Setiba di rumah Pak Arman, Ghani langsung merasa takjub dengan rumahnya.
Bentuk rumah Pak Arman memang sangat berbeda dan unik.
Bangunan tersebut memiliki desain kuno yang jarang ditemui di masa sekarang.
Dindingnya terbuat dari batu-batu besar yang dipadu dengan kayu-kayu kokoh.
Atap rumah yang tinggi dan melengkung menambah kesan kuno pada bangunan ini.
Ghani terpesona melihat bagaimana setiap detail rumah tersebut diperhatikan dengan teliti.
Pintu dan jendela berukiran indah terlihat begitu elegan.
Di pojokan rumah, terdapat dua buah menara yang menjulang tinggi.
Ghani tidak bisa menahan rasa kagumnya melihat arsitektur yang begitu menarik dan artistik.
Ketika memasuki rumah, Ghani semakin kagum dengan interior rumah Pak Arman.
Ornamen-ornamen kuno dan mebel-mebel antik membuat suasana di dalam rumah terasa begitu nyaman dan berkelas.
Setiap ruangan terlihat begitu terawat dengan baik, menjaga keaslian dan keindahan desain kuno yang dimiliki rumah ini.
Ghani juga melihat adanya koleksi benda-benda bersejarah yang dipajang rapi di dalam rumah.
Patung-patung, lukisan-lukisan tua, serta barang-barang antik lainnya menambah keistimewaan rumah ini.
Ghani merasa seperti sedang berada di dalam museum yang hidup.
Rasa takjub Ghani semakin bertambah saat Pak Arman bercerita mengenai sejarah rumah tersebut.
Bangunan ini ternyata telah berusia ratusan tahun dan memiliki nilai sejarah yang tinggi.
Pak Arman adalah salah satu pemilik rumah ini yang berusaha untuk melestarikan keindahan dan keaslian desain kuno yang dimilikinya.
Setelah puas melihat-lihat dalam rumahnya, Ghani diajak ke belakang rumah.
Tampak para penjaga atau bawahan Pak Arman sedang berlatih seni bela diri.
Ghani melihat dengan kagum saat melihat para penjaga atau bawahan Pak Arman sedang berlatih seni bela diri di belakang rumah.
Mereka dengan sigap dan lincah melancarkan serangan dan menghindari serangan lawan.
Ketepatan gerakan mereka dan kekuatan yang mereka tunjukkan menunjukkan bahwa mereka benar-benar ahli dalam seni bela diri.
Ghani mendekati Pak Arman yang sedang mengamati latihan tersebut. "Wow, mereka benar-benar hebat!" kata Ghani dengan penuh kagum.
Pak Arman tersenyum bangga. "Iya, mereka adalah para penjaga pribadi saya. Mereka telah dilatih dengan ketat dan memiliki kemampuan bela diri yang sangat baik. Hal ini tidak hanya untuk menjaga keamanan rumah, tetapi juga untuk melindungi saya dan keluarga saya jika terjadi situasi yang membutuhkan pertahanan diri."
Ghani melihat para penjaga tersebut kehilangan satu gerakan saja. "Tapi mereka tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik ya? Mereka juga pasti dilatih dalam hal teknik dan strategi bertempur."
Pak Arman mengangguk. "Betul, seni bela diri tidak hanya soal kekuatan fisik semata. Mereka juga diajari teknik-teknik bertempur, seperti tendangan, pukulan, jurus tangan kosong, dan menggunakan senjata."
"Mereka juga belajar strategi dalam menghadapi situasi yang berbahaya, menghindari serangan musuh, dan melumpuhkan lawan dengan cepat dan efektif," tambahnya.
Ghani mengangguk mengerti. "Ternyata seni bela diri tidak hanya untuk olahraga atau pertunjukan semata ya. Ini benar-benar penting dalam menjaga keamanan dan melindungi diri sendiri."
Pak Arman menepuk pundak Ghani dan berkata, "Kamu sekarang sudah menikah dengan keponakanku, Melissa."
Kemudian, Pak Arman membeberkan rahasia bahwa ibunya Melissa adalah anggota kelompok organisasi bela diri kuno rahasia.
Tiba-tiba, ibunya Melissa, Nyonya Linda, muncul dan menyapa mereka berdua.
"Jadi ini menantuku?" ucap Nyonya Linda tampak senang melihat Ghani.
Ketika melihat wajahnya yang cantik meski sudah berumur, Ghani langsung merasa yakin bahwa Nyonya Linda memang adalah ibunya Melissa.
Namun, orang tua Melissa sudah bercerai dan Ghani baru pertama kali bertemu dengan ibu istrinya.
"Saya terpaksa menjauhkan diri dari putriku untuk menghindarkannya dari bahaya," jelas Nyonya Linda ketika Ghani bertanya alasan ia meninggalkan Melissa.
"Namun, sekarang mereka tampaknya sudah mulai mengincar dia juga," lanjutnya khawatir.
Ghani menjadi semakin khawatir mendengar perkataan ibu Melissa.
Dia tidak pernah menduga bahwa keluarga Melissa terlibat dalam organisasi bela diri rahasia yang berbahaya.
Ghani mulai merenung tentang apa yang telah terjadi dan apa yang harus dilakukan selanjutnya.
Pak Arman melihat kekhawatiran di wajah Ghani dan mencoba menenangkannya. "Kami tidak akan membiarkan mereka menyakiti Melissa. Kami akan melindunginya dengan segala cara yang kami miliki."
Ghani merasa lega mendengar kata-kata itu, tetapi tetap merasa cemas tentang keamanan Melissa. "Apa yang harus kita lakukan sekarang? Bagaimana kita dapat melindunginya?"
Pak Arman berpikir sejenak sebelum menjawab. "Kami akan menghubungi beberapa anggota organisasi dan mengajukan permohonan bantuan."
"Mereka memiliki sumber daya dan pengetahuan yang dapat bermanfaat bagi kita."
"Selain itu, kita juga dapat memperkuat diri sendiri dengan belajar seni bela diri agar dapat membantu melindungi Melissa jika diperlukan."
Sedikit kisah tentang keluarga Melissa.
Kakeknya Melissa, Pak Ali, adalah mantan anggota atau klan pembunuh.
Namun, ia memutuskan untuk keluar dari klan tersebut dan akhirnya diburu.
Meski demikian, Pak Ali bukan orang sembarangan dan ia memiliki teknik rahasia yang diwarisi dari leluhurnya.
Pak Ali pun membangun organisasinya sendiri dan sering berkonflik dengan mantan klannya.
Setelah Pak Ali semakin tua dan akhirnya meninggal dunia, klan pembunuh itu berusaha merebut teknik rahasia miliknya.
Itulah alasan mengapa mereka mulai mengincar anak dan cucunya Pak Ali, yaitu Nyonya Linda dan Melissa.
Meskipun begitu, Melissa tidak pernah mengetahui latar belakang keluarganya yang gelap itu.
Ia tumbuh sebagai anak yang ceria dan bahagia, dibesarkan oleh ibunya, Nyonya Linda, sebagai seorang wanita kuat dan gigih.
Nyonya Linda melindungi Melissa dengan segala caranya dan tidak pernah membiarkan anaknya terlibat masalah keluarga mereka yang berbahaya.
Ketika masih muda, Nyonya Linda pernah hidup di luar negeri untuk menghindari masalah ini.
Ia pun bertemu William dan menikah dengannya sehingga mereka mempunyai seorang putri, yaitu Melissa.
Linda dan William belum benar-benar bercerai, tapi suaminya itu malah datang mencarinya dan akhirnya membahayakan Melissa.
Setelah bertemu ibu mertuanya, Ghani khawatir dan gelisah memikirkan istrinya.
Setelah pertemuan tersebut, ia memutuskan untuk langsung pulang dan segera menemui Melissa.
Namun, mobilnya kembali dihadang oleh sekelompok orang tak dikenal.
"Apa mereka dari kelompok pembunuh yang dikatakan Nyonya Linda?" pikir Ghani sedikit panik.
Meski begitu, Ghani tetap keluar dari mobilnya dan segera menanyakan siapa mereka serta tujuannya.
Seseorang terlihat tidak asing berada di antara mereka dan ternyata itu adalah Roy.
"Apa maksudnya ini, Roy?" tanya Ghani.
"Aku ingin membalas dendam untuk apa yang telah kau lakukan waktu itu!" jawab Roy.
"Apa ayahmu tidak memperingati untuk tidak lagi menggangguku?" kata Ghani.
Setelah diperhatikan, orang-orang yang dibawa oleh Roy hanya sekelompok pemuda biasa yang ia bayar.
Ketika kelima pemuda yang Roy bawa itu mulai diperintahkan untuk mengeroyok Ghani, mereka langsung tumbang dalam hitungan detik saja.
"Sepertinya banyak hal yang perlu kita bicarakan," kata Ghani yang sudah berdiri di depan Roy yang tampak kebingungan.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 24 Episodes
Comments
Revandi Revandi
buat apa kaya dapet sistem tapi otak masih tolol bukannya latihan seni beladiri juga biar jadi kuat eh malah nge tolol hadeh
2024-05-27
2
Lari Ada Wibu
lanjut thor
2023-12-20
0