“San, kamu ...” Ibu Sandra mengira jika putrinya itu hamil.
“Ibu, kami hanya tinggal serumah.” Sandra menjelaskan.
“Tapi tadi mama lihat kalian tidur di ranjang yang sama,” ucap Anita. “Evan kamu sudah bikin bunting anak orang.”
“Jadi Sandra beneran hamil?” Ibu Sandra shock. Ia harus bilang apa ke suaminya. Dan apa yang terjadi pada Evan jika suaminya tahu anak gadisnya hamil duluan sebelum menikah.
“Nggak, Bu. Evan nggak ngapa-ngapain Sandra.” Sandra menjelaskan.
“Yang Sandra bilang itu benar Ibu.” Evan juga berbicara.
“Tapi kenapa kalian tinggal serumah dan tidur sekamar?” tanya ibu Sandra.
Sandra melihat Evan. Apa aku harus menjelaskan hal-hal mistis dan hal-hal non mistis ke mama kak Evan dan Ibu?
Evan tahu arti pandangan Sandra. “Evan meminta Sandra untuk bekerja di perusahaan Evan, Ma, Bu. Supaya tidak kejauhan dari kantor, Evan yang meminta Sandra tinggal di sini.” Perkataan yang separonya benar dan separonya lagi bohong.
“Itu benar, Bu.” Sandra mengiyakan. Ia juga bingung harus beralasan apa. Ia merasa alasan Evan lebih masuk akal.
Baik Anita dan Ibu Sandra merasa lega. Tidak terjadi apa-apa di antara mereka berdua.
“Tapi kalian harua secepatnya menikah. Laki-laki dan perempuan tinggal dalam satu rumah, kalian tahu apa yang bisa terjadi.” Anita sebenarnya ingin cepat-cepat punya cucu.
“Tapi Sandra mau selesaiin kuliahnya dulu Ma,” ujar Evan. Walaupun ia juga ingin secepatnya meresmikan hubungan mereka karena ia takut Sandra diambil orang.
“Setelah menikah Sandra bisa lanjutin kuliahnya.” Anita beralasan lagi. Sekarang Evan mau ngomong apa?
Evan melihat Sandra. Ada yang aneh dari Sandra. Mata Sandra tiba-tiba mengeluarkan darah. Sandra lalu pingsan.
“Sandra ... Sandra ...” Evan berusaha menyadarkan Sandra. Ia cepat-cepat membawa Sandra ke rumah sakit. Tapi dokter juga tidak mengetahui apa penyebabnya. Sandra hanya diinfus.
Apa ini kiriman orang?
“Evan, Mama mau bicara berdua sama kamu,” kata Anita. Ia merasa ada yang Evan sembunyikan.
“Apa yang sebenarnya yang terjadi pada Sandra? Ceritakan semuanya ke mama. Jangan ada yang kamu tutup-tutupi.” Anita meminta penjelasan.
Evan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
“Setelah semua yang terjadi, kamu masih mau bersama Sandra?”
“Mama mau pisahin kami? Evan tidak mau berpisah dari Sandra. Bukannya mama tadi mendesak Evan untuk segera menikahi Sandra.”
“Itu sebelum mama tahu apa yang sebenarnya terjadi.”
“Mama nggak bisa pisahin Evan dari Sandra.”
“Van, pikirkan baik-baik. Hal ini kemungkinan akan terjadi lagi. Wanita di dunia ini bukan cuma Sandra aja.”
“Ma, sampai kapanpun cuma Sandra yang ada di hati Evan. Mama jangan berusaha pisahin Evan dari Sandra.”
“Kamu melawan Mama?”
“Dari Evan kecil sampai Evan dewasa, Evan selalu nurut apa yang mama bilang. Mama bilang A, Evan lakuin A. Mama bilang B, Evan lakuin B. Tapi untuk Sandra, Evan nggak akan menurutinya. Sekarang Evan mau lihat Sandra.” Evan pergi meninggalkan Anita. Ia merasa cukup mendengar pertentangan sang mama.
Maafin Evan, Ma. Kali ini Evan tidak bisa menuruti apa yang mama mau. Sandra butuh Evan terutama saat ini.
Di kamar rawat Sandra.
Evan melihat Sandra yang kejang-kejang di ranjang rumah sakitnya. Evan langsung memanggil dokter. Dokter menyuntikkan obat penenang. Tak lama Sandra terlihat tenang dan tertidur.
Ibu Sandra merasa ada yang aneh dengan putrinya. “Nak Evan jelasin ke Ibu. Apa yang terjadi sama Sandra?”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments