06 | ꦱꦼꦫꦁꦏꦆꦪꦤ꧀ꦩꦶꦱ꧀ꦠꦼꦫꦶꦠꦼꦫꦸꦁꦏꦥ꧀꧈

Puji syukur pada Tuhan yang memberi kami kehidupan. Sembilan anak remaja itu berhasil keluar dan kini tengah berjalan kembali kearah rumah sewa. "Pak RT tuh!!." celetuk Reyhan mengomentari pria tersebut karena ketika mereka bersusah payah bertahan hidup, bapak-bapak satu itu malah enak sembari mengopi di warung depan.

"Wah pagi pak RT, enak ya ngopinya." Stella sebenarnya menyindir, para warga menatap mereka tajam. Berbeda dengan Pak RT yang tersenyum.

"Berkah Tuhan kalian bisa keluar, sudah seminggu kalian menghilang." ucap Pak RT yang kini menampilkan raut wajah khawatir sekaligus senang. Mereka tidak menjawab dan permisi pergi.

"Beresin barang-barang kalian. Kita pergi setelah selesai, masalah urusan nyetir gak jadi masalah, yang penting cepet pergi dari sini." Gilang mengintruksi karena sejak awal kedatangannya memang ada yang aneh di Desa tersebut, namun tak ingin berprasangka berlebihan yang malah menjadi boomerang bagi mereka.

———

"Pak RT kami pamit pergi akan kembali ke Kota." Chika berucap pamitan, warga sekitar juga mendekati mereka. Pria itu tersenyum lalu menepuk keningnya.

"Oh bapak lupa! Istri bapak udah bikin kue, dan bapak pikir terlalu cepat karena kalian janji sewa selama dua minggu bukan." jelas Pak RT.

"Ah enggak papa Pak, kami ada urusan mendadak jadi harus pergi." tentu saja Raina ingin mereka segera pergi tanpa membahas tersesatnya mereka di hutan.

"Yasudah, tapi mampir dulu ya." mereka semua menganggguk setuju menyelidik.

Tidak ada yang aneh, istri Pak RT juga terlihat ramah dengan perut yang membuncit. Wanita itu sedang mengandung umur enam bulan katanya. "Wah makasih bu kuenya, repot-repot." Bima mengambil setelah berbicara.

"Gakpapa masih ada banyak kok, ayo di makan lagi." ucap istri Pak RT.

Tiba-tiba pintu rumah terkunci rapat dengan jendela yang ikut tertutup. Stella yang kaget spontan berteriak. "Aaakkhhh?! Kenapa di tutup sih!." kesal gadis itu menarik lengan Raina.

Dari pintu belakang terdapat seorang para warga yang masuk. "Tugasmu selesai Man!." Pak RT menundukkan kepalanya saat melihat para warga datang, rumah itu memang cukup besar untuk di masuki para warga.

"Rasa kuenya enak bukan?." tanya para warga, mulut mereka berubah hitam dan sobek. Mereka menyeringai menatap anak remaja di depan mereka.

Bima yang terlalu banyak makan kini merasakan efeknya, pusing hingga tak berselang lama kemudian cowok itu pingsan."Hahahaha!!." teriak para warga semakin menggelegar di rumah itu. Kesembilan anak tersebut kini tidak sadarkan diri karena makanan itu.

Cahaya sinar keoranyean membangunkan Zafran yang masih merasakan pusing di kepalanya. Cowok itu ingin bangkit namun ia merasakan jika kedua tangannya di ikat kebelakang. "Udah bangun Za." Reyhan menatap sendu para sahabatnya. Cowok itu memang tidak menangis, namun merasa muak dengan keadaannya.

Mereka di kurung dan di ikat di sebuah kayu yang di jadikan jeruji besi. Mereka melihat kearah depan dimana Bima tengah di ikat di sebuah tiang dengan api menyala di bawahnya. "BIMAA BANGUNNN!!." teriak mereka semua.

"Mustahil, dia tidak akan kembali." suara itu, mereka jelas mengenalinya. Pak RT berada di jeruji kayu yang sama dengan mereka di belakang. Pria itu mendesah putus asa karena ulahnya.

"P-pak RT! Ini semua gara-gara bapak!! Apa yang ingin kalian lakukan pada kami hah?!." teriak Gilang kesetanan. Tentu saja ia sama muaknya dengan Reyhan. Hari semakin larut yang berarti mereka akan tamat saat itu juga.

▪ ▪ ▪

"Bapak bukan asli Desa ini dan bukan juga seorang kepala Desa. Bapak sama seperti kalian, orang Kota yang terjebak di sini karena bapak mencari putri bapak yang hilang tujuh tahun lalu."

"Bapak ngelakuin itu semua atas perintah warga Desa, dan dengan begitu mereka akan memberitahukan putri bapak. Tapi nampaknya,"

"Semuanya sia-sia." jelas pria itu.

"Trus dengan bapak cerita ke kita bakal belas kasihan ke bapak yang udah ngejebak kita hah?!." kesal Stella marah.

"Mereka mau ngapain Bima?." tanya Raidan berusaha mengontrol emosinya.

"Malam nanti adalah bulan purnama, teman kalian akan di korbankan sebagai kehidupan maju di Desa ini." jelasnya. Mereka semua membelalakan matanya tak percaya berharap Bima segera bangun. Apa cowok itu tidak merasa kepanasan di dekat api.

Waktu semakin berlalu, para warga duduk melingkar di dekat api. Mereka bersila dan mulai merapal mantra, warga Desa yang tadinya manusia sekarang terlihat wujud asli mereka, mengerikan dan membuat mual.

"BIMAAA MAKAN!!." teriak Maudi.

Cara itu berhasil, cowok itu terbangun dan melihat jika ia di ikat dengan sebuah api di depannya. "Aaaaa! T-tolongin gueeee!!." teriaknya.

Wuushhh!!!

TERIMALAH PERSEMBAHAN KAMI!

PUJI NYAI WELISS!!

PUJI NYAI WELISS!!

PUJI NYAI WELISS!!

Wuushhh!!!

Kwakkk!!

Brakkk!!

Api tersebut padam saat kawanan burung gagak menyerbu para warga yang berwujud asli siluman. Seorang wanita yang di puji itu menduduki singgahsananya. "TENANGLAH WAHAI KAUM RAKYAT LELEMBUTKU!!." ucapnya memutar tubuhnya.

"PERSEMBAHAN KALIAN AKU TERIMA DAN ABADILAH KITA SEMUA!! HAHAHAHA!!." para siluman warga yang tadinya kalang-kabut sekarang menyembah dan menundukkan kepalanya ketanah. Mereka semua tertawa karena mendapat keabadian tersebut.

Bima merasakan panas di tubuhnya. Ia merasakan jika badannya akan meledak, namun sebelum itu ia mengingat wajah kedua orangtuanya dan melihat kearah kedelapan sahabatnya yang menatapnya khawatir. "HENTIKAN WELIS!!." suara itu adalah genderuwo.

Sosok bertubuh besar, hitam nan tinggi itu berubah menjadi perempuan yang sudah Zafran lihat sebelumnya. "Kau terlalu haus kekuasaan saudaraku." ucapnya membuat Zafran beroh-ria jika itulah jawaban atas keingintahuannya.

Brakkk!!!

"SIAPA KAU BERANI-BERANINYA MASUK KEDALAM WILAYAH KEKUASAANKU!! AKU ADALAH WELISSS!! SI RATU LELEMBUT!! HAHAHAHA!!." tawanya melengking.

Woooshhh!!!

Slinggg!

Slinggg!

BOOMM!!!

Pertarungan antar saudara lelembut itu tidak terelakkan. "JANGANN!!." Welis menjadikan Sudirman sebagai tameng. Welas—wanita itu turun dari terbangnya dan menghampiri Sudirman yang terbatuk-batuk. Welis memberikan serangan lanjutan yang tentu tidak bisa di tangkis Welas karena melindungi Sudirman. Namun wanita itu sempat membuka jeruji kayu buatan itu.

"SEKARANG ANAK PEMBERANII!!."

Episodes
1 01 | ꦭꦶꦧꦸꦫꦤ꧀ꦩꦸꦱꦶꦩ꧀ꦥꦤꦱ꧀꧈
2 02 | ꦥꦼꦂꦠꦩꦏꦭꦶꦢꦶꦏꦩꦂꦩꦤ꧀ꦢꦶ꧉
3 03 | ꦊꦉꦁꦢꦶꦧꦮꦃꦒꦸꦤꦸꦁꦩꦼꦫꦃ꧉
4 04 | ꦩꦭꦩ꧀ꦠꦤ꧀ꦥꦧꦸꦭꦤ꧀ꦧꦶꦤ꧀ꦠꦁ꧉
5 05 | ꦭꦫꦔꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦂꦥꦠꦃꦏꦤ꧀꧈
6 06 | ꦱꦼꦫꦁꦏꦆꦪꦤ꧀ꦩꦶꦱ꧀ꦠꦼꦫꦶꦠꦼꦫꦸꦁꦏꦥ꧀꧈
7 07 | ꦏꦼꦧꦼꦤꦫꦤ꧀ꦢꦤ꧀ꦱꦼꦩꦸꦮꦚꦱꦼꦊꦱꦆ꧉
8 08 | ꦠꦼꦫꦶꦪꦏꦤ꧀ꦪꦁꦏꦼꦩ꧀ꦧꦭꦶꦢꦶꦢꦼꦔꦂ꧉
9 09 | ꦥꦼꦂꦩꦸꦭꦄꦤ꧀ꦢꦼꦔꦤ꧀ꦱꦼꦧꦸꦮꦃꦄꦚ꧀ꦕꦩꦤ꧀꧈
10 10 | ꦏꦭꦶꦩꦠ꧀ꦱꦼꦢꦼꦂꦲꦤꦪꦁꦧꦼꦂꦧꦼꦢ꧉
11 11 | ꦠꦔꦶꦱꦤ꧀ꦱꦼꦱꦼꦎꦫꦁꦢꦶꦧꦮꦃꦥꦺꦴꦲꦺꦴꦤ꧀꧈
12 12 | ꦉꦚ꧀ꦕꦤꦥꦼꦔꦶꦱꦶꦪꦤ꧀ꦮꦏ꧀ꦠꦸꦢꦶꦩꦸꦭꦆ꧉
13 13 | ꦥꦼꦫꦶꦔꦠꦤ꧀ꦏꦼꦢꦸꦮꦱꦼꦭꦩꦥꦼꦂꦗꦭꦤꦤ꧀꧈
14 14 | ꦥꦼꦂꦏꦠꦄꦤ꧀ꦪꦁꦩꦼꦚꦏꦶꦠ꧀ꦏꦤ꧀꧈
15 15 | ꦄꦥꦪꦁꦠꦼꦂꦗꦢꦶ?
16 16 | ꦏꦼꦧꦼꦂꦱꦩꦄꦤ꧀ꦢꦤ꧀ꦏꦼꦩ꧀ꦧꦭꦶꦥꦸꦭꦁ꧉
17 17 | ꦏꦶꦱꦃꦚꦧꦼꦭꦸꦩ꧀ꦱꦼꦊꦱꦆ꧉
18 18 | ꦏꦼꦆꦔꦶꦤꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦂꦱꦩ꧀ꦥꦆꦏꦤ꧀꧈
19 19 | ꦄꦢꦄꦥꦢꦼꦔꦤ꧀ꦱꦶꦠꦸꦮꦱꦶꦆꦤꦶ꧉
20 20 | ꦩꦶꦠꦺꦴꦱ꧀ꦄꦠꦈꦥ꦳ꦏ꧀ꦠ꧈ꦏꦶꦠꦧꦸꦏ꧀ꦠꦶꦏꦤ꧀꧈
21 21 | ꦕꦼꦫꦶꦠꦪꦁꦧꦼꦭꦸꦩ꧀ꦠꦸꦤ꧀ꦠꦱ꧀꧈
22 22 | ꦩꦼꦭꦶꦧꦠ꧀ꦏꦤ꧀ꦠꦤ꧀ꦥꦧꦼꦫꦸꦱꦲ꧉
23 23 | ꦠꦶꦢꦏ꧀ꦄꦢꦪꦁꦠꦶꦢꦏ꧀ꦧꦶꦱ꧉
24 24 | ꦠꦼꦩ꧀ꦥꦠ꧀ꦪꦁꦠꦏ꧀ꦥꦼꦂꦤꦃꦢꦶꦏꦸꦚ꧀ꦗꦸꦔꦶ꧉
25 25 | ꦏꦼꦱꦭꦃꦥꦲꦲꦩꦤ꧀ꦪꦁꦩꦼꦚꦶꦏ꧀ꦱ꧉
26 26 | ꦄꦮꦭ꧀ꦪꦁꦧꦆꦏ꧀ꦱꦼꦥꦼꦂꦠꦶꦧꦸꦔ꧉
27 27 | ꦢꦼꦱꦩꦠꦲꦫꦶꦠꦼꦂꦧꦼꦤꦩ꧀꧈
28 28 | ꦱꦾꦫꦠ꧀ꦏꦼꦱꦭꦲꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦫꦸꦱ꧀ꦠꦼꦫꦸꦭꦔꦶ꧉
29 29 | ꦮꦤꦶꦠꦧꦼꦂꦱꦼꦊꦤ꧀ꦢꦁꦩꦼꦫꦃ꧉
30 30 | ꦱꦼꦩꦸꦮꦚꦧꦼꦫꦏ꦳ꦶꦂꦱꦄꦠ꧀ꦆꦠꦸ꧉
Episodes

Updated 30 Episodes

1
01 | ꦭꦶꦧꦸꦫꦤ꧀ꦩꦸꦱꦶꦩ꧀ꦥꦤꦱ꧀꧈
2
02 | ꦥꦼꦂꦠꦩꦏꦭꦶꦢꦶꦏꦩꦂꦩꦤ꧀ꦢꦶ꧉
3
03 | ꦊꦉꦁꦢꦶꦧꦮꦃꦒꦸꦤꦸꦁꦩꦼꦫꦃ꧉
4
04 | ꦩꦭꦩ꧀ꦠꦤ꧀ꦥꦧꦸꦭꦤ꧀ꦧꦶꦤ꧀ꦠꦁ꧉
5
05 | ꦭꦫꦔꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦂꦥꦠꦃꦏꦤ꧀꧈
6
06 | ꦱꦼꦫꦁꦏꦆꦪꦤ꧀ꦩꦶꦱ꧀ꦠꦼꦫꦶꦠꦼꦫꦸꦁꦏꦥ꧀꧈
7
07 | ꦏꦼꦧꦼꦤꦫꦤ꧀ꦢꦤ꧀ꦱꦼꦩꦸꦮꦚꦱꦼꦊꦱꦆ꧉
8
08 | ꦠꦼꦫꦶꦪꦏꦤ꧀ꦪꦁꦏꦼꦩ꧀ꦧꦭꦶꦢꦶꦢꦼꦔꦂ꧉
9
09 | ꦥꦼꦂꦩꦸꦭꦄꦤ꧀ꦢꦼꦔꦤ꧀ꦱꦼꦧꦸꦮꦃꦄꦚ꧀ꦕꦩꦤ꧀꧈
10
10 | ꦏꦭꦶꦩꦠ꧀ꦱꦼꦢꦼꦂꦲꦤꦪꦁꦧꦼꦂꦧꦼꦢ꧉
11
11 | ꦠꦔꦶꦱꦤ꧀ꦱꦼꦱꦼꦎꦫꦁꦢꦶꦧꦮꦃꦥꦺꦴꦲꦺꦴꦤ꧀꧈
12
12 | ꦉꦚ꧀ꦕꦤꦥꦼꦔꦶꦱꦶꦪꦤ꧀ꦮꦏ꧀ꦠꦸꦢꦶꦩꦸꦭꦆ꧉
13
13 | ꦥꦼꦫꦶꦔꦠꦤ꧀ꦏꦼꦢꦸꦮꦱꦼꦭꦩꦥꦼꦂꦗꦭꦤꦤ꧀꧈
14
14 | ꦥꦼꦂꦏꦠꦄꦤ꧀ꦪꦁꦩꦼꦚꦏꦶꦠ꧀ꦏꦤ꧀꧈
15
15 | ꦄꦥꦪꦁꦠꦼꦂꦗꦢꦶ?
16
16 | ꦏꦼꦧꦼꦂꦱꦩꦄꦤ꧀ꦢꦤ꧀ꦏꦼꦩ꧀ꦧꦭꦶꦥꦸꦭꦁ꧉
17
17 | ꦏꦶꦱꦃꦚꦧꦼꦭꦸꦩ꧀ꦱꦼꦊꦱꦆ꧉
18
18 | ꦏꦼꦆꦔꦶꦤꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦂꦱꦩ꧀ꦥꦆꦏꦤ꧀꧈
19
19 | ꦄꦢꦄꦥꦢꦼꦔꦤ꧀ꦱꦶꦠꦸꦮꦱꦶꦆꦤꦶ꧉
20
20 | ꦩꦶꦠꦺꦴꦱ꧀ꦄꦠꦈꦥ꦳ꦏ꧀ꦠ꧈ꦏꦶꦠꦧꦸꦏ꧀ꦠꦶꦏꦤ꧀꧈
21
21 | ꦕꦼꦫꦶꦠꦪꦁꦧꦼꦭꦸꦩ꧀ꦠꦸꦤ꧀ꦠꦱ꧀꧈
22
22 | ꦩꦼꦭꦶꦧꦠ꧀ꦏꦤ꧀ꦠꦤ꧀ꦥꦧꦼꦫꦸꦱꦲ꧉
23
23 | ꦠꦶꦢꦏ꧀ꦄꦢꦪꦁꦠꦶꦢꦏ꧀ꦧꦶꦱ꧉
24
24 | ꦠꦼꦩ꧀ꦥꦠ꧀ꦪꦁꦠꦏ꧀ꦥꦼꦂꦤꦃꦢꦶꦏꦸꦚ꧀ꦗꦸꦔꦶ꧉
25
25 | ꦏꦼꦱꦭꦃꦥꦲꦲꦩꦤ꧀ꦪꦁꦩꦼꦚꦶꦏ꧀ꦱ꧉
26
26 | ꦄꦮꦭ꧀ꦪꦁꦧꦆꦏ꧀ꦱꦼꦥꦼꦂꦠꦶꦧꦸꦔ꧉
27
27 | ꦢꦼꦱꦩꦠꦲꦫꦶꦠꦼꦂꦧꦼꦤꦩ꧀꧈
28
28 | ꦱꦾꦫꦠ꧀ꦏꦼꦱꦭꦲꦤ꧀ꦪꦁꦠꦼꦫꦸꦱ꧀ꦠꦼꦫꦸꦭꦔꦶ꧉
29
29 | ꦮꦤꦶꦠꦧꦼꦂꦱꦼꦊꦤ꧀ꦢꦁꦩꦼꦫꦃ꧉
30
30 | ꦱꦼꦩꦸꦮꦚꦧꦼꦫꦏ꦳ꦶꦂꦱꦄꦠ꧀ꦆꦠꦸ꧉

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!