Perasaan Asing yang Sama

Pagi harinya seperti perintah Louis sebelumnya, Elena datang lebih awal ke mansion utama daripada pekerja yang lainnya. Wanita itu sudah berdiri di depan kamar Noah sambil menguap beberapa kali. Ini masih terlalu pagi untuknya ditambah ia sulit tidur semalam akibat mimpi buruk yang biasa dialaminya.

Hari ini Noah akan memulai sekolah lagi setelah melewati akhir pekan yang artinya akan menjadi hari pertamanya membantu Noah bersiap. Elena menjadi sedikit tidak sabar. Sudah menjadi keinginannya sebagai seorang ibu untuk membantu anaknya pergi ke sekolah. Contohnya seperti membantu mandi, berpakaian atau menyuapinya makan. Elena jadi tersenyum membayangkan.

"Apa yang kau pikirkan?" Suara sinis itu membuyarkan khayalannya. "Aku tidak tahu ada hantu di mansion ini." Entah darimana kulkas berjalan ini datang.

"Pikirmu aku kerasukan?"

"Kau sendiri yang bilang," acuhnya melewati Elena menuju kamarnya di sebelah kamar Noah.

"Hari ini Noah ke sekolah. Biar aku yang mengantar dan menjemputnya juga," pinta Elena.

"Terserah kau saja."

"Kemarin masih akhir pekan. Seharusnya kau manfaatkan untuk beristirahat." Ternyata belum ada yang berubah dari Louis mengenai pekerjaan. Pria itu masih penggila kerja yang tidak tahu waktu.

Louis pasti begadang lagi semalaman dan baru selesai pagi ini tanpa tidur dan hanya berkutat pada tumpukan dokumen. Kebiasaan yang tidak berubah bahkan sejak masih menjadi suaminya.

Pria itu sempat menahan langkanya begitu Elena mengatakannya.

"Bukan urusanmu."

Melihat Louis sudah menghilang di balik pintu, Elena hanya menghela nafas pelan.

****

Ketukan pintu membuat Louis mengurungkan niatnya untuk tidur. Awalnya hanya di abaikan, tapi ketukan yang tidak berniat menyerah semakin mendesaknya bangun. Mau tidak mau Louis bangun dengan perasaan kesal.

"Apa?!"

Seharusnya sudah bisa ditebak siapa pelakunya. Hanya tiga orang yang berani melawannya disini yaitu ibu, Noah dan— Elena. Ibu dan Noah tidak mungkin mengganggunya sepagi ini. Sudah jelas siapa orangnya, kan?

"Ambil ini. Teh herbal, air putih dan roti panggang." Hanya ini yang bisa ia buat.

"Sedang apa kau?" datarnya. Wanita itu sedang sok perhatian, begitu?

"Aku tidak mencari perhatian. Setidaknya pikirkan kesehatanmu demi Noah juga. Kau harus sehat agar selalu bersama Noah."

Elene menerobos masuk begitu saja karena Louis tak kunjung meraih nampan di tangannya. Wanita itu berbalik menghadapnya lagi setelah meletakkannya di meja.

"Benci saja aku, tapi jangan benci makananku." Kemudian keluar meninggalkan Louis yang menatap ke arah nampan tanpa suara.

"Sial!" umpatnya. Ia benci perasaan asing ini lagi. Dirinya tidak boleh terpengaruh kali ini. Cukup satu kali saja ia terpedaya dengan tampang malaikat itu. Tidak ingin berlarut, Louis pun mengabaikan sarapan yang dibawa Elena.

Sedangkan Elena kini berdiri di depan kamar Noah sambil menghadap ke kamar Louis. Ia sendiri tidak percaya kenekatannya yang bergerak secara alami ini sehingga berani memasuki kamar itu lagi. Namun jujur saja ia jadi merindukan kamar yang pernah dipakainya sebagai istri Louis itu.

Lagi-lagi masih banyak yang tidak berubah, kecuali figura-figura kecil yang menghiasi meja dan dindingnya. Dulu hampir semua foto itu hanya dipenuhi wajah dirinya, juga Louis dan Noah. Sekarang hanya ada beberapa, itupun tanpa ada dirinya sama sekali.

Merasa sudah cukup lama berdiri disana, Elena akhirnya bergerak memasuki kamar Noah. Putra manisnya masih tertidur dengan lelap. Ia tak berniat membangunkannya sama sekali.

Ini kesempatannya. Duduk pelan di pinggir ranjang, kemudian merapikan rambut Noah yang menutupi keningnya dengan sangat hati-hati. Elena tersenyum lembut.

Satu-satunya alasan ia bertahan, Noah kesayangannya. Anak yang lahir dan tumbuh tanpa mengetahui ibu kandungnya. Terkadang ia merasa tidak adil dengan rencana Tuhan, namun ia tetap bersyukur karena masih bisa bersama putra kecilnya.

Ia akan mengikuti bagaimana waktu berjalan dan bagaimana alur terbentuk. Mungkin dengan sedikit campur tangan tidak masalah, bukan? Ya, dirinya tak keberatan melawan takdir sekalipun demi orang-orang yang dicintainya terutama untuk Noah.

Mommy disini, Noah. Andai kau tahu itu. Tapi jika kau tahu, kau tidak akan mau melihatku lagi. Jadi Mommy terpaksa berbuat curang begini. Aku mencintaimu, lebih banyak daripada kau membenciku.

Aku mencintai kalian berdua. Aku berharap kalian mengetahuinya suatu hari nanti bahwa perasaanku tidak pernah berubah, bahwa kepercayaanku selalu untuk kalian. Siapapun wanita selanjutnya nanti, aku akan berdoa agar dia dapat memberikan cinta yang tidak kalian dapat dariku.

-

-

-

"Biar aku memandikanmu."

"Tidak mau!"

"Aku saja yang pakaian seragamnya."

"Tidak perlu!"

"Kalau begitu apa yang ku lakukan?!" Elena frustasi.

Sejak Noah bangun tidur, tidak ada yang ia lakukan. Diluar bayangannya, putra tampannya ini ternyata sangat-sangatlah mandiri! Elena jadi kesal karena ekspektasinya pagi ini gagal total.

"Sudah kubilang, kan Bibi ... aku sudah besar dan bisa melakukannya sendiri. Jangan perlakukan aku seperti anak kecil!"

"Kau memang masih kecil!"

"Usiaku sudah delapan tahun! Aku sudah besar!"

"Kalau begitu biarkan aku melakukannya. Hanya di depanku saja kau jadi anak kecil. Aku akan tutup mulut." Elena membuat gerakan mengunci mulut.

"Tidak!"

Elena jadi lesu.

"Jika begini Louis akan memecatku dan kita jadi sulit bertemu."

"Kenapa?" Bocah itu tertarik.

"Ayahmu tidak percaya padaku. Jadi aku menjadi pengasuhmu saja yang bekerja di rumahnya."

"Jadi begitu ..." Noah akhirnya mengerti. "Kenapa Bibi terlihat takut berpisah denganku?"

"Karena kau temanku. Aku akan kesepian lagi jika tidak ada Noah." Merebahkan kepalanya di sandaran sofa.

"Cih! Bibi yang aneh. Bagaimana bisa kau berteman dengan anak-anak."

"Biarkan saja. Aku, kan, menyukai Noah," senyumnya.

Elena dapat menyadari bocah itu telah mengeluarkan semburat merah sejak tadi. Elena terlalu jujur jika berbicara sehingga Noah harus menyembunyikan wajah menggemaskannya setiap kali ia menggodanya.

"Sudah siap, Noah?" Rosemary muncul dari balik pintu.

"Grandma!"

Elena bangun di dari duduknya dan berdiri di belakang Noah yang di rapikan kembali pakaiannya oleh Rosemary.

"Pergilah sarapan dulu."

"Baik, Grandma. Ayo, Bibi." Noah berlari lebih dulu keluar kamar.

Elena tidak bergerak melihat Rosemary juga tetap di tempatnya.

"Anda ingin mengatakan sesuatu padaku, Mrs. Halbert? Aku akan mendengarkan." Ia sangat peka, tahu!

Sejak kemarin keduanya belum memiliki kesempatan untuk bicara. Tidak ada ekspresi lebih di wajah mereka kecuali keheningan sejenak.

"Kau yakin satu tahun cukup?"

"Ya?"

"Kalau aku jadi kau, meski lima puluh tahun lagi tetap tidak akan cukup," ucap Rosemary penuh arti.

Elena langsung tersenyum mendengarnya. "Jangankan lima puluh tahun, aku tidak yakin bisa mendapatkan satu tahun lagi."

Elena menundukkan kepalanya sebagai tanpa hormat, kemudian mulai melangkah keluar.

"Hanya sampai sini saja perjuanganmu?" Menghentikan langkah kaki Elena.

Sampai disini? Jika ada kesempatan, Rosemary mungkin akan menyesali perkataannya karena Elena bukan wanita yang mudah menyerah.

"Kalau begitu doakan saja aku bisa bertahan sampai setahun kedepan."

Rosemary menatap kepergian Elena dengan ekspresi tak terbaca. Elena si wanita angkuh. Begitukan sebutannya? Hal itu bukan sekedar rumor belaka karena Rosemary pun pernah menyaksikannya secara langsung bagaimana wanita itu membuat orang dibawahnya tak berkutik karena kekuasaan.

Terpopuler

Comments

Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati

Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati

q mewek thorrr/Sob//Sob//Sob//Sob/

2025-03-29

0

Fika Chu

Fika Chu

/Sob/ elenaa....good motherr

2025-02-17

0

Rifa Endro

Rifa Endro

nyesek banget ya ?

2024-03-03

1

lihat semua
Episodes
1 Menjadi Orang Lain
2 Dia Wanita Baik
3 Kesepakatan
4 Pengasuh, bukan Pelayan
5 Awal Baru Elena
6 H-1
7 Usai
8 Perasaan Asing yang Sama
9 Hubungan yang Belum Selesai
10 Masalah Lagi
11 Kepercayaan yang Hilang
12 Mother's Day
13 Menjadi Egois Sekali Lagi
14 Mengubah Kesepakatan
15 Past Story of Elena
16 Menggoda Daddy?
17 My Little Boy
18 Jangan Menambah Masalahku
19 Pikiran Dangkal
20 Jealous
21 Kegusaran Louis
22 Luka yang Belum Kering
23 Menjadi Paman
24 Kesempatan?
25 Telah Dewasa
26 Because She's a Mother
27 Kekosongan
28 Wanita Jahat
29 Sudah Gila
30 Jangan Menyerah
31 Kapan Menjadi Ibuku?
32 Karena Ego
33 Trouble Maker
34 Toxic
35 Bukan Sebuah Kebetulan
36 Kehilangan yang Lainnya
37 Menjadi Sesuatu yang di Butuhkan
38 Tunangan?
39 Mengambil Milikku
40 Sedikit Bumbu Pertengkaran
41 Dibalik Kesalahan
42 Wanita yang Paling Baik!
43 Tell us, Why?
44 Flashback: Pertemuan Pertama
45 Tidak Peduli Lagi
46 Keyakinan
47 Tindakan Louis
48 Penyesalan Terbesar Kathryn
49 Menjadi Dewasa
50 Tidak Suka Dirayakan
51 Menarik?
52 Sebuah Perubahan
53 Jatuh Cinta Berkali-kali
54 Pengakuan dan Kebiasaan Buruk
55 Dia Muncul
56 Kegelapan
57 Kabar Baik
58 Pengakuan yang Terpendam
59 Momen Pagi
60 Momen Pagi (2)
61 Berdamai
62 Ngidam Elena
63 Kesempatan untuk Diri Sendiri
64 Mengganggu Joella
65 Satu Hari Bersama Joella
66 Satu Hari Bersama Joella (2)
67 Cinta yang Tidak Akan Usai (End)
Episodes

Updated 67 Episodes

1
Menjadi Orang Lain
2
Dia Wanita Baik
3
Kesepakatan
4
Pengasuh, bukan Pelayan
5
Awal Baru Elena
6
H-1
7
Usai
8
Perasaan Asing yang Sama
9
Hubungan yang Belum Selesai
10
Masalah Lagi
11
Kepercayaan yang Hilang
12
Mother's Day
13
Menjadi Egois Sekali Lagi
14
Mengubah Kesepakatan
15
Past Story of Elena
16
Menggoda Daddy?
17
My Little Boy
18
Jangan Menambah Masalahku
19
Pikiran Dangkal
20
Jealous
21
Kegusaran Louis
22
Luka yang Belum Kering
23
Menjadi Paman
24
Kesempatan?
25
Telah Dewasa
26
Because She's a Mother
27
Kekosongan
28
Wanita Jahat
29
Sudah Gila
30
Jangan Menyerah
31
Kapan Menjadi Ibuku?
32
Karena Ego
33
Trouble Maker
34
Toxic
35
Bukan Sebuah Kebetulan
36
Kehilangan yang Lainnya
37
Menjadi Sesuatu yang di Butuhkan
38
Tunangan?
39
Mengambil Milikku
40
Sedikit Bumbu Pertengkaran
41
Dibalik Kesalahan
42
Wanita yang Paling Baik!
43
Tell us, Why?
44
Flashback: Pertemuan Pertama
45
Tidak Peduli Lagi
46
Keyakinan
47
Tindakan Louis
48
Penyesalan Terbesar Kathryn
49
Menjadi Dewasa
50
Tidak Suka Dirayakan
51
Menarik?
52
Sebuah Perubahan
53
Jatuh Cinta Berkali-kali
54
Pengakuan dan Kebiasaan Buruk
55
Dia Muncul
56
Kegelapan
57
Kabar Baik
58
Pengakuan yang Terpendam
59
Momen Pagi
60
Momen Pagi (2)
61
Berdamai
62
Ngidam Elena
63
Kesempatan untuk Diri Sendiri
64
Mengganggu Joella
65
Satu Hari Bersama Joella
66
Satu Hari Bersama Joella (2)
67
Cinta yang Tidak Akan Usai (End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!