"Hari ini adalah hari Festival kedua dan Permaisuri Haneul anda keren sekali memakai pakaian berburu, anda lebih keren dari siapapun" Eun-Hye merasa kagum dengan tampilan Permaisuri Haneul yang seperti seorang pendekar wanita di dalam dongeng.
"Tentu saja Permaisuri Haneul sangat keren, karena Permaisuri Haneul memakai pakaian yang ku buat hemph" Dengan bangga Tuan EL merasa percaya diri selain dari bentuk badan Permaisuri Haneul yang luar biasa, pakaian yang di buat oleh Tuan EL juga sangat luar biasa cocok dengan kriteria Permaisuri Haneul.
"Kalian lah yang lebih keren, karena selama ini sudah membantu ku untuk menjadi seperti ini. Ayo Eun-Hye, Tuan EL kau boleh ikut dan kau boleh jalan jalan siapa tau kau menemukan cinta sejati hahaha" Permaisuri Haneul sangat suka menggoda Tuan El dengan candaan seperti itu.
Tuan EL yang percaya diri dan suka membanggakan karya nya tiba tiba akan menjadi tersipu malu dan wajah nya mulai memerah.
"Apa yang Permaisuri katakan ! Saya belum siap untuk menanggung kehidupan seorang gadis, saya akan bekerja lebih giat lagi untuk Permaisuri Haneul kedepan nya. Jika saya sudah sukses nanti saya akan memilih cinta sejati saya sendiri" Balas Tuan EL dengan wajah nya yang sedikit memerah karena tersipu malu dengan candaan Permaisuri Haneul.
"Baiklah baiklah hahaha, kalau begitu ayo kita pergi sekarang. Seperti nya orang orang juga sudah mulai berkumpul" Permaisuri Haneul pergi bersama Eun-Hye dan Tuan EL.
Tidak lupa Permaisuri Haneul membawa kuda putih yang ada di istana dingin, Permaisuri Haneul memegang tali kuda tersebut dan membawa nya ke are berburu, tidak lupa Permaisuri Haneul membawa panah dan anak panah di punggung nya.
Setelah semua orang berkumpul Kaisar Jin-Woo datang dan memasuki arena perburuan.
"Yang Mulia Kaisar Jin-Woo telah tiba..." Suara lantang dari seorang prajurit memberitahu kan kedatangan Kaisar Jin-Woo
"Akhirnya dia datang juga, seperti nya tadi malam dia tidak bisa tidur kantung mata nya terlihat sangat jelas" Gumam Permaisuri Haneul dalam hati nya ketika melihat Kaisar Jin-Woo.
Kaisar Jin-Woo hanya lewat dan menatap dingin dengan wajah nya yang datar ke arah Permaisuri Haneul.
Permaisuri Hanuel yang sadar akan tatapan Kaisar Jin-Woo berpaling ke arah lain dan melihat seorang pria di belakang Kaisar Jin-Woo siapa lagi kalau bukan Rewook ajudan Kaisar Jin-Woo yang setia.
Tidak seperti saat pertama kali melihat Permaisuri Hanuel, Rewook kali ini terlihat lebih tenang. Rewook menundukkan sedikit kepala nya sebagai sebuah salam penghormatan kepada Permaisuri Haneul.
"Seperti nya dia sudah tau siapa aku, karena itu dia terlihat sedikit tenang tapi wajah nya juga terlihat sangat murung" Gumam Permaisuri Haneul kembali dalam hati nya setelah melihat ke arah Rewook.
"Hanuel" Suara berat seorang pria terdengar tidak asing bagi Permaisuri Haneul.
Hanya ada satu orang yang bisa memanggil nama Permaisuri Haneul tanpa ada nya embel embel Permaisuri di kekaisaran ini.
"Ayah" Permaisuri Haneul berbalik dan melihat ayah nya yaitu Jendral Chaewon berdiri di belakang.
"Ayah... Akhir nya saya bisa melihat ayah hari ini" Permaisuri Haneul langsung memeluk sang ayah, karena ini di ruang terbuka maka tidak ada batasan ataupun sekat seperti acara di Aula istana setiap orang bebas menemui siapapun yang mereka kenal.
"Bagaimana kabar ayah, maafkan Hanuel karena tidak menemui ayah selama ini" Permaisuri Haneul melepaskan pelukan nya secara perlahan dari Jenderal Chaewon.
"Setiap hari ayah memikirkan mu Haneul, kau benar benar banyak berubah. Ayah senang melihat kau yang sudah berubah seperti ini, semoga kebahagiaan juga datang kepada mu nak" Jendral Chaewon mengusap kepala putri nya tersebut dengan lembut dan penuh kasih sayang.
"Hanuel mari ikut ke tenda ayah, di sana ada ibu dan para sepupu mu yang ikut" sambung Jendral Chaewon memberi ajakan kepada putri nya kini sudah menjadi Permaisuri.
Bagi Jendral Chaewon mau Putri nya tersebut menjadi Permaisuri sekali pun, menurut nya Putri nya tetaplah anak anak yang memiliki sisi manja kepada seorang ayah.
Permaisuri Hanuel yang juga sangat merindukan keluarga nya mengikuti ayah nya ke tenda keluarga mereka di perjalanan menuju tenda mereka juga melakukan sedikit pembicaraan singkat.
"Apakah kuda putih ini milik mu Haneul ?" Tanya Jendral Chaewon kepada Permaisuri Haneul.
"Ehmmm sebelum saya di kirim ke istana dingin saya pergi ke kandang kuda untuk melihat kuda yang waktu itu ayah berikan, dia waktu itu melahirkan tapi ternyata dia kekurangan banyak darah dan meninggal, anak yang di lahir kan nya adalah kuda jantan yang berwana putih ini" Jelas Permaisuri Haneul kepada sang ayah dengan nada suara yang ramah.
"Kasian sekali dia, tapi apa yang baru saja kau katakan tadi Hanuel ! Kau di kirim ke istana dingin, Bagaimana bisa ? Kaisar selalu mengatakan kepada ayah kau selalu ada di Istana Permaisuri, Kau sedang sakit dan tidak ingin di temui. Kaisar Jin-Woo dan Ibu Suri selalu menghalangi ayah untuk menemui mu, bahkan malam tadi saat pembukaan Festival ayah sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk mendekati mu, ayah hanya bisa melihat mu dari kejauhan andai ibu mu malam tadi ikut dia pasti akan menangis karena melihat Putri nya sudah tumbuh lebih dewasa dan melakukan perubahan" Jendral Chaewon merasa terkejut mendengar putri nya di kirim ke istana dingin tapi dia juga bangga Putri nya sudah berubah menjadi lebih dewasa.
"Aku memang sakit ayah, Aku tidak tau apa alasan Kaisar Jin-Woo dan Ibu Suri menghalangi ayah untuk bertemu dengan ku dan untuk di kirim ke istana dingin mereka bilang dulu aku terlalu memalukan sebagai seorang Permaisuri karena memiliki berat badan yang berlebih dan itu aib bagi Kaisar Jin-Woo dan itulah alasan mereka mengirim ku ke istana dingin. Tapi mulai sekarang mereka tidak akan bisa menghalangi kita lagi, ayah tenang saja" Permaisuri Haneul mencoba untuk menenangkan sang ayah dan memberikan senyuman kepada ayah nya agar ayah nya tidak khawatir dengan keadaan nya.
Permaisuri Hanuel merasa jika ayah nya ikut dalam rencana nya kali ini ayah nya akan menjadi target pembunuhan oleh Ibu Suri, dari dulu Ibu suri memang tidak menyukai Jendral Chaewon karena ada satu permasalahan di antara mereka yang menurut ibu suri masalah tersebut belum selesai, tapi menurut Jendral Chaewon ini sudah selesai.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Bzaa
semangat
2025-01-12
0
Fifid Dwi Ariyani
trusceria
2024-10-31
0
Shelvia Amanda Dika
lenyapkan saja ibu suri nya
2024-08-15
0