Waktu Ghani di dunia lain telah berakhir dan ia telah kembali lagi ke dunia utama.
Ghani terbangun di tempat tidurnya dan melihat istrinya telah pergi.
"Ke mana istriku pergi?" tanya Ghani pada pelayan.
"Nyonya telah berangkat kerja," jawab pelayan.
Pelayan tersebut mengatakan bahwa Shen Yue sempat ingin membangunkannya, tapi Ghani tampak tidur sangat pulas.
Shen Yue tidak tahu bahwa jiwanya Ghani sedang menjelajah ke dunia lain.
Shen Yue, ia memang terbilang cukup cantik, tapi tidak memiliki kesan atau menjadi biasa saja jika dibandingkan dengan wanita lainnya.
Hal tersebut membuat mantan tunangannya, Hao Chen, lebih memilih saudari tirinya.
Harus diakui bahwa Yang Mi sedikit lebih menarik bagi Hao Chen, tapi itu karena ia lebih berani nakal.
Yang Mi selalu menggoda Hao Chen dan bersedia melakukan apapun.
Berbeda dengan Shen Yue, ia menjaga batas-batas tertentu sampai mereka setidaknya resmi menikah.
Meski demikian, sekarang kecantikan Shen Yue telah berkembang ke level tinggi.
Semua itu berkat obat yang Ghani berikan kepadanya beberapa waktu lalu.
Hao Chen, mantannya, sekarang telah melihat perubahan besar pada Shen Yue dan mencoba mengambil hatinya lagi.
"Shen Yue, kita sudah bertunangan. Kenapa kau terus menghindariku?" ujar Hao Chen.
"Cepat pergi dari sini!" usir Shen Yue enggan melihatnya lagi.
Kemudian, ia meminta pihak keamanan untuk segera mengusir Hao Chen.
"Siapa sih yang sudah membiarkannya masuk?" keluh Shen Yue sangat kesal.
Namun, Hao Chen tidak menyerah dan ia sebenarnya mendapat bantuan dari Yang Mi.
"Kita harus merebut perusahaan barunya," kata Hao Chen penuh siasat licik.
Dalam hatinya, ia ingin membuat Yang Mi jika berhasil mendapat Shen Yue.
Tak lama kemudian, Hao Chen dan Yang Mi berhasil mengancam orang-orang di gedung perusahaan itu dan masuk ke kantornya Shen Yue.
Orang-orang tidak tahu masalah Shen Yue dan mengira hubungannya dengan Yang Mi masih terjalin dengan baik sebagai saudara.
"K-kenapa kalian bisa masuk ke kantorku?" kata Shen Yue terkejut.
Ketika ia ingin berteriak, Hao Chen segera membekap mulutnya.
"Ayo ambil beberapa gambar!" kata Yang Mi.
Mereka berencana melecehkan Shen Yue dan mengambil gambarnya untuk memerasnya.
Shen Yue berusaha melepaskan diri, tapi kekuatan Hao Chen lebih kuat.
Yang Mi telah menyalakan kamera ponselnya dan bersiap melepas baju Shen Yue.
Brak!
Pintu didobrak seseorang dan itu ternyata adalah Ghani yang khawatir pada Shen Yue.
Ghani sudah mendengar bahwa ada tunangan Shen Yue dan adiknya yang datang dari penjaga.
"Beraninya kalian menyentuh istriku dengan tangan kotor kalian!" ujar Ghani sangat marah.
Tanpa pikir panjang, Ghani langsung menghajar kedua orang tersebut.
"Apa kau berani memukul wanita?" kata Yang Mi.
"Memangnya kenapa?" tanya Ghani.
Ghani langsung menampar pipinya, kemudian menarik Hao Chen dan meninju wajahnya.
"Ayo pukul lagi! Aku akan minta uang ganti rugi darimu nanti!" ujar Hao Chen.
"Uang bukan masalah bagiku," kata Ghani, membuat Hao Chen mulai ketakutan.
Kemudian, mulai terdengar beberapa jeritan dari Hao Chen dan Yang Mi, tapi tidak ada satupun orang di luar berani menolong mereka.
"Sekarang tanda tangani ini!" desak Ghani. "Kalau tidak, rekaman kalian berusaha berbuat hal buruk pada Shen Yue akan tersebar."
"Memangnya apa yang akan kau lakukan jika aku tidak mau?" tanya Hao Chen, dengan wajah sudah babak belur.
"Kau tahu? Jika kau banyak uang, bahkan kau akan kebal hukum meskipun telah menghabisi beberapa nyawa," kata Ghani.
Hao Chen mengerti dengan ucapan Ghani dan segera menandatangani dokumen tersebut.
Setelah itu, Ghani memanggil penjaga dan meminta mereka membawa keluar kedua orang tersebut.
"Sayang, ini dia semua yang telah mereka rebut darimu," kata Ghani. "Sekarang kita sudah mendapatkannya kembali!"
Shen Yue dari tadi hanya terdiam, melihat aksi Ghani yang begitu saja membereskan semuanya.
"Sungguh?" kata Shen Yue masih tak percaya.
Ghani pun segera mengambil tissue dan mengelap kulit Shen Yue yang tadi disentuh Hao Chen.
"Uang dan sedikit kekerasan memang paling ampuh untuk menghadapi orang-orang seperti mereka," kata Ghani.
Meskipun mereka bisa saja menuntut atas tindak kekerasan, tapi Ghani juga bisa menuntut balik.
Semua itu karena ada bukti rekaman kamera pengawas dan Ghani punya orang dalam. Hehe.
"Sekarang, aku minta hadiahku," tagih Ghani.
Shen Yue paham maksud Ghani, tapi ia menolaknya karena sedang berada dalam kantor.
"Kamu bosnya, siapa yang akan protes?" kata Ghani.
"Ya sudah," jawab Shen Yue setuju.
Kadal kita yang satu ini memang tidak ada puasnya, padahal ia sudah bersenang-senang di Istana Bulan.
Setelah mendapat hadiahnya, Ghani masih tetap menemani istrinya, memastikan ia selalu aman.
Namun, mobil mereka dicegat dua monster aneh ketika pulang dari perusahaan.
"Jadi sekte pemuja akhir zaman benar-benar ada di sini juga," kata Ghani, menghentikan mobilnya.
"Makhluk apa itu, Sayang?" tanya Shen Yue tampak khawatir dan takut.
"Kamu tunggulah di sini, aku akan turun," kata Ghani.
"Jangan! Kita pergi saja!" kata Shen Yue.
"Mahkluk itu akan terus mengejar kita dan mungkin membahayakan orang lain," kata Ghani.
Setelah Ghani amat, dua monster mirip kadal dengan benjolan-benjolan aneh itu ternyata adalah Hao Chen dan Yang Mi.
"Apa sekarang kalian menjadi makhluk gagal berbentuk?" ejek Ghani. "Atau, inilah wujud asli kalian sebenarnya?"
Kedua makhluk itu menggeram, mungkin ingin membalas ucapan Ghani.
Kemudian, keduanya mulai menyerang dan Ghani telah bersiap melawannya.
Dia mengeluarkan senjata yang dibawa dalam mobilnya dan siap melawan Hao Chen dan Yang Mi.
Tapi sebelum pertarungan dimulai, Shen Yue dengan panik berteriak, "Berhenti!!"
Ghani terkejut dan berhenti sejenak, melihat Shen Yue dengan tatapan bingung. "Ada apa?"
Shen Yue menghela napas, "Sepertinya mereka adalah Hao Chen dan Yang Mi."
"Jadi kamu sudah tahu?" jawab Ghani.
"Tapi, sekarang aku harus menghentikannya atau mereka akan membahayakan orang lain."
Namun, Shen Yue dengan cepat segera mendekati Hao Chen dan Yang Mi, dengan tangan terangkat dalam sikap menyerah.
"Tolong, berhenti! Jangan lakukan apapun yang bisa menyakiti orang-orang di sekitar kita!"
Hao Chen dan Yang Mi terkejut melihat tindakan Shen Yue yang tiba-tiba.
Kesadaran mereka juga sempat kembali melihat Shen Yue menatap dengan tulus.
"Mengapa kau malah ingin melindungi mereka?" tanya Ghani yang heran.
Tiba-tiba, kesadaran mereka berdua hilang lagi dan langsung berusaha menyerang Shen Yue.
"Shen Yue!" teriak Ghani segera melindunginya.
Punggung Ghani pun terkena salah satu tangan mereka yang memiliki bilah tulang tajam.
"S-sayang!" ujar Shen Yue panik.
"Aku tidak apa-apa," kata Ghani, masih merangkul Shen Yue.
Namun, tampak Shen Yue melihat punggung Ghani telah terkena sayatan dalam yang sampai merobek menembus bajunya.
"Sudah aku bilang bahwa mereka sudah menjadi monster," kata Ghani menegaskan.
Ghani meneguk pil obat yang diambil dari sakunya dan bersiap bertarung melawan mereka.
Shen Yue yang awalnya tidak tahu apa-apa, akhirnya memilih untuk mempercayai Ghani saja.
Setelah melihat bagaimana Ghani melindunginya sampai terluka, ia merasa hatinya bergetar.
"Ayo lawan mereka!" ucap Shen Yue menjadi marah kepada monster-monster itu.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 24 Episodes
Comments
Anna
Next semangat thor 💪😆🤗
2024-01-05
2