Kesepakatan

Pagi harinya Elena telah siap dengan setelan glamornya. Bukan hal yang jarang para karyawan butik melihat penampilan Elena yang jauh dari kata sederhana. Pada dasarnya wanita itu telah hidup mewah sejak kecil dan dimanjakan kekayaan oleh keluarganya.

Suara heels bertubrukan dengan tangga dan menampilkan Elena dengan kaca mata hitamnya. Rambut panjangnya dibiarkan tergerai lurus sehingga memberi kesan elegan.

Para karyawan hanya bisa menatap iri juga penuh kagum. Sosok Elena memang tidak pernah mengecewakan. Wanita itu terlihat seperti dewi yang membuat siapapun yang melihatnya akan terpaku dengan kecantikannya.

Jangan lupakan barang-barang mewah yang menempel pada tubuhnya itu. Tas yang dikenakannya saja bisa mencapai puluhan ribu dollar. Beginilah gaya hidup Elena, hidup mewah dan menikmati kesenangan.

"Bagaimana penampilanku, Ellie?" Menaikkan kaca matanya dan mengibas rambutnya pelan.

"Seperti biasanya anda luar biasa, Nona Elena." Tidak ada kebohongan dari ucapan Ellie. Elena tersenyum bangga mendengarnya.

"Tutup saja butik hari ini. Pergilah kemanapun kalian mau." Ia sedang berbaik hati membiarkan semua orang libur, "tapi tetap buka besok!" Hanya hari ini, haha.

"Terima kasih, Nona," ucap semua orang senang.

"Bagaimana denganku?" tanya Jeff.

"Kau karyawan butik?"

"Bukan," jawab Jeff.

"Kalau begitu tutup mulutmu." Setelah mengatakan itu Elena berjalan melewatinya dengan acuh. Lagi-lagi Ellie menahan tawanya karena kesialan Jeff.

"Kau asistennya, Jeff. Kau berharap apa jika dia akan bergerak seharian."

"Dia memang terlalu aktif." Lalu menyusul Elena secepatnya.

-

-

-

Elena menghentikan langkahnya sejenak seraya menatap seseorang yang sudah menunggunya di dalam ruangan khusus. Sebelum mendekat, Elena sudah mengatur raut wajahnya sebaik mungkin dengan senyuman yang ia miliki.

"Aku tak percaya kau yang memanggilku lebih dulu ... Sir."

Mungkin Elena hampir tidak mempercayainya. Setelah sekian lama akhirnya mereka bertemu lagi. Louis Halbert, mantan suami yang tak kalah di rindukannya. Hari ini memanggilnya untuk bertemu secara pribadi melalui butik miliknya.

"Aku tidak memanggilmu untuk berbasa-basi," datarnya.

Elena terpaku sesaat hingga kemudian memasang senyum ringan tanpa beban.

"Benar juga. Mana mungkin kau mau melakukannya. Jadi ada apa, Sir. Louis?"

"Menjauhlah dengan perlahan," pinta Louis langsung pada intinya.

"Ah! Jadi aku ketahuan," gumam Elena sedikit mengerucutkan bibirnya. Louis sedikit mengerutkan kening. Pria itu hendak bicara lagi, tapi seorang pelayan datang.

"Berikan saja menu terbaik kalian," kata Elena.

"Baik. Akan kami sajikan segera." Pelayan itu undur diri.

"Aku suka tempat ini. Kau pandai memilih tempat," ujar Elena lagi.

Louis berdecih, "aku tahu kau menyukai hal mewah. Kau masih tetap sama, Elena."

Sebenarnya ia tidak mau membahas hal lain selain Noah apalagi membahas masa lalu yang tidak ingin Louis ingat. Tapi wanita itu memang pandai mengalihkan perhatian orang lain.

Wanita itu masih sama. Menyukai kekayaan dan kemewahan. Tempat yang ia pesan juga bukan tempat murahan yang tidak disukai Elena. Disini adalah restoran bintang lima dengan banyak pertemuan resmi. Tempat para konglomerat berdatangan.

"Aku tidak mengerti yang kau sebut sama. Kupikir aku sudah banyak berubah." Pria itu sedang menyindirnya dan ia tahu itu. Tapi apa ia harus marah dan tersinggung? Tidak perlu. Jangan lakukan hal sia-sia. Tidak ada salahnya berpendapat begitu.

"Semoga saja." Louis tersenyum meremahkan.

Wanita itu memang cantik dan menawan. Orang bilang ia seperti dewi dan Louis beruntung memilikinya sebagai kekasih. Namun itu hanya ucapan orang-orang yang tidak mengenal sosok Elena yang sebenarnya.

Apa mereka tahu bahwa wanita yang mereka sebut seperti dewi itu merupakan seorang wanita yang memiliki sifat buruk? Ya, itulah kenyataan sebenarnya. Wanita itu pernah menjadi pembully di sekolahnya dan suka memandang rendah pada orang lain.

Louis merasa pernah menjadi salah orang bodoh karena percaya wanita itu akan berubah hanya dengan menunjukkan sedikit perlakuan baiknya. Sayangnya terlambat menyesalinya sekarang, kan? Dirinya terlanjur menikahi wanita itu dan memiliki Noah.

"Kau semakin tampan, Louis!" puji Elena tanpa malu. Hei! Ia serius.

"Kenapa? Apa kau sedang menyesal?"

"Aku sangat menyesal! Kau kan pria paling tampan di kampus. Semua orang iri padaku."

Lihat sendiri kan? Apa yang berubah darinya? Tidak ada! Wanita itu selalu percaya diri meski ada yang menghinanya sekalipun.

"Jadi apa? Kau mau kembali padaku lagi?"

"Apa bisa?" Elena memajukan wajahnya. Louis ikut memajukan wajahnya.

"Tidak bisa, bit*ch!" bisik Louis, "tapi aku bisa menunjukkanmu seseorang yang bisa memuaskanmu ... seperti dulu." Mengangkat dagu Elena dengan jari telunjuknya. Mata keduanya saling bertatapan intens.

"Aku jala*ng yang mempesona, kan?" senyum Elena. Louis segera menjauhkan wajahnya.

"Aku suka kepercayaan dirimu. Aku tidak bisa berbohong bahwa kau memang mempesona, tapi tidak ada artinya untukku." Meski ia terang-terangan menghina mantan istrinya itu, Elena masih tampak biasa saja.

Elena tertawa pelan. Ternyata masih sama cara orang memandangnya. Ya, dirinya terdengar sangat buruk, kan? Memang bagus Noah tidak mengetahui bahwa ia ibunya. Anak itu bisa malu jika mendengarnya apalagi jika teman sekolahnya tahu bahwa Noah memiliki ibu yang sangat buruk. Sudah benar jika Noah dan Louis sangat membencinya.

"Kalau begitu beri aku waktu satu tahun!" pinta Elena tiba-tiba sambil mengacungkan jari telunjuknya.

"Aku tahu kau takut aku membawa pengaruh buruk untuk Noah. Jadi berikan aku waktu untuk bersamanya setelah itu aku akan pergi. Aku janji."

"Kenapa harus? Aku tidak tahu kan jika kau akan mencuci otaknya selama setahun itu."

"Kalau begitu awasi aku."

Elena mengambil tangan Louis dan menggenggamnya penuh harap.

"Biarkan aku menjadi pengasuhnya!"

"What?!"

"Aku tidak keberatan menjadi pelayan juga. Aku akan mencuci, mengepel lantai atau apapun itu!"

"Apa kau gila?" Tersenyum miring dan menarik tangannya. Wanita itu mulai tidak waras. Tidak mungkin ia mau menurunkan harga dirinya dengan menjadi pelayan, "kau mau merendahkan dirimu sendiri?"

"Tidak masalah. Kau mau aku mengelap sepatumu juga? Akan kulakukan."

Baiklah. Sudah cukup! Louis tidak tahan mendengarnya lagi.

"Sebenarnya apa yang kau inginkan dari Noah?! Mana mungkin wanita sepertimu mau bertindak seperti pelayan. Jangan macam-macam padaku, Elena. Aku membiarkanmu berteman dengan putraku karena aku masih menghargaimu sebagai ibunya," tekan Louis dengan rahang mengetat. Ia merasa sangat marah sekarang. Bukan karena Noah, tapi karena wanita itu membuatnya memandang Elena begitu rendah.

"Aku merindukan Noah, Louis. Itu saja. Aku mengerti kau cemas, tapi aku tetap ibu yang ingin mencintai anaknya. Aku hanya minta satu tahun dari waktu seumur hidup yang kau miliki. Tidak ada ibu yang ingin anaknya menjadi buruk."

Louis tidak menjawabnya, hanya menatap mata jernih kecoklatan milik mantan istrinya itu dengan lekat. Menyebalkan karena ia seperti melihat ketulusan di dalamnya.

"Berikan ponselmu."

Elena langsung tersenyum lebar dan menyerahkan ponselnya.

"Apa aku di terima?" tanyanya antusias.

Louis tidak langsung menjawab. Ia melempar ponsel Elena pelan setelah menyimpan nomor telepon wanita itu.

"Cukup jadi pengasuh selama setahun!"

"Yess! Aku akan bersama Noah setiap hari."

"Jika ada yang mencurigakan, kau akan langsung dipecat!"

"Siap mendengarkan, Sir!"

Terpopuler

Comments

Endang Sulistia

Endang Sulistia

kok sedih ya

2025-03-25

0

Fika Chu

Fika Chu

ceriranya seruuuuu

2025-02-17

0

Hera Puspita

Hera Puspita

sedih dengar elena mau jadi pengasuh sekalian pembantu, agar dapat dekat dgn anak nya 😢😢

2024-07-15

2

lihat semua
Episodes
1 Menjadi Orang Lain
2 Dia Wanita Baik
3 Kesepakatan
4 Pengasuh, bukan Pelayan
5 Awal Baru Elena
6 H-1
7 Usai
8 Perasaan Asing yang Sama
9 Hubungan yang Belum Selesai
10 Masalah Lagi
11 Kepercayaan yang Hilang
12 Mother's Day
13 Menjadi Egois Sekali Lagi
14 Mengubah Kesepakatan
15 Past Story of Elena
16 Menggoda Daddy?
17 My Little Boy
18 Jangan Menambah Masalahku
19 Pikiran Dangkal
20 Jealous
21 Kegusaran Louis
22 Luka yang Belum Kering
23 Menjadi Paman
24 Kesempatan?
25 Telah Dewasa
26 Because She's a Mother
27 Kekosongan
28 Wanita Jahat
29 Sudah Gila
30 Jangan Menyerah
31 Kapan Menjadi Ibuku?
32 Karena Ego
33 Trouble Maker
34 Toxic
35 Bukan Sebuah Kebetulan
36 Kehilangan yang Lainnya
37 Menjadi Sesuatu yang di Butuhkan
38 Tunangan?
39 Mengambil Milikku
40 Sedikit Bumbu Pertengkaran
41 Dibalik Kesalahan
42 Wanita yang Paling Baik!
43 Tell us, Why?
44 Flashback: Pertemuan Pertama
45 Tidak Peduli Lagi
46 Keyakinan
47 Tindakan Louis
48 Penyesalan Terbesar Kathryn
49 Menjadi Dewasa
50 Tidak Suka Dirayakan
51 Menarik?
52 Sebuah Perubahan
53 Jatuh Cinta Berkali-kali
54 Pengakuan dan Kebiasaan Buruk
55 Dia Muncul
56 Kegelapan
57 Kabar Baik
58 Pengakuan yang Terpendam
59 Momen Pagi
60 Momen Pagi (2)
61 Berdamai
62 Ngidam Elena
63 Kesempatan untuk Diri Sendiri
64 Mengganggu Joella
65 Satu Hari Bersama Joella
66 Satu Hari Bersama Joella (2)
67 Cinta yang Tidak Akan Usai (End)
Episodes

Updated 67 Episodes

1
Menjadi Orang Lain
2
Dia Wanita Baik
3
Kesepakatan
4
Pengasuh, bukan Pelayan
5
Awal Baru Elena
6
H-1
7
Usai
8
Perasaan Asing yang Sama
9
Hubungan yang Belum Selesai
10
Masalah Lagi
11
Kepercayaan yang Hilang
12
Mother's Day
13
Menjadi Egois Sekali Lagi
14
Mengubah Kesepakatan
15
Past Story of Elena
16
Menggoda Daddy?
17
My Little Boy
18
Jangan Menambah Masalahku
19
Pikiran Dangkal
20
Jealous
21
Kegusaran Louis
22
Luka yang Belum Kering
23
Menjadi Paman
24
Kesempatan?
25
Telah Dewasa
26
Because She's a Mother
27
Kekosongan
28
Wanita Jahat
29
Sudah Gila
30
Jangan Menyerah
31
Kapan Menjadi Ibuku?
32
Karena Ego
33
Trouble Maker
34
Toxic
35
Bukan Sebuah Kebetulan
36
Kehilangan yang Lainnya
37
Menjadi Sesuatu yang di Butuhkan
38
Tunangan?
39
Mengambil Milikku
40
Sedikit Bumbu Pertengkaran
41
Dibalik Kesalahan
42
Wanita yang Paling Baik!
43
Tell us, Why?
44
Flashback: Pertemuan Pertama
45
Tidak Peduli Lagi
46
Keyakinan
47
Tindakan Louis
48
Penyesalan Terbesar Kathryn
49
Menjadi Dewasa
50
Tidak Suka Dirayakan
51
Menarik?
52
Sebuah Perubahan
53
Jatuh Cinta Berkali-kali
54
Pengakuan dan Kebiasaan Buruk
55
Dia Muncul
56
Kegelapan
57
Kabar Baik
58
Pengakuan yang Terpendam
59
Momen Pagi
60
Momen Pagi (2)
61
Berdamai
62
Ngidam Elena
63
Kesempatan untuk Diri Sendiri
64
Mengganggu Joella
65
Satu Hari Bersama Joella
66
Satu Hari Bersama Joella (2)
67
Cinta yang Tidak Akan Usai (End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!