Ghani akan segera pulang ke negaranya, tapi Shen Yue tampak tidak ingin berpisah.
Shen Yue masih ingat ketika ia pertama kali bertemu dengan Ghani beberapa waktu lalu.
Waktu itu, Ghani baru sampai di Tiongkok dan sudah masuk ke kamar hotelnya.
Tiba-tiba, pintu kamarnya diketuk seseorang dan itu ternyata adalah Shen Yue.
Shen Yue dijebak seseorang dan ia tampak dalam pengaruh obat tertentu.
"Panas! Tolong!" kata Shen Yue yang langsung merangkul Ghani.
Ghani langsung tahu apa yang terjadi padanya dan bisa saja ia mengobatinya.
Di luar terdengar ada orang yang sepertinya sedang mencari Shen Yue.
Ghani segera berusaha menutup pintu agar orang itu tidak tahu bahwa Shen Yue masuk ke kamarnya.
"Aku bukan orang baik atau karakter dalam film," kata Ghani malah senang.
Shen Yue sudah tak bisa mengontrol diri dan terus menciumi leher Ghani.
Ghani pun segera mengangkat tubuh Shen Yue ke tempat tidur setelah menutup pintu.
"Kamu yang meminta ini," kata Ghani sebelum benar-benar membenamkan dirinya.
Shen Yue tampak masih ada sedikit kesadaran dan air mata meleleh keluar dari matanya.
Namun, ia merasa tidak ada pilihan lagi dan akhirnya membiarkan Ghani menikmati dirinya.
Tiga jam kemudian, Ghani terlihat sudah selesai melayani gadis tersebut dan tersenyum puas.
"Apa itu pengaruh obat sehingga ia baru puas setelah melakukannya berkali-kali?" pikir Ghani.
Ada beberapa bekas gigitan dan cakaran pada tubuh Ghani ketika ia bersiap untuk mandi.
Selesai mandi, Ghani melihat Shen Yue sudah bangun dan sedang menangis.
"Apa kamu menangis karena apa yang telah kita lakukan?" tanya Ghani.
Shen Yue yang duduk sambil memeluk kakinya itu menggelengkan kepalanya.
"Tidak," jawabnya. "Aku sedih karena telah kehilangan semuanya."
Beberapa waktu kemudian, Shen Yue akhirnya mulai menceritakan masalahnya pada Ghani.
Shen Yue bercerita bahwa ia telah dijebak oleh saudari tirinya, Yang Mi.
Yang Mi membuat kakeknya dan kakaknya tewas dalam kecelakaan.
Selain itu, Yang Mi membuat Shen Yue memberikan semua harta warisannya kepadanya.
Namun, hal tersebut terjadi karena Yang Mi bekerja sama dengan Lin Hao Chen, tunangannya Shen Yue.
Hao Chen meminta Shen Yue untuk menandatangani surat kepemilikan semua aset keluarganya, seperti rumah, perusahaan, dan hal lainnya.
"Kita akan segera menikah," kata Hao Chen padanya.
Namun, saudari tirinya muncul dan mengatakan bahwa Shen Yue sangatlah bodoh.
Hao Chen membuat Shen Yue dan memilih untuk menikahi Yang Mi.
Masalahnya, sekarang semua harta benda milik Shen Yue sudah direbut oleh mereka.
Setelah mendengar ceritanya, Ghani jadi merasa simpati padanya.
"Aku akan membantumu balas dendam," kata Ghani.
Meski awalnya Shen Yue meragukannya, tapi Ghani terus mencoba meyakinkannya.
"Apa alasanmu membantuku? Aku tidak punya apa-apa lagi," kata Shen Yue.
"Ya, kau memang tak punya apa-apa lagi," jawab Ghani. "Tapi, kau masih memiliki dirimu."
Shen Yue terlihat paham dengan maksud ucapan Ghani dan langsung merangkulnya.
"Benar juga," kata Shen Yue. "Anggap saja aku menuntut tanggung jawab darimu."
Ghani tersenyum. "Kamulah yang harusnya bertanggung jawab."
Ghani telah membaringkan Shen Yue dan mulai menciuminya lagi.
"Aku hanya membantumu dengan meminta sedikit bayaran," kata Ghani.
Shen Yue langsung menjawab. "Kalau begitu, aku akan segera membayarnya di muka."
Ghani masih ingin menggodanya. "Tidak. Sekarang kamu harus membayar yang tadi."
Shen Yue sedikit cemberut. "Bukankah kamu juga mendapat keuntungan?"
Ghani tersenyum nakal. "Benar juga. Aku telah mengambil pengalaman pertamamu."
Mereka tak bisa menahan diri lagi dan akhirnya melanjutkan percintaan mereka.
Beberapa hari kemudian, sambil mencari barang ia cari, Ghani berhasil membangun perusahaan baru.
Perusahaan memiliki fokus utama dalam produksi dan distribusi obat-obatan tradisional Tiongkok untuk merawat dan memperbaiki kecantikan wanita.
Ghani percaya bahwa dengan penggunaan obat-obatan tradisional yang tepat, wanita dapat merawat kulit dan tubuh mereka secara alami dan efektif.
Perusahaan Ghani juga bekerja sama dengan beberapa ahli kecantikan dan ilmuwan herbal untuk mengembangkan produk-produk yang inovatif dan berkualitas tinggi.
Mereka melakukan penelitian mendalam tentang bahan-bahan alami yang digunakan dalam obat-obatan tradisional Tiongkok dan menggabungkannya dengan penemuan terbaru dalam bidang ilmu kecantikan.
Tujuannya adalah menciptakan produk-produk yang dapat membantu wanita mencapai kulit yang sehat, cerah, dan awet muda.
Usahanya membuahkan hasil yang sangat memuaskan karena Ghani dapat menggunakan ilmunya yang ia pelajari dari Guru Zhu.
"Ilmu dari Guru Zhu memang sangat kental dengan kultur Tiongkok!" gumam Ghani.
Inilah kenapa Ghani pergi ke Tiongkok dan bisa menemukan tanaman-tanaman yang ia cari di sini.
Selain itu, perusahaan Ghani tidak hanya fokus pada produksi obat-obatan tradisional Tiongkok, tetapi juga dalam mendistribusikan produk-produknya ke seluruh dunia.
Ghani ingin memberikan manfaat kecantikan alami dari obat-obatan tradisional Tiongkok kepada wanita di berbagai belahan dunia.
Mereka bekerja sama dengan distributor lokal di berbagai negara untuk memastikan produk-produk mereka tersedia secara luas dan dapat diakses oleh semua orang.
Ghani berharap bahwa perusahaannya dapat menjadi pemimpin dalam industri kecantikan alami dengan obat-obatan tradisional Tiongkok.
Kembali pada waktu masa kini...
Ghani dan Shen Yue sengaja menginap di hotel tempat pertama kali mereka bertemu, padahal mereka sudah membeli sebuah rumah mewah.
Esok paginya, mereka keluar dari hotel dan Shen Yue mengira Ghani akan segera terbang ke negaranya.
Namun, Ghani justru membawa Shen Yue ke sebuah gedung pernikahan dan di sana semua orang telah bersiap menyambut mereka.
"Ini?" Shen Yue bingung dengan alasan Ghani membawanya ke sana.
"Apa kamu diundang ke resepsi pernikahan temanmu?" tanya Shen Yue.
"Tidak," jawab Ghani.
Tiba-tiba Ghani menyuruh beberapa orang bawahannya untuk mendadani Shen Yue.
Akhirnya, Shen Yue sadar bahwa Ghani ingin menikahinya setelah ia memakai gaun pengantin.
"Kau sendiri yang bilang ingin menjadi istriku," kata Ghani pada Shen Yue yang masih bingung.
Singkat cerita, acara pernikahan pun digelar dan Ghani pun resmi menjadi suami Shen Yue.
Malam harinya, tampak mereka sudah ada di kamar rumah besar mereka dengan Shen Yue yang masih sulit mempercayai situasinya.
Keduanya duduk di tepian tempat tidur dan Shen Yue diam mematung.
Ghani mengecup pipi istri barunya. "Kenapa kamu malah bengong?"
"Aku masih tidak percaya dengan semua ini," kata Shen Yue.
"Bukankah kamu ingin balas dendam?" singgung Ghani. "Ini adalah langkah awalmu."
Ghani berencana memberikan perusahaan obat miliknya kepada Shen Yue.
Dengan begitu, Shen Yue bisa mudah melakukan balas dendamnya kepada orang-orang yang telah menindasnya.
Shen Yue merasa sangat terharu karena Ghani benar-benar berusaha untuk menepati janjinya.
"Sekarang tidak perlu lagi membahas tentang bayar-membayar, tapi kau tetap harus melayaniku sebagai suamimu," kata Ghani.
Shen Yue paham dengan ucapan Ghani dan mereka pun naik ke tempat tidur.
Meski begitu, dua hari kemudian Ghani tetap pulang ke negaranya untuk mengurus masalah di sana.
Ghani meminta Shen Yue untuk datang ke Indonesia jika butuh bantuan atau urusan lainnya.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 24 Episodes
Comments