Permaisuri Hanuel membersihkan diri ya secara perlahan di dalam bak mandi yang lumayan besar dia memijat lembut setiap bagian di tubuh nya dan menikmati aroma bunga mawar yang terendam dengan air mandi nya.
Sembari menunggu Eun-Hye datang membawakan gaun untuk nya, Permaisuri Haneul mulai menenggelamkan diri nya dan perlahan menutup mata nya untuk merilekskan pikiran dan tubuh nya.
Di sisi lain di saat Permaisuri Haneul sedang menikmati hidup nya yang sudah mulai damai tiba tiba saja Pria tampan yang duduk di Istana utama siapa lagi kalau bukan Kaisar Jin-Woo. Kaisar Jin-Woo malah memikirkan Permaisuri Haneul dengan pikiran nya yang gelisah.
"Ini benar benar aneh, beberapa bulan lalu Koki Istana mengatakan bahwa Permaisuri Haneul sedang sakit dia hanya makan sedikit itu pun masih bersisa lalu dia hanya meminta buah buahan dan minum air putih. Apakah penyakit Permaisuri Haneul separah itu sampai dia tak bisa makan dengan baik, kalau Jendral Chaewon sampai tau putri nya kenapa napa dia pasti akan melakukan penyerangan. Sebaik nya aku harus melihat nya malam ini tapi aku takut jika Permaisuri merengek nanti, atau aku kirimkan saja mata mata ke istana dingin untuk memastikan nya nanti. " Kaisar Jin-Woo berdiri sambil melihat matahari terbenam dari balik jendela nya dan berpaling lalu duduk kembali di kursi kerja nya sembari membereskan beberapa berkas penting yang baru saja dia kerjakan dan mulai bersiap untuk pergi ke kamar nya dan beristirahat sejenak.
Permaisuri Hanuel yang menikmati kehidupan nya dengan damai di dalam bak mandi kini sudah selesai dan duduk di sebuah kursi di selimuti dengan kain tebal dan di bantu oleh Eun-Hye untuk mengeringkan rambut nya yang masih basah.
"Permaisuri saya benar benar bahagia bisa melihat Permaisuri meraih mimpi Permaisuri untuk menjadi perempuan yang cantik, berbudi luhur dan tangguh. Saya yakin ayah Permaisuri, Jendral Chaewon pasti akan terkejut dan bangga saat melihat Permaisuri nanti" Eun-Hye berbicara penuh kebahagiaan sambil menyisir dan mengerikan rambut Permaisuri Haneul.
"Saya rasa nya ingin menangis, kesetiaan saya selama ini kepada Permaisuri benar benar sebuah jalan kebenaran" Eun-Hye kembali berbicara kepada Permaisuri Haneul dan masih merapikan rambut Permaisuri dengan hati hati
"Eun-Hye... Terimakasih sudah mau menemani ku di sini, terimakasih sudah mau membantu ku dan menjaga ku selama ini. Mereka selalu melihat ku sebagai Permaisuri yang terbuang, Permaisuri yang menjadi aib bagi Kaisar, bahkan orang tua ku di larang untuk bertemu dengan ku" Permaisuri Haneul berbicara dengan tenang sembari memegang kedua kaki nya yang kini menjadi tumpuan untuk meletakkan dagu nya dan menikmati pijatan yang di berikan oleh Eun-Hye.
"Seharusnya saya yang berterimakasih kepada Permaisuri Haneul karena sudah percaya dengan saya selama ini dan mau membawa saya kemana pun Permaisuri Haneul pergi" Balas Eun-Hye kembali lalu meletakkan pengering rambut milik Permaisuri ke atas meja rias.
Rambut Permaisuri berwarna hitam mengkilau dan lembut, bulu mata nya yang lentik, bola mata nya yang berwarna coklat bersih, hidung nya yang mancung, dan bibir nya yang berwarna pink seperti buah persik. Permaisuri yang secantik itu duduk di pinggir jendela dengan dagu yang masih bertumpu di kedua kaki nya sembari memandang ke arah lantai.
Tanpa di sadari nya Seorang lelaki tampan dari tadi melihat ke arah dirinya, dia adalah mata mata dari Kaisar. Mata mata itu tidak tau kalau itu adalah Permaisuri Haneul dia berpikir itu adalah orang lain, karena kecantikan yang di miliki Permaisuri mata mata itu jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Permaisuri Haneul yang di pikir nya adalah orang lain.
"Aku sama sekali tidak melihat Permaisuri Hanuel, apakah dia terbaring sakit? Lalu siapa perempuan itu ? Apa mungkin itu pelayan nya yang bernama Eun-Hye tapi bukan kah Eun-Hye memiliki postur tubuh yang lebih kecil, kalau di lihat perempuan tadi seperti nya memiliki badan yang lumayan tinggi. Mengapa tiba tiba jantung ku berdegup kencang, aku tidak boleh terlena aku harus melaporkan ini terlebih dahulu kepada Yang Mulia Kaisar" Mata mata itu lalu pergi secara perlahan untuk melaporkan pekerjaan nya kepada Kaisar Jin-Woo.
Kaisar Jin-Woo masih merasa malas jika harus bertemu dengan Permaisuri Haneul karena itu lah dia mengirim seorang mata mata yang dapat di percaya, Kaisar Jin-Woo selalu teringat Permaisuri Haneul yang merengek saat sakit dan Kaisar Jin-Woo terpaksa harus menemani nya untuk beberapa saat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
kaisar ngak ada akhlak😤mau dukungan tpi layan anak org kayak sampah😤😤😤
2025-01-20
0
Bzaa
wah... Kaisar py saingan, anak buahnya sendiri 😁
2025-01-12
0
Fifid Dwi Ariyani
teuscsukses
2024-10-31
0