15 | ꦄꦥꦪꦁꦠꦼꦂꦗꦢꦶ?

Krakkk!!

Raidan menepuk kepala Reyhan yang menginjak ranting karena membuatnya kaget. Mereka tidak berteriak memanggil nama Kazea karena takut di dengar oleh Tim petugas dan disuruh kembali nantinya.

"Duh Zeee... Lo dimana sih?!." Reyhan melihat Gilang yang dengan cepat memperhatikkan sekitar berharap menemukan Kazea secepatnya. Ketiganya mulai panik saat sudah lama mencari dan belum menemukan apapun.

Sreekkk!!!

"Aaaaaaaa!!!!." mereka terkejut melihat Chika dan yang lain berada disana. Gilang menatap wajah satu persatu sahabatnya cemas, apalagi anak perempuan yang ikut berada disana.

"K-kok kalian disini sih?!." marah Reyhan.

"Y-ya kita kan khawatir kalian gak balik-balik. Gimana? Ada tanda-tanda Zea?." tanya Stella terbata-bata di gelengi ketiganya. Gilang menjadi semakin khawatir karena mereka berada disana semua, siapa yang menjaga Zafran di Villa.

———

"Jangan ada yang dibelakang. Kita gak tau apa yang ada di depan, tetep gandengan anak perempuan." Gilang mengintrogasi.

AKHHH TOLONGGG!!!

Mereka semua menegang mendengar teriakan Kazea di depan sana. Tanpa berlama-lama mereka pergi ketempat yang mereka dengar barusan. "Zea?! Ze lo dimana?!." kini Gilang berteriak.

"ZEAA?!." Chika menunjuk salah satu pohon besar, mereka melihat bawah dimana terlihat Kazea yang tengah tak sadarkan diri berada di bawah pohon tersebut. Mereka berlari menghampiri gadis itu.

"Ze?! Zea bangun!." Gilang menepuk pipi Kazea hingga gadis itu mengerjap pelan. Kazea tersenyum melihat kedatangan kakak-kakaknya, namun matanya mengedar mencari sekeliling merasa takut.

"T-tadi a-aku dibawa s-sa-" Reyhan menutup mulut gadis itu. Raidan membantu Kazea naik ke punggung Gilang. Mereka semua berjalan mencari jalan keluar.

Sreekkk!

AKHH!!!

"MAUDII!!." tubuh gadis itu terseret masuk kedalam semak-semak. Chika mengejarnya bersama Raina. Reyhan dan Raidan spontan ikut mengejarnya. Stella ketakutan.

GRRRRR!!

Geraman itu semakin besar hingga salah satu pohon tumbang. Maudi sudah tak sadarkan diri berada diatas pohon. "HAHAHAHAHAHA!!. SLURRPP!!." senyuman itu semakin melebar melihat para anak-anak yang semakin mendekat dengan jebakan yang di buatnya. Chika dan Raina memberontak saat mereka terikat pada rotan liar yang sudah melilit tubuh mereka.

"ANAK-ANAK BODOH!! HAHAHAHA!!." makhluk itu keluar dengan tawaan seringai. Mata merah menyala semerah darah, taring tajam, dan sedikit berwarna hijau tua.

"LEPASIN MEREKA SETANN!!." Entah keberanian darimana Reyhan berucap demikian. Sosok itu semakin menyeringai melihat kedatangan banyak anak remaja di hadapannya. Ia jadi terpikir pada seorang anak yang ia tangkap dan ikat di suatu tempat. Rotan liar mulai keluar dan menyerang Raidan bersama Reyhan.

Saat menghindar mereka bertabrakan satu sama lain. "Akh!!." rumput rotan itu mulai melilit mereka berdua dengan posisi saling berhadapan, membuat kecanggungan.

"Hadehh!!." keluh mereka berdua.

GRRRRR!!!

HAHAHAHHA!!!

"LEPASIN MEREKA!!." Gilang datang dengan tatapan tajam menghunus sosok tersebut yang semakin menyeringai kegirangan. Namun Gilang tak mengendurkan niatnya.

"Jika tidak?." tawa sosok itu menyeringai.

Gilang menghindari bola api yang keluar dari perut si sosok yang terus menyerangnya. Hingga tidak sengaja ia tersandung batu dan terjatuh. Sosok itu mendekat dan menyiapkan cakar kukunya yang tajam. "Mau kemana, hm?." tawanya.

Gilang menegang bersiap menemui ajalnya. "MENUNDUK!!."

BRAKKK!!!

Sosok itu terpental jauh. Gilang melihat Zafran yang datang dengan tepat waktu. Sosok itu kembali bangkit dan kembali muncul di belakang Zafran.

Sreeettt!!

BRAKKK!!

Gilang membulatkan matanya tak percaya. Zafran terbentur batu mengeluarkan darah segar yang membuatnya mual. "ZAA!!." teriaknya tak sanggup melihat keadaan Zafran tak berdaya penuh luka.

Cukup sudah bermain-mainnya. Gilang muak, ia mengambil sebatang kayu melemparkannya tepat pada perut sosok tersebut yang sudah mempermainkannya. Asap tebal mengepul dengan menghilangnya sosok genderuwo tersebut yang semakin meredup suara teriakannya.

Sisa tenaga terakhir, Zafran berusaha bangkit.

Sreeeetttt!!

"ZAFRANNN!!." makhluk tersebut menarik kaki cowok itu yang tidak bisa lagi melepaskan diri. Kesembilan anak remaja tersebut terutama Kazea yang sudah menangis dipelukan Stella saat melihatnya.

"KALIAN TENTU BISA PERGI, DAN JELAS TANPA DIA, HAHAHAHA!!."

DUARRRR!!!

Ucapan terakhir sosok itu berhasil menciptakan ledakkan besar. Mereka tak ingin pergi namun harus tetap melakukannya sebelum ikut terbakar. "Bang Zaa..." Kazea menyembunyikan tangisannya di ceruk leher Raidan. Gilang memapah Chika dan Raina yang lemas.

▪ ▪ ▪

"Lang, Rey, Dan, Ze, Ce, Na, Mau, La, kalian kapan sadarnya sih. Masa gue harus ngerawat kalian sembilan orang sekaligus." keluhan itu berasal dari Bima. Cowok itu menatap nanar para sahabatnya yang tidak sadarkan diri entah karena hal apa.

"Padahal, Apan juga belum bangun." ucapnya lagi melihat ranjang sebrang dimana Zafran masih tidak sadarkan diri sudah berhari-hari lamanya.

Gilang terbangun melihat Bima yang duduk dilantai seperti meratapi sesuatu. Ah ia jadi teringat cowok itu yang tidak mengalami kejadian malam tadi, ia jadi bersyukur, setidaknya ada satu orang yang selamat. Tunggu? Cowok itu mengucek matanya tidak percaya jika di samping tempat Bima duduk, ada seseorang dan itu Zafran.

Spontan ia bangkit. "Bim, Bima.." Cowok itu berdehem lalu membulatkan matanya dan bangkit spontan memeluk Gilang senang.

"Akhirnya! Akhirnya ada yang bangun." ucapnya senang. Gilang hampir tak bisa berkata-kata melihat senyuman tulus itu.

"Za?! Bim, Zafran gak kenapa-kenapa kan?." tanya Gilang beruntun. Bima mengernyit heran dengan membuka mulut mengangguk membenarkan. Ia jadi penasaran apa yang terjadi sebenarnya, ia bersyukur Kazea ditemukan dan merek semua selamat.

Sontak Gilang senang. "Bim tampar gue." Bima cengo, memang ada apasih hingga ingin di tampar segala. Apa sahabatnya gila.

Plakkk!!

Beberapa dari mereka bangun dan melihat Bima yang menampar Gilang saking senangnya cowok itu tidak memperhatikkan. Kazea bangun menangis sendu mengingat kakaknya yang mana membuat Bima hampir tersedak keripik.

"Kok nangis sih Ze?." Bima bertanya heran.

"B-bang Z-za, b-bang Z-za..." balas gadis itu terbata-bata.

"Za? Zapran? Kenapa dia? Lah ini anaknya ada disini Ze!!." Kazea mengedarkan pandangannya dan memang benar ucapan Bima. Ia sontak bangkit dan memeluk Zafran di ranjangnya dengan erat.

Bima memberikan camilannya pada Maudi yang terlihat lelah. Sang gadis pun tak banyak tanya dan menerimanya dengan baik. Gilang senang mereka selamat, tapi kenapa Zafran ada di sana? Dan apa yang terjadi sebenarnya malam tadi.

Episodes
1 01 | ꦭꦶꦧꦸꦫꦤ꧀ꦩꦸꦱꦶꦩ꧀ꦥꦤꦱ꧀꧈
2 02 | ꦥꦼꦂꦠꦩꦏꦭꦶꦢꦶꦏꦩꦂꦩꦤ꧀ꦢꦶ꧉
3 03 | ꦊꦉꦁꦢꦶꦧꦮꦃꦒꦸꦤꦸꦁꦩꦼꦫꦃ꧉
4 04 | ꦩꦭꦩ꧀ꦠꦤ꧀ꦥꦧꦸꦭꦤ꧀ꦧꦶꦤ꧀ꦠꦁ꧉
5 05 | ꦭꦫꦔꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦂꦥꦠꦃꦏꦤ꧀꧈
6 06 | ꦱꦼꦫꦁꦏꦆꦪꦤ꧀ꦩꦶꦱ꧀ꦠꦼꦫꦶꦠꦼꦫꦸꦁꦏꦥ꧀꧈
7 07 | ꦏꦼꦧꦼꦤꦫꦤ꧀ꦢꦤ꧀ꦱꦼꦩꦸꦮꦚꦱꦼꦊꦱꦆ꧉
8 08 | ꦠꦼꦫꦶꦪꦏꦤ꧀ꦪꦁꦏꦼꦩ꧀ꦧꦭꦶꦢꦶꦢꦼꦔꦂ꧉
9 09 | ꦥꦼꦂꦩꦸꦭꦄꦤ꧀ꦢꦼꦔꦤ꧀ꦱꦼꦧꦸꦮꦃꦄꦚ꧀ꦕꦩꦤ꧀꧈
10 10 | ꦏꦭꦶꦩꦠ꧀ꦱꦼꦢꦼꦂꦲꦤꦪꦁꦧꦼꦂꦧꦼꦢ꧉
11 11 | ꦠꦔꦶꦱꦤ꧀ꦱꦼꦱꦼꦎꦫꦁꦢꦶꦧꦮꦃꦥꦺꦴꦲꦺꦴꦤ꧀꧈
12 12 | ꦉꦚ꧀ꦕꦤꦥꦼꦔꦶꦱꦶꦪꦤ꧀ꦮꦏ꧀ꦠꦸꦢꦶꦩꦸꦭꦆ꧉
13 13 | ꦥꦼꦫꦶꦔꦠꦤ꧀ꦏꦼꦢꦸꦮꦱꦼꦭꦩꦥꦼꦂꦗꦭꦤꦤ꧀꧈
14 14 | ꦥꦼꦂꦏꦠꦄꦤ꧀ꦪꦁꦩꦼꦚꦏꦶꦠ꧀ꦏꦤ꧀꧈
15 15 | ꦄꦥꦪꦁꦠꦼꦂꦗꦢꦶ?
16 16 | ꦏꦼꦧꦼꦂꦱꦩꦄꦤ꧀ꦢꦤ꧀ꦏꦼꦩ꧀ꦧꦭꦶꦥꦸꦭꦁ꧉
17 17 | ꦏꦶꦱꦃꦚꦧꦼꦭꦸꦩ꧀ꦱꦼꦊꦱꦆ꧉
18 18 | ꦏꦼꦆꦔꦶꦤꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦂꦱꦩ꧀ꦥꦆꦏꦤ꧀꧈
19 19 | ꦄꦢꦄꦥꦢꦼꦔꦤ꧀ꦱꦶꦠꦸꦮꦱꦶꦆꦤꦶ꧉
20 20 | ꦩꦶꦠꦺꦴꦱ꧀ꦄꦠꦈꦥ꦳ꦏ꧀ꦠ꧈ꦏꦶꦠꦧꦸꦏ꧀ꦠꦶꦏꦤ꧀꧈
21 21 | ꦕꦼꦫꦶꦠꦪꦁꦧꦼꦭꦸꦩ꧀ꦠꦸꦤ꧀ꦠꦱ꧀꧈
22 22 | ꦩꦼꦭꦶꦧꦠ꧀ꦏꦤ꧀ꦠꦤ꧀ꦥꦧꦼꦫꦸꦱꦲ꧉
23 23 | ꦠꦶꦢꦏ꧀ꦄꦢꦪꦁꦠꦶꦢꦏ꧀ꦧꦶꦱ꧉
24 24 | ꦠꦼꦩ꧀ꦥꦠ꧀ꦪꦁꦠꦏ꧀ꦥꦼꦂꦤꦃꦢꦶꦏꦸꦚ꧀ꦗꦸꦔꦶ꧉
25 25 | ꦏꦼꦱꦭꦃꦥꦲꦲꦩꦤ꧀ꦪꦁꦩꦼꦚꦶꦏ꧀ꦱ꧉
26 26 | ꦄꦮꦭ꧀ꦪꦁꦧꦆꦏ꧀ꦱꦼꦥꦼꦂꦠꦶꦧꦸꦔ꧉
27 27 | ꦢꦼꦱꦩꦠꦲꦫꦶꦠꦼꦂꦧꦼꦤꦩ꧀꧈
28 28 | ꦱꦾꦫꦠ꧀ꦏꦼꦱꦭꦲꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦫꦸꦱ꧀ꦠꦼꦫꦸꦭꦔꦶ꧉
29 29 | ꦮꦤꦶꦠꦧꦼꦂꦱꦼꦊꦤ꧀ꦢꦁꦩꦼꦫꦃ꧉
30 30 | ꦱꦼꦩꦸꦮꦚꦧꦼꦫꦏ꦳ꦶꦂꦱꦄꦠ꧀ꦆꦠꦸ꧉
Episodes

Updated 30 Episodes

1
01 | ꦭꦶꦧꦸꦫꦤ꧀ꦩꦸꦱꦶꦩ꧀ꦥꦤꦱ꧀꧈
2
02 | ꦥꦼꦂꦠꦩꦏꦭꦶꦢꦶꦏꦩꦂꦩꦤ꧀ꦢꦶ꧉
3
03 | ꦊꦉꦁꦢꦶꦧꦮꦃꦒꦸꦤꦸꦁꦩꦼꦫꦃ꧉
4
04 | ꦩꦭꦩ꧀ꦠꦤ꧀ꦥꦧꦸꦭꦤ꧀ꦧꦶꦤ꧀ꦠꦁ꧉
5
05 | ꦭꦫꦔꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦂꦥꦠꦃꦏꦤ꧀꧈
6
06 | ꦱꦼꦫꦁꦏꦆꦪꦤ꧀ꦩꦶꦱ꧀ꦠꦼꦫꦶꦠꦼꦫꦸꦁꦏꦥ꧀꧈
7
07 | ꦏꦼꦧꦼꦤꦫꦤ꧀ꦢꦤ꧀ꦱꦼꦩꦸꦮꦚꦱꦼꦊꦱꦆ꧉
8
08 | ꦠꦼꦫꦶꦪꦏꦤ꧀ꦪꦁꦏꦼꦩ꧀ꦧꦭꦶꦢꦶꦢꦼꦔꦂ꧉
9
09 | ꦥꦼꦂꦩꦸꦭꦄꦤ꧀ꦢꦼꦔꦤ꧀ꦱꦼꦧꦸꦮꦃꦄꦚ꧀ꦕꦩꦤ꧀꧈
10
10 | ꦏꦭꦶꦩꦠ꧀ꦱꦼꦢꦼꦂꦲꦤꦪꦁꦧꦼꦂꦧꦼꦢ꧉
11
11 | ꦠꦔꦶꦱꦤ꧀ꦱꦼꦱꦼꦎꦫꦁꦢꦶꦧꦮꦃꦥꦺꦴꦲꦺꦴꦤ꧀꧈
12
12 | ꦉꦚ꧀ꦕꦤꦥꦼꦔꦶꦱꦶꦪꦤ꧀ꦮꦏ꧀ꦠꦸꦢꦶꦩꦸꦭꦆ꧉
13
13 | ꦥꦼꦫꦶꦔꦠꦤ꧀ꦏꦼꦢꦸꦮꦱꦼꦭꦩꦥꦼꦂꦗꦭꦤꦤ꧀꧈
14
14 | ꦥꦼꦂꦏꦠꦄꦤ꧀ꦪꦁꦩꦼꦚꦏꦶꦠ꧀ꦏꦤ꧀꧈
15
15 | ꦄꦥꦪꦁꦠꦼꦂꦗꦢꦶ?
16
16 | ꦏꦼꦧꦼꦂꦱꦩꦄꦤ꧀ꦢꦤ꧀ꦏꦼꦩ꧀ꦧꦭꦶꦥꦸꦭꦁ꧉
17
17 | ꦏꦶꦱꦃꦚꦧꦼꦭꦸꦩ꧀ꦱꦼꦊꦱꦆ꧉
18
18 | ꦏꦼꦆꦔꦶꦤꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦂꦱꦩ꧀ꦥꦆꦏꦤ꧀꧈
19
19 | ꦄꦢꦄꦥꦢꦼꦔꦤ꧀ꦱꦶꦠꦸꦮꦱꦶꦆꦤꦶ꧉
20
20 | ꦩꦶꦠꦺꦴꦱ꧀ꦄꦠꦈꦥ꦳ꦏ꧀ꦠ꧈ꦏꦶꦠꦧꦸꦏ꧀ꦠꦶꦏꦤ꧀꧈
21
21 | ꦕꦼꦫꦶꦠꦪꦁꦧꦼꦭꦸꦩ꧀ꦠꦸꦤ꧀ꦠꦱ꧀꧈
22
22 | ꦩꦼꦭꦶꦧꦠ꧀ꦏꦤ꧀ꦠꦤ꧀ꦥꦧꦼꦫꦸꦱꦲ꧉
23
23 | ꦠꦶꦢꦏ꧀ꦄꦢꦪꦁꦠꦶꦢꦏ꧀ꦧꦶꦱ꧉
24
24 | ꦠꦼꦩ꧀ꦥꦠ꧀ꦪꦁꦠꦏ꧀ꦥꦼꦂꦤꦃꦢꦶꦏꦸꦚ꧀ꦗꦸꦔꦶ꧉
25
25 | ꦏꦼꦱꦭꦃꦥꦲꦲꦩꦤ꧀ꦪꦁꦩꦼꦚꦶꦏ꧀ꦱ꧉
26
26 | ꦄꦮꦭ꧀ꦪꦁꦧꦆꦏ꧀ꦱꦼꦥꦼꦂꦠꦶꦧꦸꦔ꧉
27
27 | ꦢꦼꦱꦩꦠꦲꦫꦶꦠꦼꦂꦧꦼꦤꦩ꧀꧈
28
28 | ꦱꦾꦫꦠ꧀ꦏꦼꦱꦭꦲꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦫꦸꦱ꧀ꦠꦼꦫꦸꦭꦔꦶ꧉
29
29 | ꦮꦤꦶꦠꦧꦼꦂꦱꦼꦊꦤ꧀ꦢꦁꦩꦼꦫꦃ꧉
30
30 | ꦱꦼꦩꦸꦮꦚꦧꦼꦫꦏ꦳ꦶꦂꦱꦄꦠ꧀ꦆꦠꦸ꧉

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!