Di kamar kos.
Sandra segera membuka baju Sally yang hangus terbakar. Ia mengambil kain lap dan membasahinya dengan sedikit air untuk mengelap tubuh Sally.
Aneh! Sandra melihat tubuh Sally masih utuh. Tidak ada tanda-tanda kerusakan karena terbakar. Baju Sally memang rusak tapi tubuh Sally hanya menghitam karena abu.
Sandra mengenakan pakaian lain ke tubuh Sally. Tak ada penyesalan karena ia sudah mengatakan kata putus ke Evan.
Sandra mengemas barang-barang pemberian Evan ke dalam dus. Ia mengirimkannya melalui jasa ekspedisi ke rumah Evan. Ia tidak mau bertemu Evan lagi.
Sedangkan Kevin masih beupaya untuk memusnahkan Sally. Ia benar-benar membenci Sally. Dulu ia terlambat menyelamatkan sang adik. Tapi sekarang ia ingin Sally lenyap.
Sedangkan ganguan yang selama ini Evan alami sudah tidak terjadi lagi. Evan bisa hidup seperti semula. Tapi tidak dengan hati Evan ia begitu merindukan Sandra.
Tapi semua pesan yang ia kirim hanya centang satu dan panggilan ke Sandra pun tidak pernah tersambung. Sepertinya nomor ponsel Evan sudah diblokir Sandra.
Di kampus.
Retno belum tahu kabar perpisahan Sandra dan Evan. Evan belum menceritakannya ke sang mama atau Retno. Evan masih berupaya bisa balikan dengan Sandra.
“Kamu dapat hadiah apa dari Evan?” tanya Retno. Evan selalu memberi hadiah untuk Sandra.
“Tidak ada. Kami sudah putus.”
“PUTUS!?” Retno terkejut. Orang-orang di sekitar mereka melihat ke arah mereka. “E ... yang benar?” Retno tidak percaya.
“Terserah kamu kalau tidak mau percaya.”
Dosen masuk. Pembicaraan mereka terputus. Sambil mendengarkan dosen, Retno diam-diam mengirim pesan ke Evan untuk meminta penjelasan putusnya mereka.
Retno : Kakak selingkuh?
Evan : Aku tidak selingkuh
Retno : Kok bisa putus?
Evan : Jangan bilang ke mamaku. Aku masih berharap Sandra bisa balik ke aku.
Retno : Aku dukung kakak. Tapi aku butuh penjelasan.
“Retno!” Dosen memanggil Retno.
“Iya, Bu.” Retno terkejut. Rupa-rupanya dosen tahu jika Retno fokus ke ponselnya. Retno memasukkan ponselnya ke dalam tas. Ia fokus ke materi mata kuliah.
Pulang dari kuliah Retno datang ke tempat kerja Evan.
“Siang, Kak. Apa aku mengganggu?” Retno membuka pintu ruang kerja Evan.
“Masuk, Ret.”
Retno lalu masuk ke dalam dan duduk di sofa.
“Kak, apa yang sebenarnya terjadi? Yang aku tahu hubunganmu dengan Sandra sangat harmonis.” Retno belum mendapatkan penjelasan dari Sandra.
Sepulang dari kuliah, Sandra langsung pergi ke toko kain untuk membeli bahan pakaian Sally.
“Beberapa hari ini ada ‘gangguan’ di rumahku.” Evan berbicara.
“Gangguan?”
“Gelas tiba-tiba jatuh dan ada yang mencekik leherku saat aku tidur. Kevin, temanku datang ke rumah dan mencurigai Sally sebagai pelakunya. Kami datang ke kos Sandra dan Kevin membakar Sally.”
“Kak, itu sangat keterlaluan. Baru pertama kali datang sudah berbuat yang tidak-tidak.” Retno marah ke Kevin.
“Pemilik Sally sebelumnya adalah adik Kevin. Kevin percaya jika kematian adiknya diakibatkan Sally. Karena adik Kevin melupakan Sally ketika ia menikah.”
“Kakak percaya? Boneka itu benda mati. Apa bisa berbuat sejahat itu?" Retno sangat tidak percaya.
“Awalnya aku meragukan Kevin. Aku juga marah ke Kevin tapi gangguan yang aku alami sudah tidak ada lagi.”
“Jadi, Sandra hanya salah paham. Sandra mengira kakak menginginkan Sally dihancurkan.” Retno akhirnya paham kenapa kata putus terlontar dari bibir Sandra.
“Bisa dibilang seperti itu. Tapi aku tidak terima kata putus Sandra. Aku masih mau bersama Sandra.”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments