"Kemarin gue gak lihat lo darimana aja lo?" tanya naura pada excel kini ke4 remaja itu tengah duduk dibangku kantin didepan mereka sudah ada banyak makanan nampak lah zeya dan gesya yang sedang sibuk mengunyah makanannya dua gadis itu memang hobi makan terutama zeya, baginya makanan adalah nomer 1 tidak ada pengecualian.
"nyokap gue sakit gue baru pulang dari bandung tadi malam" jelas excel
"kok lo gak ngabarin kita kita?" tanya zeya.
gadis itu bertanya dengan mulutnya yg masih penuh makanan membuat pipinya mengebu membuat siapapun gemas sendiri terutama excel pemuda itu ingin sekali mencubit gemas pipi temannya.
"kunyah dulu tuh makanan baru ngomong" ucap naura lalu menyedot lemon teh didepannya.
"gue udah ada niatan mau ngabarin kalian, tapi bokap gue ngelarang takut bebani katannya" excel menjawab pertanyaan yang dilontarakan zeya tadi
"kalaupun lo bilang ke kita. gue pastiin 2curut ini bakal dengan senang hati ngajak nyusulin lo kebandung" ucap naura yang ia maksud 2 curut adalah 2 gadis didepannya itu
"gue tau. maka dari itu bokap gue ngelarang"
"tapi nyokap lo udah gapapa kan? emang sakit apaan sih" tanya gesya gadis itu sudah selesai menghabiskan makanannya
"udah gapapa. cuma kecapean aja kata dokter" ucap excel
"lo sebagai anak makan nya berbakti dikit bantuin kerja jangan cuma ngulurin tangan minta uang muluk lo" ucap gesya sok menasehati excel
"dih lo juga sama aja kayak gue"
"lagian gue mau kerja apa tamat SMA aja belum" ucap excel
"jadi pengemis didepan gerbang sekolah aja lo lumayan kan satu kaleng bekas susu dapat uang full dalam hitungan menit" gesya menyegir memikirkan ide absrudnya benar-benar dilakukan excel
"gak-gak gak mau gue lo kira gue udah miskin banget apa!"
"harta keluarga gue sampe 7 turunan gk bakal habis gakbakal gue jadi pengemis enak aja ganteng-ganteng gini disuruh ngemis" ucap excel membangga kan diri
"ganteng dari lubang sedotan iya lo" cibir gesya
"sotoy"
"dih"
"Beban ngatain beban"
"tuh sudut bibir lo kenapa ze? lo habis jatuh atau habis tawuran?" tanya excel pemuda itu baru menyadari jika sudut bibir zeya sedikit memar
"berantem kemaren sama bara and genk" bukan zeya yang menjawab melainkan naura, gadis itu menjawab tanpa melihat lawan bicarannya ia fokus kebenda pipih ditangannya.
"Sialan si bara dia udah berani mukul lo?" Excel bangkit dari tempat duduknnya
"yaelah santai kali tuh anak juga udah terkapar dirumah sakit sama anak-anak buahnya" ucap gesya
"karna kena pukul?" tanyanya gesya mengaguk pelan
"lo tau kan siapa pelakunya? ada didepan lo" excel kembali duduk dibangkunya setelah mendengar pejelasan dari gadis albino disampingnya itu.
**
pukul 00.00 wib dijalan yang cukup terkenal terlihat kerumunan orang-orang seperti tengah menonton sesuatu. disisi lain terlihat 3 gadis baru saja tiba dengan mengendari motor sport masing-masing berwarna hitam pekat dan satunya berwarna merah darah.
"Ini kalian mau balapan ya?"
"Iya" sahut salah satu diantara ke2 gadis yg masih berada diatas motor miliknya
"Kok serem banget tempatnya" gadis itu bergidik ngeri melihat sekeliling tempat yg baru saja ia jamah
"ck, kan tadi gue udah bilang lo gausah ikut" sahut gadis yg berada diatas motor berwarna hitam pekat
"ish biarin gw tu bosen dirumah sendirian. mami sama papi gw kan lagi diaustralia"
"tapi lo kan gak terbiasa didunia malam. secara lo itu kan princees yang apa-apa harus disuguhin, dimanjain ,dilayanin"
"udah deh, gausah bawel"
"awas ya lo rewel minta pulang"
"iya iya"
Sedangkan gadis satunya lagi memutar bola mata malas mendengar perdebatan antara dua temannya itu. Ke3 gadis itu tk lain dan tk bukan adalah naura, zeya dan gesya
"gw gakmau ngater lo pulang kalau urusan gw disini belum selesai" ujar naura
"kok gitu?" gesya menatap naura
"siapa yang minta ikut tadi?"
"gue"
"siapa yang maksa?"
"gue"
"jadi kalau gw sama zeya belum mau pulang yang harus nunguin siapa?"
"ya gue"
"kok gw semua?" tanya gesya sebal
"gw tadi udah bilang dirumah aja lo nya maksa kan" ucap naura. Gesya memayunkan bibirnya
Arena balap adalah hal baru bagi gesya yang notabelnya adalah anak baik-baik, yang tidak pernah keluar malam.
gadis albino penyuka warna pink itu memang sangat diprotektif oleh kedua orangtuanya, namun tk jarang juga ia merasa kesepian jika kedua orangtuanya sedang metting dan dinas diluar negeri seperti malam ini. alhasil mau tidak mau mengekori Zeya dan Naura jalan ninjanya. tapi dunia malam bukan hal baru bagi Zeya dan Naura kedua gadis itu sering menghabiskan waktu mereka dimalam hari terutama Zeya yang lebih sering keluar rumah dibadingkan berdiam dirumah.
"Hai queen!!" bimo, nama laki-laki yang baru saja menyapa ke3 gadis itu
"gimana kabar lo? lama gak nongol lo anak-anak pada nyariin lo" ucap bimo sambil ber-highgive dengan Zeya lalu gantian dengan Naura "apa, kabar nau?"
"Fine. lo?" balas naura seadanya dan balik bertanya
Bimo tersenyum sesekali matanya melirik pada gadis yang berdiri dibelakang zeya " tadinya sih gk baik-baik aja tapi setelah ngelihat gadis manis ini gw jadi baik-baik aja. so nona manis ini teman kalian?"
"Don't toucht!" ujar zeya dengan nada mengintimidasi. serta mampu menghentikan pergerakan tangan bimo yg tadinya ingin menyentuh gesya
bimo mundur sambil menyeringani dan mengendipkan sebelah mata genit kearah gesya yg semakin merapatkan dirinya pada zeya
"zayan mau pulang. takutt" ujar gesya. sungguh pria bertato didepannya ini menyeramkan dimatanya
zeya mendengus "jangan gangu dia kalau gk mau mati sia-sia" ujarnya lagi-lagi dengan nada dingin mengitimidasi
bimo seketika tertawa "yaelah sensi amat. gw cuma bercanda ya kali gw macam-macam sama temenya suhu. gw cuma ngajak nona manis ini kenalan"
"dia gak mau kenalan sama lo" kali ini naura yang angkat suara
"oke-oke" bimo mengangkat kedua tangannya
"jagain ni bocah gw mau balapan" ucap zeya menarik lengan gesya yang tadinya nemplok dilengannya bergeser kearah naura. gadis itu menganguk tanda mengiakkan
disisi lain terlihat segrombolan pria memakai jaket bertuliskan THE COBRA. genk yg dikenal sebagai geng motor paling jahat dan kejam dikotanyaa
"Berapa taruhannya?" Tanya salah satu orang diantara anggota geng itu
"10juta+cewe kayak biasanya bos" jawab pria bernama jansen kearah pria yg tadi menanyainya
"Ck membosankan" jawabnya malas
"Kalau lo menang boleh lah bos cewenya kasih gue" ucap pemuda disamping jansen ke sang ketua
"Terserah"
"Wow mantep nih" ucapnya berbinar
-
-
-
Anyoengg para pembaca gaibb author😄terima kasih yang sudah menyempatkan diri untuk membaca cerita saya, maaf kalau ada salah kata karna saya baru pemula😊 dan jangan lupa like, komen dan votenya yaa!!!
Gomawoo💜💜
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments