Hari ulang tahun Melissa.

Melissa sudah menikah, prianya itu adalah Ghani yang sekarang sudah punya dua perusahaan.

Meski demikian, keluarganya tetap ingin merayakan hari ulang tahun putrinya di rumah mereka.

Semua undangan telah dikirim kepada semua orang, tapi tidak ada satupun dari mereka tahu bahwa Melissa sudah menikah.

"Bisa perlihatkan kartu undangannya?" cegat para penjaga kepada Ghani.

Ghani terlihat bingung, ia lupa kalau orang-orang di tempat Melissa belum tahu bahwa ia suaminya.

"Harusnya aku minta salah satu undangannya pada istriku," pikir Ghani.

Ghani pun segera mengeluarkan ponselnya untuk meminta Melissa keluar.

Namun, salah satu mahasiswa sekampusnya, Roy, tiba-tiba mengganggunya.

"Apa kau belum menyerah untuk mendekati Melissa?" ujarnya dengan nada kasar.

"Urus saja urusanmu sendiri," jawab Ghani malas meladeni.

"Pak Penjaga, usir saja orang ini," ujar Roy pada penjaga keamanan.

"Apa Anda mengenalnya?" tanya Penjaga.

"Dia hanya bocah miskin yang tergila-gila kepada Melissa," jawab Roy. "Kalau dia dibiarkan masuk, nanti merusak suasana hati Melissa."

Kebetulan, penjaga yang berjumlah empat orang tersebut pernah mengusir laki-laki seperti itu.

Kemudian, mereka setuju dengan permintaan Roy dan segera menangkap Ghani.

"Apa-apaan ini?" kata Ghani tidak terima.

"Orang sepertimu hanya akan mengacaukan pesta Nona Muda kami," kata penjaga.

"Tapi aku diundang sama Melissa dan ayahnya!" jelas Ghani.

"Mana buktinya?" tanya penjaga. "Undangan pun tidak punya!"

Penjaga mulai menyeret Ghani agar meninggalkan gerbang masuk.

Ghani tidak bisa berbuat apa-apa karena ponselnya malah tak sengaja jatuh.

Roy terlihat senang melihat Ghani diusir.

"Ini Pak, undangan saya," kata Roy sambil menyeringai ke arah Ghani.

"Setidaknya, biarkan aku mengambil ponselku!" kata Ghani pada penjaga.

Namun, Roy malah dengan sengaja menginjak ponsel tersebut dan melemparkan uang ke arah Ghani yang di luar gerbang.

"Haha! Ambil saja uangku, dasar gembel!" ujar Roy terlihat sangat puas.

Uang beterbangan di sekitar Ghani sebelum akhirnya jatuh ke tanah.

Tapi, Ghani tak sedikitpun melirik uang tersebut.

Tamu undangan lainnya mulai berdatangan, salah satunya adalah Susan.

"Pak, kenapa lelaki itu tidak masuk?" tanya Susan pada penjaga.

Para penjaga itu segera menceritakan apa yang terjadi tentang masalah Ghani dan Roy.

"Biarkan saja dia masuk, saya akan bertanggung jawab atas dia," pinta Susan pada penjaga.

Dahulu, Susan itu pernah menjadi teman baiknya Melissa ketika masih remaja.

Namun, hubungan mereka sekarang sudah cukup renggang dan tidak sedekat sebelumnya.

Meski begitu, Melissa masih selalu mengundangnya ke pesta ulang tahunnya setiap tahun.

Walau bagaimana pun, hubungan keluarga mereka sangat baik karena ayah mereka adalah bersahabat.

"Baiklah," jawab para penjaga, merasa tidak enak jika menolaknya.

Ghani akhirnya bisa masuk bersama Susan ke dalam rumah Melissa.

Tampak semua tamu undangan menikmati acara dengan semangat.

Mereka berkumpul di ruang tamu yang dihiasi dengan rapi, dengan latar belakang musik yang memadu padankan suasana.

Sopan santun dan senyum terpancar dari wajah semua orang.

Para tamu saling berbincang satu sama lain dan tertawa riang.

Terlihat ada sekelompok perempuan yang berkumpul di satu sudut, sambil bercerita tentang kehidupan dan cerita-cerita menarik.

Beberapa tamu laki-laki berdiri berdampingan di dekat meja minuman, sambil menyibukkan diri dengan segelas anggur.

Melissa, sebagai tuan rumah, tampak berkeliling memastikan semua kebutuhan para tamu terpenuhi.

Senyumnya tak pernah lepas dari wajahnya, menunjukkan kebahagiaan dan kepuasan atas kehadiran semua orang di rumahnya.

Ia terlihat ceria dan begitu bersemangat menyambut semua orang.

"Meski pesta ini diadakan di rumahnya Melissa, tapi semua dananya itu dariku," gumam Ghani, berdiri sendirian di sudut ruangan.

Beberapa waktu kemudian, kue ulang tahun yang dipersiapkan keluarganya datang.

Selayaknya sebuah pesta ulang pada umumnya, acara diisi dengan menyanyikan lagu bersama, meniup lilin, potong kue, dan seterusnya.

Namun, para tamu yang hadir, yang sebagian besar adalah teman satu kampus Melissa, terkejut ketika melihat Ghani maju ke depan.

"Teman-teman dan semua yang hadir!" kata Melissa tampak antusias. "Saya memiliki sesuatu yang ingin kukatakan pada kalian semua!"

Melissa pun segera mengumumkan bahwa ia sudah menikah dengan Ghani.

"Apa?" kata para lelaki yang menyukai Melissa.

"Hahaha! Kenapa kalian diam saja?" ujar Roy terlihat tidak menganggap serius ucapan Melissa.

"Kau kenapa?" tanya Raka, temannya.

"Melissa pasti sedang membuat sebuah lelucon untuk menghibur kita semua," jelas Roy. "Mana mungkin dia mau menikah dengan gembel itu."

Melissa tampak sangat marah mendengar ucapan yang terlontar dari mulut Roy tersebut.

Terlebih lagi, Susan segera memberitahu tentang apa yang terjadi di pintu gerbang masuk tadi.

Keempat penjaga tadi segera dipanggil oleh Melissa untuk dimintai keterangan dan akhirnya mereka memohon maaf pada Ghani.

"Untuk kalian, saya akan memaafkannya kali ini," kata Melissa. "Tapi, aku tidak akan mengampuni siapapun yang telah menindas suamiku!"

"Maafkan aku, Melissa. Aku tidak akan melakukan itu jika tahu dia sudah menjadi suamimu," ujar Roy tampak panik.

"Meski seandainya dia bukan suamiku, tindakanmu itu sudah berlebihan!" kata Melissa sangat geram.

Roy sudah merusak ponsel yang dihadiahkan oleh Melissa pada Ghani.

Selain itu, ia melemparkan uang kepada Ghani sebagai bentuk penghinaan.

"Kau tahu, Ghani adalah pemilik perusahaan pembuatan game yang tadinya akan menjalin kontrak kerja sama dengan perusahaan milik ayahmu," singgung Melissa.

Roy terkejut mendengarnya dan kembali berusaha untuk meminta maaf.

Namun, Melissa tanpa segan langsung menghubungi nomor ayahnya Roy.

"Maaf Pak Dio, kontrak kerja sama kita batal," kata Melissa pada seseorang yang ia hubungi.

Roy tampak mengisyaratkan minta tolong pada Pak William, ayahnya Melissa.

Tapi, Pak William, ia hanya menggelengkan kepala dan tidak mau ikut campur dengan urusan putrinya.

Bip! Bip!

Ponsel milik Roy langsung berdering sesaat kemudian.

"A-Ayah," ucap Rio, sangat ketakutan menjawab panggilan dari nomor ayahnya.

Tak lama kemudian, beberapa orang kiriman ayahnya muncul untuk menjemput Roy.

"Tuan dan Nona, kami akan memberi kompensasi atas masalah ini nanti," kata salah satu orang yang menjemput.

"Terserah," jawab Melissa masih kesal.

Sementara Ghani, ia benar-benar tidak menyangka istrinya bisa segalak itu.

"Baiklah semuanya, maaf atas gangguannya," kata Melissa mengumumkan untuk melanjutkan pesta.

Para tamu mulai mengambil piring dan menikmati hidangan yang telah disajikan di atas meja makan.

Baunya pun menggugah selera, membuat semua orang mulai lahap menyantap hidangan tersebut.

Tidak hanya makanan, minuman pun tak luput dari perhatian Melissa.

Di meja, tampak hidangan berbagai macam jenis minuman, dari yang bersoda hingga yang beralkohol, sesuai dengan selera dan keinginan para tamu.

Mereka pun menikmati minuman yang disuguhkan dengan penuh kenikmatan, seolah-olah kejadian soal Roy hanya angin lalu.

Begitulah fakta dari kehidupan orang-orang pada masa kini.

Siapa yang peduli dengan masalah orang lain selama tidak mengusik atau merugikan mereka.

Setelah makan dan minum selesai, suasana pesta itu justru semakin meriah.

Para tamu bergabung dalam tarian ringan di tengah ruangan, dipandu oleh musik yang menghentak.

Gelak tawa dan riang gembira menggema di setiap sudut rumah.

Semua orang terlihat senang dan menikmati momen pesta tersebut.

Melissa dengan riang bergabung dalam tarian bersama dengan Ghani.

Mereka mengikuti irama musik dan meliuk-liukkan tubuh dengan begitu lepas dan penuh semangat.

Malam semakin larut, para tamu masih terdengar tertawa riang, tapi berangsur-angsur berkurang.

"Sayang, ini kamarku," kata Melissa tampak sedikit mabuk.

Ghani sedikit penasaran dan ingin melihat-lihat kamar istrinya, tapi Melissa langsung menariknya ke tempat tidur.

"Aku ingin mengambil hadiahku yang paling spesial darimu, Sayang," kata Melissa sangat manja.

Ghani tersenyum. "Baiklah," jawabnya seraya segera merangkul istrinya tersebut.

"Ah...."

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Lari Ada Wibu

Lari Ada Wibu

mantap thor

2023-12-19

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!