“Ini model rambutnya Park Yeon Jin di The Glory.” Sandra tampak tidak menyukainya. Park Yeon Jin adalah karakter wanita antagonis di drama Korea itu.
“Itu cuma karakter di drama. Gaya rambutnya cocok buatmu. Kak Evan pasti langsung jatuh cinta sama kamu.” Retno tidak mengubah gaya rambut Sandra.
“Gombal.”
Retno menambahkan hair spray di rambut Sandra. “Kalau aku cowok, aku pasti mau jadi pacar kamu. Sayang kita sama-sama cewek.”
Sandra selesai didandani.
Retno mengantarkan Sandra ke tempat kencan buta. Ia tak mau temannya itu berubah pikiran dan membatalkan kencan buta atau digoda pria lain di jalan. “Fighting.” Retno lalu pamit pulang.
“Kamu tidak menungguku?” Sandra berpikir jika kencan butanya itu akan berlangsung singkat.
“Kak Evan itu orangnya gentlemen. Ia pasti antar kamu pulang ke kos. Aku nggak boleh jadi obat nyamuk. Bye.” Retno berlalu.
Sandra masuk ke dalam resto tempat kencan butanya dengan Evan. Sudah ada Evan yang menunggunya. Evan bahkan bangkit berdiri dan menggerakkan kursi supaya Sandra bisa duduk.
“Terima kasih.”
Suasana terasa canggung. Evan terlalu pendiam. Sandra juga ikut diam. Ia jadi bingung harus bicara apa.
“Kamu mau pesan makanan?” Evan melihat menu. Entah kenapa ia tidak bisa menatap Sandra. Pipinya juga terlihat agak bersemu merah. Sepertinya ia menyukai Sandra.
Retno sebenarnya masih berada di dekat mereka. Ia tidak bisa pulang karena mendengar cerita dari mama Evan jika kencan buta Evan selama ini selalu gagal karena Evan terlalu diam dan teman kencannya jadi bosan.
Sandra ikut melihat menu. Ia memesan jus buah naga. Sesekali mata mereka bertatapan tapi Evan langsung membuang mukanya karena malu.
Sandra mengirim pesan ke Retno. Ret, aku mati kutu di sini. Kak Evan terlalu pendiam.
Retno membaca pesan itu dan membalas. Ajak kak Evan ngobrol.
Sandra : Ngobrol apa?
Retno : Apa aja.
Sandra memutar otak. Ia melihat penampilan Evan. Tak ada yang bisa dikomentari dari penampilannya. Tetapi ada satu yang menarik perhatiannya. Gantungan kunci mobil Evan yang ditaruh di meja. “Kak, itu Tony Tony Chopper ya?”
*Tony Tony Chopper adalah salah satu karakter dari manga (komik Jepang) One Piece karya Eichiro Oda.
“Iya.”
“Aku paling suka karakter Zoro. Barusan dibikin live actionnya oleh Netflik kan? Aku sudah nonton season 1 nya. Katanya nanti bakal ada season 2. Seru banget.”
Evan melihat Sandra. Baru kali ini ada teman kencannya yang menyukai One Piece. Banyak yang masih mengira jika komik/kartun itu hanya untuk anak kecil. Padahal jenis komik/kartun itu ada bermacam-macam. Bahkan ada yang ditujukan untuk pembaca dewasa dengan cerita yang lebih kompleks.
“Kakak suka komik atau anime atau live action?” tanya Sandra. Sepertinya ia harus pro aktif kali ini. Evan terlalu pasif. Sandra sebenarnya tidak ingin datang ke kencan buta ini.
Tapi ia juga penasaran dengan Evan yang sepertinya sempurna itu. Jika dilihat hanya dari penampilan saja, Evan itu terbilang tampan. Tapi untuk kepribadiannya Sandra masih harus berkomunikasi lebih banyak.
Apa kak Evan ini sombong? Sepertinya tidak. ia bahkan terlihat malu-malu. Atau ada sesuatu di wajahku? Sandra melihat wajahnya melalui kamera ponsel.
Bersih. Tidak ada apa-apa.
“Aku suka semuanya. Kamu?”
Sandra berusaha terlihat antusias. “Aku suka detektif Conan. Aku lagi marathon nonton anime filmnya. Habis itu anime seriesnya.” Sandra sebenarnya hendak menontonnya jika ia tidak kencan buta hari ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments