Bahan dan resep sudah ada, tapi ada beberapa pil yang tak bisa Ghani buat karena kekuatan spiritualnya masih lemah.
Jika ingin memaksimal level keahlian membuat pil obat, Ghani harus meningkatkan kekuatan spiritual.
[Fitur pinjam tubuh telah digunakan]
Sekarang, Ghani merasuki tubuh seorang pemuda bernama Zhen Wei.
Dunia ini sama dengan dunia yang sebelumnya ketika Ghani menjadi Ye Chen.
Meski begitu, garis waktunya sudah berbeda alias sudah berlalu puluhan tahun di dunia ini.
Jadi, si Ye Chen pasti telah tua bahkan mungkin telah meninggal sekarang.
[Penyatuan ingatan telah selesai]
Ghani pun bisa segera membuka matanya, tapi ia langsung terkejut melihat situasi sekelilingnya.
Ye Chen masih hidup dan ia adalah tetua pendiri sekte tempat Zhen Wei bergabung.
Namun, tetua Ye sekarang sedang bertarung dengan seorang wanita misterius.
"Astaga! Satu wanita tak dikenal berhasil membantai semua orang di sekte ini?" ujar Ghani heran.
Ghani baru sadar bahwa yang tersisa hanya tinggal dirinya dan tetua Ye.
Namun, tetua Ye pun akhirnya berhasil dikalahkan dan wanita itu melihat ke arah Ghani.
"Ternyata masih ada yang hidup," kata wanita tersebut, mendarat depan Ghani.
Wanita itu mendekati Ghani yang terlihat duduk di tanah karena kakinya lemas untuk berdiri.
Ghani berusaha mundur dengan menggerakkan pantatnya, tapi itu sia-sia.
"Pantas saja kau tidak mati terkena racun yang aku sebar, tubuhmu ini langka!" kata wanita tersebut.
"A-apa kau akan membunuhku?" tanya Ghani yang sekarang jadi Zhen Wei.
"Tidak," jawab wanita tersebut.
Ghani merasa sedikit lega, tapi wanita itu segera membawanya pergi.
Ghani dibawa ke dalam sebuah gua dan dibaringkan di atas batu hampar.
"Tubuh seperti ini tidak boleh dibiarkan sia-sia," kata wanita tersebut.
Tak lama kemudian, Ghani heran kenapa wanita berpakaian serba merah ini malah mengajaknya berhubungan suami-istri.
"Mungkinkah ini metode kultivasi yang dikatakan guru Zhu?" pikir Ghani.
Satu jam, dua jam, tiga jam, wanita itu belum juga berhenti dan tak kunjung melepaskan Ghani.
Ghani mulai panik, energinya serasa dihisap terus oleh wanita tersebut.
Tiga jam kemudian, barulah wanita itu berhenti dan terlihat langsung bermeditasi.
Ghani pun memanfaatkan situasi tersebut untuk memulihkan kondisinya.
Meski begitu, tubuhnya sangat lemah dan ia tidak bisa bangun atau berdiri.
"Apa yang telah dilakukan wanita ini?" gumam Ghani heran. "Kenapa yang di bawah sana tegak terus kaya tiang bendera!"
Tak lama kemudian, Ghani tampak ketiduran tapi ia terbangun lagi oleh wanita tersebut.
"Hey! Sampai kapan kau mau melakukan ini?" tanya Ghani protes. "Aku lapar!"
Wanita tersebut hanya tersenyum dan memasukan pil ke dalam mulut Ghani.
"Aku tidak boleh membiarkanmu mati terlalu cepat!" kata wanita tersebut. "Aku masih bisa menerobos beberapa tingkatan lagi berkatmu."
Wanita tersebut kembali melanjutkan aksinya, yaitu berkultivasi ganda untuk menerobos.
Satu bulan kemudian, Ghani masih sanggup bertahan dan membuat wanita itu heran.
"Sekarang giliran aku yang di atas!" kata Ghani yang tiba-tiba bisa bergerak dan mengambil alih situasi.
"A-apa yang terjadi?" ujar wanita tersebut kaget. "Kenapa kau terbebas dari belengguku?"
Diam-diam Ghani ikut bermeditasi dan berhasil membangun kekuatannya.
Usaha Ghani bisa berhasil berkat tubuh Zhen Wei yang memang unik dan langka.
"Selama sebulan kita berhubungan, tapi kau selalu kaku dan monoton!" kata Ghani tampak menindih tubuh wanita tersebut.
Ghani pun mencurahkan segala pengalamannya dan membuat wanita tersebut kewalahan.
Satu jam kemudian, tampak terpancar kepuasan dari wajah wanita tersebut.
"Baiklah, sekarang kamu akan aku jadikan sebagai muridku," kata wanita tersebut.
Wanita tersebut ternyata memiliki nama yang sama dengan salah satu istri Ghani, yaitu Shen Yue.
Ghani pun kembali dibawa pergi dan kali ini ke tempat tinggal wanita tersebut.
"Selamat datang di Istana Bulan!" kata Shen Yue.
Setelah tiba di istana, Ghani pun akhirnya tahu alasan Sekte milik Ye Chen dihancurkan.
Mereka telah melakukan praktik terlarang dan menjadi pengikut aliran iblis.
Shen Yue awalnya ingin menghabisi Zhen Wei juga karena sangat berbahaya jika ia balas dendam.
Namun, tubuh Zhen Wei sangat unik dan cocok jika berkultivasi ganda dengannya.
"Kenapa kau berubah pikiran dan tak menghabisiku?" tanya Ghani heran.
"Selama satu bulan itu aku mengujimu juga dan tak menemukan bibit kejahatan darimu," kata Shen Yue.
"Aku memang baru bergabung dengan sekte itu," ucap Ghani.
"Baguslah," jawab Shen Yue senang.
Shen Yue kemudian pamit pergi dan meminta dua muridnya, Lingxi dan Shu Mei, untuk menjaga Ghani.
"Aku akan pergi ke alam rahasia karena kekuatan sekarang sudah cukup kuat," kata Shen Yue.
Setelah Shen Yue pergi, Ghani tidak tahu mau apa dan ia pun mengajak bicara dua gadis di depannya.
"Adik, kamu lumayan tampan," kata Shu Mei yang ternyata genit.
"Di mana kamu bertemu Master Yue?" tanya Lingxi.
Ghani pun segera menceritakan semuanya, termasuk apa yang terjadi dalam gua.
"Mana mungkin guru melakukan itu!" ucap Lingxi tak percaya.
"Aku sih percaya dengan ceritanya," kata Shu Mei.
"K-kenapa?" tanya Lingxi terkejut.
"Dari dulu, laki-laki sangat dilarang masuk ke Istana Bulan ini, tapi master justru menerima murid laki-laki sekarang," kata Shu Mei.
Istana Bulan ternyata hanya menerima murid wanita dan Ghani menjadi satu-satunya lelaki saat ini.
"Adik, apa kau bosan?" tanya Shu Mei.
Ghani mengangguk.
"Ayo ikut aku," ajak Shu Mei.
Ghani pun diajak ke sebuah bangunan mirip asrama dan seluruh penghuninya adalah wanita.
Shu Mei pun memberitahu semuanya tentang tubuh Ghani yang langka dan apa yang telah ia lalui bersama guru mereka di gua.
Puluhan gadis itu tampak kegirangan dan mereka berpikir bahwa Ghani dibawa ke Istana ini untuk membantu mereka berkultivasi juga.
Mereka pun mulai memperebutkan Ghani, sampai pakaian Ghani robek ditarik-tarik mereka.
"Semuanya! Dengarkan!" teriak Ghani.
Akhirnya semuanya diam dan membiarkan Ghani melanjutkan ucapannya.
"Kalian kembalilah ke kamar kalian masing-masing dan aku akan mengunjungi kalian satu per satu," kata Ghani dengan lantang.
Semua gadis itu setuju dan mereka pun segera kembali ke kamarnya masing-masing.
Ghani pun mulai mengunjungi kamar pertama dan di sana ternyata ada Shu Mei dan Lingxi.
"J-jangan!" ujar Lingxi masih menolak Ghani, tapi Shu Mei memeganginya dari belakang.
"Ah... lepaskan aku!" pinta Lingxi yang tak berdaya.
"Kamu harusnya senang mendapat giliran pertama!" singgung Shu Mei.
Setelah selesai dengan Lingxi, barulah Ghani melayani Shu Mei.
Namun, Lingxi sekarang tampak mendapat pencerahan dan langsung duduk meditasi.
Sementara Shu Mei, ia tampak begitu tahu dengan apa yang harus ia lakukan untuk meladeni Ghani.
"Aku mempelajarinya dari kitab ini!" kata Shu Mei.
Ketika ia menunjukkan kitabnya, Ghani terkejut karena itu merupakan sebuah buku komik.
"Kenapa barang dari duniaku ada di dunia ini?" gumam Ghani heran. "Mana isinya adalah gambar-gambar adegan dewasa pula!"
Namun, Ghani sekarang harus fokus kepada Shu Mei dan memikirkan hal itu nanti saja.
"Lain kali saja aku cari tahu!" gumam Ghani.
Setelah selesai melayani Shu Mei, kekuatan spiritual Ghani kian terasa meluap.
Kemudian, ia lanjut ke kamar lain dan meninggalkan dua gadis itu yang sekarang fokus bermeditasi.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 24 Episodes
Comments