Dunia Novel.

Ketika sedang asyik bersama Lingxi, Ghani diserang seorang pemuda bernama Xiao Han.

Setelah kemunculan pemuda tersebut, tiba-tiba sistem mengatakan bahwa dunia ini adalah novel.

Ghani pun teringat pernah membacanya setelah melihat Xiao Han.

"Pantas saja Shu Mei punya buku komik," pikir Ghani.

Xiao Han kembali ingin melancarkan serangannya, tapi dicegah oleh Lingxi.

"Kak, kau salah paham!" kata Lingxi.

"Salah paham apa? Jelas-jelas dia ingin melakukan sesuatu padamu!" jawab Xiao Han.

"Dia adalah Tetua Istana Bulan," kata Lingxi.

"Tapi dia terlihat bukan orang baik-baik!" ujar Xiao Han tampak curiga.

"Orang setampan ini kau bilang bukan orang baik-baik?" protes Ghani sedikit tak terima.

Kalau wajah Zhen Wei jelek, mana mungkin para gadis di Istana Bulan tergila-gila padanya.

Wajah Zhen Wei, tubuh yang dirasuki Ghani saat ini, bahkan lebih tampan dari Ghani dan Xiao Han.

Namun, Xiao Han adalah protagonis dan harusnya ia sebentar lagi bergabung dengan Istana Bulan.

Tentu saja Ghani akan mencegah semua hal itu terjadi, Xiao Han terlalu banyak memiliki musuh.

Xiao Han telah menyinggung sana sini dan nantinya bisa membuat Istana Bulan terkena imbasnya.

"Cepat pergilah dari sini kalau kau masih sayang dengan nyawamu!" ujar Ghani.

"Tidak akan! Kau mungkin bisa menipu semua orang, tapi tidak denganku!" sahut Xiao Han.

"Tidak adakah seseorang bicara padamu tentang sikap keras kepalamu itu?" singgung Ghani.

"Memangnya kenapa?" tanya Xiao Han tak paham.

"Kamu ini begitu arogan, memaksakan kehendak, merasa paling benar sendiri, dan bertindak sesuka hati pada siapapun," jelas Ghani.

"Aku adalah putra pilihan langit dan seluruh dunia ditakdirkan untuk bertekuk lutut di bawah kakiku!" ujar Xiao Han dengan lantang.

Zhen Wei dan Lingxi langsung saling menatap satu sama lain.

"Benarkan?" singgung Zhen Wei.

"Iya. Ada yang aneh dalam kepalanya," jawab Lingxi seraya menyiapkan senjatanya.

"Sudah aku bilang bahwa orang ini tidak waras," kata Zhen Wei juga telah bersiap.

Tanpa pikir panjang, Ghani dan Lingxi segera menghajar Xiao Han.

Beberapa waktu kemudian, Xiao Han berhasil dikalahkan dan diikat oleh mereka.

"Aku tidak terima ini! Aku akan membalasnya nanti!" ujar Xiao Han sangat kesal.

Namun, tiba-tiba datang seorang jendral bernama Zhang dan pasukannya ke tempat mereka.

"Terima kasih sudah menangkap orang barbar ini," kata Jendral Zhang.

"Sama-sama," jawab Ghani.

Masalah protagonis yang suka merugikan banyak pihak akhirnya terselesaikan.

"Adik, sekarang sudah tidak ada gangguan lagi," kata Ghani tersenyum penuh arti.

Lingxi tampak mengerti dan mereka pun melanjutkan apa telah tertunda tadi.

Malam harinya, Shen Yue bertanya mengenai masalah kedatangan Xiao Han.

"Terima kasih sudah mencegah bencana datang," kata Shen Yue senang.

Tingkatan ranah Shen Yue sekarang sudah lebih tinggi daripada yang ada di cerita aslinya.

Semua itu berkat kehadiran Ghani yang telah merubah seluruh jalan cerita.

Jadi, Shen Yue mengetahui bahwa Xiao Han hanyalah sumber bencana setelah melihat gambaran masa depan melalui mutiara Naga.

"Sebagai hadiah, aku izinkan kamu untuk berendam di kolam spiritual," kata Shen Yue.

"Baiklah," jawab Ghani.

Tapi, ia segera mengajak Shen Yue untuk berendam bersama dan akhirnya berkultivasi dalam kolam.

Setelah puas berendam, Ghani pun mulai bermeditasi, tapi malah terbangun.

Ghani kembali ke dunia nyata dan hanya melihat Shen Yue masih berbaring di sebelahnya.

Ketika diperhatikan, Shen Yue di dunia nyata sangat mirip dengan yang ada dalam novel.

[Host, Shen Yue adalah penulis novelnya]

"Pantas saja mereka mirip," pikir Ghani.

Tak lama kemudian, Shen Yue pun bangun dan Ghani langsung berbisik sesuatu padanya.

"Ayo kultivasi ganda!" bisik Ghani.

Shen Yue sempat tersentak kaget, tapi ia pun menerima ajakan Ghani.

Setelah puas, keduanya sedikit membahas novelnya dan yang Ghani masuki adalah versi kedua.

"Boleh aku lihat?" ucap Ghani penasaran.

Begitu Ghani membacanya, tokoh bernama Zhen Wei ternyata benar-benar ada di versi kedua.

"Zhen Wei itu terinspirasi darimu," kata Shen Yue.

Tiba-tiba istrinya yang lain datang dan memberitahu bahwa Pak Arman butuh bantuan.

"Kenapa mereka keluar benteng?" tanya Ghani heran.

"Mereka melihat ada orang belum dievakuasi dan terjebak kelompok mayat hidup," jawab Susan.

Tampak kelompok Arman sedang terkepung ratusan mayat hidup dari kamera drone.

"Kalau begitu, aku harus segera membantu mereka!" kata Ghani khawatir.

Ia pun segera menyiapkan pasukan bantuan untuk menyelamatkan kelompok Arman yang terjebak di tengah kelompok mayat hidup. Ghani memang pemimpin yang berani dan tak ragu untuk melindungi dan membantu orang-orang yang membutuhkan.

Dengan cepat, Ghani membentuk tim penyelamat yang terdiri dari pasukan terlatih dan bersenjata lengkap. Mereka mengenakan perlengkapan pelindung yang kuat untuk melawan serangan mayat hidup.

Setelah semuanya siap, Ghani dan pasukannya segera menuju benteng tempat kelompok Arman terjebak. Mereka mendekat dengan hati-hati, berusaha tidak menarik perhatian mayat hidup di sekitar mereka.

Saat mereka sampai di benteng, Ghani melihat kelompok Pak Arman bersiap-siap untuk melawan mayat hidup yang semakin mendekat. Dalam keadaan putus asa, mereka mengenali kehadiran Ghani dan pasukan penyelamatnya dan bersorak kegembiraan.

Tanpa waktu berlama-lama, pasukan Ghani segera membantu kelompok Pak Arman untuk melawan dan menghindari serangan mayat hidup. Mereka menggunakan senjata api, pisau, dan keahlian bertempur yang mereka miliki untuk menghancurkan mayat hidup yang menghalangi mereka.

Perkelahian sengit pun terjadi antara pasukan Ghani dankelompok mayat hidup. Namun, dengan kerjasama tim yang baik, mereka berhasil mengatasi musuh-musuh mereka satu per satu.

Setelah berhasil membersihkan area sekitar, Ghani dan pasukannya membawa kelompok Arman kembali ke benteng yang aman. Mereka merasa lega dan bersyukur karena berhasil menyelamatkan mereka dari bahaya yang mengancam.

"Tidak mungkin kami bisa keluar tanpa bantuanmu. Terima kasih, Ghani!" ucap Arman dengan tulus.

Ghani hanya tersenyum dan berkata, "Tidak perlu mengucapkan terima kasih. Tugasku sebagai pemimpin adalah melindungi dan membantu orang-orang yang aku cintai. Kita adalah satu tim, dan kita akan selalu saling melindungi."

Keadaan di luar sana memang semakin kacau dan masih terdengar suara tembakan dari para tentara di berbagai tempat yang sedang bertempur.

"Satu-satunya solusi untuk masalah saat ini adalah menangkap ilmuwan gila itu," pikir Ghani.

Ghani masih ragu untuk membuat obat yang bisa menyembuhkan orang-orang itu.

Ia perlu mendapat sampel atau hasil eksperimen yang telah mereka buat.

Pak Ivan dan seluruh pihak yang menjalin kerja sama untuk menangani masalah ini, belum berhasil menemukan markas pusat sekte sesat itu.

Untung saja masih banyak penduduk yang selamat dan mereka telah dievakuasi ke tempat penampungan atau pengungsian.

Bersambung.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!