Mencoba Meraih Hati Rengga

Shania menepuk-nepuk lembut bokong Zira yang sudah tertidur nyaman. Malam ini cuaca cukup dingin, hari sudah mulai larut tapi Shania sama sekali belum bisa tertidur.

Bayangan wajah Galang kembali melintas di kepalanya. Shania bingung apa yang harus dia lakukan. Untuk tetap mempertahankan hubungan rasanya itu sangat mustahil. Dia sudah menikah sekarang, dan bukan hal baik jika dia masih berhubungan dengan lelaki lain.

Tapi untuk memutuskan hubungan, kenapa rasanya berat sekali.

Tubuh Zira yang menggeliat membuat Shania menoleh. Memandangi bayi mungil ini yang tertidur dengan lelap. Wajah polosnya membuat Shania tidak tega. Zira tanggung jawabnya sekarang, meski berat tapi sepertinya Shania memang harus melepaskan semuanya.

Air mata kembali menggenang di pelupuk mata. Dia meraih ponselnya. Membuka banyak sekali panggilan dan pesan dari Galang yang tidak dia jawab dan dia buka sejak sore tadi.

'Assalammualaikum, Galang. Maaf kalau aku mengganggu waktumu. Aku hanya ingin memberitahu, jika aku tidak bisa lagi menunggumu. Aku tidak bisa bertahan lebih lama. Hubungan kita sudah cukup sampai di sini. Lupakan aku, dan raih impianmu di sana ya. Jangan ganggu dan cari aku lagi. Aku sudah bahagia dengan hidupku di sini. _Shania'

Puluhan tetes air mata langsung terjun tanpa kata, hati Shania terluka dan begitu perih. Melepaskan cintanya tentu bukan hal yang mudah. Sangat sakit dan berat. Galang pria yang baik, tapi nyatanya cinta mereka hanya sebatas sampai di sini.

Shania mengusap air mata itu dengan kasar, bibirnya menahan agar tidak terisak dan menganggu Zira. Dia langsung memblokir nomornya sendiri dan mematikan ponsel itu. Menghapus semua kenangan bersama kekasihnya.

Nyatanya, menikah itu takdir, bukan pilihan. Siapapun bisa menempatkan hati dan memilih siapa yang dia cintai, tapi seseorang tidak akan pernah bisa memilih dengan siapa dia berjodoh.

Ceklek

Pintu yang terbuka membuat Shania terkesiap, dengan cepat dia menghapus air mata dan berbaring di samping Zira. Membelakangi Rengga yang baru masuk ke dalam kamar setelah berjam-jam berada di ruang kerja.

"Tidak usah bersembunyi, aku tahu kamu bersedih," ucap lelaki itu.

Shania hanya diam dan mengerjapkan matanya saja. Menahan hati yang perih dan mata yang ingin menangis kembali.

"Bertahanlah untuk beberapa waktu, setalah Zira besar, kamu bisa memilih pergi."

Deg

Shania langsung tertegun mendengar itu. Dia beranjak, duduk di tempat tidur. memandang Rengga yang kini sudah duduk di sofa dan juga tengah memandangnya.

"Maksud Mas apa?" tanya Shania langsung.

"Pernikahan ini terpaksa. Aku tahu kamu pasti tertekan dengan pernikahan kita. Apalagi kita menikah hanya karena Zira. Aku tidak memaksa Shania, hidup denganmu hanya dibayang-bayangi oleh Rania. Jadi, setelah Zira besar, setidaknya berusia tiga tahun, maka kamu bebas untuk memilih," ungkap Rengga.

Shania langsung tersenyum getir mendengar itu. Dia menggeleng pelan dan memandang Rengga dengan lekat.

"Mas," panggilnya. "Shania memang melakukan ini karena terpaksa, karena permintaan kakak dan demi Zira. Tapi sungguh, tidak pernah terlintas di pikiran Shania untuk mempermainkan pernikahan kita," Mata Shania kembali berair, namun dengan cepat dia segera menghapusnya.

"Tapi aku tidak bisa,"

"Mas tidak ingin mencoba."

"Bagaimana mungkin aku mencoba Sha!" Rengga hampir saja meninggikan suaranya jika saja tidak ada Zira di sana.

Dia meraup wajahnya dengan kasar dan menggeleng pelan. "Bagaimana aku bisa mencoba, Rania baru saja pergi dan sekarang aku sudah dengan wanita lain. Apa kamu pikir itu mudah?"

Rengga menggeleng kuat, rahangnya terlihat mengeras dan dia langsung beranjak dari tempatnya duduknya.

"Tidak akan mudah, sampai kapanpun!" tegasnya. Dia langsung berlalu dan ingin keluar dari kamar.

"Meski Mas menolak, tapi Shania akan terus mencoba!"

Suara Shania membuat langkah kaki Rengga terhenti sejenak. Dia tidak menoleh, tapi dia malah langsung pergi dari kamar itu. Emosinya kembali memuncak tapi dia tidak bisa meluapkan semuanya. Rengga memilih pergi dan meninggalkan Shania yang kembali menangis.

"Kak, tolong, tolong bantu Mas Rengga untuk menerima pernikahan ini. Shania tahu ini berat, tapi jangan buat apa yang Shania korbankan menjadi sia-sia," ucapnya begitu lirih.

Di lantai atas, Rengga duduk menangis di bawah ranjang. Ranjang dimana tempat peraduannya bersama Rania dulu. Dia menangis terisak, menahan luapan emosi dan rindu yang bergejolak.

Apalagi ketika melihat kamar ini. Semua kenangan bersama Rania langsung terulang kembali. Ranjang bayi yang sudah mereka siapkan juga masih terpajang rapi di sana, bahkan sama sekali tidak Rengga sentuh. Hatinya sakit dan perih, itu adalah ranjang yang dia siapkan untuk putrinya ketika masih dalam kandungan Rania.

Tapi sekarang, ranjang itu tidak terpakai. Begitu pula dengan kamar ini. Rasanya belum siap untuk menggantikan Rania dengan siapapun.

"Rania, tolong aku, Ra. Tolong!" isaknya begitu pilu.

...

Seperti perkataan Shania, ini sudah bulan ke tiga mereka berumah tangga. Dan sampai saat ini Shania masih terus berusaha untuk mengambil hati Rengga.

Meski tetap dingin dan datar, tapi Shania tidak peduli. Memang belum ada cinta yang tertanam, tapi baginya, pernikahan itu hanya sekali seumur hidup.

Hari ini adalah hari weekend, Rengga tidak bekerja hari ini. Dia full di rumah dan saat ini sedang bermain dengan Zira. Bayi mungil itu kini sudah tumbuh menjadi bayi yang cantik dan begitu menggemaskan.

"Mas, minum kopi dulu!" Shania datang ke taman belakang dimana Rengga masih bermain dengan putrinya.

Dia hanya menoleh dan mengangguk saja. Hingga tidak lama, Bayu juga ikut datang bersama mereka.

"Wah ada kopi nih," serunya yang langsung memainkan sebelah alisnya pada Shania.

Shania tersenyum tipis. "Kamu mau?" tawarnya.

"Mau dong, buatin satu ya. Kopi buatan mu enak, sayang banget di anggurin," sahut Bayu dengan wajah tengilnya seperti biasa.

"Minum aja itu, aku lagi gak minum kopi," ujar Rengga. Dan tentu saja ucapannya itu membuat Shania dan Bayu terdiam, bahkan Shania tidak jadi melangkah pergi.

"Beneran Mas? biasanya paling doyan,"

"Lagi gak pengen," jawabnya, bahkan dia langsung pergi dari sana membawa Zira. Meninggalkan Shania yang terpaku dan memandangnya dengan getir.

Kenapa dia selalu seperti itu? Selalu ada saja yang membuat Shania bersedih.

"Udah, jangan dipikirin. Biarin aja dia sama sikapnya itu. Sini duduk, aku mau curhat," Bayu langsung menarik tangan Shania dengan paksa. Membuat gadis itu mau tidak mau langsung duduk di samping adik iparnya.

Ya, hanya Bayu yang mengerti dengan perasaan Shania.

"Seminggu lagi Papa sama Mama mau berangkat ke Solo," ungkap Bayu.

"Ngapain?"

"Liburan aja, sekalian mau ziarah ke makam kakek dan nenek."

Shania hanya mengangguk pelan.

"Nah, waktu mereka gak ada itu kamu gunain kesempatan untuk ambil hati Kak Rengga,"

Shania mengernyit, dia memandang Bayi dengan heran. "Tapi gimana caranya?"

Bayu tersenyum penuh arti, dia langsung mendekatkan wajahnya pada Shania dan berbisik di sana. Dan bisikannya itu membuat mata Shania langsung melebar sempurna.

Terpopuler

Comments

Deswita

Deswita

,🙏🥺

2024-11-27

0

Atun Ismiyatun

Atun Ismiyatun

masak nikahi shania cuma mau dijadiin baby sister doang to ngga,,,klu tk mau nikahi bilang dong jangan bikin anak orang bersedih...tp lki biasanya cepet move on...tp mengapa rengga rewel..

2023-12-23

2

Dewie Angella Wahyudie

Dewie Angella Wahyudie

heii..... bayu.... jangan macem" cukup satu macem aja, kamu bikin rengga cemburu, biar kelabakan dya....
thor lagi" kamu bikin cerita yang mbuat masalalu teringat kembali, nyesek tau bacanya..... hwaaa.... kasihan galang, patah hati banget dya.... awas aja rengga kalo kamu gk bisa bahagiain shania kamu syap" kehilangannya, masih ada yang mengharapkannya meskipun kamu membuangnya.... jangn sampe kamu nyesel untuk yang kedua kalinya...

2023-12-23

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!