Ancaman Serius.

Tidak sekali pun Tuan Arman tersenyum dalam pertemuan mereka kali ini.

Tampak rekaman video dari sebuah kamera pengawas telah selesai diputar.

"Apa mereka itu manusia?" tanya Ghani.

Tuan Arman menggelengkan kepalanya dengan pelan. "Mereka sudah bukan manusia lagi!"

Seorang pria bule asal Negara Rusia mulai angkat bicara. "Mereka adalah hasil eksperimen manusia."

"Ghani, kau bisa bertanya lebih banyak pada Tuan Ivan Vladimir," kata Nyonya Linda.

Ivan Vladimir segera menjelaskan semua tentang manusia-manusia yang telah menjadi monster itu.

Menurutnya, manusia-manusia itu sebelumnya adalah subjek eksperimen yang dilakukan oleh seorang ilmuwan gila.

Ilmuwan tersebut ingin menciptakan rasa sakit dan kekejaman yang tak terbatas pada manusia, sehingga mereka dapat digunakan sebagai senjata.

Dalam proses eksperimennya, ilmuwan itu memberikan dosis tinggi zat kimia yang mempengaruhi sel otak, mengubah pola pikir dan emosi subjek.

Mereka mulai kehilangan rasa empati dan kemanusiaan mereka, dan menjadi kejam serta haus darah.

Tuan Ivan mengangguk serius. "Kami telah melacak ilmuwan itu dan menyita semua penelitiannya.

Tetapi sayangnya, subjek eksperimen itu tidak bisa kembali menjadi manusia seperti sebelumnya."

Ghani tercengang mendengar semua ini. Dia merasa takut dan sedih sekaligus. "Apa yang akan kita lakukan sekarang?"

Tuan Arman menyeringai dengan penuh tekad. "Kita harus mengejar dan menghancurkan semua monster-monster itu."

Mereka semua mengangguk dengan tegas, menyadari bahwa tugas berat menanti mereka.

Dalam pertemuan itu, mereka merencanakan strategi untuk melacak dan menghentikan kelompok monster yang berbahaya ini.

Tapi dalam benak Ghani, ada satu pertanyaan yang tak bisa dia tahan. "Apakah masih ada harapan bagi manusia-manusia ini untuk kembali menjadi manusia normal?"

Tuan Ivan Vladimir menghela napas dan menjawab dengan penuh penyesalan, "Sangat kecil, Ghani. Tetapi kita tidak boleh menyerah."

Namun, monster-monster itu hanya sekumpulan eksperimen gagal.

Ilmuwan gila itu diduga telah dibawa oleh sekte sesat pemuja hari akhir atau kiamat.

Sekte tersebut bergabung dengan klan pembunuh dan telah berhasil menciptakan manusia super.

"Manusia super inilah yang lebih berbahaya," kata Nyonya Linda.

Walau bagaimana pun, sekte bela diri kuno Nyonya Linda sering berkonflik dengan klan pembunuh.

Meski mereka sudah tak tertarik dengan teknik rahasia milik Kakek Ali, tapi mereka akan menganggap sekte ini sebagai ancaman.

Setelah pertemuan itu, Ghani berpikir sangat keras tentang masalah ini.

"Aku hanya bisa mengandalkan sistem," pikir Ghani.

Banyak keahlian yang bisa dibeli dari sistem, tapi ia perlu menghasilkan lebih banyak uang.

"Bagaimana jika aku membuat game bertemakan Zombie?" pikir Ghani.

Ghani pun segera menghubungi timnya.

Ghani: "Hai semua, pagi ini saya punya ide baru yang menarik. Bagaimana jika kita membuat game bertemakan zombie?"

Tim: "Wah, terdengar menarik, Pak Ghani! Ceritakan lebih lanjut tentang ide ini."

Ghani: "Yaitu game di mana pemain akan berperan sebagai seorang yang bertahan hidup di tengah kota yang dikepung oleh zombie. Pemain harus mengumpulkan senjata, merekrut anggota tim, dan menyelesaikan misi untuk bertahan hidup."

Tim: "Itu terdengar seru! Bagaimana dengan grafik dan gaya gameplay yang ingin Anda gunakan?"

Ghani: "Saya ingin kita menghadirkan grafik yang realistis dengan lingkungan kota yang hancur dan keren. Untuk gameplay, saya ingin kita fokus pada pertempuran dan strategi. Pemain harus mengatur tim mereka dengan bijak dan menggunakan berbagai senjata untuk melawan zombie."

Tim: "Baik, Pak Ghani! Bagaimana dengan cerita di balik game ini?"

Ghani: "Cerita utamanya adalah tentang keberanian dan kekuatan manusia dalam menghadapi bencana zombie. Pemain akan mengikuti perjalanan karakter utama dari ketakutan dan kebingungan menjadi seorang pemimpin yang mampu melawan zombie dan melindungi kota."

Tim: "Bagus sekali, Pak Ghani! Kapan Anda ingin mulai pengembangan game ini?"

Ghani: "Mari kita mulai pengembangan secepat mungkin. Saya ingin kita memiliki prototipe yang baik dalam waktu tiga bulan dan game yang lengkap dalam waktu enam bulan."

Tim: "Baik, Pak Ghani! Kami siap untuk menghadirkan game bertema zombie yang epik ini. Kita bisa bekerja sama dan memberikan pengalaman gaming yang luar biasa kepada para pemain."

Ghani: "Saya percaya pada kemampuan kalian, tim. Dengan kerja keras dan kolaborasi yang baik, kita akan bisa membuat game ini menjadi sukses. Saya siap mendukung kalian sepenuhnya selama proses pengembangan."

[Ding!] [Bonus peningkatan sistem bisa diklaim]

"Heh, apa itu?" kata Ghani baru pertama kali mendapat pemberitahuan begitu.

[Bonus ini berupa keahlian, uang, dan lainnya]

"Oh. Hadiah apa yang aku dapat?" kata Ghani penasaran dan segera membuka hadiahnya.

Ada gambar kotak hadiah pada layar sistem dan Ghani segera mengkliknya.

[Hadiah : Fitur Pinjam Tubuh]

"Kenapa namanya aneh sekali?" ujar Ghani heran.

[Keterangan : Fitur ini dapat membuat Host bepergian ke dunia lain]

"Apa hubungannya dengan dunia lain?" tanya Ghani makin tidak paham.

[Perjalanan ke dunia lain sangat mustahil dilakukan oleh tubuh fisik.]

[Namun, ada cara lain. Yaitu, mengirim jiwa Host ke dunia lain dan meminjam tubuh orang di sana]

"Apa manfaatnya pergi ke dunia lain?" tanya Ghani mulai tertarik.

[Host dapat meningkatkan keahlian-keahlian yang diperoleh ke level maksimal]

"Apa yang terjadi dengan kehidupanku di sini jika aku pergi ke dunia lain?" tanya Ghani masih ragu.

[Waktu tidak bersifat linier. Host bisa mengatur waktu untuk kembali sesuai keinginan]

[Host bisa mengatur agar seribu tahun di dunia lain hanya berlalu satu hari di dunia ini.]

Ghani mulai merenungkan untuk mencoba fitur pinjam tubuh itu.

"Mungkin ini solusi untuk mengatasi masalah baru yang aku hadapi belakangan ini," pikir Ghani.

Ghani ingin meningkatkan keahliannya membuat obat untuk mengatasi manusia super.

Dia bisa membuat obat yang menjadikan kelompok Nyonya Linda mampu menyaingi manusia super.

Namun, Ghani juga mengutamakan untuk membuat obat yang bisa mengembalikan monster-monster itu menjadi manusia normal lagi.

"Baiklah, aku ingin mencobanya!" ujar Ghani sudah memutuskan.

[Memulai transfer jiwa]

[Silakan pilih dunia mana yang ingin Host tuju]

"Aku ingin pergi ke dunia yang dapat meningkatkan keahlian membuat obat," jawab Ghani dengan keadaan sudah menjadi gumpalan tubuh jiwa.

[Pilihan telah dikonfirmasi]

[Memulai proses pemindahan jiwa]

Gumpalan tubuh jiwa Ghani mulai tersedot kekuatan misterius dan semua menjadi blur putih.

[Transfer jiwa selesai]

Ghani pun segera membuka matanya setelah jiwanya merasuki tubuh seseorang di dunia lain.

[Informasi Penting : Anda sekarang berada dalam tubuh murid Dewa Pengobatan]

[Jadilah murid baik dan belajar dengan serius dari guru Anda nanti]

"Terima kasih, tapi aku memang sudah berencana untuk melakukannya," kata Ghani.

Ketika membuka mata, ia sekarang berada di aula leluhur dari Sekte Pengobatan.

"Jadi, siapa Dewa Obat yang akan menjadi guruku?" kata Ghani penasaran.

Sekarang, ia berada dalam tubuh seorang murid bernama Ye Chen.

Aula leluhur Sekte Pengobatan dipenuhi dengan atmosfer yang tenang dan misterius.

Di tengah aula, terdapat patung besar yang menggambarkan seorang dewa obat yang sedang duduk dengan sikap bijaksana dan penuh otoritas.

Patung tersebut terbuat dari batu hitam yang terlihat kuno.

Ghani terpesona oleh kehadiran patung Dewa Obat tersebut.

Ia memandangnya dengan rasa hormat dan kekaguman.

Ia merasakan gelombang energi spiritual yang kuat memancar dari patung tersebut, dan ia yakin bahwa patung itu memiliki kekuatan yang luar biasa.

Sambil terpesona mengamati patung tersebut, Ghani merasa seseorang mendekatinya dari arah belakang.

Ia berbalik dan melihat seorang pria tua dengan janggut putih dan pakaian kuno yang terlihat seperti seorang yang bijaksana.

"Salam, pemuda. Aku adalah Guru Zhu, yang memiliki julukan Dewa Obat. Aku telah melihat potensimu dan memutuskan untuk menjadi gurumu," kata pria tua tersebut dengan suara yang tenang namun penuh kekuatan.

"Dewa Obat Guru Zhu, aku merasa terhormat bisa menjadi muridmu. Aku berjanji akan belajar dengan sungguh-sungguh dan mengabdikan diriku untuk Sekte Pengobatan," ucap Ghani dengan rasa antusias.

Guru Zhu tersenyum dan mengangguk. "Bagus sekali. Aku melihat potensi dan semangat belajar dalam dirimu."

"Selama kamu mau berusaha dan mendalami segala ilmu yang diajarkan, aku yakin kamu akan menjadi seorang ahli Pengobatan yang hebat," tambahnya.

Bersambung.

Namamu Ye Chen. Titisan Dewa Naga Kuno yang diam-diam merangkak keluar dari kubangan lumpur, dan menantang hukum langit di bawah pijakan kakiku.

Bercanda. 🗿

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!