Di rumah Evan.
Sandra sedang membuatkan makan malam untuk Evan yang akan pulang ke rumah. Mereka sudah tidak lagi pergi keluar untuk sementara waktu. Sandra juga mengambil cuti kuliah karena para peminat Sally juga mengganggunya di kampus.
Sandra membuat dua lauk. Ayam goreng dan cap jay. Semoga kak Evan suka.
Tak lama kemudian Evan datang. Ia sudah mencium aroma ayam goreng dari pintu depan. Perutnya jadi lapar. Ia menyapa Sandra dan membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.
Sandra dan Evan lalu makan bersama. Setelahnya mereka nonton tv. Sandra duduk berdekatan dengan Evan. Ia menaruh kepalanya di lengan atas Evan. Tak lama kemudian Sandra menguap, menutup matanya dan tertidur.
Evan menggendong Sandra lalu menaruh Sandra di kamar Sandra. Mereka memang tinggal satu rumah tetapi tidur di kamar yang terpisah. Evan akan menunggu sampai pernikahan mereka.
Tengah malam.
Sandra terbangun. Ia merasa takut. Ia keluar dari kamarnya dan mengetok pintu kamar Evan. “Kak, kamu sudah tidur?” tanya Sandra dari depan pintu.
“Belum. Aku masih bangun.” Evan tadi mengerjakan pekerjaaannya sebentar sebelum tidur.
“Kak ...” Sandra merasa ragu.
“Kamu tadi mimpi buruk?”
“Iya.” Sandra sering bermimpi buruk. Kadang ia dikejar makhluk yang menyeramkan atau yang lain. Sandra tak ingin tidur sendiri.
Akhirnya mereka tidur dalam satu ranjang. Sandra lalu tertidur. Begitu juga Evan.
Pagi harinya.
Anita, mama Evan datang ke rumah Evan. Ia langsung masuk ke dalam kamar Evan dan terkejut melihat Evan dan Sandra tidur dalam satu ranjang.
“EVAN!!!” Suara Anita sangat melengking.
Baik Evan dan Sandra langsung terbangun. Mereka masih belum sadar betul.
“Mama tidak pernah mengajarkanmu untuk tidur bersama sebelum menikah. Karena sudah terjadi seperti ini kalian harus segera menikah.” Anita mengira jika Sandra dan Evan sudah melakukannya. Padahal belum.
“Tapi Ma ...” Evan berusaha menjelaskan.
Tapi Anita terus merecoki Evan. “Muka mama mau di taruh di mana kalau Sandra hamil duluan. Mama pasti dicap tidak bisa mendidik kamu.”
“Tapi Ma ,,,” Evan belum bisa memotong perkataan Anita.
Belum juga Anita selesai berbicara masuk telepon di ponsel Sandra dari ibunya. Ia mengangkatnya.
“San, ibu lagi di kos kamu tapi katanya kamu sudah pindah. Pindah ke mana? Kok nggak kabari ibu.”
OMG! Sandra bingung harus berkata apa. Ia memang tidak memberitahu orang tuanya perihal kepindahannya karena ia tinggal di rumah Evan. Dan tinggal bersama laki-laki sebelum menikah adalah big no no. Ayah Sandra sangat konservatif.
Ibu Sandra mendengar suara Anita yang marah-marah. “Kamu di rumah mama Evan?”
“Bukan, Bu. Sandra di rumah Evan.” Sandra mengaku.
“KALIAN TINGGAL SERUMAH?” Giliran ibu Sandra yang terkejut.
“Sandra bisa jelasin, Bu.”
“Ibu mau ke tempatmu.” Ibu Sandra mengira jika Evan yang mengajak putrinya tinggal bersama. Apa di kota besar itu sudah sebebas ini? Kalau ayah dengar pasti marah besar.
Sandra mengirimkan alamat rumah Evan ke ibunya. Ibu Sandra datang sambil membawa hasil panennya. Kedua orang tua Sandra adalah petani sayur organik. Ia membawa dus berisi wortel, kubis, terong, kentang dan sayur lainnya.
Ibu Sandra tiba di rumah Evan. Evan keluar untuk membantu ibu Sandra membawa hasil kebunnya.
“Ibu tak perlu repot-repot.”
Di dalam rumah.
Anita meminta maaf ke ibu Sandra. “Maafkan Evan. Aku juga baru tahu kalau Evan dan Sandra tinggal bersama. Kita harus secepatnya menikahkan mereka.”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments