Roy tampak bingung melihat Ghani dapat dengan mudah mengalahkan orang-orangnya.
"Anda memang luar biasa," puji Rio yang tiba-tiba sudah berada di belakang Ghani.
"Kenapa kau ada di sini?" tanya Ghani heran.
"Maaf, Tuan Ghani. Saya disuruh oleh Nyonya Linda dan Tuan Arman untuk mengikuti serta melindungi Anda dan Nona Melissa," jawab Rio. "Tapi, barusan Anda berhasil mengatasi mereka sebelum saya sempat membantu."
Melihat kehadiran Rio, pemuda bernama Roy itu masih mencoba memaksakan peruntungannya.
"Tuan, bukankah Anda orangnya Pak Arman?" singgung Roy.
Rio terlihat agak menahan dan menjawab pertanyaan pemuda tersebut.
"Tolong katakan pada Pak Arman bahwa ayahnya Ghani adalah Seno!" ujar Roy.
Rio malah tertawa dan langsung memukul Roy sehingga membuatnya jatuh pingsan.
"Tenang saja, Tuan Ghani. Kami sudah tahu mengenai kasus ayah angkat Anda dan telah menyelidikinya," jelas Rio.
Faktanya, ayah angkatnya Ghani hanya dijadikan kambing percobaan oleh klan pembunuh.
Seno, Ayah angkat Ghani, telah bergabung dengan kelompok pencuri dan disuruh klan pembunuh untuk membobol rumah keluarga Melissa.
Salah satu dari rekan pencurinya adalah seorang anggota klan pembunuh yang menyamar.
Ketika Seno dan rekannya sibuk mengambil barang berharga, orang itu memanfaatkan situasi untuk mencari dokumen penting.
Salah satu dokumen itu adalah tentang bukti bahwa Melissa benar-benar cucunya Kakek Ali.
"Silakan lanjutkan perjalanan Anda dan urusan orang ini biar saya urus," kata Rio dengan hormat.
Ghani pun melanjutkan perjalanannya dan akhirnya tiba di rumahnya setelah hari sudah gelap.
"Selamat datang, Sayang!" sambut Melissa, dengan banyak makanan sudah tersaji di meja makan.
Ghani merasa sedikit sesak di hati, melihat istrinya yang benar-benar tidak tahu apapun.
Ghani langsung merangkul dan mencium istrinya, seakan-akan sudah berpisah lama.
"Ada banyak makanan di meja yang aku siapkan untukmu. Kenapa kamu malah ingin memakanku?" tanya Melissa heran.
"Bukankah kamu juga bagian dari hidangan yang bisa aku nikmati malam ini?" jawab Ghani tersenyum nakal dan mencium istrinya lagi.
"Setidaknya habiskan dulu makanannya!" tegur Melissa sedikit cemberut.
Ghani mengangguk dan akhirnya duduk untuk segera menyantap makanan yang tersaji.
"Istriku pandai memasak ternyata," puji Ghani tak menyangka.
Melissa tersenyum. "Tentu saja! Soalnya, aku pernah belajar di sekolah masak dan juga sering mencoba resep-resep baru di rumah."
Ghani mengangguk mengerti. "Mungkin aku harus lebih sering minta kamu masak untukku. Rasanya luar biasa!"
Melissa tersipu malu. "Terima kasih, Sayang. Aku senang kamu suka."
Mereka berdua melanjutkan makan malam mereka dengan penuh keceriaan.
Ghani tampak merasa bersyukur memiliki istri yang berbakat dalam memasak.
Ghani dapat merasakan bahwa setiap suapannya begitu lezat dan penuh dengan cinta.
Setelah makan selesai, Ghani berdiri dan mencium pipi Melissa. "Terima kasih sudah memanjakanku hari ini. Aku sangat beruntung memiliki kamu."
"Iya, Sayang," jawab Melissa yang akhirnya disantap juga oleh Ghani pada malam tersebut.
Beberapa jam kemudian, Ghani terbangun pukul 2 dini hari setelah sempat tertidur.
Melihat ada banyak bekas gigitan cinta pada Melissa membuatnya merasa sedikit bersalah.
"Maaf, Sayang. Banyak yang telah terjadi hari ini dan aku sedikit lepas kendali," gumam hatinya.
"Mau ke mana, Sayang?" tanya Melissa terbangun ketika Ghani beranjak dari tempat tidur.
"Mau ambil air minum," jawab Ghani seraya menyelimuti istrinya dengan penuh perhatian.
Melissa lanjut tidur, sementara Ghani terlihat sudah membuka pintu kamar dengan hati-hati.
Setelah keluar dari kamar, suhu udaranya terasa sangat dingin dan Ghani pun memutuskan untuk menyeduh kopi sana.
Selesai menyeduh kopinya, Ghani pun duduk di sofa dan mengakses sistem seraya menikmati kopinya.
[Saldo Rekening : 3 triliun Rupiah]
[Saldo pribadi Host : 500 Miliar Rupiah]
Meski sudah mengeluarkan banyak dana untuk proyek kerja sama dengan perusahaan Pak Arman, tapi Ghani belum bisa menuai hasilnya sekarang.
Oleh sebab itu, saat ini Ghani hanya bisa membeli satu keahlian lagi dari Toko Sistem.
"Aku harus membeli keahlian yang berguna pada situasi saat ini," pikir Ghani.
Tampak di Toko Sistem keahlian yang terbuka adalah 'Ilmu medis dan meracik obat'.
Sebenarnya, ini dua keahlian yang berbeda tapi menjadi satu paket dan jadi menguntungkan Ghani.
"Tampaknya sistem ini ada benar-benar untuk membantu aku!" pikir Ghani.
Tanpa ragu, Ghani segera membeli keahlian tersebut dan langsung mencobanya.
"Kebetulan pergelangan tangan kananku sedikit terkilir akibat pertarungan tadi," ucap Ghani.
Tadi, ia sampai sengaja menggoda istrinya agar disuapi makan olehnya.
Krek!
Dengan segala ilmu medis yang sudah langsung tertanam ke dalam otaknya, Ghani sukses untuk menyembuhkan pergelangan tangannya.
Setelah itu, Ghani mencoba menggali segala pengetahuan yang baru ia peroleh dan akhirnya menemukan suatu ide yang bagus.
"Benar! Aku bisa membuat ramuan obat yang dapat memperkuat tulang dan seluruh tubuhku!" ujar Ghani.
Jika Ghani berhasil membuatnya, ia takkan khawatir lagi ketika terlibat pertarungan seperti sebelumnya.
Faktanya, ilmu bela dirinya tidak bisa maksimal digunakan akibat tubuhnya yang masih lemah itu.
Esok paginya, tampak wajah istrinya lebih berseri-seri dan bercahaya.
"Rasanya badanku segar sekali pagi ini," ungkap Melissa heran.
"Bagus dong, Sayang," sahut Ghani yang berdiri di sampingnya.
Keduanya berdiri di depan pintu rumah dan sudah siap untuk berangkat kerja.
Tampak Melissa memakai pakaian lebih tertutup untuk menutupi bekas tindakan Ghani semalam.
Meski begitu, Ghani sudah tak merasa bersalah lagi setelah diam-diam memijat istrinya ketika ia tidur.
Setiba di perusahaan, tampak beberapa karyawan selalu tampak iri melihat kedekatan dari keduanya.
Di rumah atau di kantor, bagi Ghani itu sama saja karena selalu bisa berduaan dengan istrinya.
Sejujurnya, Ghani tidak selalu fokus pada pekerjaan dan lebih asyik menggoda istrinya.
Meski begitu, Melissa selalu bisa mendukung dan mendorongnya untuk menyelesaikan tugas.
Kring! Kring!
Telepon di meja kerjanya tiba-tiba berdering ketika Ghani sedang asyik merangkul istrinya.
Setelah diangkat, ia diberi tahu karyawannya bahwa ada seorang tamu yang ingin bertemu.
"Sayang, Susan dan ayahnya ingin bertemu dengan kita," kata Ghani pada Melissa.
"Persilakan saja," jawab Melissa.
Singkat cerita, mereka sudah ada di kantor Ghani dan memohon agar menerima Susan sebagai aktris di bawah naungan Sky Walker Entertainment.
Mempertimbangkan hubungan keluarga Melissa dengan keluarga Susan, akhirnya Ghani setuju.
"Terima kasih, Melissa," kata Pak Juna, ayahnya Susan.
"Semua ini adalah balas budi setelah Anda sering membantu ayahku di masa lalu," jawab Melissa.
Setelah itu, Ghani menunjuk salah satu bawahannya untuk menjadi manager barunya Susan.
Satu minggu kemudian, tampak Ghani dan Susan sedang berduaan di tempat tidur.
Dengan penuh gairah, Ghani menindih dan menciumi Susan dengan nafsu berkobar.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 24 Episodes
Comments