Setelah berbincang bincang dan melepaskan kerinduan dengan keluarga nya, Permaisuri Haneul pergi ke lapangan berburu bersama ayah dan ibu nya di temani dengan para sepupu nya.
"Salam Permaisuri Haneul" Eun-Hye datang menghampiri Permaisuri Haneul bersama dengan Tuan EL.
"Apakah kalian sudah puas jalan jalan nya ?" Tanya Permaisuri Haneul dengan ramah kepada Eun-Hye dan Tuan El.
"Sebenar nya kami ingin jalan jalan lagi, tapi kami juga tidak ingin melewatkan untuk melihat Yang Mulia melakukan perlombaan berburu kali ini hehehe" Sahut Eun-Hye sambil malu malu di depan Permaisuri Haneul.
"Baiklah mari kita bergabung ke tengah lapangan sebentar lagi upacara pembukaan nya di mulai" Permaisuri Haneul pun berjalan menuju lapangan upacara, dan berdiri di samping Kaisar Jin-Woo.
Upacara pembukaan di mulai dengan tanda Yang Mulia Kaisar Jin-Woo menyalakan api di sebuah obor besar dan memanjatkan do'a untuk para dewa lalu di mulailah acara Festival Tahun Baru hari ke 2.
Sebelum berburu yang sesungguh nya di mulai, Kaisar Jin-Woo mengadakan perlombaan memanah, berpedang, dan balap kuda, semua itu adalah kesenangan Permaisuri Haneul.
"Saya akan ikut memanah" Permaisuri Haneul memberanikan diri nya dan berpartisipasi dalam lomba pertama yaitu memanah.
"Bagaimana ini apakah kita harus mengalah kepada Permaisuri?" Para prajurit yang mengikuti lomba berbisik dan membicarakan Permaisuri Haneul.
"Kalian tidak usah mengalah aku yakin kemampuan ku lebih unggul dari kalian" Ucap Permaisuri Haneul kepada Prajurit yang berbisik di samping nya.
"Permaisuri tunjukkan kemampuan mu kalau begitu" Kaisar Jin-Woo tiba-tiba ikut berbicara dan menatap permaisuri dengan tatapan mata yang tajam.
Para prajurit tersebut menembakkan anak panah mereka lebih dulu dari 5 orang ada satu orang yang berhasil menembakkan anak panah nya tepat di titik merah.
Permaisuri Hanuel pun mengambil posisi nya dan berdiri dengan jarak yang lebih jauh dari para prajurit.
"Apakah Permaisuri Haneul bisa mengenai titik target tersebut dengan jarak sejauh itu" Salah satu prajurit berbicara sambil berbisik kepada prajurit yang lain.
"Aku tidak tau kita lihat saja, Mungkin dia hanya ingin terlihat sombong saja humph. Kau pikirkan saja sejak kapan Permaisuri Haneul belajar memanah ?" Sahut salah satu prajurit yang tidak percaya akan kemampuan Permaisuri Haneul.
"SHUT.... KRAK !!!" Suara anak panah melesat dan membelah anak panah lain nya menembus hingga kebelakang papan target tidak hanya sekali, itu bahkan terjadi hingga lima kali.
"Bagaimana ? Seperti nya kita tau siapa pemenang nya kali ini" Permaisuri Haneul berbicara dengan tenang sambil tersenyum ke arah Kaisar Jin-Woo.
Kaisar Jin-Woo tercengang untuk beberapa saat lalu mengerutkan dahi nya seolah tidak percaya bahwa Permaisuri Haneul mampu melakukan nya.
"Baiklah Kemenangan memanah kali ini ada pada Permaisuri Haneul" Kaisar Jin-Woo mengumumkan kemenangan Permaisuri Haneul kali ini.
"Bagaimana bisa Permaisuri Haneul melakukan nya bahkan itu membelah beberapa anak panah di tempat prajurit sebelum nya, seperti nya kita harus berguru kepada Permaisuri Haneul mulai sekarang" Para prajurit tersebut kembali berbincang bincang dengan suara mereka yang berbisik.
"SEMANGAT KAK HANUEL KAMI BERSAMA MU" Para sepupu Permaisuri Haneul berteriak dan memberikan semangat kepada Permaisuri Haneul.
"Seperti nya dia sudah banyak berubah tuan ku, saya senang dia sudah tumbuh lebih dewasa" Ibu Permaisuri Haneul berbicara dengan Jendral Chaewon sambil menatap Permaisuri Haneul dengan penuh kasih sayang.
"Ck ! Dia benar benar bisa memanah kapan dia mempelajari nya ? Humph, tapi lihat saja saat lomba berkuda nanti aku lah yang akan menjadi pemenang nya. Kaisar selalu mengajari ku berkuda dengan cepat aku yakin Permaisuri Haneul tidak dapat mengalahkan ku" Selir Pei merasa kesal melihat kemenangan Permaisuri Haneul untuk yang pertama kali nya, dia bergumam dengan marah dalam hati nya.
Di sisi lain ada seorang pria yang sebenar nya sedari kemarin sudah memperhatikan Permaisuri Haneul secara diam diam. Pria tersebut menatap dengan tatapan yang kagum, bangga dan pria tersebut memiliki keinginan untuk memiliki Permaisuri Haneul.
Tapi bukan berarti tatapan pria tersebut tidak di sadari oleh seseorang siapa lagi kalau bukan Kaisar Jin-Woo. Setiap kali Kaisar Jin-Woo melihat tatapan pria tersebut yang tertuju kepada Permaisuri Haneul, Kaisar Jin-Woo akan merasa terganggu karena ada seseorang yang ingin mengambil milik nya itulah yang di rasakan oleh Kaisar Jin-Woo saat melihat pria tersebut menatap Permaisuri Haneul.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Ruby Jane
semoga cerei..
2024-11-10
0
Fifid Dwi Ariyani
teussaba
2024-10-31
0
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒂𝒚𝒂 𝒎𝒐𝒉𝒐𝒏 𝒅𝒂𝒏 𝒉𝒂𝒓𝒂𝒑 𝑯𝒂𝒏𝒆𝒖𝒍 𝒈𝒂𝒌 𝒃𝒂𝒍𝒊𝒌 𝒍𝒈 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝑲𝒂𝒊𝒔𝒂𝒓 𝒕𝒆𝒕𝒆𝒑 𝒎𝒊𝒏𝒕𝒂 𝒄𝒆𝒓𝒂𝒊
2024-08-14
0