12 Jangan Berani Ganggu Mama

Evan masuk ke dalam kamar.

Tak lama kemudian tukang kunci datang untuk membetulkan kunci kamar Sandra. Ia membetulkan kunci kamar dengan lincahnya. Dan dengan cepat selesai.

“Terima kasih, Pak.” Sandra mengucapkan terima kasih.

Tukang kunci itu berlalu.

Evan mulai menjelaskan apa yang terjadi. Kenapa Kevin bisa berbuat seperti kemarin. Tentu saja Sandra tidak percaya.

“Sally bisa bunuh orang? Mana mungkin. Itu pasti akal-akalan Kevin. Atau jangan-jangan Kevin cemburu karena kakak mau menikah denganku.”

“Maksudmu Kevin menyukaiku?” Evan tidak percaya.

“Ia melakukan hal kemarin untuk membuat kita putus dan Kevin bisa bersamamu.” Sandra berdeduksi.

“Tapi aku lelaki normal.”

“Kakak memang normal tapi apakah Kevin juga pria normal?”

Evan membatin. Betul juga analisis Sandra. Tapi apa benar Kevin suka sama aku?

Evan merinding. Ia tidak ingin disukai pria. Ia masih normal dan tidak belok.

“Kondisi Sally?” Evan mengalihkan pembicaraan.

“Untungnya kondisi Sally baik-baik saja, Kak. Ini aku mau pasang pita ke Sally. Salah satu pitanya hilang. Sebentar lagi mau selesai jahitnya.” Sandra berkutat dengan mesin jahitnya.

Evan melihat Sally. Tidak ada yang aneh dengan Sally. Ia seperti boneka biasa.

Evan berkata ke Sally. “Apa Sally takut ditinggal mama Sandra? Sally tak perlu takut. Papa Evan ijinin mama Sandra bawa Sally waktu kami menikah nanti. Sally kan anak papa juga.”

Sally terlihat seperti menatap bola mata Evan. Papa? Sally sekarang juga punya papa?

Sally tentu saja hanya diam. Ia cuma boneka di mata Evan. 

Sandra selesai membuat pita untuk Sally. Ia memasangkannya ke kepala Sally. “Anak mama sekarang cantik.”

Sementara itu polisi yang menyelidiki kasus kematian Wally tanpa sengaja mendengar laporan Kevin. Ia mengajak Kevin bicara di satu ruangan.

Kevin menceritakan apa yang terjadi pada dirinya. Memang tidak masuk akal. Tapi polisi itu bertanya ciri-ciri Sally. Dan ciri-ciri Sally sama persis dengan yang dikatakan teman wanita Wally.

Apa ini kebetulan? Tapi apa kami bisa menangkap boneka? Bisa-bisa kami ditertawakan dan jadi bahan lelucon seluruh dunia karena menangkap boneka.

Polisi itu tidak berbuat apa-apa. Tidak ada pasal yang mengatur tentang penangkapan boneka.

...***...

Hubungan Sandra dan Evan membaik. Sandra memang menghabiskan banyak waktunya dengan Evan. Tapi Sally sudah tidak cemburu lagi. Ia mencoba mempercayai janji Evan yang tidak akan meninggalkan dirinya seperti pemiliknya dahulu. 

Tapi bukan namanya Kevin jika ia menyerah. Ia tetap berupaya mengambil Sally. Sekarang pemburu Sally bukan hanya Kevin. Berita jika Sally adalah boneka hidup sudah tersebar ketika Kevin menyebarkan berita itu secara online.

Ada yang menawarkan puluhan juta rupiah bahkan miliar rupiah agar Sandra mau menyerahkan Sally. Tapi Sandra menolak tawaran itu.

Sandra bahkan mulai terganggu. Atas saran Evan, Sandra pindah ke rumahnya. Kos Sandra keamanannya tidak maksimal. Evan takut jika terjadi sesuatu pada Sandra. Evan juga menyewa beberapa bodyguard.

Tetapi tidak hanya gangguan fisik yang mereka terima. Gangguan psikis juga diterima Sandra. Entah mantra apa yang diucapkan, Sandra mulai terlihat lesu dan linglung. Evan mulai cemas. Kadang-kadang Evan berusaha membuat Sandra sadar. Tetapi hanya berlangsung sebentar.

Sepertinya ada yang mengganggu Sandra. Sally tentu saja tidak tinggal diam. Ia lebih kejam dari dukun yang menginginkan dirinya. Ia melempar balik mantra dukun itu dan dukun itu menjadi gila.

Orang yang berani ganggu mama akan Sally ganggu juga.

 

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!