Kesepuluh anak remaja itu tak menyangka jika mereka akan menghabiskan waktu bermain bersama seorang arwah cantik. Namun dibalik pertemuan memang terdapat perpisahan karena semakin dilihat Yuna menjadi tembus pandang seperti angin.
"Aneh banget si Yuna, kemana dia ilang coba? Apa jangan-jangan dia mau balik kealamnya kali yak?." Stella bertanya-tanya memberikan pendapat yang dapat dicerna.
"Menurut gue juga gitu. Ucapan Cece waktu itu, walaupun gak meyakinkan tapi tetep masuk akal kan kalo si Yuna emang masih ada di dunia karena sesuatu." timpal Raina.
"Apa dia pengin bales dendam?." respon Bima terlalu cepat membuat kesimpulan. Lagian perempuan itu seperti tidak memiliki tanda-tanda ingin membalas dendam.
———
Kazea berlalu pergi saat ia tidak bisa pergi bersama kakak-kakaknya mencari tahu mengapa Yuna pergi begitu saja. Gadis itu harus kerja kelompok bersama Sinta dirumah teman mereka yang lain. Jadi hanya kesembilan anak yang tengah mencari tahu tentang artikel, surat lama, ataupun cerita-cerita yang masih tersimpan.
"Zaa, si Yuna kemana si? Gak keliatan udah dua hari. Aneh gak si menurut lo?." Zafran berdehem mendengar pertanyaan Reyhan.
"Lho kalian?." Ghina terkejut melihat anak-anaknya berada di taman tengah bersantai. Mereka menyapa Ghina yang sedang membahas bisnis bersama Meila.
"Yasudah kami pergi dulu, kalian dilanjut." ucap Ghina berlalu pergi dengan Meila dimana klien mereka adalah seorang pria.
"Duh mendung lagi. Kerumah Zea aja yuk." ajak Maudi melihat langit dan berusul ide karena jarak taman dan rumah Zafran yang tidak terlalu jauh. Mereka mengangguk.
Dirumah ternyata ada Haris, Candra, Revan, Damian, Edward dan Galang ternyata sedang bertamu. "Papa?." para anak-anak kaget karena mendapati ayah mereka berada dirumah Zafran.
"Kalian ngapain disini?." tanya Stella.
"Ah kami? Mengunjungi Zahra." sahut Candra lebih dulu karena pria itu cukup humoris dan akrab jika bergabung obrolan.
"Kalian semua masuk cepetan! Gak liat diluar ada petir?!." marah wanita itu.
Diluar dugaan Zahra jika ternyata pria-pria itu mengakrabkan diri bersama anak-anak yang terlihat sulit. Wanita itu memikirkan Kazea yang belum juga pulang kerumah. "YUNAA!!." teriak Reyhan memanggil perempuan itu yang langsung dibekap Stella. Mereka berada di ruang keluarga.
"Siapa Yuna?." tanya Zahra menyelidik membawakan minuman diatas nampan.
Mereka menatap Reyhan tajam. "Ah? enggak Tan." sahut Bima tersenyum ramah.
"Wah namanya sama kayak adik kamu itu lho Ra." Revan berceletuk pada Zahra yang langsung mendapat tatapan tajam. Pria itu beringsut mundur bersembunyi dibalik punggung Edward yang datar.
"Adik? Mama punya adik?!." Kazea datang dengan daun pisang di tangannya. Zahra menatap tajam putrinya yang basah kuyup. Wanita itu menggiring anaknya masuk.
Selesai membersihkan diri, Kazea ikut bergabung dengan orangtua dan kakak-kakaknya yang terlihat serius. "Maaa, Mama punya adik? Kok aku gak tau." tanya Kazea duduk disamping Zahra.
"Bukan adik beneran kok Ze. Tapi adik angkat anak kuliahan dulu, dari jaman esempe, Mama kamu udah nganggep anak kuliahan itu adik. Tapi keberadaannya gak ada yang tau, bahkan sampai sekarang." jelas Candra memperjelas ucapan Revan.
"Oh ya? Namanya siapa?." tanya Kazea.
"Yuna Velicia." mereka semua mematung me dengarnya. Itulah yang sedang mereka selidiki, tapi apakah orang yang sama. Kazea bergegas mengambil coretan gambar di kamarnya lalu menunjukkan gambarnya.
"Apa ini orangnya?." tanya Kazea.
Revan mengangguk antusias. "Bener! Kok kamu tau?." tanya pria itu menyelidiki.
"Sektsa itu sangat mirip, kamu yang menggambar?." tanya Damian diangguki Kazea yang memang suka menggambar.
▪ ▪ ▪
Kazea menceritakkan apa yang terjadi dan lagi-lagi Zahra terbawa suasana. "Lihat Zahra? Tolong berikan buku itu pada kami." ucap Edward memohon, padahal pria itu terkenal dingin dan jarang berbicara. Wanita itu mematung sejenak menatap Zafran dan Kazea yang tersenyum.
"Sudah tahu bahaya! Untuk apa kalian menginginkannya? Lagipula aku udah bakar buku itu lama." ucap Zahra tetap ketus. Wanita itu tetap berpegang teguh pada pendiriannya. Jika tidak tetaplah tidak.
"Kalian mbahas apasih? Emang ada buku yang bahaya? Perasaan Cece baca kayak gitu setiap hari." ucapan Bima seperti menyindir yang memang sangat benar. Para orangtua terdiam sejenak menyadari.
"Tolong Za, kami ingin tahu apa yang terjadi saat itu dan pada Andrian... Kami sangat membutuhkannya penasaran." kini Damian ikut menimpali ucapan Edward barusan.
"Ah udahlah! Kalian ini emang keras kepala!." Zahra bangkit dan pergi ke kamarnya. Beberapa menit kemudian ia keluar dengan sebuah buku di tangannya.
"Nih bukunya." ketus Zahra.
Haris segera mengambilnya."Apa masih tersegel Har?." tanya Damian diangguki pria itu. Para anak-anak hanya memperhatikan apa yang akan diperbuat laki-laki pria itu.
"Kalian liat apas-"
Ucapan Kazea terhenti saat melihat buku tersebut. Ternyata ada foto seseorang yang menjadi tempelan di album keluarganya. "Papa?." gumamnya senang melihatnya.
"Hay kalian." Yuna tiba-tiba muncul di antara mereka semua yang kini terkejut.
"Astaga naga bonang! Yuna lo darimana aja sih? Lama bener gak muncul." Yuna tertawa melihat betapa kesalnya anak-anak itu.
"Hei kalian!! Lagi ngobrol sama siapa?!." tanya Zahra aneh pasalnya tidak ada nama yang sesuai dengan panggilan Reyhan tadi.
"Lho kakak ini?." gumam Yuna.
"Kak Zaraa!!." Maudi memeluk Zahra seakan sudah lama mengenal yang mana wanita itu tersentak lama karenanya. Maudi kesurupan Yuna karena melamun.
"Itu Yuna Ma, adik Mama yang udah gak ada." jelas Kazea dari posisi duduknya memberitahu Mamanya yang terheran. Zahra memeluk Yuna penuh kerinduan.
"Akhirnya ketemu ya Kak, duh maaf ya gak bisa nepatin janji waktu itu. Aku udah gak ada." jelasnya pada Zahra yang menggelengkan kepalanya tak apa. Sedangkan para pria tengah membuka buku peninggalan Andrian itu misteri.
Tak berselang lama Maudi pingsan dengan perpisahan Yuna yang dramatis. Namun kesepuluh anak tersebut juga sudah tidak melihat Yuna saat perpisahan itu terjadi. Mungkin itulah yang ingin dilakukan Yuna sebelum pergi dengan mengucapkan kata maaf pada kakak angkatnya yaitu Zahra.
Bukan balas dendam atau semacamnya.
WOOOSHHH!!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments