran sendiri hanya duduk. Sebenarnya ia tidak ingin kesana, namun ada teman kelasnya yang meminta ketemuan berada disana. Entah apa maksudnya. "Eh sorry Za lama ya." tiga orang gadis menghampiri Zafran yang duduk.

"Ada apa?." tanya Zafran to the point.

"Oh ya maaf, sebenernya gue mau minta tolong ke lo buat jadi pasangan gue beberapa menit aja soalnya gue pengin itu." tunjuk gadis bernama Tiara pada event romantis dengan hadiah spesial.

"Bisa gak?." tanya Tiara menggaruk tengkuknya tak gatal. Zafran mengangguk, mereka berdua berjalan menghampiri event romantis yang ramai pasangan-pasangan lain di sana. Kedua teman Tiara tersenyum lebar, berbeda dengan pipi gadis itu yang merah merona.

"SILAHKAN IKUTI EVENTNYA! SILAHKAN SEMUANYA! DAPATKAN HADIAH EKSKLUSIF DAN SPECIAL DARI KAMI! YAK SILAHKAN DI IKUTI!." pemandu itu menarik perhatian  para anak remaja untuk menghampiri.

Acara dimulai, dengan beberapa syarat dan ronde yang harus mereka lewatkan. Zafran dan Tiara cukup mudah melewatinya. Giliran acara berdansa yang paling unik, terbaik dan romantik yang akan memenangkan event tersebut. Akhirnya keduanya bisa mendapatkan hadiah saat itu juga.

Saat pemandu mengatakan silahkan ambil hadiah kalian untuk para pemenang. "Lo ambil aja, gue harus pergi." ucap Zafran pergi diangguki Tiara yang memang hafal jika cowok itu pasti akan menemui teman-temannya.

Cepat! Mereka dalam bahaya!!

"Kebakaran, kebakaran!!." teriak para pengunjung mulai berhamburan pergi. Zafran menghampiri para orangtua yang juga nampak panik, kebakaran tersebut berasal dari rumah hantu yang terlihat asap mengepul kehitaman di awan dengan api menyala.

Pemilik sekaligus penggelar acara pasar malam tersebut kalang kabut dan meminta para karyawannya untuk segera mengambil air terdekat. Banyak pengunjung pria yang membantu dan saling bahu menbahu. Sedangkan di sisi lain para orangtua sudah histeris, apalagi para wanita. Zafran mencari jalan masuk yang cepat namun bisa terlihat, hingga ia melihat jendela bangunan yang terbuka.

"Zeee!!."

"DISINI BANG!!." teriak Kazea melihat kakaknya yang masuk melalui celah api yang masih berkobar. Ternyata Chika dan Stella sudah pingsan di dalam gendongan Gilang dan Reyhan.

"Lewat sana cepat!!." instruksi cowok itu di dengarkan hingga mereka semua keluar. Zafran merasa ada yang aneh.

Benar saja, Bima? Cowok itu tidak ada. "Bang!!." teriak Kazea melihat kakaknya yang masuk kembali kedalam. Raina dan Raidan menarik lengan gadis itu.

Episodes
1 01 | ꦭꦶꦧꦸꦫꦤ꧀ꦩꦸꦱꦶꦩ꧀ꦥꦤꦱ꧀꧈
2 02 | ꦥꦼꦂꦠꦩꦏꦭꦶꦢꦶꦏꦩꦂꦩꦤ꧀ꦢꦶ꧉
3 03 | ꦊꦉꦁꦢꦶꦧꦮꦃꦒꦸꦤꦸꦁꦩꦼꦫꦃ꧉
4 04 | ꦩꦭꦩ꧀ꦠꦤ꧀ꦥꦧꦸꦭꦤ꧀ꦧꦶꦤ꧀ꦠꦁ꧉
5 05 | ꦭꦫꦔꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦂꦥꦠꦃꦏꦤ꧀꧈
6 06 | ꦱꦼꦫꦁꦏꦆꦪꦤ꧀ꦩꦶꦱ꧀ꦠꦼꦫꦶꦠꦼꦫꦸꦁꦏꦥ꧀꧈
7 07 | ꦏꦼꦧꦼꦤꦫꦤ꧀ꦢꦤ꧀ꦱꦼꦩꦸꦮꦚꦱꦼꦊꦱꦆ꧉
8 08 | ꦠꦼꦫꦶꦪꦏꦤ꧀ꦪꦁꦏꦼꦩ꧀ꦧꦭꦶꦢꦶꦢꦼꦔꦂ꧉
9 09 | ꦥꦼꦂꦩꦸꦭꦄꦤ꧀ꦢꦼꦔꦤ꧀ꦱꦼꦧꦸꦮꦃꦄꦚ꧀ꦕꦩꦤ꧀꧈
10 10 | ꦏꦭꦶꦩꦠ꧀ꦱꦼꦢꦼꦂꦲꦤꦪꦁꦧꦼꦂꦧꦼꦢ꧉
11 11 | ꦠꦔꦶꦱꦤ꧀ꦱꦼꦱꦼꦎꦫꦁꦢꦶꦧꦮꦃꦥꦺꦴꦲꦺꦴꦤ꧀꧈
12 12 | ꦉꦚ꧀ꦕꦤꦥꦼꦔꦶꦱꦶꦪꦤ꧀ꦮꦏ꧀ꦠꦸꦢꦶꦩꦸꦭꦆ꧉
13 13 | ꦥꦼꦫꦶꦔꦠꦤ꧀ꦏꦼꦢꦸꦮꦱꦼꦭꦩꦥꦼꦂꦗꦭꦤꦤ꧀꧈
14 14 | ꦥꦼꦂꦏꦠꦄꦤ꧀ꦪꦁꦩꦼꦚꦏꦶꦠ꧀ꦏꦤ꧀꧈
15 15 | ꦄꦥꦪꦁꦠꦼꦂꦗꦢꦶ?
16 16 | ꦏꦼꦧꦼꦂꦱꦩꦄꦤ꧀ꦢꦤ꧀ꦏꦼꦩ꧀ꦧꦭꦶꦥꦸꦭꦁ꧉
17 17 | ꦏꦶꦱꦃꦚꦧꦼꦭꦸꦩ꧀ꦱꦼꦊꦱꦆ꧉
18 18 | ꦏꦼꦆꦔꦶꦤꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦂꦱꦩ꧀ꦥꦆꦏꦤ꧀꧈
19 19 | ꦄꦢꦄꦥꦢꦼꦔꦤ꧀ꦱꦶꦠꦸꦮꦱꦶꦆꦤꦶ꧉
20 20 | ꦩꦶꦠꦺꦴꦱ꧀ꦄꦠꦈꦥ꦳ꦏ꧀ꦠ꧈ꦏꦶꦠꦧꦸꦏ꧀ꦠꦶꦏꦤ꧀꧈
21 21 | ꦕꦼꦫꦶꦠꦪꦁꦧꦼꦭꦸꦩ꧀ꦠꦸꦤ꧀ꦠꦱ꧀꧈
22 22 | ꦩꦼꦭꦶꦧꦠ꧀ꦏꦤ꧀ꦠꦤ꧀ꦥꦧꦼꦫꦸꦱꦲ꧉
23 23 | ꦠꦶꦢꦏ꧀ꦄꦢꦪꦁꦠꦶꦢꦏ꧀ꦧꦶꦱ꧉
24 24 | ꦠꦼꦩ꧀ꦥꦠ꧀ꦪꦁꦠꦏ꧀ꦥꦼꦂꦤꦃꦢꦶꦏꦸꦚ꧀ꦗꦸꦔꦶ꧉
25 25 | ꦏꦼꦱꦭꦃꦥꦲꦲꦩꦤ꧀ꦪꦁꦩꦼꦚꦶꦏ꧀ꦱ꧉
26 26 | ꦄꦮꦭ꧀ꦪꦁꦧꦆꦏ꧀ꦱꦼꦥꦼꦂꦠꦶꦧꦸꦔ꧉
27 27 | ꦢꦼꦱꦩꦠꦲꦫꦶꦠꦼꦂꦧꦼꦤꦩ꧀꧈
28 28 | ꦱꦾꦫꦠ꧀ꦏꦼꦱꦭꦲꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦫꦸꦱ꧀ꦠꦼꦫꦸꦭꦔꦶ꧉
29 29 | ꦮꦤꦶꦠꦧꦼꦂꦱꦼꦊꦤ꧀ꦢꦁꦩꦼꦫꦃ꧉
30 30 | ꦱꦼꦩꦸꦮꦚꦧꦼꦫꦏ꦳ꦶꦂꦱꦄꦠ꧀ꦆꦠꦸ꧉
Episodes

Updated 30 Episodes

1
01 | ꦭꦶꦧꦸꦫꦤ꧀ꦩꦸꦱꦶꦩ꧀ꦥꦤꦱ꧀꧈
2
02 | ꦥꦼꦂꦠꦩꦏꦭꦶꦢꦶꦏꦩꦂꦩꦤ꧀ꦢꦶ꧉
3
03 | ꦊꦉꦁꦢꦶꦧꦮꦃꦒꦸꦤꦸꦁꦩꦼꦫꦃ꧉
4
04 | ꦩꦭꦩ꧀ꦠꦤ꧀ꦥꦧꦸꦭꦤ꧀ꦧꦶꦤ꧀ꦠꦁ꧉
5
05 | ꦭꦫꦔꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦂꦥꦠꦃꦏꦤ꧀꧈
6
06 | ꦱꦼꦫꦁꦏꦆꦪꦤ꧀ꦩꦶꦱ꧀ꦠꦼꦫꦶꦠꦼꦫꦸꦁꦏꦥ꧀꧈
7
07 | ꦏꦼꦧꦼꦤꦫꦤ꧀ꦢꦤ꧀ꦱꦼꦩꦸꦮꦚꦱꦼꦊꦱꦆ꧉
8
08 | ꦠꦼꦫꦶꦪꦏꦤ꧀ꦪꦁꦏꦼꦩ꧀ꦧꦭꦶꦢꦶꦢꦼꦔꦂ꧉
9
09 | ꦥꦼꦂꦩꦸꦭꦄꦤ꧀ꦢꦼꦔꦤ꧀ꦱꦼꦧꦸꦮꦃꦄꦚ꧀ꦕꦩꦤ꧀꧈
10
10 | ꦏꦭꦶꦩꦠ꧀ꦱꦼꦢꦼꦂꦲꦤꦪꦁꦧꦼꦂꦧꦼꦢ꧉
11
11 | ꦠꦔꦶꦱꦤ꧀ꦱꦼꦱꦼꦎꦫꦁꦢꦶꦧꦮꦃꦥꦺꦴꦲꦺꦴꦤ꧀꧈
12
12 | ꦉꦚ꧀ꦕꦤꦥꦼꦔꦶꦱꦶꦪꦤ꧀ꦮꦏ꧀ꦠꦸꦢꦶꦩꦸꦭꦆ꧉
13
13 | ꦥꦼꦫꦶꦔꦠꦤ꧀ꦏꦼꦢꦸꦮꦱꦼꦭꦩꦥꦼꦂꦗꦭꦤꦤ꧀꧈
14
14 | ꦥꦼꦂꦏꦠꦄꦤ꧀ꦪꦁꦩꦼꦚꦏꦶꦠ꧀ꦏꦤ꧀꧈
15
15 | ꦄꦥꦪꦁꦠꦼꦂꦗꦢꦶ?
16
16 | ꦏꦼꦧꦼꦂꦱꦩꦄꦤ꧀ꦢꦤ꧀ꦏꦼꦩ꧀ꦧꦭꦶꦥꦸꦭꦁ꧉
17
17 | ꦏꦶꦱꦃꦚꦧꦼꦭꦸꦩ꧀ꦱꦼꦊꦱꦆ꧉
18
18 | ꦏꦼꦆꦔꦶꦤꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦂꦱꦩ꧀ꦥꦆꦏꦤ꧀꧈
19
19 | ꦄꦢꦄꦥꦢꦼꦔꦤ꧀ꦱꦶꦠꦸꦮꦱꦶꦆꦤꦶ꧉
20
20 | ꦩꦶꦠꦺꦴꦱ꧀ꦄꦠꦈꦥ꦳ꦏ꧀ꦠ꧈ꦏꦶꦠꦧꦸꦏ꧀ꦠꦶꦏꦤ꧀꧈
21
21 | ꦕꦼꦫꦶꦠꦪꦁꦧꦼꦭꦸꦩ꧀ꦠꦸꦤ꧀ꦠꦱ꧀꧈
22
22 | ꦩꦼꦭꦶꦧꦠ꧀ꦏꦤ꧀ꦠꦤ꧀ꦥꦧꦼꦫꦸꦱꦲ꧉
23
23 | ꦠꦶꦢꦏ꧀ꦄꦢꦪꦁꦠꦶꦢꦏ꧀ꦧꦶꦱ꧉
24
24 | ꦠꦼꦩ꧀ꦥꦠ꧀ꦪꦁꦠꦏ꧀ꦥꦼꦂꦤꦃꦢꦶꦏꦸꦚ꧀ꦗꦸꦔꦶ꧉
25
25 | ꦏꦼꦱꦭꦃꦥꦲꦲꦩꦤ꧀ꦪꦁꦩꦼꦚꦶꦏ꧀ꦱ꧉
26
26 | ꦄꦮꦭ꧀ꦪꦁꦧꦆꦏ꧀ꦱꦼꦥꦼꦂꦠꦶꦧꦸꦔ꧉
27
27 | ꦢꦼꦱꦩꦠꦲꦫꦶꦠꦼꦂꦧꦼꦤꦩ꧀꧈
28
28 | ꦱꦾꦫꦠ꧀ꦏꦼꦱꦭꦲꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦫꦸꦱ꧀ꦠꦼꦫꦸꦭꦔꦶ꧉
29
29 | ꦮꦤꦶꦠꦧꦼꦂꦱꦼꦊꦤ꧀ꦢꦁꦩꦼꦫꦃ꧉
30
30 | ꦱꦼꦩꦸꦮꦚꦧꦼꦫꦏ꦳ꦶꦂꦱꦄꦠ꧀ꦆꦠꦸ꧉

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!