kemarahan Arlan

"pakek. baju lu jadi tontonan para pria" bisik ian dengan nada sedikit penekanan, naura hanya berdehem untuk menyahuti ucapan ian

"mereka siapa?" tanya langit membuka obrolan

"noh anak pemilik GHS lebih tepatnya mantan pemilik karna sebelumnya udah dibeli sama om arlan" jawab gesya

"oh" langit mangut-mangut mengerti

"lo gapapa?" tanya selatan ke zeya

"sok cerr lo. tapi gw gpp kok" jawabnya

selatan mengacak acak rambut zeya gemas "jangan kasar-kasar" ucapnya

"kenapa?" tanya zeya

"gw gak mau lu kena masalah" jawabnya

"Ehkem.." dehem excel

"Woh baru tau gue kalau ada cowo dicircle lo" heboh arka

"Nih anak kita pungut dari kolong jembatan" ujar naura

"Seriusan??" Tanya arka. Naura mengaguk pelan

"Gila kasian amat hidup lo tong"

"Apaan sih gue gak dipungut dari mana-mana anjir, gausah percaya sama mulut tuh orang, hoax" kesal Excel

"Siapa nama lu?" Tanya ian

"Excel"

"Gue ian"

"Gue arka"

"Gue langit

"Alden"

"Dan lo?" Tanya excel pada selatan

"Selatan" jawabnya

**

Plak...

"Dasar anak gak tau diuntung"

"Anak kurang ajar, pembunuh, pembawa sial"

Plak...

tamparan keras mendarat di muka seorang gadis yang berdiri mematung sejak tadi bahkan saat di marahi sampai sebuah tamparan keras pun membuat nya tidak bergeming hanya kepala nya tertoreh sedikit,tidak ada air mata atau raut sakit yang ada hanya muka datar seperti sudah biasa mendapat kan itu.

"saya malu sama kelakuan kamuuu azeyaaa!!"

plak

bugh

"dasar anak tidak tau diuntungg bisa nya buat masalah saja saya muak lihat kamuuu dasar anak sialannn"

"saya menyekolahan kamu bukan jadi bandel seperti inii!!"

makian dari sang papah hanya diangab angin lewat saja oleh zeya. ia mentap datar sang papah yg terlihat emosii gadis itu hanya diam membiarkan sang papah meluapkan emosi nya. toh ia mati juga tk akan membuat pria didepannya sadar telah menyakiti hati sang anak, zeya tk berniat melawan atupun mengobati luka diwajahnya ia hanya diam menatap datar pria paru baya tersebut

zeya baru saja pulang ia baru ingin melangkah kedapur untuk minum air guna menghilangkan rasa dahaga ditengorokannya namun tiba-tiba arlan papahnya menarik lengannya dengan kasar menuju ruang tengah dan dia langsung menampar anak gadis yang ia anggab sebagai anak pembawa sial itu tanpa banyak bicara. zeya juga tau papahnya akan marah jika ia tau bahwa zeya membuat masalah lagi disekolahan dan itu terbukti ayahnya pulang dari luar negeri langsung memarahi dan memukulnya

"Papah stopp" teriak seorang pemuda ia adalah ares

"kamu gak usah ikut campurr aress" ucap arlan

"aku berhak ikut campur karna zeya saudaraku. papa gak  seharusnnya mukulin zeya seperti ini pah apa salah zeyaa!!" ares mebantu zeya berdiri

"banyakk. karna diaa hidup papah hancurrr" tunjuk arlan kearah zeya penuh kebenci

ares geleng-geleng kepala melihat bagimana sikap sang papah "papah egois"

"diam kamu ares. pergi kekamar kamu jangan kamu lindungiii gadis sialan itu"

"zeya anak papah stopp panggil zeyaa gadis sialann pahh" tekan ares emosi

"berani kamu bentak papah ares?"

"papah udah keterlaluan sama zeyaa" ares sudah tk bisa menahan emosi nya lagi ia geram melihat perilaku papahnya

"Ares.. kamu bentak papah? ayah kandung kamu sendiri?" arlan meningikan suara nya

"dasar anak pembawa sial, pembunuh mati saja kamuu dasar gadis tidak tau maluu gara-gara kamu saya jadi kehilangan istri saya dan sekarang  anak saya sendiri berani bentak saya gara-gara kamuu!!" teriak arlan memukul zeya begitu beruntal bahkan ia tk segan-segan menginjak-injak tubuh mungil zeya

"STOPP ATAU ARES AKAN PERGI DARI RUMAH INI KALAU SAMPAI ZEYAA KENAPA-KENAPA!!" ancaman ares mampu membuat papahnya yg tadi begitu brutal memukuli zeya berhenti ia menatap pemuda didepannya ini

ares membantu zeya bangkit gadis itu masih diam sama sekali tk menampakan raut wajah kesakitan atupun ketakutan padahal jelas-jelas ares melihat banyak sekali luka disekujur tubuh gadis itu.

"Ares mohon pah berhenti nyiksa zeya.. mamah meninggal bukan salah zeyaa pah itu udah takdir tolong sayangi zeya pah dia gak salah" ares mecoba menyadarkan arlan yang terlihat masih emosi seluruh wajah pria itu memerah tanganya masih mengepal erat otot-ototnya terlihat menojol

"sampai kapan pun saya tidak akan sudi menyayangi dia bahkan kalau dia mati pun saya tidak peduli" arlan pergi dari hadapan kedua anaknnya menaiki tangga menuju kamar pribadinya

ares mengusap wajahnya kasar setelahnya ia berbalik dan melihat zeya yg masih tk berubah raut wajahnya "sakit?" ares mengusap luka memar dipipi gadis itu

zeya mengeleng "gw gapapa lo gak perlu khawatir"

"maafin gw. gw gak bisa jaga lo dengan baik' ares menuduk sungguh ia sangat sakit melihat bagaimana tersiksa nya saudara kembarnya ini, dan dengan mata kepalanya sendiri ia melihat arlan memukuli zeya sebegitu begisnya ia tau meskipun raut wajah zeya nampak biasa saja ia mehan rasa sakit disekujur tubunya

"udah lah gw juga gapapa luka kayak gini udah biasa buat gw" jawab zeya

ares memeluk zeya "aw" zeya meringis badannya sakit semua

"Maaf. sakit ya?" ares melepaskan pelukannya

tanpa basabasi lagi zeya diangkat ala bridel style menuju kamarnya gadis itu sempat kaget.

**

"Aaakkh pelan-pelan anjing" zeya berteriak memaki ares yang tengah mengobati luka dimukannya

"lo diem dulu kalau lo ngoceh muluk kapan selesainya"

kedua anak remaja itu tengah berada dikamar zeya. ares melemparkan kapas bekas mengobati luka zeya ke tong sampah

"lo sekarang istirahat tidur. besok gausah sekolah ntar gw izin in ke naura" ucap ares

"lebay lo luka kayak gini doang besok juga sembuh. gausah repot-repot gw tetep sekolah besok" ucap zeya menolak

"gausah keras kepala zee lo masih sakit" tegas ares

"lo mau arlan semakin benci sama gw kalau sampai gw gak sekolah?" tanya zeya

"gak gitu maksud g-"

"udah lah mending lo kekamar lo sekarang gw mau tidur gausah sok cer sama gw. luka kyak gini udah biasa buat orang kayak gw" zeya menarik selimut dan menutupi tubuhnya

Ares membuang nafas kasar lalu beranjak pergi tk lupa menutup pintu kamar sang adik dan berlalu menuju kamarnya yg berada disamping kiri kamar zeya.

"gw juga gak mau kayak gini terus kalau gw bisa gw juga gak bakal mau dilahirkan dari keluarga ini. bundaa azeyaa kangen bundaa.."

Zeya menangis didalam kamarnnya tk ada yang tau bagaimana rasanya menjadi dirinya dimaki-maki dan dituduh oleh orang yang paling ia sayangii

Ayah? apakah boleh zeya menyemput pria itu sebagi ayahnya? cinta pertama seorang anak prempuan adalah ayahnya sendiri lalu zeya? bahkan dari lahir pun pria itu tk pernah mau menyentuh atupun mengagab zeya ada.

"gw benci semua ini gw benci"

zeya semakin menangis ia tk sanggub lagi 18tahun lamanya ia tk pernah mendapatkan kasih sayang dari seorang ayaah.

Sedangkan disisi lain selatan mengepalkan kedua tangan nya emosi melihat gadisnya disakiti.

"Saya pastikan anda akan membayar semua ini tuan Arlan.."

**

pagi hari nya. sinar menerpa wajah seorang gadis yang masih terlelap bahkan sisa-sisa air matanya masih berada disekitar wajahnya, zeya gadis yang dikenal keras kepala, tk pernah takut apapun itu bisa menangis? bahkan author saja tk bisa membayangkan bagaimana mederitanya gadis itu selama ini.

"Bundaa.." lirihnya namun mata gadis itu masih terpejam

"zee.. ayo bangun!" ares menepuk pelan pipi sang adik

gadis itu perlahan membuka matannya "cuma mimpi" batin gadis itu

"lo gausah sekolah ya hari ini?" ucap ares

"udah gw bilangin gw tetep mau sekolah" tegas zeya

"gw khawatir lo kenapa-kenapa ze" ares mencoba bernegosiasi

"ga bakal terjadi apa-apa" jawab zeya

ares mengusap wajah nya kasar "oke tapi lo berangkat bareng selatan" ucapnya

"dih ogah. gw gak patah tulang sampe sekolah pun bareng sama dia gw bisa nyetir sendiri" tolaknya

"yaudah berarti lo dirumah aja" jawab ares

"loh kok gitu sih" zeya tk terima

"terserah. lo sakit dan gw gak bakal biarin lo berangkat sendiri" jawab ares santai

zeya mendengus sebal "oke gw berangkat sama dia"

dari pada ia harus dimarahin lagi mending berangkat sama si setan

Terpopuler

Comments

kalea rizuky

kalea rizuky

bodoh pergi aja tolol

2024-12-01

0

lihat semua
Episodes
1 Preman sekolah vs pembully
2 Dia Zeya
3 Awal mula penderitaan
4 Dihukum + 3serangkai
5 Arena balap
6 ditangkap polisi + mami naura
7 idola kaum adam + pulang
8 Sisi lain didiri zeya
9 Luka
10 bullying
11 Gesya hilang?
12 Gedung kosong
13 Ares..
14 siuman
15 zizi?
16 Puyeng oiy
17 Satu kelas
18 Mau juga?
19 kemarahan Arlan
20 Berangkat bareng
21 Cake Matcah
22 saya ingin segera menikahi gadis itu
23 tim Zeya vs tim Excel
24 Kiw babang langit
25 susu pisang?
26 Excel
27 Tamu papa
28 Sah
29 fris kis
30 Keinginan Zeya
31 Pindah rumah
32 Rumah baruu
33 Warung belakang
34 Om Excel
35 Perkara kopi
36 Sahabat
37 Ninda?
38 Sugar beby itu apa
39 Arka hamil
40 Roftoop
41 Excel pingsan
42 perasaan Alma
43 Preman
44 Gue cape zii mau tidur
45 Ara
46 Cewek Alden?
47 Post Traumatic Stress Disorder
48 Siuman
49 Ruang bawah tanah
50 Selen?
51 Ketulusan Naura
52 Kepekaan ian
53 Kehebohan Arka
54 Lawan lo gue cug
55 Ibra
56 Tim Selatan
57 Uhuy thanks bordii
58 kemenangan kita
59 Zeyanya Excel
60 Tiga hari?
61 Ciyee
62 Sipa siapa?
63 Kemarahan Ares
64 Afaan tyuh merah-merah?
65 Ancaman Alma
66 Masakan pertama
67 Dicaplok buaya
68 Jadi nyamuk dadakan
69 Awas kangen
70 Camping
71 kiw A'a Al
72 Lo gak papa?
73 Rencana Alma and genk
74 terpencar
75 Zeya hilang?
76 kita semua khawatir..
77 Kita pulang..
78 kembalii
79 Rencana pencarian
80 Only you
81 kekhawatiran
82 Optimis
83 Zeya Sadar
84 Pertama or kedua?
85 Terungkap
86 Tidak ada yang bisa memilikinya..
87 Ian Excel
88 Adhitama vs Patara
89 Kebohongan
90 Bertemu kembali
91 Malam yang indah
92 belah duren?
93 Excel kecekakan
94 UKS
95 Venus Saha?
96 Bad boys vs rioters
97 Mine
98 Biji kenari??
99 asal usul
Episodes

Updated 99 Episodes

1
Preman sekolah vs pembully
2
Dia Zeya
3
Awal mula penderitaan
4
Dihukum + 3serangkai
5
Arena balap
6
ditangkap polisi + mami naura
7
idola kaum adam + pulang
8
Sisi lain didiri zeya
9
Luka
10
bullying
11
Gesya hilang?
12
Gedung kosong
13
Ares..
14
siuman
15
zizi?
16
Puyeng oiy
17
Satu kelas
18
Mau juga?
19
kemarahan Arlan
20
Berangkat bareng
21
Cake Matcah
22
saya ingin segera menikahi gadis itu
23
tim Zeya vs tim Excel
24
Kiw babang langit
25
susu pisang?
26
Excel
27
Tamu papa
28
Sah
29
fris kis
30
Keinginan Zeya
31
Pindah rumah
32
Rumah baruu
33
Warung belakang
34
Om Excel
35
Perkara kopi
36
Sahabat
37
Ninda?
38
Sugar beby itu apa
39
Arka hamil
40
Roftoop
41
Excel pingsan
42
perasaan Alma
43
Preman
44
Gue cape zii mau tidur
45
Ara
46
Cewek Alden?
47
Post Traumatic Stress Disorder
48
Siuman
49
Ruang bawah tanah
50
Selen?
51
Ketulusan Naura
52
Kepekaan ian
53
Kehebohan Arka
54
Lawan lo gue cug
55
Ibra
56
Tim Selatan
57
Uhuy thanks bordii
58
kemenangan kita
59
Zeyanya Excel
60
Tiga hari?
61
Ciyee
62
Sipa siapa?
63
Kemarahan Ares
64
Afaan tyuh merah-merah?
65
Ancaman Alma
66
Masakan pertama
67
Dicaplok buaya
68
Jadi nyamuk dadakan
69
Awas kangen
70
Camping
71
kiw A'a Al
72
Lo gak papa?
73
Rencana Alma and genk
74
terpencar
75
Zeya hilang?
76
kita semua khawatir..
77
Kita pulang..
78
kembalii
79
Rencana pencarian
80
Only you
81
kekhawatiran
82
Optimis
83
Zeya Sadar
84
Pertama or kedua?
85
Terungkap
86
Tidak ada yang bisa memilikinya..
87
Ian Excel
88
Adhitama vs Patara
89
Kebohongan
90
Bertemu kembali
91
Malam yang indah
92
belah duren?
93
Excel kecekakan
94
UKS
95
Venus Saha?
96
Bad boys vs rioters
97
Mine
98
Biji kenari??
99
asal usul

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!