“Gue suka lo, jadi pacar gue!” teriak seorang cowok berseragam abu-abu dipadukan dengan jas almater berwarna biru tua yg menadakan bahwa pemuda itu termasuk anggota osis diGHS
"Lo ngomong sama gue?” tanya seorang cewek ia menatap sekitar dan hanya ada mereka berdua saja
"yaa. gw suka lo, jadi pacar gw mulai sekarang" ucap pemuda itu
"gw gak suka lo dan gw juga ogah pacaran sama cowo kayak lo" jawab gadis itu
“No penolakan, Gue suka sama lo. Banget!” ucap cowo itu lagi yg bername tag DELON RAFA AMUEL
"maksa banget sih lu, mau gw pukul lo?" gadis itu mulai meninggikan suaranya
"bakal gw terima sekalipun gw harus mati ditangan lo" ujar delon tersenyum
"Dih dasar ketos bego! gak jelas lo"
gadis itu pergi meningalkan delon yang masih berdiri ditempatnnya.
"you is mine zeya. gk bakal ada yang bisa dapetin lo kecuali gw" gumam pemuda itu tersenyum miring
"mimpi yang bagus" timpal seorang
delon berbalik dan mendapati seorang pemuda tengah berdiri dengan wajah datarnnya sambil memasukan kedua tangannya disaku.
"ngapain lu disini?" ketus delon
"gw dimana pun bukan urusan lu" jawabnya tk kalah ketus
"terserah" jawab delon beranjak pergi
"gw saranin lu cepet-cepet bangun dari mimpi lo yang ketinggian itu, takutnya jatuh dan lu gak bakal bisa bangun lagi" ucapan pemuda itu.
membuat delon yang tadi nya berniat pergi tiba-tiba berhenti dan berbalik menatap pemuda itu dengan raut wajah tk bersahabat.
"maksud lu?"
"lo gk bakal bisa dapetin zeya karna dia milik gw" jawab pemuda itu tersenyum miring kearah delon
"belum. dan lu gak akan bisa milik in dia" jawab delon sinis
"kenapa enggak?" tanya pemuda itu
"gw bahkan bisa nikahin dia sekarang juga kalau gw mau" pemuda berseragam acak-acakan namun masih terlihat ganteng itu melangkah mendekati delon
"lo gak ada apa-apanya sama gw delon" pemuda itu tersenyum miring melihat lawan bicarannya diam
"gw gak bakal biarin itu semua terjadi " jawab delon emosi
"dan gw gak bakal nyerah buat bikin hidup lo hancur" tambah pemuda itu, puas melihat delon emosi
"zeya gk bakal suka sama cowo lembek kayak lu delon! lo seharusnnya sadar diri gw sahabat baiknya dan lu? cuma ketua osis yang terobsesi pengen jadi pacar dia cuma buat bikin nama lu semakin terkenal?"
"lu tau? gw gak bakal biarin keinginn lu terwujud. cowo munafik kayak lu gak pantes buat zeya!" pemuda itu pergi begitu saja setelah mengucapkan kalimat per kalimat kewajah delon. sedangkan delon pemuda itu mengepalkan kedua tangannya menahan emosii
"Excel sialan lo!!" umpat delon emosi
Yaps pemuda itu tk lain dan tak bukan adalah Excel sahabat baik zeya. Pemuda itu memang sudah lama menyukai zeya namun keduanya pernah berjanji akan terus menjadi sahabat tk lebih dan tak kurang namun apalah daya. Excel pria normal ia bisa mencintai siapapun bahkan sahabat nya sendiri, hampir 6tahun lamanya pemuda berwajah belesteran jepang itu mati-matian menyembunyikan rasa sukanya dihadapan sahabat-sahabatnya demi persahabatan tetap terjamin dan disini lah dia terjebak dizona nyaman bernama frendzone atau biasa kalian sebut mencintai tapi tidak dicintai balik.
Zeya meskipun berpenampilan berandalan gadis itu tetap saja menjadi idola bagi kaum adam karna wajahnya yang begitu cantik. Hidung mancung, kulit putih lekuk badan ideal rambut panjang bergelombang meskipun jarang sekali gadis itu bersikap baik kepada orang namun sebagian orang tau kalau dibalik sifat zeya yang urakan ada sifat baiknya juga.
**
'Hai ze?'
'Makin cantik aja lo'
'Senyum dong ze datar amat muka lo'
'Kiw cakep banget sih"
'Mau gak lo jadi pasangan hidup gue?'
"BERISIK DIEM LO SEMUA!!" Sentak zeya mulai jengah
Gadis itu kini tengah berada dikoridor sekolahan niat hati ingin menjauh dari delon si ketos gila yang selalu saja memaksanya untuk menerima cintanya eh malah ketemu para manusia jelmaan kadal disepanjang koridol kelas-kelas yang ia lewati.
'galak amat sih neng'
'galak aja tetep cantik"
"PERGII ATAU LO SEMUA GUE PUKUL SATU-SATU DISINI??" ancam zeya
sontak saja semua para pemuda dikoridor itu membubarkan diri setelah mendapat ancaman dari zeya.
"Gitu baru pergi lu" gumamnya
"Galak amat sih neng lagi pms lu?" tanya seorang.
zeya pun berbalik dan mendapati seorang pemuda tengah bersadar ditembok dengan santai. kedua tangannya ia lipat didada
"sotoy" ketus zeya
pemuda itu adalah Excel sahabat baiknya sendiri terkekeh mendengar jawaban dari zeya.
"makanya kalau punya wajah tuh jangan cantik- cantik banget" ucap excel. pemuda itu berjalan santai menghampiri zeya yang masih setia berdiri
"Gausah cemberut. Ayo kekelas ntar makin banyak jantan yg suka sama lo lagi" Excel merangkul pundak Zeya untuk pergi kekelas bersama tentu saja tanpa adanya pembrontakan gadis itu
**
"dari mana lu?" tanya gesya setelah melihat zeya dan excel memasuki kelas XII-2 kelas yang saat ini mereka tempati
"kepo" jawaban keduanya membuat gesya mengkerucutkan bibir
"nyebelin" gerutunya kesal
"naura mana?" tanya excel
"Kamu nanyeak?" jawabnya
"Bjir"
"Ada apa nyari gue?" Tanya naura
Gadis berhodie putih itu baru saja tiba dikelas sambil menenteng tas ransel berwarna coklatnya.
"Tumben lo datang telat. Kesiangan lo?" Tanya excel heran
Naura tk menjawab gadis itu berjalan menghampiri kursinya yang berada didepan zeya.
"Woi!"
"Ck, nau jawab kenapa sih" excel kesal sendiri melihat kelakuan salah satu temannya itu.
"Kesiangan" jawab naura pada akhirnya
"Cuek amat sih lo. Lagi ada masalah?" Tanyaa zeya pada gadis didepannya itu
Naura mengeleng pelan "pms"
Mulut zeya membentuk huruf O lalu mengangguk paham.
"Gk bisa diganggu kalau gitu" ucap excel lirih
"Gangguin aja. palingan ntar lo diserunduk sampe ke pulau kalimantan" jawab zeya lalu tertawa
"Sialan lo"
Beberapa saat kemudiyaan...
Tet
Tet
Tettt
Suara bel masuk pertanda jam pertama akan segera dimulai para siswa/i diGHS berbondong-bondong memasuki kelas mereka masing-masing. Pagi ini pelajaran pertama dikelas XII-2 kelas yang ditempati zeya cs adalah MTK.
"Anjirr sekarang ada PR yaa?" Tanya excel
"Baru tau lo?"
"Aduhh gue lupaa lagii gimana dong" ucap excel
"Mampus gue juga belum lagi" ucap zeya baru sadar
"Nauu...." panggil excel dan zeya hampir bersamaan
"Gak. Kerjain sendiri" ucap naura tanpa melihat lawan bicaranya ia sudah paham apa yang diinginkan kedua manusia itu
"Ayolahh nauuu kasih kita contekan kali ini aja ayolahh masa lo tega sih sama kita!!" Melas zeya
"Gue gak peduli"
"Plesss nauu kasih kita contekan donggg yayayya!!" Timbal excel memelas sambil mengedip-ngedipkan kedua matanya
" kerjain sendiri. Gue udah sering ngasih lo berdua contekan sekarang kerjain sendiri" jawab naura
"Selamat pagi anak-anak?"
Pupus sudah harapan kedua manusia jelmaan dajjal dikelas mereka. Bu mirna guru Matematika diGHS sudah masuk kekelas mereka sedangkan excel dan zeya sama sekali belum mengerjakan tugas rumah mereka
'Semoga bu mirna amnesia gak ingat tugas kemaren'
Begitulah kira-kira suara hati kedua makhluk dibelakang naura dan gesya.
Guru matematika berkacamata tebal itu mulai melangsungkan acara mengajarnya.
"Bu, kemaren ada PR" Gesya gadis albino penyuka warna pink itu mengangkat tangannya membuat kedua temannya melotot tk percaya
"Ge.."
Gesya menatap sekilas kedua temannya lalu
"Dikumpulkan atau enggak bu?" Tanyanya
"Oke PR yang kemarin silakan dikumpulkan kedepan" perintah bu mirna
"Anjingg..." lirih zeya dan excel
"Excel, zeya mana PR kalian?" Tanya bu mirna setelah melihat para muridnya sudah selesai mengumpulkan kecuali dua manusia dibelakang pojok kanan kelas itu
"A-anu bu k-kita.."
"Kita apa excel?"
"Jangan bilang kalian gak mengerjakan lagi??" Bu mirna menatap kedua muridnya itu dengan mata mengintimidasi
Excel dan zeya mengaruk tengkuknya dan berkata "heheh iiya buu kita lupa gk ngerjakan lagi"
Bu mirna mengela nafas panjang lalu mengebuskannya
"Silakan kalian berdua keluar dari kelas saya!!"
"Sekarang bu?" Tanya excel
"Tahun depan"
"Oh kira in se-"
"Ya sekarang excelll. keluar atau kalian berdua mau saya kasih hukuman lain haa??" Ancam bu mirna
"Enggak bu enggak"
"Iya-iya kita keluar"
Dua remaja itupun pun bangkit dari tempatnya berabe kalau bu mirna sampe mengeluarkan tanduknya.
Sedangkan disisi lain gesya tersenyum puas mengejek kearah kedua temannya itu, salah siapa pagi-pagi udah nyebelin.
"Syukurin" ledek gesya sambil mejulurkan lidahnya kearah Zeya dan excel
"Dasar kampret loo"
"Awas aja istirahat gue geprek lo!!"
"Nyeye"
"Kalian mau apa lagi? Cepat keluarr" bu mirna melerai perdebatan mereka
"Iyaiya bu busett dah galak amat lagi pms yaa?" Excel segera menarik zeya menuju pintu lalu keluar kelas
"Tumben lo ngerjain mereka ada apa?" Tanya naura heran pada sikap gesya
"Habisnya mereka nyebelin masa tadi gue tanya mereka malah bilang gue kepo kan nyebelin" gesya menjelaskan dengan nada sedikit kesal.
Sedangkan Naura hanya bisa mengelengkan kepalanya medengar cerita gesya. Gadis itu memang seperti itu penuh dengan kejutaan, apa kedua manusia yang baru saja keluar kelas itu lupa dengan sifat gesya?
Disisi lain dua manusia yang baru saja dikeluarkan dari kelasnya sendiri itu berada dikoridol kelas 10. Entah lah author juga tak tahu kenapa bisa secepat itu mereka berjalan padahal jarak diantara kelas mereka sangatlah jauh harus melewati 1 tangga lumayan panjang karna kelas mereka berada dilantai 2 sedangkan kelas 10 berada dilantai 1 (btw kelas mereka 3lantai ya geys)
"Bolos aja yuk bosen gue nge" ajak zeya
"Masih jam 8 ege" jawab excel
"Masalahnya sama jam 8 apaan? Emang lu bolos harus jam 11 gitu? "
"Ya kagak, lo lupa pak udin kalau jam segini masih seger-segernya kalau ntar kita bolos ketahuan bisa berabae lo mau dihukum lagi gak kapok lo dimarahin terus sama bokap lo?" Cerocos excel
Yang mereka maksud pak udin adalah satpam penjaga gerbang sekolahan mereka yang dikenal sebagai satpam paling ember karna sering mengadu pada guru-guru. Pria berumur 42tahun itu sering sekali membuat zeya cs kesal sendiri karna mulut lemesnya sering mengadu pada guru-guru diGHS
"Iyaiya"
"Lagian kalau kita bolos cuma berdua naura bakal marah besar terutama sih pinkydot tuh "
ucapan excel memang ada benarnya jadi zeya memutuskan untuk mengajak excel berkeliling siapa tahu ada sasaran kegabutan mereka disekitaran sana.
"Lo gk ada niatan buat nanyain gimana kabar kembaran lo?" Tanya excel sambil terus berjalan ber iringan dengan zeya menyusuri koridor
"Gk ada."
"Kenapa? Lo benci sama dia?" Tanya excel
Zeya melirik sekilas pemuda disampingnya itu lalu berkata "gue gak benci sama siapapun gue hanya benci sama hidup gue sendiri yang selalu bikin susah orang doang"
Excel paham betul bagaimana latar belakang keluarga zeya.
"Ares sayang lo" ucap excel
"Gue tau"
"Gue juga sayang dan cinta sama lo zee.. " lirih excel nyaris bisa didengar zeya
"Lo bilang apa?" Tanya zeya
"Ha? Gak ada emang gue bilang apa?" Tanya excel gugub. Sial apakah zeya mendengar ucapan nya barusan?
"Gue cuma denger lo bilang ares sayang gue" ucap zeya
Excel mengela nafas lega " udah 2bulan lebih lo gak ketemu dia lo gk kangen?" Tanya excel mengalihkan topik
"Gk. gue berharapnya dia gak bakal bisa pulang karna gue gak mau kalau sampai dia tantrum ngelihat gue disiksa sama arlan" zeya tersenyum sinis setelah mengatakan itu
"Semoga hidup lo selalu bahagia" ucap excel
"Gue berharapnya sih gitu" ucap zeya
Jujur saja zeya memang sangat merindukan saudara kembarnya. Meskipun ia selalu bersikap ketus tapi ares saudara kembarnya itu selalu memperlakukannya dengan baik, zeya selalu bersikap ketus dengan semua perilaku ares dari ia kecil sampai dewasa ia tk pernah mau jika pemuda berwajah hampir sama dengannya itu sampai dimarahi oleh ayahnya karna selalu bersikap baik dan terus saja membelanya.
**
Jam menujuk pukul 2 siang zeya baru saja pulang gadis yang selalu kemana-mana memakai motor sport berwarna hitam pekat itu memakirkan motor kesayanganya digarasi rumah mewah kediamaan Vernandez tersebut lalu berniat berjalan masuk kedalam rumah setelah selesai memakirkan motornya. Baru saja gadis itu mau membuka pintu suara dari arah belakangnya membuat gadis itu berbalik
"Zeya.. "
"Ares, lo pulang?"
"Ares?"
Zeya langsung berlari menghampiri ares dan memeluk pemuda berbadan tegak dengan tinggi 180cm itu sangking bahagia nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments