Episode 4 : Jangan minum alkohol.

Ghani sangat frustasi ketika adiknya, Kirana, marah padanya tanpa alasan jelas.

"Beri dia waktu untuk menenangkan diri dulu," kata ibunya setelah Ghani curhat.

Sekarang ibunya, Ibu Diana, juga sudah mendengar tentang kehidupan Ghani belakangan ini.

Ibu Diana menyadari bahwa putrinya, Kirana, sangat mencintai kakak angkatnya, Ghani.

Namun, ia tidak bisa ikut campur begitu saja dan hanya bisa memberi beberapa nasehat.

Di kamarnya, Kirana terlihat sedang memukul-mukul boneka yang ditempeli fotonya Ghani.

"Jika bukan karena kondisi ibu yang memburuk, gadis itu takkan lolos dariku," ujarnya kesal.

Setelah itu, Kirana terlihat mengambil sebuah tas mahal yang disembunyikan di dalam lemarinya.

"Padahal aku sudah berhasil membuatnya putus dengan Susan," keluhnya lagi, sambil membuang tas tersebut ke lantai.

Jelas dari sini bisa diketahui bahwa selama ini nasib buruk percintaan Ghani ada kaitannya dengan Kiran.

Malam harinya, Kirana terlihat diam-diam masuk ke kamarnya Ghani.

Malam ini, Ghani tidak pulang ke rumahnya untuk menjaga ibunya karena Kirana tak kunjung keluar.

Wajah Ghani yang sedang tertidur tampak gelisah, lalu ia membuka mata setelah merasakan sesuatu.

"K-Kiran?" Ghani terkejut melihat adiknya ada di kamarnya.

"Kenapa kau menikah dengan wanita lain? Kau itu milikku!" ujar Kirana yang duduk di atas perut Ghani.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Ghani heran, tangan dan kakinya dalam keadaan terikat.

Tanpa ragu, Kirana segera melahap bibirnya Ghani dengan lahap.

"Jangan seperti ini," tegur Ghani masih mencoba menyadarkannya.

Kirana yang berhenti menciumnya, terlihat kembali menempelkan bibirnya dan kali ini lebih nafsu.

Ghani mencium aroma bau alkohol dari mulut adiknya tersebut dan sadar bahwa Kirana mungkin tidak akan melepaskannya.

Tak lama kemudian, apa yang ditakutkan Ghani benar-benar terjadi.

Adiknya lepas kendali dan mereka pun melakukan hubungan layaknya suami-istri.

Ghani sedikit membenci dirinya sendiri ketika ia malah menikmati hubungan tersebut.

Esok paginya, Kirana langsung terkejut ketika mendapati dirinya berada di kamar Ghani.

Keadaan mereka sangat berantakan, bahkan kakaknya masih dalam keadaan terikat serta pakaiannya robek-robek digunting olehnya.

Kirana mulai menangis karena merasa bersalah dan tangisannya membuat Ghani bangun.

"Tidak apa, Kirana. Semua ini salahku dan aku akan bertanggung jawab," kata Ghani berusaha menenangkannya.

Meski situasinya sempat canggung dan emosional, tapi mereka melakukannya lagi ketika mandi bareng.

Sebenarnya, Ghani memang tidak bisa disebut sebagai pria baik juga.

Dia mulai memutar otak agar bisa menikahi Kirana juga dan keduanya sudah mulai saling terbuka.

Ketika sarapan, Ibu Diana terlihat senang melihat keduanya sudah menyelesaikan masalah mereka.

Namun, beliau tidak apa saja yang sudah terjadi di antara kedua anaknya meskipun tinggal serumah.

"Mulai sekarang, kakak akan selalu jemput kamu pulang sekolah ya," kata Ghani. "Tapi, kamu jangan sekali-sekali mencoba untuk minum lagi!"

"Iya," jawab Kirana yang sudah membuka pintu mobil untuk segera keluar.

Namun, ia menutup pintunya lagi dan berciuman dengan kakaknya sekali lagi sebelum pergi.

Meski masih ada sedikit perasaan bersalah, tapi ia meyakinkan dirinya sendiri bahwa semua itu bukan masalah selama ia punya uang.

Setiba di kantor perusahaan, Melissa, istri sekaligus asistennya, sudah tiba duluan.

"Kamu sedikit telat, Sayang," ucap Melissa sambil mengendus badan Ghani.

"K-kamu ngapain?" tanya Ghani tidak nyaman.

"Aku mencium bau wanita lain," kata Melissa yang tampak curiga.

"Maaf, aku mengantar adikku terlebih dahulu ke sekolahnya," jawab Ghani.

"Tidak apa-apa," jawab Melissa. "Tapi, sekarang kita harus segera berangkat ke studio audisi untuk merekrut talent baru. Kita tidak boleh terlambat."

Ghani mengangguk setuju, lalu mereka berdua segera beranjak dari kantor menuju mobil mereka.

Dalam perjalanan menuju studio audisi, Melissa tidak bisa menahan rasa penasaran-nya.

"Sayang, ada yang menarik di sekolah adikmu tadi?"

Ghani tersenyum. "Iya, Sayang. Adikku, Kirana, mengatakan bahwa ia mendapat peran utama dalam pertunjukan teater sekolah. Aku sangat bangga padanya."

"Sungguh hebat," ucap Melissa sambil tersenyum. "Aku ikut bangga padanya. Bagaimana jika suatu hari nanti kita bekerja sama dengannya dalam proyek-proyek di perusahaan kita?"

Ghani menggenggam tangan Melissa dengan erat. "Tentu saja, Sayang. Aku yakin Kirana akan senang dan kita harus selalu mendukungnya. "

Keduanya tiba di studio audisi tepat waktu.

Mereka menjalani hari yang panjang, menginterview calon talenta, melihat penampilan mereka, dan mencari seseorang yang memiliki bakat dan kepribadian yang cocok untuk perusahaan mereka.

Mereka saling berdiskusi dan sering kali memiliki pandangan yang sama.

Setelah beberapa jam berlalu, mereka akhirnya menemukan seseorang yang tepat.

Ditemui di ruang audisi, Melissa dan Ghani memberikan kabar baik tersebut.

"Kamu telah berhasil, kamu akan menjadi bagian dari tim kami," ucap Melissa dengan senyuman.

"Tepat sekali. Kami sangat tertarik dengan bakatmu dan kami yakin kamu akan menjadi bintang di industri hiburan," tambah Ghani.

Calon talenta tersebut melemparkan senyum kemenangan dan bersyukur.

Di perjalanan pulang, Ghani melihat Melissa dengan penuh kebanggaan. "Kita sekarang memiliki talenta baru yang hebat, Sayang."

"Aku yakin perusahaan kita akan semakin sukses dan berkembang dengan adanya dia," tambahnya.

Setelah berada di rumah, Ghani masih memikirkan tentang perusahaan.

Ia duduk di kursi di ruangan pribadinya dan mengakses layar sistem miliknya.

[Saldo Rekening : 1.000.000.000 Rupiah]

Sisa uang dari sistem masih ada banyak setelah ia gunakan untuk segala kebutuhan perusahaan.

Ghani sudah mengganti seluruh peralatan, menaikan gaji karyawan, dan masih banyak lagi.

Namun, Ghani memiliki ambisi untuk mendapat seluruh perusahaan seutuhnya.

Dia berencana mengambil perusahaan tersebut dari Pak Jonathan, si pemilik alias pendiri perusahaan.

"Aku perlu menunggu sampai sistem mentransfer uang lagi ke rekeningku," gumam Ghani.

Tiba-tiba ada yang membuka pintu ruangannya dan itu adalah istrinya, Melissa.

Melissa tampak mengenakan gaun yang terbuat dari kain yang sangat tipis, membuat lekuk tubuhnya yang indah dapat terlihat.

Ghani langsung berdiri dan mengikuti istrinya yang mengajaknya tidur.

Mereka berjalan bersama ke tempat tidur, Ghani merasa hatinya berdebar-debar dengan kehadiran istrinya yang cantik di malam ini.

Saat mereka berbaring, Melissa dengan lembut menyentuh wajah Ghani dan berkata dengan suara lembut, "Aku merindukanmu, Ghani."

Ghani tersenyum dan memeluk istrinya erat-erat. "Aku hanya pergi satu hari, Sayang."

Mereka saling melihat dengan penuh cinta dan merasakan kehangatan satu sama lain.

Tak lama kemudian, cahaya bulan yang lembut meresap melalui jendela kamar, menerangi mereka.

Ghani menggenggam tangan istrinya erat-erat dan melihat ke arahnya dengan penuh kasih.

"Biarkan aku mengobati rasa rindumu, Sayang," ucap Ghani dengan suara merdu.

Melissa tersenyum dan mencium bibir Ghani dengan sangat lembut.

"Maaf karena tadi pagi aku sempat mencurigai kamu," kata Melissa.

"Tidak apa, Sayang. Itu salahku karena tidak memberitahumu terlebih dahulu," jawab Ghani.

Dalam keheningan malam itu, suara dari keduanya mulai terdengar memenuhi kamar itu.

Dengan penuh kelembutan dan perhatian, Ghani memberikan seluruh cintanya pada Melissa.

Melissa menerima semua cinta itu dan Ghani masuk semakin dalam ke dalam dirinya.

Kali ini Melissa tidak merasakan perih dan Ghani lebih tahu cara memperlakukannya.

"Ah... kamu masuk ke dalam diriku, Sayang!" kata Melissa dengan suara tertahan.

"Iya," jawab Ghani sangat lembut. "Biarkan aku masuk semakin dalam lagi!"

Akhirnya, jiwa dan raga mereka benar-benar terasa menjadi satu dalam satu hentakan terakhir.

"Aku milikmu, Sayang. Milikmu!" kata Melissa penuh cinta dan senyum terpuaskan.

Sekarang, Melissa benar-benar sudah melupakan tujuan awalnya untuk menguras dompet Ghani.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Lari Ada Wibu

Lari Ada Wibu

mantap thor

2023-12-19

0

Lari Ada Wibu

Lari Ada Wibu

thor kalo bisa anaknya jan banyak banyak palingan cuma 100 aja🗿

2023-12-19

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!