Tengah beradu jotos dengan 5 orang pria seorang sendiri.
"Itu zeya" tunjuk ares
"Kita harus bantu dia" ujar naura
"Ya emang kita kesini mau ngapain lagi kalau gak bantuin tuh bocah anjir" timpal Excel
"Jualan seblak" ketus naura
"Ya gapapa kalau laku, emang lo ada bahan nya?" Tanya excel dengan polosnya
"Lo yang bakal gue jadiin bahan seblak"
Excel menatap Naura dengan pandangan bingung hingga sesaat kemudian pemuda itupun tersadar dan langsung mengelengkan kepala "ogah ogah gue masih sayang tubuh gue" ujar nya
Obrolan mereka berhenti saat mereka melihat zeya ingin memukul satu orang lagi yang sudah terduduk lemas ditanah.
_
_
_
Zeya menatap Ares yang terbaring lemah di atas ranjang, dengan matanya yang masih terpejam. Ada rasa bersalah di hati kecil zeya, harusnya ia bisa lebih berhati-hati agar tidak ada korban
"Maafin gue res.. gara-gara gue lo jadi kayak gini" lirih zeya
Sambil terus menggengam sebelah tangan ares yang tidak ada infus
"Gue janji kalau lo sadar gue bakal turutin apapun yang lo mau gue bakal terus ada disamping lo gue juga bakal bersikap baik ke lo, tapi tolong cepet bangun res maafin guee.. gue mohon bangun res.."
Semua kalimat yang diucapkan zeya sudah didengar ares sebenernya pemuda itu sudah sadar sebelum zeya datang menjenguknya namun pemuda itu bersikap seolah ia belum sadar dari pingsan berniat mengerjaiin saudara kembarnya ini.
Zeya terus mengengam tangan Ares hingga sebuah pergerakan kecil membuat senyum zeya seketika muncul.
"Res lo udah bangun?" Zeya semakin erat menggegam tangan Saudaranya itu karna sangking bahagianya
"Zee.."
"Iye gue disini'
"Lo mau apa? Minum, atau apa" tanya zeya
"Gue.. gue mau kentut" seketika wajah zeya yang tadinya ceria kini berubah menjadi datar
Tanpa banyak bicara lagi zeya segera berbalik berniat pergi dari hadapan Ares "kalau udah ngomong" ujarnya
Ares yang melihat tingkah zeya pun seketika tertawa ngakak. Membuat zeya yang tadinya berniat ingin pergi kini ia urungkan dan berbalik lagi menghadaap saudarnya yang masih tertawa diatas branka rumah sakit tempatnya dirawat tersebut
"Gue bercanda anjay serius amat muka lo" ujarnya
"Sialan lo" zeya langsung menabok lengan ares sangking kesalnya
"Aduh.."
"Sory, sakit ya?" Zeya seketika panik karna tiba-tiba ares berkata aduh.
"Bersyandaa"
"ishh nyebelin banget sih lo" kesal zeya karna sudah berkali-kali dikibulin Ares
"Hahahaha makanya jangan serius-serius jadi orang"
"Biarin. Nih ya kalau lo gak sakit gue geprek lo suer" gerutu zeya
"Ck, jangan gitu lah tega bener lo sama gue" Ares memanyunkan bibirnya
"Najis"
"Udah ah gue mau pulang" ucap Zeya
"Yah, zee masa lo mau ningalin guee sendiri sihh"
"Ada bokap lo"
"Papa gue juga papa lo ze"
"Iya Menurut lo, menurut dia gak"
"Gue mau pulang dulu bye!"
"Tapi besok kesini lagi ya??" Teriak Ares saat zeya sudah sampai diluar ruangan dengan posisi sedang menutup pintu ruangan nya
"Gak janji" jawabnya. lalu pintu pun tertutup sempurna
"Udah?" Tanya excel saat melihat zeya sudah berada diluar
Zeya menganguk pelan "udah"
"Yaudah ayo balik" excel langsung menyambar tangan zeya dan menariknya pergi.
Excel memang masih berada dirumah sakit. Pemuda itu hanya tk mau jika zeya sampai kenapa-kenapa apalagi melihat bagimana perilaku Arlan membuat tekat excel yang ingin selalu ada disamping zeya mengebu-gebu.
.
.
2 minggu kemudian Ares sudah kembali pulang kerumah. Pemuda yang sekarang nampak lebih segar itu mengedarkan pandangan menatap sekeliling rumah.
Arlan menurunkan tas berukuran besar dari bagasi mobilnya lalu mengajak Ares segera masuk.
"Ayo masuk. Kamu masih butuh banyak istirahat" ajak Arlan pada sang putra
Ares mengangguk patuh dan ikut masuk bersama sang ayah. Disisi lain zeya hanya bisa melihat kehangatan kedua pria dari atas balkon kamarnya. Ada rasa iri dan benci dihatinya karna Ares selalu diperlakukan lebih baik darinya ayahnya sangat menyayangi sang putra sedangkan zeya sendiri tk pernah dianggab ada.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments