Jangan Menambah Masalahku

Di ruang makan khusus pelayan, Elena sudah duduk disana untuk sarapan sebelum semua orang memulai aktivitas. Seperti perintah Louis sebelumnya bahwa ia harus lebih pagi dari yang lainnya masih tetap dilaksanakan hingga sekarang.

Tidak terasa sudah dua bulan sejak ia datang. Waktu cepat sekali berlalu dan masih sedikit kemajuan yang di lakukan untuk mendapatkan Louis kembali. Pria itu sangat keras sekali menjaga hatinya.

"Hahh ..." Menghela nafas pelan. Perjalanan masih sangat panjang, ya.

Elena melirik kecil saat mendengar ada orang lain yang datang.

"Selamat pagi," sapa Elena lebih dulu tanpa menoleh. Sejujurnya para pelayan disini masih takut padanya. Entah kenapa mereka setakut itu, padahal ia tak pernah mengganggu mereka sebelumnya.

"Se— selamat pagi," jawabnya gugup, lupa jika Elena pasti sudah tiba disini lebih dulu. Jadi, setelah menjawab ucapan Elena, ia hendak pergi lagi, namun baru menyentuh handle, pintu suara Elena mengejutkannya.

"Kau tidak lelah menghindariku?" tanya Elena santai. Ingat di hari pertamanya ada satu pelayan yang sangat menghindarinya. Inilah orangnya. Bukan tanpa sebab. Tidak ada alasan menghindar jika tidak ada sesuatu, kan?

"Saya ... saya—"

"Jangan takut. Aku tidak akan mengatakan apapun."

Pelayan wanita itu langsung bergetar. Terlihat dari kedua tangannya yang bertaut erat. Dengan keberanian yang di kumpulkannya, pelayan itu mencoba mendekat pada Elena, kemudian berlutut di bawahnya. Elena hanya melirik kecil ke bawah.

"Jangan menyentuhnya," peringat Elena langsung saat pelayan itu mau menyentuh kakinya.

"Nona ... saya tidak tahu— tidak tahu apapun. Saya hanya disuruh mengatakannya pada anda." Ternyata keberanian yang di kumpulkan itu tidak terlalu berguna karena sekarang ia menangis di hadapan Elena.

Memangnya aku se-mengerikan apa? batin Elena.

"Siapa namamu?"

"Bianca, Nona."

Tidak ada yang bisa di rahasiakan lagi. Bianca lelah hidup dengan rasa bersalahnya, namun hanya sedikit keberanian yang ia punya dan tidak ada yang bisa ia perbuat. Perbuatannya bukanlah masalah sepele sehingga terus menghantuinya.

"Apa yang dia berikan padamu?" Elena bertanya santai bersama sarapannya, membiarkan pelayan itu tetap berlutut di sana.

"Saya membutuhkan banyak uang, Nona. Ibu saya membutuhkan donor—"

"Aku mengerti," potong Elena. "Bangunlah," perintahnya tanpa menoleh. Toh ia tidak peduli. Pelayan ini hanya salah satu dari banyak orang yang pernah membuat masalah dengannya.

"Maafkan saya, Nona. Gara-gara saya—"

"Apa dia wanita?" potong Elena lagi.

"Ya?" Bianca bingung sesaat, lalu menjawab, "benar, dia wanita. Suaranya terdengar masih muda. Tapi, saya tidak pernah bertemu langsung karena dia hanya mengirim orang untuk bertemu saya."

Seperti kelihatannya, kejadian masa lalu memang berhubungan dengan Bianca. Pelayan inilah yang memberitahunya untuk menunggu Louis di sebuah Vila karena perintah seseorang.

Bianca juga berbohong dengan mengatakan bahwa Louis yang memerintahkannya lewat telepon rumah karena ponsel pria itu hilang entah kemana. Jika di ingat-ingat lagi, Elena merasa seperti orang bodoh karena mempercayainya. Tapi, menyesali kebodohannya sekarang juga tidak berguna.

Bianca masih menangis tanpa suara dengan berlutut meski Elena telah menyuruhnya untuk bangun. Elena pun tidak berniat untuk marah karena semua sudah terlanjur terjadi.

"Saya— saya akan mengakuinya pada tuan—"

"Tidak ada gunanya. Dia akan mengira aku memaksamu."

Selama tidak ada bukti nyata, mana bisa Louis percaya. Meski seandainya Louis percaya, maka nasib pelayan ini akan segera berakhir. Begitulah kira-kira yang akan terjadi.

"Lalu, saya harus bagaimana?" katanya dengan nada bergetar. Sebenarnya ia takut jika tuan besar nya tahu. Tidak bisa di bayangkan apa yang akan terjadi jika Louis sampai mengetahuinya, tapi ini adalah bayaran atas perbuatan dosanya.

Namun, juga benar adanya jika pengakuan ini tidak akan berguna sekarang. Tidak akan bisa mengembalikan delapan tahun Elena yang hilang bersama anak dan suaminya.

"Memangnya apa yang bisa kau lakukan dengan tubuh bergetar begitu?" cibir Elena, merapikan piring makanannya, kemudian berdiri. "Bangunlah. Yang perlu kau lakukan hanya diam dan jangan menambah masalahku," katanya acuh melewati Bianca begitu saja. Meski terdengar acuh, jangan menganggap ucapannya tidak serius.

Begitu keluar, rupanya sudah ada beberapa pelayan yang berada di depan pintu tanpa berani masuk. Mereka semua menunduk seolah tertangkap basah sedang menguping. Meski kenyataannya memang begitu. Namun, Elena tidak perduli dan berlalu begitu saja.

Setelah melihat kepergian mantan majikannya, mereka segera berlari masuk dan mendekati Bianca yang masih berlutut sambil menangis.

"Apa yang terjadi?!"

"Kenapa kau berlutut dan menangis begini, Bianca?"

"Apa yang kau lakukan padanya?"

Mereka tidak tahu apa yang terjadi barusan. Kebetulan mereka hanya mendengar kalimat terakhir Elena saat akan pergi saja. Seharusnya mereka datang lebih awal, kan?

Tapi, memang tidak seharusnya mereka menyinggung Elena sekecil apapun itu. Anggap saja wanita itu sensitif jika mereka salah sedikit saja. Bianca mungkin tidak sengaja menyinggungnya. Wah, lihatlah pemikiran para pelayan ini. Jika Elena tahu ia di anggap seperti itu, pasti hanya bisa berkerut kening.

-

-

-

-

-

Terpopuler

Comments

Rifa Endro

Rifa Endro

jika lois tahu, habis kau bianca

2024-03-03

1

lihat semua
Episodes
1 Menjadi Orang Lain
2 Dia Wanita Baik
3 Kesepakatan
4 Pengasuh, bukan Pelayan
5 Awal Baru Elena
6 H-1
7 Usai
8 Perasaan Asing yang Sama
9 Hubungan yang Belum Selesai
10 Masalah Lagi
11 Kepercayaan yang Hilang
12 Mother's Day
13 Menjadi Egois Sekali Lagi
14 Mengubah Kesepakatan
15 Past Story of Elena
16 Menggoda Daddy?
17 My Little Boy
18 Jangan Menambah Masalahku
19 Pikiran Dangkal
20 Jealous
21 Kegusaran Louis
22 Luka yang Belum Kering
23 Menjadi Paman
24 Kesempatan?
25 Telah Dewasa
26 Because She's a Mother
27 Kekosongan
28 Wanita Jahat
29 Sudah Gila
30 Jangan Menyerah
31 Kapan Menjadi Ibuku?
32 Karena Ego
33 Trouble Maker
34 Toxic
35 Bukan Sebuah Kebetulan
36 Kehilangan yang Lainnya
37 Menjadi Sesuatu yang di Butuhkan
38 Tunangan?
39 Mengambil Milikku
40 Sedikit Bumbu Pertengkaran
41 Dibalik Kesalahan
42 Wanita yang Paling Baik!
43 Tell us, Why?
44 Flashback: Pertemuan Pertama
45 Tidak Peduli Lagi
46 Keyakinan
47 Tindakan Louis
48 Penyesalan Terbesar Kathryn
49 Menjadi Dewasa
50 Tidak Suka Dirayakan
51 Menarik?
52 Sebuah Perubahan
53 Jatuh Cinta Berkali-kali
54 Pengakuan dan Kebiasaan Buruk
55 Dia Muncul
56 Kegelapan
57 Kabar Baik
58 Pengakuan yang Terpendam
59 Momen Pagi
60 Momen Pagi (2)
61 Berdamai
62 Ngidam Elena
63 Kesempatan untuk Diri Sendiri
64 Mengganggu Joella
65 Satu Hari Bersama Joella
66 Satu Hari Bersama Joella (2)
67 Cinta yang Tidak Akan Usai (End)
Episodes

Updated 67 Episodes

1
Menjadi Orang Lain
2
Dia Wanita Baik
3
Kesepakatan
4
Pengasuh, bukan Pelayan
5
Awal Baru Elena
6
H-1
7
Usai
8
Perasaan Asing yang Sama
9
Hubungan yang Belum Selesai
10
Masalah Lagi
11
Kepercayaan yang Hilang
12
Mother's Day
13
Menjadi Egois Sekali Lagi
14
Mengubah Kesepakatan
15
Past Story of Elena
16
Menggoda Daddy?
17
My Little Boy
18
Jangan Menambah Masalahku
19
Pikiran Dangkal
20
Jealous
21
Kegusaran Louis
22
Luka yang Belum Kering
23
Menjadi Paman
24
Kesempatan?
25
Telah Dewasa
26
Because She's a Mother
27
Kekosongan
28
Wanita Jahat
29
Sudah Gila
30
Jangan Menyerah
31
Kapan Menjadi Ibuku?
32
Karena Ego
33
Trouble Maker
34
Toxic
35
Bukan Sebuah Kebetulan
36
Kehilangan yang Lainnya
37
Menjadi Sesuatu yang di Butuhkan
38
Tunangan?
39
Mengambil Milikku
40
Sedikit Bumbu Pertengkaran
41
Dibalik Kesalahan
42
Wanita yang Paling Baik!
43
Tell us, Why?
44
Flashback: Pertemuan Pertama
45
Tidak Peduli Lagi
46
Keyakinan
47
Tindakan Louis
48
Penyesalan Terbesar Kathryn
49
Menjadi Dewasa
50
Tidak Suka Dirayakan
51
Menarik?
52
Sebuah Perubahan
53
Jatuh Cinta Berkali-kali
54
Pengakuan dan Kebiasaan Buruk
55
Dia Muncul
56
Kegelapan
57
Kabar Baik
58
Pengakuan yang Terpendam
59
Momen Pagi
60
Momen Pagi (2)
61
Berdamai
62
Ngidam Elena
63
Kesempatan untuk Diri Sendiri
64
Mengganggu Joella
65
Satu Hari Bersama Joella
66
Satu Hari Bersama Joella (2)
67
Cinta yang Tidak Akan Usai (End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!