Setelah mencari ke mana-mana, Ghani akhirnya mendapat titik terang.
"Semua tanaman bahan obat yang aku butuhkan akan dilelang di Tiongkok," kata Ghani. "Aku harus pesan tiket pesawat"
Ghani segera membuka situs pemesanan tiket pesawat dan mulai mencari penerbangan menuju Tiongkok.
Setelah melihat beberapa pilihan, ia memutuskan untuk memesan tiket pesawat dengan jadwal keberangkatan yang sesuai dengan rencana perjalanannya.
Setelah berhasil memesan tiket, Ghani merasa lega. Ia tahu bahwa perjalanan ini akan menjadi langkah awal yang penting dalam menemukan tanaman-tanaman bahan obat yang ia cari.
Ia tidak sabar untuk segera tiba di Tiongkok dan memulai pencariannya.
Beberapa hari kemudian, saatnya keberangkatan telah tiba.
Ghani menyiapkan segala keperluan perjalanan dan memastikan dirinya siap untuk mengeksplorasi Kota Tiongkok nanti.
Ia memiliki daftar tanaman obat yang ingin ia temukan dan mengambil sampel, serta alamat-alamat tempat lelang tanaman yang sudah ia cari sebelumnya.
Setelah perjalanan yang cukup panjang, Ghani tiba di Tiongkok dengan selamat.
Ia merasa semangat dan siap untuk memulai pencarian tanaman obat yang akan membantunya mengembangkan produk herbal yang ia butuhkan.
Ghani menjelajahi berbagai daerah di Tiongkok, mengunjungi pasar dan lelang, berbicara dengan penjual dan petani lokal, serta melakukan penelitian tentang setiap tanaman yang ia temui.
"Syukurlah aku bisa mendapat sebagian bahan yang aku butuhkan," kata Ghani senang.
Ia menemukan beberapa tanaman obat yang sesuai dengan kebutuhannya, namun belum semua tanaman berhasil ia dapatkan.
"Tuan, saya telah menemukan sisa tanaman yang Anda cari," kata Shen Yue, asistennya.
"Kalau begitu, ayo kita segera dapatkan tanaman itu," kata Ghani.
Meski bukan orang Tiongkok, Ghani fasih dan mengerti bahasa mereka berkat adanya sistem.
"Itu akan dilelang beberapa hari lagi," kata Shen Yue.
Akhirnya Ghani memutuskan untuk jalan-jalan ke pasar barang antik saja.
"Pak, berapa harga guci ini?" tanya Ghani pada penjual barang antik di pinggir jalan.
"100 Yuan," jawab si pedagang.
Harganya lumayan murah, mungkin karena si pedagang tidak tahu nilai dari guci tersebut.
Ghani tersenyum dan malah mencoba menawarnya lagi menjadi seharga 50 Yuan.
"Baiklah," jawab si pedagang setuju.
Setelah Ghani pergi, si pedagang itu merasa sangat senang karena ia mendapat guci tersebut seharga 5 Yuan saja, jadi masih untung 45 yuan.
Namun, ia tidak tahu bahwa nilai guci tersebut bisa lakukan sampai 1000 yuan lebih.
"Haha! Aku sendiri tidak akan tahu bahwa guci ini sebenarnya asli peninggalan dari era dinasti Han kalau tidak punya kemampuan khusus dari sistem," ujar Ghani.
"Benarkah?" tanya Shen Yue, asistennya.
Ghani pun segera menjelaskan bahwa pada guci tersebut ada markah dan kriteria yang hanya bisa terlihat oleh mereka yang memiliki kemampuan khusus.
Markah tersebut merupakan ciri khas dari guci-guci asli peninggalan era dinasti Han, dan hanya segelintir orang yang bisa melihatnya.
Dengan adanya kemampuan ini, Ghani bisa membedakan guci-guci asli dengan replika atau barang tiruan.
Hal ini menjadi keunggulan baginya dalam berburu barang-barang antik, karena ia bisa memperoleh barang dengan nilai yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga yang ia bayar.
Namun, Ghani tidak mau menjadi terlalu serakah dan membocorkan rahasia tersebut terlalu banyak.
Ia hanya memilih beberapa orang yang benar-benar bisa dipercaya untuk mengetahui tentang kemampuan khusus ini, seperti Shen Yue yang merupakan orang kepercayaan sebagai asistennya.
Dengan bantuan Shen Yue, Ghani bisa mendapatkan barang-barang antik yang langka dan berharga dengan harga yang jauh lebih rendah.
Mereka berdua melanjutkan perjalanan mereka ke pasar barang antik, dengan harapan bisa menemukan barang-barang antik berharga lainnya.
"Siapa yang mengira kemampuan 'Mata Kebenaran' ini bisa digunakan untuk barang antik juga," kata Ghani sangat senang.
Sekarang penghasilan pribadi dan uang dari sistem telah dipisah.
Ghani dapat mengklaim keuntungan usahanya meskipun modalnya dari sistem.
Meski begitu, tetap saja uang penghasilan itu sering habis untuk membeli keahlian.
Tiba waktunya lelang, Ghani bisa mendapat lebih banyak barang yang berharga.
"Astaga, siapa bos muda itu?" kata peserta lelang yang lain.
Ghani nyaris mengambil semua barang yang dilelang dengan harga penawaran tertinggi.
"Itu dia tanaman yang aku cari," kata Ghani ketika melihat barang incarannya.
Semua orang mulai mengajukan tawaran, tapi Ghani selalu membalas dengan tawaran harga lebih tinggi.
Sebenarnya, mereka tidak tahu jenis tanaman apa itu yang sedang dilelang.
Namun, tanaman tersebut memiliki bentuk yang unik sehingga akan bagus untuk pajangan.
Yaitu, bentuknya benar-benar menyerupai kepala Naga yang sedang membuka lebar mulutnya.
Ghani sendiri menyebut tanaman tersebut dengan sebutan Bunga Kepala Naga.
Meski begitu, ada seseorang yang mencoba untuk bersaing dengan Ghani.
Dia tuan muda dari keluarga Ling yang ingin memiliki tanaman tersebut karena mirip dengan simbol keluarga Ling mereka.
Tapi, Ghani tetap berhasil mendapatkan tanaman tersebut berkat saldo rekeningnya yang melimpah.
Usai lelang, Ghani dikepung oleh bawahan keluarga Ling yang memaksa merebut tanaman itu.
"Kalian mencari masalah dengan orang yang salah," kata Ghani.
Kemampuan bela diri Ghani itu sudah hampir setara dewa dan levelnya sudah maksimal.
Mereka mulai maju menyerang, tapi Ghani dengan mudah menghindari serangan mereka.
Dengan gerakan yang gesit dan presisi, Ghani melawan bawahan keluarga Ling tanpa menunjukkan sedikit pun kelelahan.
Dalam waktu singkat, Ghani berhasil melumpuhkan seluruh penyerang dengan berbagai teknik bela diri yang ia kuasai.
Tubuh mereka terkapar tak berdaya di tanah, sementara Ghani tetap berdiri dengan sikap tenang.
"Jangan pernah mengancamku lagi!" ucap Ghani dengan tegas, menatap bawahan keluarga Ling yang masih berdiri.
Bawahan keluarga Ling itu pun tampak tak berani menatap Ghani.
Mereka segera mengumpulkan rekan-rekannya yang terluka dan pergi dengan cepat, meninggalkan Ghani sendirian di tempat tersebut.
Setelah peristiwa itu, namanya mulai dihormati dan diperhitungkan oleh banyak keluarga besar di sana.
Dia menjadi simbol kekuatan dan ketangguhan yang tak terkalahkan serta disegani.
"Tuan, saya tidak menyangka bahwa Anda hebat dalam seni bela diri," kata Shen Yue.
"Apa kamu lupa aku orangnya Tuan Arman?" singgung Ghani.
"Benar juga," pikir Shen Yue.
Mereka berdua sekarang sudah berada di kamar hotel yang mereka sewa.
"Besok aku sudah bisa kembali," kata Ghani.
"Ya, Tuan Ghani," jawab Shen Yue.
"Ayo habiskan malam ini bersama," kata Ghani.
Selama di Tiongkok, Ghani juga sering tidur dengan Shen Yue.
Mungkin ini terdengar tabu, tapi Shen Yue tidak keberatan melakukannya selama ia menyukainya.
"Ah... Tuan Ghani... bolehkah aku menjadi istri simpananmu?" tanya Shen Yue.
"Boleh, tapi mungkin kamu harus pindah ke negaraku," jawab Ghani.
"Tidak masalah," jawab Shen Yue.
Setelah itu, mereka pun melanjutkan percintaan intens mereka sampai begadang semalaman.
Shen Yue sudah tahu soal Ghani yang memiliki banyak wanita, tapi ia malah tertarik.
Performa Ghani di tempat tidur telah menaklukannya. Hehe.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 24 Episodes
Comments
Kafa Dayu
crazy up tor yg banyak 👌👌👌👌
2023-12-31
0