12 | ꦉꦚ꧀ꦕꦤꦥꦼꦔꦶꦱꦶꦪꦤ꧀ꦮꦏ꧀ꦠꦸꦢꦶꦩꦸꦭꦆ꧉

Zahra mematikan kompor dan meletakkan celemeknya. Wanita itu bergegas naik ke atas begitu mendengar teriakan Kazea, sambungan video yang masih menyala juga menambah ketegangan bagi para sahabat Zafran yang kini memfokuskan diri mereka. "Ada apa?!." tanya Zahra datang melihat putrinya yang berdiri di depan pintu menutupi wajah dengan kedua tangannya.

Kazea memeluk Zahra takut. "A-ada c-cewek dikamarnya bang Zafran Ma!." jelasnya terbata-bata. Zahra menggulung lengan bajunya dan masuk kedalam.

"Mana! Mana gadis yang di maksud Zea? Mana Za? Mana orangnya?!." Zafran tak menjawab pertanyaan beruntun yang Zahra berikan. Cowok itu menunjuk kasurnya.

Zahra membulatkan matanya. "Siapa kamu! Keluar dari kamar anak saya!." marahnya.

Gadis itu bangkit dan terbang mendekat kearah Zahra yang terdiam kaku. "Keluar." satu kalimat Zafran mampu mengusirnya menghilang dari sana. Zahra menormalkan nafasnya yang tidak beraturan. Kazea masuk dan melihat sekeliling di balik punggung Zahra. Wanita itu menarik kedua anaknya untuk segera turun kebawah.

"Serem banget ih bang Zebra..."

———

"Pagi Tante dan putri cantik.. Zafrannya ada?." Zahra membuka pintu rumahnya lebar memperbolehkan kedelapan sahabat anaknya masuk, meskipun ada rasa tidak suka terhadap orangtua mereka semua.

"Semalem heboh banget kayaknya Ze. Cerita dong." pinta Stella duduk disamping Kazea. Kedua gadia cerewet itu bergabung menjadi satu dan terciptalah toa full bass system.

Kazea dengan senang hati memberitahu kejadian semalam. Gadis itu bahkan tidak berani masuk kedalam kamar Zafran mengingat wajah gadis menyeramkan itu. "Apa ini yang mau lo tanyaain sama Cece?." Gilang bertanya pada Zafran yang duduk.

Benar juga perkataan Gilang. Ucapan Zafran tentang Chika yang sendiri seolah-olah sebuah pertanyaan yang akan di tanyakan namun sudah terjadi lebih dulu. Cowok itu berdehem singkat. "Emang lo tadinya liat Cece berdua?." tanya Reyhan di balas deheman singkat oleh Zafran.

"Dia minta bantuan lo kali." celetuk Raidan.

"Tapi katanya dia laper tau." sahut Kazea yang memang di takuti oleh sang gadis jika ia lapar dan ingin makan. Zafran tak ambil pusing dan memilih membaca bukunya.

"Jagain adikmu Za, Mama mau ke kantor." Ucap wanita itu melenggang siap pergi.

"Aduh bosen banget liburan sebulan gini gak ada yang ngetop. Kecuali hal yang kita dapet waktu itu." Maudi membicarakaan liburan ke Kilometer Kematian 37.

"Gak seru tau Mau, itu bahaya karna bisa aja kita gak selamet." timpal Stella kesal.

"Biar gue aja yang pilih liburan kali ini!!." Bima berceletuk semangat, tentu Maudi merasa tersindir karena waktu itu memang idenya dan semua sudah di sepakati. Cowok itu memperlihatkan pantai yang bagus.

"Mauuuu..." Stella dan Kazea membayangkan hal indah yang akan terjadi jika benar mereka akan kesana. Adik Zafran itu ingin ikut pergi liburan sebelum masa sekolah datang. Chika menggelengkan kepalanya.

"Dimana Ndut?." tanya Reyhan.

Bima mencari tahu lebih lanjut. "Ah deket inimah! Di Jawa Timur aja." jelas cowok itu mendapat geplakan dari beberapa anak. Kazea tertawa saat melihatnya.

"Itu lebih jauh dari kemarin bego!!." Gilang mengumpat tak sabaran. Lagipula Bima memang suka memancing emosi untuk di koleksi. Raina mengamati lebih lanjut.

"Pantai Kenjeran?." guamamnya seakan pernah mendengar satu hingga dua cerita tentang lokasi tersebut. Gadis itu menggedihkan bahunya tak acuh karena lupa saat melihat pemandangan alam yang bagus.

"Bagus sih, tapi kalo kejadian kaya waktu itu gimana? Niatnya liat yang bagus malah mencekam." Maudi merengut bersalah. Chika merangkul bahu gadis itu kembali.

▪ ▪ ▪

"Kalian mau liburan lagi?." tanya Zahra. Wanita itu bimbang pada keputusannya karena kali ini Kazea yang memintanya. Ia akan ikut bersama kakak-kakaknya jika di perbolehkan, boleh tidak boleh.

"Boleh ya Maaa..? Kan sebelum sekolah harus refreshing dulu dari tugas-tugas." pinta gadis itu membujuk Zahra yang menghela nafasnya lalu mengangguk.

"Yeayyy!!." Kazea memeluk Chika dan Stella di sampingnya. Wanita itu menatap Zafran yang tampak kurang yakin dan seperti menyembunyikan sesuatu. Namun ia tidak akan bertanya sebelum putranya memulai.

"Besok kita berangkat." Kazea tersenyum senang mendengar ucapan Reyhan. Gadis itu sekilas menatap kakaknya yang juga tidak yakin. Apalagi cowok itu sedang sakit.

Hari keberangkatan di mulai. Mereka berencana akan menaiki mobil, seperti yang sudah di ketahui jika akan terlalu lama menggunakan kereta api ataupun motor. Mereka memilih jalan singkat dengan menggunakan mobil jika macet terjadi pasti akan cepat sampai. Mereka membawa tiga mobil dengan Stella, Chika, Maudi dan Reyhan berada di mobil pertama.

Raidan, Raina, Kazea dan Bima di mobil kedua. Sedangkan Gilang dan Zafran di mobil ketiga. Merekalah yang membawa barang-barang karena luas mobil tanpa penumpang. "Hati-hati kalian!." Zahra memperingati tetap waspada. Terutama pada Zafran yang harus menjaga diri dan juga menjaga Kazea.

"Sembilan jam lebih lho Rey. Kuat emangnya?." tanya Maudi tak yakin, pasalnya cowok itukan sama seperti Bima yang lebih suka tidur. Reyhan mengacungkan jempolnya aman.

Sedangkan Raidan sendiri sudah terbiasa. Apalagi ada Raina yang menjadi penyemangat dirinya berkendara. "Jangan liatin gue mulu! Awas aja lo nabrak!." ketus gadis itu melotot pada Raidan. Sedangkan Kazea dan Bima saling bertukar camilan.

Di mobil Gilang sebenarnya bukan hanya berdua ia dan Zafran. Melainkan ada satu gadis yang ikut di belakang kursi penumpang. Namun Zafran tak mengidahkannya sama sekali. Cowok itu sesekali berdehem menjawab pertanyaan Gilang yang bosan sembari menyetir.

"Gue ngrasa ada yang ikut sama kita deh Za. Lo tau sesuatu?." Zafran berdehem dan menjelaskan jika gadis yang waktu itu memang ikut dengan mereka dan tepat berada di belakang kursi Gilang. Cowok itu merinding namun tetap beroh ria saja.

"Kita sampe pagi kayaknya sih. Kalo gak macet bisa cepet sampenya. Untung gue udah tidur dari pagi ampe mau berangkat tadi. Jadi gak ngantuk sih, bantuin gue puterin musik slow di hp Za." tanpa banyak tanya Zafran mengambil ponsel Gilang dan memutarkan musik slow seperti romantic.

"Kata Tante Ara lo bukan indigo Za. Trus kenapa bisa liat begituan sedangkan gue kok enggak ya?." tanya Gilang di sela-sela ia bernyanyi mengikuti irama musik.

"Lo gak bisa liat mereka sebelum mereka sendiri yang nampakkin diri." jawab Zafran diangguk-angguki Gilang tersenyum.

Ketiga mobil itu melaju dengan saling berurutan. Semalaman mereka berada di jalanan terbuka dengan angin yang cukup kencang. "Dingin banget Ce." Chika membuka selimut yang di bawanya lebar-lebar muat tiga orang. Reyhan yang berada di kursi depan sendirian hanya menggelengkan kepalanya melihat anak perempuan yang banyak tingkahnya.

Episodes
1 01 | ꦭꦶꦧꦸꦫꦤ꧀ꦩꦸꦱꦶꦩ꧀ꦥꦤꦱ꧀꧈
2 02 | ꦥꦼꦂꦠꦩꦏꦭꦶꦢꦶꦏꦩꦂꦩꦤ꧀ꦢꦶ꧉
3 03 | ꦊꦉꦁꦢꦶꦧꦮꦃꦒꦸꦤꦸꦁꦩꦼꦫꦃ꧉
4 04 | ꦩꦭꦩ꧀ꦠꦤ꧀ꦥꦧꦸꦭꦤ꧀ꦧꦶꦤ꧀ꦠꦁ꧉
5 05 | ꦭꦫꦔꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦂꦥꦠꦃꦏꦤ꧀꧈
6 06 | ꦱꦼꦫꦁꦏꦆꦪꦤ꧀ꦩꦶꦱ꧀ꦠꦼꦫꦶꦠꦼꦫꦸꦁꦏꦥ꧀꧈
7 07 | ꦏꦼꦧꦼꦤꦫꦤ꧀ꦢꦤ꧀ꦱꦼꦩꦸꦮꦚꦱꦼꦊꦱꦆ꧉
8 08 | ꦠꦼꦫꦶꦪꦏꦤ꧀ꦪꦁꦏꦼꦩ꧀ꦧꦭꦶꦢꦶꦢꦼꦔꦂ꧉
9 09 | ꦥꦼꦂꦩꦸꦭꦄꦤ꧀ꦢꦼꦔꦤ꧀ꦱꦼꦧꦸꦮꦃꦄꦚ꧀ꦕꦩꦤ꧀꧈
10 10 | ꦏꦭꦶꦩꦠ꧀ꦱꦼꦢꦼꦂꦲꦤꦪꦁꦧꦼꦂꦧꦼꦢ꧉
11 11 | ꦠꦔꦶꦱꦤ꧀ꦱꦼꦱꦼꦎꦫꦁꦢꦶꦧꦮꦃꦥꦺꦴꦲꦺꦴꦤ꧀꧈
12 12 | ꦉꦚ꧀ꦕꦤꦥꦼꦔꦶꦱꦶꦪꦤ꧀ꦮꦏ꧀ꦠꦸꦢꦶꦩꦸꦭꦆ꧉
13 13 | ꦥꦼꦫꦶꦔꦠꦤ꧀ꦏꦼꦢꦸꦮꦱꦼꦭꦩꦥꦼꦂꦗꦭꦤꦤ꧀꧈
14 14 | ꦥꦼꦂꦏꦠꦄꦤ꧀ꦪꦁꦩꦼꦚꦏꦶꦠ꧀ꦏꦤ꧀꧈
15 15 | ꦄꦥꦪꦁꦠꦼꦂꦗꦢꦶ?
16 16 | ꦏꦼꦧꦼꦂꦱꦩꦄꦤ꧀ꦢꦤ꧀ꦏꦼꦩ꧀ꦧꦭꦶꦥꦸꦭꦁ꧉
17 17 | ꦏꦶꦱꦃꦚꦧꦼꦭꦸꦩ꧀ꦱꦼꦊꦱꦆ꧉
18 18 | ꦏꦼꦆꦔꦶꦤꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦂꦱꦩ꧀ꦥꦆꦏꦤ꧀꧈
19 19 | ꦄꦢꦄꦥꦢꦼꦔꦤ꧀ꦱꦶꦠꦸꦮꦱꦶꦆꦤꦶ꧉
20 20 | ꦩꦶꦠꦺꦴꦱ꧀ꦄꦠꦈꦥ꦳ꦏ꧀ꦠ꧈ꦏꦶꦠꦧꦸꦏ꧀ꦠꦶꦏꦤ꧀꧈
21 21 | ꦕꦼꦫꦶꦠꦪꦁꦧꦼꦭꦸꦩ꧀ꦠꦸꦤ꧀ꦠꦱ꧀꧈
22 22 | ꦩꦼꦭꦶꦧꦠ꧀ꦏꦤ꧀ꦠꦤ꧀ꦥꦧꦼꦫꦸꦱꦲ꧉
23 23 | ꦠꦶꦢꦏ꧀ꦄꦢꦪꦁꦠꦶꦢꦏ꧀ꦧꦶꦱ꧉
24 24 | ꦠꦼꦩ꧀ꦥꦠ꧀ꦪꦁꦠꦏ꧀ꦥꦼꦂꦤꦃꦢꦶꦏꦸꦚ꧀ꦗꦸꦔꦶ꧉
25 25 | ꦏꦼꦱꦭꦃꦥꦲꦲꦩꦤ꧀ꦪꦁꦩꦼꦚꦶꦏ꧀ꦱ꧉
26 26 | ꦄꦮꦭ꧀ꦪꦁꦧꦆꦏ꧀ꦱꦼꦥꦼꦂꦠꦶꦧꦸꦔ꧉
27 27 | ꦢꦼꦱꦩꦠꦲꦫꦶꦠꦼꦂꦧꦼꦤꦩ꧀꧈
28 28 | ꦱꦾꦫꦠ꧀ꦏꦼꦱꦭꦲꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦫꦸꦱ꧀ꦠꦼꦫꦸꦭꦔꦶ꧉
29 29 | ꦮꦤꦶꦠꦧꦼꦂꦱꦼꦊꦤ꧀ꦢꦁꦩꦼꦫꦃ꧉
30 30 | ꦱꦼꦩꦸꦮꦚꦧꦼꦫꦏ꦳ꦶꦂꦱꦄꦠ꧀ꦆꦠꦸ꧉
Episodes

Updated 30 Episodes

1
01 | ꦭꦶꦧꦸꦫꦤ꧀ꦩꦸꦱꦶꦩ꧀ꦥꦤꦱ꧀꧈
2
02 | ꦥꦼꦂꦠꦩꦏꦭꦶꦢꦶꦏꦩꦂꦩꦤ꧀ꦢꦶ꧉
3
03 | ꦊꦉꦁꦢꦶꦧꦮꦃꦒꦸꦤꦸꦁꦩꦼꦫꦃ꧉
4
04 | ꦩꦭꦩ꧀ꦠꦤ꧀ꦥꦧꦸꦭꦤ꧀ꦧꦶꦤ꧀ꦠꦁ꧉
5
05 | ꦭꦫꦔꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦂꦥꦠꦃꦏꦤ꧀꧈
6
06 | ꦱꦼꦫꦁꦏꦆꦪꦤ꧀ꦩꦶꦱ꧀ꦠꦼꦫꦶꦠꦼꦫꦸꦁꦏꦥ꧀꧈
7
07 | ꦏꦼꦧꦼꦤꦫꦤ꧀ꦢꦤ꧀ꦱꦼꦩꦸꦮꦚꦱꦼꦊꦱꦆ꧉
8
08 | ꦠꦼꦫꦶꦪꦏꦤ꧀ꦪꦁꦏꦼꦩ꧀ꦧꦭꦶꦢꦶꦢꦼꦔꦂ꧉
9
09 | ꦥꦼꦂꦩꦸꦭꦄꦤ꧀ꦢꦼꦔꦤ꧀ꦱꦼꦧꦸꦮꦃꦄꦚ꧀ꦕꦩꦤ꧀꧈
10
10 | ꦏꦭꦶꦩꦠ꧀ꦱꦼꦢꦼꦂꦲꦤꦪꦁꦧꦼꦂꦧꦼꦢ꧉
11
11 | ꦠꦔꦶꦱꦤ꧀ꦱꦼꦱꦼꦎꦫꦁꦢꦶꦧꦮꦃꦥꦺꦴꦲꦺꦴꦤ꧀꧈
12
12 | ꦉꦚ꧀ꦕꦤꦥꦼꦔꦶꦱꦶꦪꦤ꧀ꦮꦏ꧀ꦠꦸꦢꦶꦩꦸꦭꦆ꧉
13
13 | ꦥꦼꦫꦶꦔꦠꦤ꧀ꦏꦼꦢꦸꦮꦱꦼꦭꦩꦥꦼꦂꦗꦭꦤꦤ꧀꧈
14
14 | ꦥꦼꦂꦏꦠꦄꦤ꧀ꦪꦁꦩꦼꦚꦏꦶꦠ꧀ꦏꦤ꧀꧈
15
15 | ꦄꦥꦪꦁꦠꦼꦂꦗꦢꦶ?
16
16 | ꦏꦼꦧꦼꦂꦱꦩꦄꦤ꧀ꦢꦤ꧀ꦏꦼꦩ꧀ꦧꦭꦶꦥꦸꦭꦁ꧉
17
17 | ꦏꦶꦱꦃꦚꦧꦼꦭꦸꦩ꧀ꦱꦼꦊꦱꦆ꧉
18
18 | ꦏꦼꦆꦔꦶꦤꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦂꦱꦩ꧀ꦥꦆꦏꦤ꧀꧈
19
19 | ꦄꦢꦄꦥꦢꦼꦔꦤ꧀ꦱꦶꦠꦸꦮꦱꦶꦆꦤꦶ꧉
20
20 | ꦩꦶꦠꦺꦴꦱ꧀ꦄꦠꦈꦥ꦳ꦏ꧀ꦠ꧈ꦏꦶꦠꦧꦸꦏ꧀ꦠꦶꦏꦤ꧀꧈
21
21 | ꦕꦼꦫꦶꦠꦪꦁꦧꦼꦭꦸꦩ꧀ꦠꦸꦤ꧀ꦠꦱ꧀꧈
22
22 | ꦩꦼꦭꦶꦧꦠ꧀ꦏꦤ꧀ꦠꦤ꧀ꦥꦧꦼꦫꦸꦱꦲ꧉
23
23 | ꦠꦶꦢꦏ꧀ꦄꦢꦪꦁꦠꦶꦢꦏ꧀ꦧꦶꦱ꧉
24
24 | ꦠꦼꦩ꧀ꦥꦠ꧀ꦪꦁꦠꦏ꧀ꦥꦼꦂꦤꦃꦢꦶꦏꦸꦚ꧀ꦗꦸꦔꦶ꧉
25
25 | ꦏꦼꦱꦭꦃꦥꦲꦲꦩꦤ꧀ꦪꦁꦩꦼꦚꦶꦏ꧀ꦱ꧉
26
26 | ꦄꦮꦭ꧀ꦪꦁꦧꦆꦏ꧀ꦱꦼꦥꦼꦂꦠꦶꦧꦸꦔ꧉
27
27 | ꦢꦼꦱꦩꦠꦲꦫꦶꦠꦼꦂꦧꦼꦤꦩ꧀꧈
28
28 | ꦱꦾꦫꦠ꧀ꦏꦼꦱꦭꦲꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦫꦸꦱ꧀ꦠꦼꦫꦸꦭꦔꦶ꧉
29
29 | ꦮꦤꦶꦠꦧꦼꦂꦱꦼꦊꦤ꧀ꦢꦁꦩꦼꦫꦃ꧉
30
30 | ꦱꦼꦩꦸꦮꦚꦧꦼꦫꦏ꦳ꦶꦂꦱꦄꦠ꧀ꦆꦠꦸ꧉

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!