Para penumpang kapal telah turun, masing-masing dari mereka mulai berjalan menjauh dari kapal, dan tak sedikit orang yang mampir untuk berbelanja di beberapa kedai yang berjejer disana. Perbedaan budaya langsung terasa bagi Rome setelah turun dari kapal.
Dekorasi dan ukiran-ukiran di beberapa bangunan terlihat sangat asing baginya. Meskipun Ia pernah berkunjung kemari, tapi itupun hanya satu kali dan juga tak lama, jadi Ia sedikit kagum melihat suasana di pelabuhan itu.
"Kak?... Kenapa kakak diam saja?"
Rome tersadar akan lamunannya, kemudian menoleh kearah Mei, "a-ah maaf aku tak mendengarmu, apa kamu bilang?"
"Aku bilang ayo kita pergi, terlalu ramai disini" cetus Mei sedikit lebih keras,
"Hn, baiklah"
Mereka berdua pun mulai bergerak melewati kerumunan orang yang berlalu lalang, dengan sesekali melirik berbagai barang milik penjual yang berjejer. Mereka mencoba untuk keluar dari keramaian dengan menuju salah satu kedai minuman yang tak jauh dari sana.
Memasuki kedai, mereka langsung disuguhi aroma wangi serta menyegarkan, untungnya tidak banyak pengunjung didalam, mereka bisa dengan tenang beristirahat sejenak setelah turun dari kapal. Mei memesan sebuah jus buah plum, sedangkan Rome memilih sebuah teh oolong dengan susu.
Setelah pesanan mereka selesai dibuatkan, mereka kemudian duduk di salah satu meja yang tersedia di kedai tersebut. Suasana di sekitar mereka terasa nyaman, dengan cahaya lampu yang lembut dan sedikit alunan musik oriental yang mengalun di latar belakang.
"Ngomong-ngomong... Kamu tinggal di wilayah mana ya? Aku lupa" ujar Rome setelah menyeruput minumannya,
"Ibukota Caoshan kekaisaran Yin... Agak jauh dari sini, dan kita sekarang berada di kota pelabuhan Guangyin wilayah kekaisaran Hei Nan..."
"Begitu... berapa lama kira-kira kita menuju kesana? Apa ada transportasi disini?"
Mei membuat pose berpikir sebelum menjawab pertanyaan dari Rome, "Mungkin sekitar satu hari jika menaiki kereta kuda, dan lima hari jika berjalan... Setelah mengantarkanku kakak mau kemana?"
"Aku ingat klienku bilang di desa kecil di perbukitan bernama Shangzou..."
"Wilayah kekaisaran Zheng ya?" Rome mengangguk mengiyakan, "itu malah lebih cepat kak, kebetulan Kekaisaran Zheng berdekatan dengan Hei Nan jadi kita hanya membutuhkan satu setengah hari jika berjalan, dan lebih cepat lagi jika kita menaiki transportasi"
Rome tertawa kecil, Ia tak menyangka gadis cilik dihadapannya itu tahu banyak sekali tentang wilayah-wilayah di Lung Xin, Ia sudah seperti seorang navigator pribadinya, "wawasanmu tentang letak-letak wilayah luas juga ya, apa gara-gara kamu yang sering berpergian?"
Pipi gadis itu seketika memerah karena pujian dari Rome, Ia lalu mengangguk malu, "mungkin... Aku mudah mengingat daerah yang aku lewati, jadi ini sebuah kelebihan untukku" celetuknya pelan sembari menyeruput jus buah plum nya.
"Luar biasa, itu artinya kamu berbakat dalam navigasi Mei, dengan kemampuan itu kamu pastinya bisa mendapatkan beberapa pekerjaan berpenghasilan besar suatu saat nanti"
Mei lantas tersenyum sumringah setelah mendengar itu, "benarkah kak!? Aku juga bercita-cita sebagai pelaut dari kecil, jadi aku ingin suatu saat nanti berhasil meraihnya" Ia dengan ceria berbicara sembari menikmati minumannya.
"Pelaut? Cita-cita yang besar" Rome dengan lembut mengacak-acak rambut gadis dihadapannya itu dengan bercanda, "tapi aku yakin kamu pasti bisa, tak ada yang mustahil jika kamu benar-benar berusaha menggapainya"
"Hehehe..." Mei sedikit tersipu saat tangan Rome mengacak-acak surai ungunya, "aku tidak tahu kalau kakak ahli berkata-kata bijak, tapi terima kasih banyak atas semangatnya!"
"Sama-sama, ayo kita selesaikan minuman ini lalu keluar dari sini" cetus Rome menyeruput minumannya,
Mei mengangguk paham, "lebih cepat lebih baik, bukan begitu kak?"
"Itu benar" mereka berdua kemudian menghabiskan minuman mereka masing-masing, lalu keluar dari kedai setelah membayar.
Melangkah keluar, Rome mencoba untuk membiasakan diri di lingkungan baru, karena sudah menjadi kebiasaan baginya jika Ia berpergian jauh. Kemampuan itu Ia pelajari saat berguru di Yamato kelebihannya antara lain untuk berbaur, mengorek informasi, melacak musuh, serta hal-hal lain yang sekiranya berguna baginya.
Ia mengajak Mei sedikit berkeliling kota pelabuhan tersebut, memperhatikan bagaimana penduduk lokal sibuk dengan aktivitas mereka. Beberapa dari mereka terlihat asyik berjualan di pasar yang ramai, sementara yang lainnya berjalan santai di sepanjang tepi pantai yang indah.
Mereka berdua berjalan-jalan di sepanjang jalan-jalan kecil kota pelabuhan Guangyin, mengamati keramaian di sekitar. Mei tertarik dengan warna-warni pasar ikan sementara Rome mencoba menangkap beberapa obrolan dari penduduk lokal yang sedang asyik berbisnis di tepi jalan.
"Kakak sebenarnya sedang apa sih dari tadi?... Aku kira kakak mengajakku melihat-lihat barang yang dijual tadi" celetuk Mei ditengah-tengah langkah mereka, pipinya sedikit menggembung cemberut tapi Ia tak perlihatkan kepada Rome.
Rome melirik kearah gadis kecil disampingnya itu, "Hei... aku kan memang mengajakmu berkeliling bukan?" Sahutnya dengan senyuman kecil,
"Serius kak, kakak sedang apa sih? Dari tadi kulihat tingkah kakak sedikit mencurigakan" Mei menyilangkan tangannya, Ia memasang wajah menghakimi.
"Tidak juga kok, aku hanya ingin mendengar beberapa pembicaraan orang-orang"
"..."
Kalimat ambigu dari Rome membuatnya semakin bingung, "itu... Terdengar aneh..."
Rome mencoba menghiraukan gadis itu sejenak, dan mulai berjalan kearah sekumpulan nelayan di sebuah kios, "Apa kabar, tuan-tuan?" sapanya pada beberapa bapak-bapak yang sedang menimbang ikan. "Saya sedikit mendengar obrolan tuan-tuan tadi, bisakah anda sedikit ceritakan kepada saya?"
Nelayan-nelayan itu, dengan senyum ramahnya, memandangnya sebelum menjawab, "ah, kabarnya ada perubahan besar-besaran pada kebijakan Lung Xin, ada berita tentang sekelompok makhluk buas aneh akhir-akhir ini menyerang hewan ternak dan warga yang terlihat di wilayah kekaisaran Yin dan Xian ... Aku tidak tahu pasti itu apa, tapi ada beberapa petunjuk yang membuktikan keberadaan mereka..."
"Apa? Benarkah?" tanya Mei, yang tiba-tiba ikut menimbrung pada obrolan,
"Yah, itu memang benar," jawab salah satu pria sambil melanjutkan pekerjaannya. "Saudara iparku melihatnya sendiri dengan mata kepalanya, makhluk itu bergerak secara acak lalu memakan para korbannya setelah itu"
"Itu benar-benar mengerikan, aku tak bisa bayangkan betapa menakutkannya bertemu dengan mereka langsung"
"Ah, mereka hanya melebih-lebihkan cerita itu, itu mungkin bisa menakuti seseorang yang penakut, tapi tidak denganku"
Sebagian nelayan tertawa, "saudara Yuan memang bisa diandalkan! Aku bergantung padamu jika mereka menyerang rumahku ya!"
"Yeah! Mantan master beladiri teknik harimau langit tidak bisa diremehkan bukan begitu?"
Rome berterima kasih pada para nelayan itu setelah beberapa perbincangan singkat, mereka lalu melanjutkan berkeliling, mencari tahu lebih banyak tentang apa yang terjadi di sekitar kota. Sambil berjalan, Rome bisa mendengar sejumlah obrolan dari beberapa kios hingga toko serba ada yang mereka lewati. Itu benar-benar memberi Rome gambaran yang lebih baik tentang kehidupan sehari-hari di Lung Xin.
"..."
'Ini aneh... Apa yang sebenarnya terjadi akhir-akhir ini? Masalah demi masalah bermunculan di berbagai benua... Ini seolah... terorganisir...'
Rome yang sedari tadi diam mulai menyerap informasi-informasi yang para nelayan itu bicarakan, Sedangkan Mei yang baru pertama kali mendengarkan hal itu tentu saja terkejut, Mei pun menarik pelan tangan Rome mencoba mencari perhatiannya.
"Kak..."
Pemuda itu pun sadar dari lamunannya, "hm? ada apa Mei?... kamu mengetahui sesuatu?"
"A-aku belum pernah mendengar hal ini sebelumnya..." ucap Mei pelan, Ia masih berpikir secara berlebihan tentang informasi yang Ia dengar.
"Ha?... Kamu serius?" Rome sedikit tidak percaya apa yang didengarnya, "aku bisa simpulkan kamu berada di luar Lung Xin selama ini terjadi?"
Wajah Mei terlihat begitu gusar, "itu bisa jadi... Aku mulai khawatir dengan keluargaku"
"Kalau begitu kita sebaiknya berangkat"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments