Ares pun tersenyum
"gitu dong. yaudah lo sekarang mandi siap-siap turun terus nyusul sarapan gw tunggu"
ares mengacak acak rambut zeya gemas lalu pergi
**
"pagi cantik!' sapa selatan didepan pagar. pemuda itu sudah siap dengan seragam beserta motor sport yang sudah menjeng didekatnnya.
"udah buruan mana helm gw?" zeya tk mau berlama-lama menghadapi drama yang akan dibuat oleh selatan si manusia kampret itu
"yaelah bales dulu napa sih. pagi juga gazi, udah makan belum, kamu ganteng deh hari ini, gitu kek biar hati gw seneng" selatan mengerutu didepan zeya
"gausah banyak bacot jadi ngaterin gw kagak lo? kalau gak jadi gw berangkat sendiri nih" ancam zeya
"ck iyaiyaa galak amat si lo perasan dulu waktu gw tinggal lo cengeng banget mana ngejar-ngejar gw lagi waktu gw mau ke bandara" ucap selatan
"dulu sama sekarang beda lo kira gw bakal kayak gitu terus ha?" ketus zeya
"ya kagak" ucap selatan
"yaudah mana helmnya. kalau sampai gw dihukum gw pegal kepala lo" ancam zeya, selatan menelan salivanya susah payah
"iyaiya" selatan mengambil helm yang berada disetir motornya dan menyerahkan kezeya. helm hitam ful face tu langsung dipakai zeya dan langsung menaiki motor selatan
"jalan" zeya menepuk bahu belakang selatan ketika sudah ada diatas boncengan motor sport milik tetangganya itu udah kek tukang ojek aja si selatan didepan mata zeya
"pegangan" ucap selatan dibalik helm ful facenya
"ogah. najis gue megang lo" jawab zeya
"yaudah kalau gitu kalau lo jatuh jangan salah in gw" selatan mulai menghidupkan motornya dan
brum
"Gaziii anjinggg loo" zeya berteriak dan langsung memeluk pingang selatan dengan erat. kaget karna pemuda itu tiba-tiba langsung ngebutt
sedangkan sang pelaku tersenyum puas dibalik helm ful facenya
disisi lain nampak lah ares diatas. pemuda itu berada dibalkon kamarnya tersenyum menatap kedua orang itu ia berharap selatan bisa selalu menjaga zeya dengan baik walaupun ia yakin akan ada pertengkaran diantara keduannya.
Flasbackon
"Gazi gak boleh pergii" teriak seorang gadis berusia 8tahun didepan seorang anak laki-laki berusia 2 tahun lebih tua dari gadis itu
"aku harus pergi' ucap anak laki-laki itu
"gak boleh nanti teman aya siapa?" gadis kecil itu pun menangis
"aya kan ada ares. biarin gazi pergi yaa!" ucap laki-laki dewasa ia adalah raeno ayah kandung selatan
"gakboleh aya mau ikutt" anak prempuan itu terus menangis sambil mecengkram erat lengan sahabat nya
"Daddy selatan gak bisa tingalin aya disini" ucap anak laki-laki itu
raeno membungkukkan badanya guna mesejajarkan tubuh kedua anak didepannya itu
"Azeyaa.. aya percaya kan sama daddy?" tanya raeno lembut pada anak prempan itu
gadis itu mengaguk "aya pelcaya tapi aya gak mau jauh dali zizi" ucap gadis itu dengan suara candelnya. zeya memang masih belum bisa bilang huruf R dengan lancarr pada saat itu
raeno mengusap lembut puncak kepala gadis kecil itu "daddy janji sama aya. gazi bakal kembali lagi kesini"
"gazi selalu ada disini aya kan?" tanya raeno sambil menyentuh dada gadis kecil itu
"aya sayang gazi kan?"
"iya aya sayang gazi" jawab gadis kecil itu
"aya percaya kan sama daddy kalau gazi bakal cepet kembali?" ucapnya dan gadis itu menggauk sekali lagi
"pinterr. kalau aya mau ikut daddy juga gak keberatan tapi papah kamu gak bakal ngizinin karna aya kesayanganya" ucap raeno mencoba menyemangti gadis didepannya itu
zeya mengeleng "aya aya.. gak punya papah, papah gak sayang aya dia cuma sayang ales" jawab gadis itu
raeno tersenyum dan memeluk gadis kecil itu ia tau hidup gadis itu sudah berantakan sedari masih bayi apalagi diumurnya yang masih kecil gadis itu sudah dianggab pembunuh oleh ayahnya sendiri. sebenernya raeno ingin membawa zeya namun ia tk enak dengan arlan walau bagaimana pun juga gadis itu masih tetap anak arlan, darah daging arlan sendiri.
"daddy sayang sama aya gazi juga, daddy janji kami akan cepat pulang. dan aya harus janji bakal tetep jadi gadis yang baik ya? gakboleh cengeng oke?" raeno menatap manik mata gadis kecil itu yang masih dibasahi air mata
"iya aya janjii" ucap gadis itu tersenyum
Raeno mengecup pelan kening zeya walaupun bukan darah dagingnya zeya sudah ia anggab putrinya sendiri karna gadis kecil itu anak dari teman semasa kecilnya. syanum dan raeno adalah sahabat semasa kecil mereka berdua selalu bersama keduanya terbilang dekat namun tak pernah bertengkar.
"Zizi janji sama aya kalau zizi bakal cepet kembali kan?" tanya zeya
"iya gazi janjii aya jangan nangis lagi yaa" gazi mengusap air mata zeya
"aya janji" gadis itu mengaguk patuh
"ini buat aya kalau aya kangen gazi aya boleh peluk ini nanti gazi bakal peluk aya dari jauh" selatan kecil memberikan bonekah beruang kecil berwarna kuning ke zeya kecil gadis itu langsung menerimanya dengan senang
"ini buat aya?" tanyanya selatan pun mengaguk
"yey makasih gazii. aya janji bakal terus nunguin gazi kok" zeya memeluk gazi beserta bonekahnya
Flasbackoff
selatan diam mengingat momen-momen dimana ia harus berpisah dengan zeya karna ibunya sakit dan sedang dirawat diLA hingga beberapa tahun kemudian ibunya meningal dunia ketika selatan berumur 11tahun. bahkan ibunya juga berpesan agar terus menjaga zeya, disitulah ia merasakan bagimana diposisi zeya ditingal oleh orang yang paling ia sayang untuk selamanya.
"Gazii woi lo denger gw ngomong ga sih" zeya menabok bahu selatan yang diam saja dari tadi
"ha-a apa, iya apa?" tanyanya refrek memberhentikan motornya ditepi jalanan
zeya mendengus dan melepaskan helmnya
"nanti pulang skolah lo gausah nunguin gw" ulang zeya
"kenapaa?"
"gw mau latihan basket" jawab gadis itu
tawa selatan seketika meledak "lo bisa basket?" tanya pemuda itu
"lo ngeremehin gw?" zeya menatap tajam selatan
"lo pendek anjay bisa basket juga loo hahhaa gak bisa banyangin gw lo kepental kena bola" jawab selatan sambil tertawa ngakak
"heh belek onta asal lo tau ni ye, gw kapten basket putri dari masih kelas 10 buka tuh telinga lo" jawab zeya sambil berkacak pinggang enak saja dirinya dibilang pendek. ia itu tinggi kalau tidak berhadapan dengan orang
"gak percaya gw" ucap selatan
"serah lo" zeya membuang mukanya
"utuutu ngambek" selatan mencubit gemas pipi zeya
"apaan sih lo gausah pegang-pegang. sana jalan" kesal zeya selatan terkekeh lalu berbalik menghadap kedepan dan melanjutkan perjalanannya menuju skolahan mereka.
**
Motor selatan berhenti di parkiran sekolah untung bel masuk masih 3menit lagi jadi selatan masih bisa bernafas lega tanpa harus mendengarkan omelan dari ibu negara, zeya segera turun dan melepas helm nya, semua orang kini sedang terpesona dengan kecantikan zeya dan juga ketampan selatan yang tidak ada tandingannya.
'Gila! Cantik banget!'
'Auranya ya tuhannn'
'ganteng bangettt anak baru itu!!'
'aa ganteng banget sih tu cowo'
'mereka cocok anjay'
'kayaknya itu cowo pacarnya zeya deh!!' heboh para siswa siswi disana
"Terkenal juga gue disekolahan ini" ucap selatan
Zeya meliriknya sekilas lalu berkata "sungguh kenarsis an yang sangat mejijikkan"
"Yang penting gue ganteng" ucapnya pede
"Nih helm lo" setelah menyerahkan hlem yang tadi ia pegang kepada selatan, zeya berniat ingin pergi namun tangan selatan sudah lebih dulu menariknya membuat tubuh mugil gadis itu berhasil didekap selatan.
Cukup lama keduanya bertatap-tatapan hingga suara-suara berisik dari samping mereka membuat zeya melepaskan diri dari dekapan selatan. Siapa lagi kalau bukan Arka, ian ,langit dan juga alden teman-teman Selatan yang kelakuannya rada mines itu biang kerok nya
"Ciyeeeew..."
"Pagi-pagi udah peluk-pelukan aja nih"
"Anget gak bos?"
"Diem lo semua" sentak zeya membuat ian dan arka seketika diam
"Hehe ampun bu ketu"
"Pulang sekolah nanti gausah nunguiin gue!" Ujar zeya pada selatan. Setelah mengatakan itu zeya pun pergi dari hadapan selatan dan ke4 temannya diparkiran.
"Fiks Pasti bu bos disiksa lagi sama si kakatua itu" ucap arka tiba-tiba setelah melihat zeya sudah menjauh
"Lo kok tau?" Tanya ian
"Muka nya bu bos pada memar semua njir lo gak lihat?" Tanya arka
ian mengeleng "gak lihat tadi gue"
"mata lo harus dicukil tuh" ucap arka
"Emang beneran bos?" Tanya langit pada selatan
Selatan menganguk.
"Kasihan banget ibu negara kitaa"
Ke5 pemuda itu memang sudah mengetahui semua hal tentang zeya. Apalagi selatan pemuda itu jauh lebih tau semua hal yang menyangkut tentang hidup zeya ketibang ares yang notabelnya adalah saudara kembar zeya sendiri.
.
.
.
Anyoeng yarobun salam kenal dari saya👋
penulis baru. jangan lupa jaga kesehatan jangan sakitsakit and jangan lupa bantu follow, vote, like and comen cerita saya!!
Thankyou aturnuhun maturnuwun gomawo and terimaseokjin💜💜
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments