8 Pelet Es Teh

Sandra menangis.

Sally mendengar dan melihat Sandra. Mama sedih. Sally juga sedih.

Retno menelpon. Sandra buru-buru menutupi tubuh polosnya dengan selimut. “SAN! Kamu kasih kak Evan minum apa?” Retno menggebu-gebu.

Sandra bingung. Ia tadi hanya menyajikan es teh untuk Evan. “Apa Kak Evan sakit perut?”

Apa tehnya kadaluarsa? Apa airnya kotor? Harapan Sandra bersama Evan semakin pupus.

“BUKAN! Mamanya kak Evan bilang kalau kak Evan mau menikah sama kamu! Kamu pakai pelet apa?” Retno menggoda Sandra.

“Dan kenapa kamu cuma pakai selimut? Jangan-jangan kamu dan kak Evan ...?” Retno menutup mulutnya. Ia menduga hal itu.

Kami hampir saja ...

“Apa katamu tadi? Kak Evan  mau menikah denganku?” Sandra meragukan pendengarannya, mereka baru saja bertemu kemarin malam dan hari ini. Hanya dua kali saja mereka bertemu.

“Kamu boong ya?”

“Aku jujur sejujur jujurnya. Kata tante kak Evan serius sama kamu.” Retno menekankan kata jujur di kalimatnya.

“Nggak mungkin.” Sandra tidak percaya.

“Bentar. Aku kirim screen shot bukti chat dari tante.” Retno mengirimkan screen shoot percakapannya dengan mama Evan. Sandra membacanya. Yang dikatakan Retno betul.

“Kak Evan mau segera bertemu keluargamu untuk memintamu jadi istrinya," ucap Retno lagi. "Aku pasti jadi bride's maid-mu kan?"

“Kuliahku?”

“Berhenti saja. Menikah dengan kak Evan itu lebih penting.” Retno terlalu bersemangat. "Kamu tinggal jadi istri yang dapet duit bulanan tanpa kerja."

“Aku masih mau lanjut kuliah. Kita tak tahu apa yang akan terjadi ke depannya. Aku harus bersiap.” Sandra tahu dirinya sudah tidak suci lagi.

Jika betul Evan akan meminangnya, ia harus jujur. Sandra takut jika Evan merasa jijik dengannya dan membatalkan niatnya mempersunting dirinya.

“Halo ... Sandra ... Kamu menangis?” Retno bingung berita bahagia ini kenapa membuat Sandra menangis.

“Aku tutup telponnya ya.” Sandra memutuskan panggilan telepon. Ia dilema.

Haruskah memberitahu kak Evan sekarang atau nanti ketika kami menikah tentang keadaanku?

Keesokkan siang harinya Evan mengirim pesan jika ia akan datang ke tempat kos Sandra. Evan sudah meminta nomor Sandra dari Retno. 

Evan : Aku akan datang ke tempatmu siang ini.

Sandra ragu membalasnya tapi ia akan mengatakan yang susungguhnya tentang dirinya. Entah Evan akan menerimanya atau menolak dirinya.

Sandra dan Evan bertemu.

Di dalam kamar kos.

“Maafkan aku atas kejadian kemarin. Tidak seharusnya aku terbawa naf su.” Evan meminta maaf dengan sungguh-sungguh.

Evan melanjutkan. “Kedatanganku kemari juga aku ingin membawa hubungan kita ke jenjang yang lebih lanjut. Aku mau kita menikah.”

Sandra menatap Evan ada rasa bersalah. Evan merasakan ada penolakan dari ekspresi Sandra.

“Kamu tidak mau menikah denganku?” Evan jadi ragu. Apa terlalu cepat melamar Sandra?

“Sebelum itu ada yang hendak aku bicarakan dengan kakak.” Sandra mengambil napas panjang. Ia bersiap jika Evan meninggalkan dirinya.

“Aku tidak sepolos anggapan kakak. Aku sudah pernah melakukannya dengan mantan pacarku dulu. Aku sudah tidak suci lagi kak.” Sandra bersiap mendengar jawaban Evan. 

“Aku tidak masalah dengan itu.” Evan memeluk Sandra yang sedang menangis.

“Itu masa lalumu. Aku mau kita bersama. Menikah, punya anak.” Evan membayangkan hal yang indah-indah bersama Sandra.Evan menatap sambil menghapus air mata Sandra dengan jari-jarinya.

“Kak ...” Sandra merasa lega.  Ada Evan yang mau menerima dirinya.

...***...

Evan dan keluarganya menemui orang tua Sandra dengan maksud meminta Sandra. Keluarga Evan disambut baik oleh keluarga Sandra. Kedua orang tua Sandra menyetujui hubungan mereka karena keseriusan Evan. Juga Evan yang sudah mapan. Mereka percaya Evan bisa menjaga Sandra dengan baik.

Diputuskan juga jika mereka akan menikah saat Sandra sudah lulus kuliah. 

Sandra mulai sering menghabiskan waktu dengan Evan. Sally merasa cemburu. Ia merasa tidak diperhatikan lagi oleh Sandra.

Mama sudah nggak sayang lagi sama Sally.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!