“Sally bakal punya papa.” Sandra merasa senang. Tapi ada yang aneh saat ia melihat Sally. Ada tetes air yang keluar dari mata Sally.
Apa plafonku bocor? Sandra menatap langit-langit kamarnya. Tidak ada tanda-tanda kebocoran. Plafon Sandra masih bersih.
Sandra mengelap air mata Sally. Sandra mengira itu mungkin hanya embun biasa. Hal yang sebenarnya tidak wajar. Tapi masa boneka bisa menangis.
Sally menatap Sandra. Apa mama sudah nggak sayang Sally lagi? Apa mama juga akan membuang Sally kalau mama menikah?
Sally teringat masa lalunya. Pemilik lamanya membuangnya saat ia menikah dan mempunyai keluarga baru.
Sally mulai menghantui Evan. Ia tak mau jika Evan menikah dengan Sandra. Ia tidak mau berpisah dengan Sandra.
Evan mulai merasakan hal yang aneh. Gelas yang berada di meja tiba-tiba terjatuh tanpa ada yang menyenggolnya. Saat tidur pun Evan terusik. Seperti ada yang mencekik lehernya sampai ia kehabisan napas. Evan tidak tahu itu ulah Sally yang cemburu.
Kevin, teman Evan dari Amerika datang berkunjung ke rumah Evan. Ia bisa merasakan energi negatif di rumah Evan. “Evan, apa akhir-akhir ini kamu mengalami sesuatu?”
“Kok kamu bisa tahu?” Evan tidak menceritakan kejadian aneh yang ia alami ke siapa pun. Bahkan mamanya sendiri.
“Ada banyak energi negatif di rumahmu. Ada yang tidak menyukaimu.”
“Gelas di rumahku tiba-tiba terjatuh sendiri. Aku merasa ada mencekik aku saat tidur. Belum lagi ...” Evan menceritakan semuanya ke Kevin.
Sosok apa yang mengganggu Evan? Saat Kevin melihat foto yang dipajang, Kevin tahu penyebabnya. Foto Evan bersama Sandra di kamar kos Sandra.
“Boneka ini milik siapa?” Kevin melihat boneka yang begitu familier. Boneka yang pernah dimiliki sang adik yang sudah wafat.
“Milik Sandra, tunanganku.”
“Kalian harus membakarnya. Boneka ini tidak baik. Ia jahat. Ia menyebabkan kematian adikku.” Kevin merasa geram dengan Sally. Ia menyalahkan Sally atas kematian adik dan adik iparnya.
“Bagaimana bisa boneka membunuh orang?” Evan tidak percaya. Ia adalah pria dengan logika. Boneka bisa membunuh? Hal yang sangat mustahil dan di luar nalar.
“Aku akan menceritakan kisah adikku. Ayahku menghadiahi boneka ini ke adik perempuanku. Adikku sangat menyayanginya. Tapi saat adikku dewasa dan berumah tangga, boneka itu teronggok di loteng.
Kejadian aneh mulai terjadi. Di rumah adikku dan almarhum suaminya mulai mengalami hal di luar nalar. Setiap hari listrik tiba-tiba padam padahal di rumah tetangga mereka listrik menyala. Belum lagi gangguan lainnya. Sampai akhirnya mereka berdua meninggal karena kecelakaan. Kamu harus membakarnya.” Kevin bersungguh-sungguh. Ia tak mau Evan menjadi korban Sally berikutnya.
“It’s impossible. Sandra sangat menyukai boneka itu. Ia bahkan mendandani bonekanya.” Evan tahu memisahkan Sandra dengan Sally itu tidak mungkin.
“Trust me. Kita harus meyakinkan Sandra untuk membakar Sally.”
Evan memutuskan untuk membawa Kevin ke kamar kos Sandra. Kevin melihat baik-baik Sally. Benar! Ini boneka Selena.
Kevin mengenali coretan yang dibuat sang adik di kaki Sally.
Kevin tanpa aba-aba langsung membawa Sally keluar. Ia mulai membakar Sally dengan pemantik api yang ia bawa. Baju Sally mulai terbakar.
Sandra marah atas tindakan Kevin. “APA YANG KAMU LAKUKAN?”
Kevin seakan tidak mendengar teriakan Sandra. Ia hanya ingin membinasakan Sally supaya tidak ada korban lagi. Terutama Evan, sahabatnya dan Sandra, calon istri Evan.
Sandra nekat mengambil Sally yang sedang terbakar. Ia berusaha memadamkan api di tubuh Sally. Tubuh Sally menghitam sebagian. Sally, maafkan mama.
Sandra mengusir Evan. Ia bahkan memutuskan pertunangannya dengan Evan. "KAK, KITA PUTUS!"
"Aku bisa jelasin semuanya." Evan berusaha menjelaskannya ke Sandra. Tapi Sandra tak mau tahu. Sandra kembali ke kamarnya.
Evan hendak mengikuti Sandra. Ia ingin tetap mempertahankan hubungannya dengan Sandra. Kevin menarik tangan Evan untuk menjauh pergi.
“Ini salahmu.” Evan menyalahkan Kevin sebagai penyebab putusnya hubungannya dengan Sandra.
“Sandra sedang dikuasai oleh Sally. Kita harus menolong Sandra.” Kevin merasa hal itu.
Sedangkan Sally tersenyum puas saat Evan putus dari Sandra. Sekarang Sally bisa sama mama terus.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments