Pagi di jalankan di kediaman Halbert seperti biasa. Sarapan di isi oleh keheningan, kecuali bunyi dentingan sendok dan garpu yang beradu pelan. Elena seperti biasa pun tetap berdiri di samping kepala pelayan seperti yang lainnya.
Hingga keheningan tersebut di pecahkan oleh suara dering ponsel seseorang. Semua mata langsung tertuju pada satu orang. Elena berdehem untuk menghilangkan kecanggungan, kemudian mengambil ponselnya dari saku celana.
"Halo, Jeff," bisiknya di tempat. Di kursinya, Louis menatap tajam Elena. Jarak mereka tidak terlalu jauh untuk Louis mendengar bisikan yang entah mengapa membuatnya kesal itu.
"APA?!" pekikan tiba-tiba Elena, kembali membuat banyak mata tertuju padanya. "SEKARANG?!" Lagi.
"Tidak bisa. Aku harus mengantar Noah," katanya lagi di telpon, hampir melupakan semua orang disana.
"Ada apa, Bibi?" tanya Noah.
"Tidak apa-apa, Noah. Lanjutkan makanmu," ujarnya lembut, kemudian melanjutkan lagi bicaranya di telpon. "Aku akan pergi. Tunggu lah sebentar—"
"Ekhem!" Louis menginterupsi.
Elena spontan menutup mulutnya. "Sampai jumpa!" Tutt. Mematikan ponselnya sepihak, lalu berdiri tegak.
Noah menatap Elena dan Louis bergantian beberapa saat. Hahh ... kapan ayahnya akan berhenti menatap tajam pada calon ibunya ini, tetapi jika dilihat-lihat, ayahnya seperti itu sejak Elena menyebut nama Jeff. Apa ayahnya cemburu? Ide kejahilan muncul saat itu juga di kepala Noah. Ini kesempatan untuk membalas ayahnya, kan?
"Apa itu Jeff, Bibi?" Lirikan Louis berpindah pada Noah, kemudian kembali pada Elena lagi.
"Iya! Memangnya siapa lagi, haha." Hanya pria itu yang berani mengganggunya.
"Dia pasti merindukan, Bibi. Beberapa hari ini kalian, kan, kalian tidak bertemu."
"Mungkin," jawab Elena asal.
"Memangnya Jeff kemana? Dia juga tidak datang ke sekolah." Tepat sasaran. Kali ini Louis menatap tajam pada Noah.
"Dia sibuk bekerja. Sudah, tidak perlu pikirkan dia. Habiskan saja makananmu," kata Elena tanpa sadar mendekat dan mengisi kembali piring Noah dengan roti panggang. Perlakuannya mengundang senyum dari Rosemary.
"Bibi ... aku kenyang," ujarnya memelas.
"Ini terakhir."
"Aku permisi sebentar," pamitnya tak lama kemudian. Tanpa persetujuan, Elena berjalan cepat ke belakang.
"Elena jadi terburu-buru ya, Noah."
"Iya, Grandma. Pasti tidak sabar bertemu Jeff," kata Noah sambil melirik ayahnya.
"Memangnya siapa itu Jeff?"
"Pria yang selalu bersama bibi, bahkan sudah mengetahui semuaaa ... kebiasaannya!"
"Dia pasti penting bagi Elena." Rosemary mengangguk paham. Lebih tepatnya membantu sandiwara Noah.
Cih! Jika ada yang penting, kenapa wanita itu masih sibuk menggoda pria lain, umpat Louis kesal.
"Kenapa kalian berbicara saat makan. Mom, jangan mengajaknya bicara lagi," peringat Louis kesal.
Noah dan Rosemary menahan senyum. Mereka melanjutkan sarapannya kembali. Sedangkan, Elena belum kembali juga sampai mereka selesai.
"Dimana dia?" Louis bergumam kesal sejak tadi. Ia ikut menunggu untuk menemani Noah di luar mansion. Lebih tepatnya di depan mobil dengan Lucas.
"Sudah kubilang pergi saja, Dad. Bibi pasti keluar." Padahal mereka menggunakan mobil berbeda, tapi ayahnya tetap keras kepala menunggu.
"Aku harus pastikan dia melakukan pekerjaannya dengan benar!"
Bilang saja daddy kesal, kan? cibir Noah dalam hati. Ayahnya terlihat sekali jika sedang cemburu.
"Astaga ... kau juga menunggu, Louis?" Elena terburu-buru mendekat. Ia harus menemui seseorang hari ini, jadi sebisa mungkin harus berpenampilan seperti biasa.
"Bibi ada acara?"
Pasalnya penampilannya sekarang sudah kembali seperti semula. Elena tidak lagi terlihat seperti pengasuhnya, melainkan seperti wanita konglomerat pada umumnya. Semua barang bermerk dari kepala hingga kaki yang pastinya semakin membuat panas seseorang karena penampilan cantiknya.
"Aku ada pekerjaan. Aku antar kau lebih dulu—"
"Tidak perlu!" potong Louis. "Kau ikut dengan Daddy, Noah. Biarkan dia pergi menemui orang penting itu."
Eh?
"Tidak begitu penting, kok. Aku masih bisa mengantar Noah."
"Ck! Tidak penting, tapi kau memperbaiki penampilanmu hingga setengah jam."
Elena membisu. Kenapa situasi ini seperti tidak asing, ya? Mirip seperti saat Louis sedang cembu— ru? Elena melebarkan senyumnya setelah menyadari, lalu mendekat pada Louis dengan centilnya.
-
-
-
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Hera Puspita
😁😁😁😁
2024-07-15
0
shadowone
🤣🤣🤣🤣🤣
2024-07-15
0
Dewi Sri
sy suka karakter elena
2024-04-08
0