Usai

Flashback On

Malam itu di hari ulang tahunnya Elena mengendarai mobilnya dengan perasaan gembira. Seseorang memberitahu bahwa suaminya sudah menunggu di sebuah villa tak jauh dari pusat kota. Elena langsung mempercayainya karena Louis selalu punya hal untuk mengejutkannya.

Saat masuk, Elena disuguhkan dengan paket dinner mewah yang telah menunggunya bersama para pelayan yang siap melayani kepuasannya. Louis selalu mengerti apa yang dibutuhkannya. Ya, mereka pasangan yang sempurna bagai ratu dan raja di sebuah novel romansa, bukan? Elena sangat percaya diri untuk memikirkan itu.

"Dimana suamiku?"

"Beliau akan datang sebentar lagi. Anda bisa duduk lebih dulu," katanya dengan pelayanan terbaiknya ia menjamu Elena.

"Silahkan nikmati wine terbaik kami, Mrs. Halbert."

"Thank you." Elena menerima dengan senang hati.

Namun sudah beberapa kali ia meneguk wine hingga nyaris menghabiskan satu botol wine, Louis belum juga datang. Sudah hampir satu jam ia menunggu sambil sesekali memperbaiki penampilannya.

Elena masih sabar menunggu dengan berpikir jika pria itu mungkin masih sedikit sibuk dengan pekerjaannya. Ia akan memaklumi hal itu karena Louis sudah menyiapkan jamuan ini untuknya. Namun ditengah menunggunya itu, Elena mulai didera rasa kantuk yang cukup berat. Ia menguap sambil melihat jam di tangannya.

"Kenapa aku mengantuk?" Padahal ia cukup kuat dengan alkohol. Satu botol tidak bisa membuatnya mabuk, tapi kepalanya ikut pusing secara perlahan dan pandangannya mulai kabur.

Ia berusaha menahannya dan mencoba fokus. Hingga suara langkah kaki berat mendekat padanya.

"Louis?" Elena tak dapat melihat dengan jelas dan mencoba berdiri namun limbung. Kakinya terasa lemah untuk menompang tubuhnya. Untungnya pria itu menangkap tubuhnya.

"Selamat ulang tahun, Elena."

Kemudian ia menyadari bahwa suara itu bukan milik Louis. Terlambat untuk melepaskan diri karena kesadarannya telah hilang sepenuhnya. Ia tak dapat mendengar atau merasakan apapun lagi kecuali kegelapan.

Begitu sadar, Elena langsung terbangun duduk. Ia juga menyadari jika pakaiannya telah dibuka dan hanya menyisakan bra dan underware nya saja di bawah selimut.

Bukan hanya itu, saat melihat seseorang yang terbaring di sebelahnya, ada Louis yang entah sejak kapan berdiri di dekat pintu menyaksikan dirinya berada di ranjang yang sama tanpa pakaian mereka. Mata elang itu penuh kekecewaan yang membuatnya begitu terluka.

"Kau sudah banyak, Sayang." Ia tak mengenal pria itu, tapi pria itu bicara lagi, "aku sangat menikmati malam kita." Ini jebakan. Elena mulai menyusun satu persatu ingatannya.

"Oh, kenapa suamimu disini?" Pria itu bertingkah lugu dengan senyum smirknya. Elena tidak menggubrisnya. Fokusnya hanya pada suaminya.

Dengan perasaan berdebar Elena mencoba berdiri. Pusing yang di deranya semalam masih tersisa hingga langkahnya begitu lambat. Hal ini akan membuat kesalahan ini menjadi semakin nyata, kan?

"Louis ..." gumamnya. Ia mendekatinya, berusaha berpikir di sela-sela kepanikan yang memenuhi kepalanya.

"Kau tidak berubah, Elena." Sorot itu begitu menyakitkan. Elena menggeleng-geleng kuat. Ia tidak seperti itu.

"Tidak. Ayo bicara!" Elena menahannya sekuat tenaga.

"Baiklah. Aku akan pergi." Pria yang tidak dikenal itu hendak pergi dengan santai, namun Louis menahannya dan melepaskan satu bogeman kuat pada rahangnya. Satu pukulan itu sudah berhasil merobek bibirnya.

"Sial!"

"Pergi sejauh mungkin. Jika aku melihatmu lagi, kupastikan kau berada di bawah tanah setelah ini," desis Louis tajam. Tangannya mencengkeram erat leher bajunya, kemudian melempar pria itu keluar pintu tanpa perasaan. Tanpa pikir panjang pria itu berlari menjauh.

"Louis, aku tidak—"

"Aku menunggumu di rumah. Kau justru bersenang-senang disini. Noah menangis semalaman karena merindukanmu."

"Tidak mungkin. Dia bilang kau di—"

"Apa?"

Bibir Elena kelu. Mengapa ia tidak bisa mengatakan apapun. Mengapa ia merasa kalah pada jebakan ini! Tidak, bukan itu. Tapi pandangan Louis padanya yang menunjukkan ketidakpercayaan.

Elena tersenyum miris. Sifat buruknya di masa lalu pasti telah mendukung kejahatannya kali ini. Ya, mungkin ini yang disebut karma.

"Kau tidak percaya padaku, Louis?"

"Aku ingin percaya, tapi kenapa begitu sulit?"

"Aku tidak melakukan apapun ... Aku tidak— aku tidak tahu apa yang terjadi," katanya lemah.

Louis hanya menatapnya. Sudah jelas terlihat di mata Louis bahwa terlambat untuknya berkata-kata sekarang.

"Kau bukan untukku, Elena. Aku juga tidak ingin Noah mengetahui ini."

Keduanya sama-sama terluka. Mata Louis berkaca-kaca, kemudian tangannya terulur menyentuh pipi Elena yang sudah lembab akibat air matanya juga.

"Louis ..."

"Aku tidak bisa memaafkanmu kali ini." Tatapan Louis berubah dingin dan tajam, kemudian menjatuhkan tangannya dari pipi Elena.

Pria itu berbalik dan pergi tanpa mengatakan apapun lagi. Elena bergerak menahan Louis dengan menyentuh tangannya, tapi pria menepisnya dengan kasar. Elena tertegun di tempatnya, begitupun dengan Louis yang tidak sengaja menolaknya.

"Kau tidak— menginginkanku lagi?" Elena memberanikan diri mengucapkan kalimat tersebut.

"Tidak." Louis menatapnya seolah mati rasa, "hari ini telah membuatku sadar."

Elena menunduk membisu. Ia hendak membuka mulutnya, namun menutupnya lagi. Ia tidak bisa membantahnya. Ia tahu bahwa dirinya tak cukup baik untuk Louis maupun Noah.

Penjelasan tidak akan berguna jika seseorang hanya melihat keburukan saja. Tidak peduli sebaik apa kita sekarang. Kita tetaplah orang jahat di mata orang yang tidak menyukai kita.

"Baik ... Jika itu yang kau inginkan." Elena mencoba bernafas normal. Dirinya tahu inilah garis finish kehidupan nyamannya. Pada akhirnya ia tetap manusia yang sulit diterima oleh orang lain.

"Biarkan aku menemui Noah sekali lagi."

Flashback Off

-

-

-

-

"Kau memikirkan apa kali ini, Bibi Elena?" Noah memincing, "bibi tidak berniat menggoda daddy juga, kan?"

Pasalnya Elena diam-diam memperhatikan Louis dari balik dinding. Kebetulan Noah melihatnya dan ikut memperhatikan diam-diam juga.

"Ish! Kau terlalu berburuk sangka."

"Bukan buruk sangka! Tapi pengalaman!"

"Aku hanya pengagum saja. Daddymu itu sangat tampan," bisik Elena.

"Cih! Daddyku memang tampan tahu."

"Tapi aku lebih menyukai putranya," terus terang Elena, membuat Noah bersemu.

"Pokoknya lupakan saja jika bibi menyukai daddy. Itu takkan berhasil!"

"Iya, aku tahu! Memangnya tidak boleh hanya suka saja," gumam Elena di kalimat akhir.

"Tidak boleh!"

"Iya iya! Kau ini ...."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terpopuler

Comments

Hera Puspita

Hera Puspita

di sini louis juga salah, seharusnya louis mendengarkan cerita elena

2024-07-15

0

Alexandra Juliana

Alexandra Juliana

Siapa yg menjebak Elena? Sepertinya org terdekatnya deh soalnya kejadiannya di Villa mrk

2024-03-19

0

Rifa Endro

Rifa Endro

tapi siapa yang menjebak elena...

2024-03-03

0

lihat semua
Episodes
1 Menjadi Orang Lain
2 Dia Wanita Baik
3 Kesepakatan
4 Pengasuh, bukan Pelayan
5 Awal Baru Elena
6 H-1
7 Usai
8 Perasaan Asing yang Sama
9 Hubungan yang Belum Selesai
10 Masalah Lagi
11 Kepercayaan yang Hilang
12 Mother's Day
13 Menjadi Egois Sekali Lagi
14 Mengubah Kesepakatan
15 Past Story of Elena
16 Menggoda Daddy?
17 My Little Boy
18 Jangan Menambah Masalahku
19 Pikiran Dangkal
20 Jealous
21 Kegusaran Louis
22 Luka yang Belum Kering
23 Menjadi Paman
24 Kesempatan?
25 Telah Dewasa
26 Because She's a Mother
27 Kekosongan
28 Wanita Jahat
29 Sudah Gila
30 Jangan Menyerah
31 Kapan Menjadi Ibuku?
32 Karena Ego
33 Trouble Maker
34 Toxic
35 Bukan Sebuah Kebetulan
36 Kehilangan yang Lainnya
37 Menjadi Sesuatu yang di Butuhkan
38 Tunangan?
39 Mengambil Milikku
40 Sedikit Bumbu Pertengkaran
41 Dibalik Kesalahan
42 Wanita yang Paling Baik!
43 Tell us, Why?
44 Flashback: Pertemuan Pertama
45 Tidak Peduli Lagi
46 Keyakinan
47 Tindakan Louis
48 Penyesalan Terbesar Kathryn
49 Menjadi Dewasa
50 Tidak Suka Dirayakan
51 Menarik?
52 Sebuah Perubahan
53 Jatuh Cinta Berkali-kali
54 Pengakuan dan Kebiasaan Buruk
55 Dia Muncul
56 Kegelapan
57 Kabar Baik
58 Pengakuan yang Terpendam
59 Momen Pagi
60 Momen Pagi (2)
61 Berdamai
62 Ngidam Elena
63 Kesempatan untuk Diri Sendiri
64 Mengganggu Joella
65 Satu Hari Bersama Joella
66 Satu Hari Bersama Joella (2)
67 Cinta yang Tidak Akan Usai (End)
Episodes

Updated 67 Episodes

1
Menjadi Orang Lain
2
Dia Wanita Baik
3
Kesepakatan
4
Pengasuh, bukan Pelayan
5
Awal Baru Elena
6
H-1
7
Usai
8
Perasaan Asing yang Sama
9
Hubungan yang Belum Selesai
10
Masalah Lagi
11
Kepercayaan yang Hilang
12
Mother's Day
13
Menjadi Egois Sekali Lagi
14
Mengubah Kesepakatan
15
Past Story of Elena
16
Menggoda Daddy?
17
My Little Boy
18
Jangan Menambah Masalahku
19
Pikiran Dangkal
20
Jealous
21
Kegusaran Louis
22
Luka yang Belum Kering
23
Menjadi Paman
24
Kesempatan?
25
Telah Dewasa
26
Because She's a Mother
27
Kekosongan
28
Wanita Jahat
29
Sudah Gila
30
Jangan Menyerah
31
Kapan Menjadi Ibuku?
32
Karena Ego
33
Trouble Maker
34
Toxic
35
Bukan Sebuah Kebetulan
36
Kehilangan yang Lainnya
37
Menjadi Sesuatu yang di Butuhkan
38
Tunangan?
39
Mengambil Milikku
40
Sedikit Bumbu Pertengkaran
41
Dibalik Kesalahan
42
Wanita yang Paling Baik!
43
Tell us, Why?
44
Flashback: Pertemuan Pertama
45
Tidak Peduli Lagi
46
Keyakinan
47
Tindakan Louis
48
Penyesalan Terbesar Kathryn
49
Menjadi Dewasa
50
Tidak Suka Dirayakan
51
Menarik?
52
Sebuah Perubahan
53
Jatuh Cinta Berkali-kali
54
Pengakuan dan Kebiasaan Buruk
55
Dia Muncul
56
Kegelapan
57
Kabar Baik
58
Pengakuan yang Terpendam
59
Momen Pagi
60
Momen Pagi (2)
61
Berdamai
62
Ngidam Elena
63
Kesempatan untuk Diri Sendiri
64
Mengganggu Joella
65
Satu Hari Bersama Joella
66
Satu Hari Bersama Joella (2)
67
Cinta yang Tidak Akan Usai (End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!