...Untuk visual dan ilustrasi sebelum perceraian udah aku posting di ig ...
...arosee23...
...Cuss di follow^^...
°
°
Louis baru saja keluar dari kamar mandi dan dimana keberadaan Elena di kamarnya mengejutkannya seketika. Wanita itu duduk di pinggir ranjang dengan kedua tangan terlipat di dada.
Meski terkejut, Louis tak mengidahkan, hanya berjalan santai menuju walk in closet dimana Elena langsung bergerak mengikutinya. Louis berbalik menghadap Elena. Tidak ada yang bersuara di antara keduanya. Louis pun dengan biasa saja melepas handuk yang menjadi satu-satunya kain di tubuhnya di depan wanita itu.
Tidak ada reaksi apapun dari Elena, kecuali matanya yang selalu mengikuti setiap gerakan Louis yang memakai satu-persatu pakaiannya. Begitu pun dengan Louis yang tidak mengalihkan sedikitpun tatapannya dari Elena.
"Sudah puas melihatnya?" tanya Louis.
"Belum," jawabnya terus-terang. Louis terkekeh pelan, namun terdengar sinis.
Pria itu mendekati Elena dan mengangkat pelan dagunya. "Kau memang seperti itu," bisiknya. "Mau ku carikan seseorang untuk membantumu?" Maksudnya membantu memuaskan wanita ini.
"Untuk apa?" Elena menepis tangan Louis, membuat pria itu mengerutkan kening. Kemudian, tanpa ragu Elena mengalungkan tangannya di leher Louis. Pria itu sedikit tersentak kaget dan Elena puas dengan itu.
"Ada kau disini. Kenapa aku butuh orang lain?" balas Elena berbisik di telinganya.
Louis langsung tertawa, masih tidak habis pikir dengan keberanian mantan istrinya ini. Elena hendak menggodanya, kan? Sebenarnya kelakuannya saat ini seperti kebiasaan lama Elena yang tak tahu malu.
"Aku tidak tertarik dengan ja*lang."
"Tapi, aku bukan jalang sembarangan, Mr. Halbert."
"Oh iya? Memang apa bedanya?" Kedua tangan Louis mulai memegang pinggang ramping Elena. Jika memajukan wajahnya sedikit lagi, sudah Louis pastikan ia mampu meraup bibir merah muda yang tampak merekah itu.
"Aku hanya menjadi ja*lang denganmu saja." Kemudian melepas kaitan tangannya di leher Louis dan memberi jarak satu langkah.
Pria itu mengangkat sebelah alisnya.
"Aku mau mengubah kesepakatan," ujar Elena to the point.
"Sudah kuduga. Kau sulit di percaya." Louis masih santai mulai berjalan keluar menuju ranjang.
"Tidak peduli! Aku akan jadi jahat lagi kali ini. Bukan— aku akan jadi wanita egois!"
Louis tersenyum tipis meremehkan. Ia menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang sambil menatap Elena yang mulai mengeluarkan sifat aslinya lagi.
"Katakan."
Louis menunggu jawaban.
Elena tidak langsung menjawab, namun setelahnya ia berkata, "aku akan membuatmu jatuh cinta lagi padaku."
Sontak tawa Louis langsung pecah. "Ternyata ini niatmu, hm?"
"Aku baru saja memunculkan niatku."
"Kau terlalu percaya diri, Elena. Jangan pikir karena kau cantik dan aku pernah mencintaimu, aku akan jatuh untuk kedua kalinya."
"Mungkin maksudmu tiga," koreksi Elena sambil tersenyum mengejek.
Louis menatapnya datar. "Keluar."
"Tidak mau! Kau harus setuju denganku dulu," paksa-nya, kemudian bergerak naik ke atas ranjang Louis.
"Elena! Kau kurang ajar sekali, ya!" Pasalnya wanita itu sudah merapat padanya.
Benar-benar tidak habis pikir dengan tingkah laku Elena yang seharusnya bukan hal asing lagi bagi Louis. Pada dasarnya wanita itu sangat keras kepala.
"Aku tidak bisa meninggalkan Noah. Aku sudah berjanji tidak akan pergi."
"Itu memang rencanamu. Kau membuat Noah tidak bisa melepaskanmu, kemudian—"
"Aku tidak begitu! Aku ibunya. Ikatan batin kami sangat kuat, kau tahu?" kekeh Elena.
"Kau yakin? Jika dia tahu siapa Elena ... pikirmu dia masih berpikir begitu?" Louis mencondongkan tubuhnya pada Elena tepat di sebelahnya. Jarak mereka cukup dekat sehingga Louis bisa melihat wajah jelita nya dengan sangat jelas.
"Aku tahu dia membenciku," cicitnya kemudian. Wajahnya terlihat murung membuat sesuatu di bagian dada Louis seperti merasa nyeri. "Tapi, aku tidak bersalah!" sentaknya.
"Aku tidak pernah mengakuinya meski aku setuju kita berpisah." Hal itu hanya pemikiran sepihak Louis dan Elena tidak pernah mengakuinya sama sekali.
"Jadi, beri aku kesempatan. Aku akan membuktikannya!" Demi Noah. Demi kehidupan normal anak itu. Mungkin, akan sulit karena melibatkan orang tersayangnya, tapi Elena akan mencoba.
"Jangan main-main denganku, Elena." Louis menampilkan wajah serius. "Seharusnya aku tidak membiarkanmu masuk ke rumah ini lagi."
"Aku tidak akan menyerah, Louis. Aku akan membuatmu mencintaiku lagi. Jika kau benar-benar membenci kehadiranku, buat aku pergi." Kali ini Elena juga mengatakannya dengan raut serius.
Louis menegakkan tubuhnya kembali dan tersenyum miring.
"Baiklah! Jika dalam satu tahun kau gagal membuatku jatuh cinta, kau harus pergi dengan sukarela."
Wajah Elena berbinar senang. Ia tahu Louis tidak akan bisa menolak meski harus berkata kasar lebih dulu. Ya, begitulah Louis. Perpisahan bertahun-tahun tidak akan membuat Elena lupa bagaimana wataknya.
-
-
-
Pagi harinya di Halbert Company
Louis mendengarkan banyak informasi dari Lucas yang sudah di peroleh asistennya itu. Informasi paling utama ialah mengenai kejadian waktu itu.
"Nona Elena memang baru datang saat itu. Wanita bernama Freya itu mengakui jika dia memang sudah lama mendapat perlakuan tak pantas dari Edith dan Joella. Nona Elena sudah lama tidak berhubungan dengan mereka, Sir." Jadi, bisa dikatakan Elena memang tidak terlibat seperti pengakuannya saat itu. Bagaimanapun Louis telah memiliki Trust issue terhadap Elena.
Trust issue atau masalah kepercayaan merupakan kondisi di mana seseorang merasa takut akan menjadi korban pengkhianatan, ditinggalkan, atau dimanipulasi oleh orang lain. Rasa takut ini biasanya muncul akibat pengalaman buruk. Itu sebabnya kondisi ini membuat seseorang sulit mempercayai orang lain.
"Nona Elena ternyata sudah lama memutuskan hubungan dengan keduanya setelah— menikah dengan anda, Sir. Tapi, mereka mulai menjalin hubungan pertemanan kembali belum lama ini."
Louis belum mengatakan apapun, masih mencerna dengan baik semua ucapan Lucas. Namun sekarang, ia tahu bahwa Elena tidak membohonginya soal ini. Ada sedikit rasa bersalah dalam dirinya karena sempat menuduh Elena menganggu Freya juga.
"Bukan hanya itu, Sir."
"Ada lagi?" tanya Louis heran.
"Benar. Saya mendapatkan beberapa informasi lain. Nona Elena ternyata sudah lama memutuskan hubungan dengan keluarganya juga."
What? Louis baru mendengar soal ini.
"Kenapa?" Ada sedikit kecemasan dalam nada suaranya. Mungkin karena Elena masih tergolong manja dan akan sulit lepas dari keluarganya.
"Untuk alasan, saya belum mengetahui pastinya. Yang jelas nona Elena mendirikan sebuah butik yang sudah memiliki beberapa cabang. 25 persen saham juga masih di milikinya dalam keluarga Joyce."
Louis juga tahu hal ini, tapi kenapa wanita itu sampai meninggalkan keluarga yang dicintainya itu? Apa ada masalah lain yang tidak di ketahuinya?
"Terus cari tahu, Lucas. Aku ingin mendengar sebanyak mungkin."
Louis menyandarkan tubuhnya di kursi kebesarannya. Bagaimana jika ia salah selama ini? Jika begitu ia akan sangat menyesalinya, kan?
Beri aku kesempatan!
Permintaannya semalam— haruskah ia mempercayai Elena sekali lagi?
Di ambilnya sebuah kotak perhiasan kecil di laci yang di dalamnya terdapat sebuah cincin tanpa pasangan. Anehnya— ia masih menyimpan cincin pernikahan mereka hingga saat ini.
Aku tahu dia membenciku. Tapi, aku tidak bersalah!
Sial! Louis tidak bisa berhenti memikirkannya. Bukankah ini yang di inginkannya? Mendengar Elena membela diri dan mulai menjelaskan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
ollyooliver🍌🥒🍆
makan tuh, kata j*lang yang selalu kau sematkan pada elena..cih🙄. orang kalau masih cinta sadar tdk sadar atau bahkan tertutup dengan rasa benci sekalipun pasti ada hati yang bergerak untuk tidak.menyakiti karena jika sepenuhnya benci..louis tidak akan memberikan kesempatan apapun alasannya kepada elena.😌
2024-10-08
0
Rifa Endro
karena sepihak saja. bukankah cinta itu harus dirajut berdua, lois.
2024-03-03
0
dewi
karena komunikasi
2023-12-23
0