17 | ꦏꦶꦱꦃꦚꦧꦼꦭꦸꦩ꧀ꦱꦼꦊꦱꦆ꧉

Merinding sudah Gilang dibuatnya melihat Kazea yang kerasukan arwah seorang gadis yang sering mengikuti Zafran. Mereka duduk di tempat awal Zafran bertemu.

Arwah Gadis Minimarket Pov :

Aku Yuna Velicia—seorang karyawan minimarket yang kehidupan ekonominya tak menentu. Ketika toko itu ramai, bonus yang di dapat juga lumayan. Namun jika sepi, aku tidak mendapatkan bonus sama sekali. Bukan itu masalahnya, ibu kost tempat apartmement yang aku sewa selalu menagih biaya sewa yang tidak seharusnya. Namun apalah daya seorang gadis asal Desa sepertiku.

Semakin lama, aku semakin tertekan hidup di Kota. Apalagi tidak mempunyai seorang teman untuk bercerita. Bisa dibilang aku introvert orangnya. Hingga aku terpaksa menjual diri karena berfikir tidak ada harapan lagi mengingat aku juga seorang anak kuliahan yang butuh uang.

Tapi waktu itu saat di hotel, aku bertemu orang aneh yang memaksaku melakukan hubungan tersebut. Aku ingin keluar karena menyadari jika itu kesalahan, tapi pria itu mengancam dan memukulku hingga tak sadarkan diri alias mati.

Waktu pingsan terbangun. Aku menyesal, semuanya terjadi karena aku tidak bisa berfikir positif menghadapi masalah. Aku bisa bercerita karena aku menyadari ingatan itu saat Zafran memberiku roti.

Selama itu aku duduk disana, aku lapar dan tidak ada yang melihat. Dan aku tidak tahu siapa nama atau asal-usulku.

Arwah Cewek Minimarket Pov End.

———

"Jadi lo gentayangan karena pengin balas dendam atau karena hal apa?." nada bicara Gilang terlihat santai dan biasa saja. Kazea menunjuk salah satu pohon yang berada di depan Minimarket tersebut, tempat yang biasa Kazea lakukan untuk mengamati.

"Aku ingin jasadku dikubur di tempat yang layak. Aku ingat jika pria itu menguburku di bawah pohon itu." ucap Yuna sesenggukan.

"Keluar.." Yuna keluar dari tubuh Kazea. Perempuan itu memang tidak berniat mencelakai seseorang, wanita itu tulus ingin di bantu dengan cara yang baik-baik. Jadi ia hanya memohon kepada Zafran sejak itu.

Gilang memutari pohon tersebut. Kejadian itu pasti sudah lama, jadi apa mungkin jasad Yuna masih utuh, tentu mustahil bukan. Cowok itu menelepon kantor polisi untuk menebang pohon tersebut dan menggali.

Tidak sulit untuk para polisi menemukan dan mempercayai perkataan Gilang karena para polisi tersebut merupakan kenalan dari tangan kanan ayahnya. "Benar katamu, ada jasad manusia yang dikuburkan di bawah sana." Gilang mengintip melihat.

Betapa terkejutnya ia melihat jasad Yuna yang masih utuh dengan gaun berwarna merah muda. Persis seperti yang cewek itu pakai. Gilang bungkam tidak bisa berkata-kata saat melihatnya. Kenapa bisa jasad itu belum rusak juga padahal sudah sangat lama. Arwah Yuna menangis saat melihat tubuhnya sendiri yang diangkut kedalam mobil jenazah.

Kazea yang sadar juga menganga tidak percaya. "Kok bisa masih utuh?." cengonnya.

Yuna berpikir bahwa Tuhan mengampuni ia ketika memohon ampun bertaubat karena kesalahan yang tidak seharusnya ia lakukan dimasalalu. Do'a itu terkabul dan jasadnya masih utuh terlihat masih cantik. "Terimakasih Tuhan." ucapnya.

Setelah selesai mereka bertiga berjalan kembali kerumah, sesekali Gilang mengerjai Kazea yang mengusilinya. "Hai kalian!." Yuna menampakkan dirinya dihadapan mereka bertiga yang biasa saja karena wujud Yuna terlihat seperti manusia pada umumnya hanya berbeda bibir pucatnya.

"K-kok lo belum pergi sih?." tanya Gilang.

▪ ▪ ▪

Gilang tak habis pikir pada dirinya sendiri. Kok bisa dia berteman dengan hantu, tapi jika itu gadis cantik maka boleh kali ya. Bangun-bangun sudah melihat Yuna berada di sebelahnya sembari tersenyum lebar, itukan menakutkan. Zafran sendiri sama sekali tidak berminat ikut campur.

"Pagi Tante.." Gilang menyapa Zahra.

"Mama lupa kalo kemarin minta penjelasan. Mumpung masih pagi, coba kamu ceritain apa yang terjadi sama liburan kalian. Soalnya insting Mama gak bakal salah." Zahra tentu menagih penjelasan yang ingin di dengar olehnya.

Kazea menutup mulutnya saat menguap. Ia tak akan bangun pagi jika tahu Mamanya akan bertanya dan lagi masih mengingatnya. Mau tidak mau gadis itu bercerita seperti kereta yang panjang.

Beberapa menit kemudian Zahra menarik nafasnya dalam secara kasar. "Mama udah duga, perasaannya gak enak terus. Lagian kan Mama udah bilang jangan liburan terus menerus apalagi kamu Zafran! Sudah tahu keadaan kamu yang makin hari makin aneh. Ditambah adikmu yang ikutan aneh."

"Kok aku?." cengo Kazea.

"Iya kamu! Anak gadis Mama yang bandel! Buat refreshing segala. Tau akibatnya kan sekarang?! Kalo Mama ngomong dengerin!."

"Zafran! Jangan buat Mama mikir sepuluh kali buat ngijinin kamu keluar rumah kalo begitu caranya! Kamu jangan mirip ayahmu Zafran!." Zahra kesal karenanya.

"Apa? Papa meninggal karena nolong arwah-arwah itu kan?." tanya Zafran membuka pertanyaan. Nada bicara cowok itu yang terkesan santai dan lirih itu merupakan pertanda jika ia memang sudah tahu alasannya.

Zahra mengabaikan pertanyaan konyol dari putranya itu. "Sudah, sudah!! Lebih baik kalian berangkat sekolah sekarang!! Gak liat udah jam berapa itu?!." Kazea memekik.

Begitulah hari pertama Zea masuk Sekolah Menengah Atas. Tidak ada yang istmewa apalagi ia terlambat lima menit masuk kelas. Sedangkan Gilang tengah memikirkan perkataan Zafran yang masuk akal dan sulit di percaya orang biasa memang. Mereka berada di kelas yang berbeda karena Gilang anak Fisika sedangkan Zafran Kesenian.

"Capeknya gue baru pertama berangkat." mereka berada di kafetaria kampus yang mana juga bersebelahan dengan Sekolah Menengah Atas tempat bersekolah dulu.

Stella mengeluh karena ia mendengarkan materi-materi penting tentang Manajemen Sumber Daya Manusia atau MSDM. "Eh kak Yuna, lagi ngapain disini?." tanya Kazea yang ternyata datang ke kampus kakaknya.

Mereka menatap aneh gadis itu, jelas tidak ada siapa-siapa di depan kursi Zafran dan Gilang. Mengapa gadis itu bertanya. "Ikut sekolah hhe.." sahut Yuna terkikik geli.

Gilang menyuruh mereka untuk berkumpul di satu meja dan cowok itu mulai menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. "Begitu toh, gue juga pengin liat. Bisa?." Gilang menatap Yuna yang mengangguk.

"W-wow." sepatah kata yang Reyhan katakan mampu membuat Raidan penasaran.

"Kita juga!!." ujar Raina menimpali.

Hingga mereka semua mengedipkan mata saat melihat gadis berpakaian cantik di depan mereka. Chika bahkan termangu dan merasa memang gadis itu sangat cantik. "H-hay aku Yuna." ucapnya tersipu malu.

"R-rey kita bisa liat h-hantu Rey." Reyhan mengangguk mendengar ucapan Raidan yang saling merangkul bahu satu sama lain.

Gilang melanjutkan cerita tentang Yuna, "Trus kalo udah dikubur, seharusnya udah tenang dong? Kok masih disini?." tanya Maudi membuat Gilang juga keheranan.

"Apa lo punya keinginan sebelum pergi?." tanya Chika mengundang atensi mereka.

Episodes
1 01 | ꦭꦶꦧꦸꦫꦤ꧀ꦩꦸꦱꦶꦩ꧀ꦥꦤꦱ꧀꧈
2 02 | ꦥꦼꦂꦠꦩꦏꦭꦶꦢꦶꦏꦩꦂꦩꦤ꧀ꦢꦶ꧉
3 03 | ꦊꦉꦁꦢꦶꦧꦮꦃꦒꦸꦤꦸꦁꦩꦼꦫꦃ꧉
4 04 | ꦩꦭꦩ꧀ꦠꦤ꧀ꦥꦧꦸꦭꦤ꧀ꦧꦶꦤ꧀ꦠꦁ꧉
5 05 | ꦭꦫꦔꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦂꦥꦠꦃꦏꦤ꧀꧈
6 06 | ꦱꦼꦫꦁꦏꦆꦪꦤ꧀ꦩꦶꦱ꧀ꦠꦼꦫꦶꦠꦼꦫꦸꦁꦏꦥ꧀꧈
7 07 | ꦏꦼꦧꦼꦤꦫꦤ꧀ꦢꦤ꧀ꦱꦼꦩꦸꦮꦚꦱꦼꦊꦱꦆ꧉
8 08 | ꦠꦼꦫꦶꦪꦏꦤ꧀ꦪꦁꦏꦼꦩ꧀ꦧꦭꦶꦢꦶꦢꦼꦔꦂ꧉
9 09 | ꦥꦼꦂꦩꦸꦭꦄꦤ꧀ꦢꦼꦔꦤ꧀ꦱꦼꦧꦸꦮꦃꦄꦚ꧀ꦕꦩꦤ꧀꧈
10 10 | ꦏꦭꦶꦩꦠ꧀ꦱꦼꦢꦼꦂꦲꦤꦪꦁꦧꦼꦂꦧꦼꦢ꧉
11 11 | ꦠꦔꦶꦱꦤ꧀ꦱꦼꦱꦼꦎꦫꦁꦢꦶꦧꦮꦃꦥꦺꦴꦲꦺꦴꦤ꧀꧈
12 12 | ꦉꦚ꧀ꦕꦤꦥꦼꦔꦶꦱꦶꦪꦤ꧀ꦮꦏ꧀ꦠꦸꦢꦶꦩꦸꦭꦆ꧉
13 13 | ꦥꦼꦫꦶꦔꦠꦤ꧀ꦏꦼꦢꦸꦮꦱꦼꦭꦩꦥꦼꦂꦗꦭꦤꦤ꧀꧈
14 14 | ꦥꦼꦂꦏꦠꦄꦤ꧀ꦪꦁꦩꦼꦚꦏꦶꦠ꧀ꦏꦤ꧀꧈
15 15 | ꦄꦥꦪꦁꦠꦼꦂꦗꦢꦶ?
16 16 | ꦏꦼꦧꦼꦂꦱꦩꦄꦤ꧀ꦢꦤ꧀ꦏꦼꦩ꧀ꦧꦭꦶꦥꦸꦭꦁ꧉
17 17 | ꦏꦶꦱꦃꦚꦧꦼꦭꦸꦩ꧀ꦱꦼꦊꦱꦆ꧉
18 18 | ꦏꦼꦆꦔꦶꦤꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦂꦱꦩ꧀ꦥꦆꦏꦤ꧀꧈
19 19 | ꦄꦢꦄꦥꦢꦼꦔꦤ꧀ꦱꦶꦠꦸꦮꦱꦶꦆꦤꦶ꧉
20 20 | ꦩꦶꦠꦺꦴꦱ꧀ꦄꦠꦈꦥ꦳ꦏ꧀ꦠ꧈ꦏꦶꦠꦧꦸꦏ꧀ꦠꦶꦏꦤ꧀꧈
21 21 | ꦕꦼꦫꦶꦠꦪꦁꦧꦼꦭꦸꦩ꧀ꦠꦸꦤ꧀ꦠꦱ꧀꧈
22 22 | ꦩꦼꦭꦶꦧꦠ꧀ꦏꦤ꧀ꦠꦤ꧀ꦥꦧꦼꦫꦸꦱꦲ꧉
23 23 | ꦠꦶꦢꦏ꧀ꦄꦢꦪꦁꦠꦶꦢꦏ꧀ꦧꦶꦱ꧉
24 24 | ꦠꦼꦩ꧀ꦥꦠ꧀ꦪꦁꦠꦏ꧀ꦥꦼꦂꦤꦃꦢꦶꦏꦸꦚ꧀ꦗꦸꦔꦶ꧉
25 25 | ꦏꦼꦱꦭꦃꦥꦲꦲꦩꦤ꧀ꦪꦁꦩꦼꦚꦶꦏ꧀ꦱ꧉
26 26 | ꦄꦮꦭ꧀ꦪꦁꦧꦆꦏ꧀ꦱꦼꦥꦼꦂꦠꦶꦧꦸꦔ꧉
27 27 | ꦢꦼꦱꦩꦠꦲꦫꦶꦠꦼꦂꦧꦼꦤꦩ꧀꧈
28 28 | ꦱꦾꦫꦠ꧀ꦏꦼꦱꦭꦲꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦫꦸꦱ꧀ꦠꦼꦫꦸꦭꦔꦶ꧉
29 29 | ꦮꦤꦶꦠꦧꦼꦂꦱꦼꦊꦤ꧀ꦢꦁꦩꦼꦫꦃ꧉
30 30 | ꦱꦼꦩꦸꦮꦚꦧꦼꦫꦏ꦳ꦶꦂꦱꦄꦠ꧀ꦆꦠꦸ꧉
Episodes

Updated 30 Episodes

1
01 | ꦭꦶꦧꦸꦫꦤ꧀ꦩꦸꦱꦶꦩ꧀ꦥꦤꦱ꧀꧈
2
02 | ꦥꦼꦂꦠꦩꦏꦭꦶꦢꦶꦏꦩꦂꦩꦤ꧀ꦢꦶ꧉
3
03 | ꦊꦉꦁꦢꦶꦧꦮꦃꦒꦸꦤꦸꦁꦩꦼꦫꦃ꧉
4
04 | ꦩꦭꦩ꧀ꦠꦤ꧀ꦥꦧꦸꦭꦤ꧀ꦧꦶꦤ꧀ꦠꦁ꧉
5
05 | ꦭꦫꦔꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦂꦥꦠꦃꦏꦤ꧀꧈
6
06 | ꦱꦼꦫꦁꦏꦆꦪꦤ꧀ꦩꦶꦱ꧀ꦠꦼꦫꦶꦠꦼꦫꦸꦁꦏꦥ꧀꧈
7
07 | ꦏꦼꦧꦼꦤꦫꦤ꧀ꦢꦤ꧀ꦱꦼꦩꦸꦮꦚꦱꦼꦊꦱꦆ꧉
8
08 | ꦠꦼꦫꦶꦪꦏꦤ꧀ꦪꦁꦏꦼꦩ꧀ꦧꦭꦶꦢꦶꦢꦼꦔꦂ꧉
9
09 | ꦥꦼꦂꦩꦸꦭꦄꦤ꧀ꦢꦼꦔꦤ꧀ꦱꦼꦧꦸꦮꦃꦄꦚ꧀ꦕꦩꦤ꧀꧈
10
10 | ꦏꦭꦶꦩꦠ꧀ꦱꦼꦢꦼꦂꦲꦤꦪꦁꦧꦼꦂꦧꦼꦢ꧉
11
11 | ꦠꦔꦶꦱꦤ꧀ꦱꦼꦱꦼꦎꦫꦁꦢꦶꦧꦮꦃꦥꦺꦴꦲꦺꦴꦤ꧀꧈
12
12 | ꦉꦚ꧀ꦕꦤꦥꦼꦔꦶꦱꦶꦪꦤ꧀ꦮꦏ꧀ꦠꦸꦢꦶꦩꦸꦭꦆ꧉
13
13 | ꦥꦼꦫꦶꦔꦠꦤ꧀ꦏꦼꦢꦸꦮꦱꦼꦭꦩꦥꦼꦂꦗꦭꦤꦤ꧀꧈
14
14 | ꦥꦼꦂꦏꦠꦄꦤ꧀ꦪꦁꦩꦼꦚꦏꦶꦠ꧀ꦏꦤ꧀꧈
15
15 | ꦄꦥꦪꦁꦠꦼꦂꦗꦢꦶ?
16
16 | ꦏꦼꦧꦼꦂꦱꦩꦄꦤ꧀ꦢꦤ꧀ꦏꦼꦩ꧀ꦧꦭꦶꦥꦸꦭꦁ꧉
17
17 | ꦏꦶꦱꦃꦚꦧꦼꦭꦸꦩ꧀ꦱꦼꦊꦱꦆ꧉
18
18 | ꦏꦼꦆꦔꦶꦤꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦂꦱꦩ꧀ꦥꦆꦏꦤ꧀꧈
19
19 | ꦄꦢꦄꦥꦢꦼꦔꦤ꧀ꦱꦶꦠꦸꦮꦱꦶꦆꦤꦶ꧉
20
20 | ꦩꦶꦠꦺꦴꦱ꧀ꦄꦠꦈꦥ꦳ꦏ꧀ꦠ꧈ꦏꦶꦠꦧꦸꦏ꧀ꦠꦶꦏꦤ꧀꧈
21
21 | ꦕꦼꦫꦶꦠꦪꦁꦧꦼꦭꦸꦩ꧀ꦠꦸꦤ꧀ꦠꦱ꧀꧈
22
22 | ꦩꦼꦭꦶꦧꦠ꧀ꦏꦤ꧀ꦠꦤ꧀ꦥꦧꦼꦫꦸꦱꦲ꧉
23
23 | ꦠꦶꦢꦏ꧀ꦄꦢꦪꦁꦠꦶꦢꦏ꧀ꦧꦶꦱ꧉
24
24 | ꦠꦼꦩ꧀ꦥꦠ꧀ꦪꦁꦠꦏ꧀ꦥꦼꦂꦤꦃꦢꦶꦏꦸꦚ꧀ꦗꦸꦔꦶ꧉
25
25 | ꦏꦼꦱꦭꦃꦥꦲꦲꦩꦤ꧀ꦪꦁꦩꦼꦚꦶꦏ꧀ꦱ꧉
26
26 | ꦄꦮꦭ꧀ꦪꦁꦧꦆꦏ꧀ꦱꦼꦥꦼꦂꦠꦶꦧꦸꦔ꧉
27
27 | ꦢꦼꦱꦩꦠꦲꦫꦶꦠꦼꦂꦧꦼꦤꦩ꧀꧈
28
28 | ꦱꦾꦫꦠ꧀ꦏꦼꦱꦭꦲꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦫꦸꦱ꧀ꦠꦼꦫꦸꦭꦔꦶ꧉
29
29 | ꦮꦤꦶꦠꦧꦼꦂꦱꦼꦊꦤ꧀ꦢꦁꦩꦼꦫꦃ꧉
30
30 | ꦱꦼꦩꦸꦮꦚꦧꦼꦫꦏ꦳ꦶꦂꦱꦄꦠ꧀ꦆꦠꦸ꧉

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!