Ares..

"Zeya? Itu kan nama lo?" Tanya danu lalu berjalan maju kearah zeya

"Cantik kayak orangnya. Tapi gue gaksuka sama tindakan lo yang udah berani mukulin anggota gue" ucap danu menatap zeya dengan sorot mata penuh dendam

Zeya hanya diam tanpa berniat menjawab setiap kalimat yang diucapkan danu.

"Kayaknya tuh cewe bisu deh bos!" Ujar salah satu teman danu

"Iya kagak bisa ngomong itu mah"

"Cantik-cantik bisuu" anak-anak buah danu yang berasal dari SMA NUSA MULIA tertawa puas tanda mengejek kearah zeya

"Cewe kayak lo sepertinya emang bagus kalau dijadiin babu" ujar danu menatap manik mata zeya dengan tajam

"Oh ya?" Dua kalimat itulah yang diucapkan zeya setelah sekian lama diam. sepertinya ia akan banyak menggunakan pukulan daripada mulut.

"Denger! Gue bakal lepasin lo dengan mudah kalau lo mau jadi pacar gue gimana?" Ujar danu menawarkan diri seperti barang murahan pikir zeya

"Gue gak minat sama cowo yang beraninya rame-rame cuma buat ngelawan satu cewe, itu sama aja banci!"

"Lo ngatain gue?"

"Kenapa? Lo merasa bukan urusan gue" sinis zeya

Danu mengepalkan kedua tangannya dengan marah "hajar dia sampai koma" ujarnya lalu berbalik dan berjalan kembali menuju tempat awalnya

Zeya tersenyum menyeringai "let's start"

5 anak buah danu bersiap menghajar zeya secara bersamaan.

Bugh brak bugh brak bugh

"Aah gadis sialan"

"Bangsatt!!

"Dasar gadis gilaa"

Teriakan orang-orang itu mengema dibarengi dengan suara pukulan zeya.

"Wah-wah tawuran kagak ngajak-ngajak lo" ujar seorang

Zeya yang bersiap melayangkan tinjuan kearah salah satu anak buah danu yang sudah lemas ditanah itupun berbalik menatap kesumber suara. Nampak lah Excel berdiri dengan wajah tengilnya bersama dengan Ares dan juga Naura, tidak ada Gesya karna gadis itu tidak akan diajak mereka jika sudah berurusan dengan bogeman.

"He lo banyu!" Tunjuk excel kearah danu

"Danu" larat naura

"Iya. He lo penyu!"

"Danu goblok!" Naura mejitak kepala excel sangking kesalnya

"Ck, iya lo danu lo gak ada kerjaan apa? sampai cari masalah sama pentolan GHS ha??" Ujar excel sok galak

"Lo semua udah bikin temen gue banyak yg terkapar dirumah sakit dan gue ga bakal biarin hidup kalian aman mulai sekarang. Terutama lo zeya! Lo udah buat adek gue kehilangan satu tangannya" tunjuk danu emosi. lalu mengeluarkan pisau dari saku hodie yang ia kenakkan

"Busett bawa pisau weh!!" Heboh excel

"Sumpah nyesel gue bawa dia" guman naura yang masih bisa didengar ares yang saat itu berada disampingnya.

Posisi gadis itu berada ditengah-tengah ares dan excel.

"Gue bakal bikin lo ngerasain apa yang dirasakan adik gue zeyaa!!" Teriak Danu emosi lalu berlari ingin menusuk zeya dengan pisau ditangan nya

Dan

Bugh!!

"Lo nyentuh dia berarti ber urusan sama gue" ujar Ares setelah berhasil menendang Danu hingga pisau yang ia bawa terpental

"Sialan siapa lo?"

"Gue malaikat maut lo" ares maju dan langsung menghajar danu begitupun zeya dan lainnya sedangkan satu pemuda yang ntah lah ini malah bengong ditempat

"Woauhhhhh" mulut excel mengaga lebar menyaksikan ares yang dengan gagah beraninya melindungi zeya dari serangan danu.

"Heh dugong bantuin gilak malah mangab disitu" sentak Naura pada excel. Membuat excel seketika sadar dan berlari ikut serta menghajar para manusia disana.

Brak bugh

brak

 plak!!

Suara perkelahian antara Zeya cs dan danu cs berhenti setelah beberapa menit kemudian. Tentu saja setelah zeya cs sudah mengalahkan mereka semua padahal rata-rata teman-teman danu memakai senjata tajam sedangkan zeya cs hanya mengandalkan kemampuan bela diri saja.

"Ceilah gitu doang kemampuan lo semua cetek amat" ujar Excel mencibir ANUSMU (anak nusa mulia)

Saat zeya cs tengah memokuskan diri kerah excel yang tengah tertawa mengejek danu dan teman-temannya. Tanpa sepengetahuan mereka danu melemparkan pisau yang berada ditanah yang tadi tk sempat ia tusukan kezeya karna ada ares, kini ia melemparkan pisau itu lagi kearah zeya yang tidak melihat aksinya namun tiba-tiba..

.

.

.

.

.

"Aaresss??" Teriak ke3 orang didalam gedung itu ketika melihat ares terjatuh bersimpah darah dengan perut sebelah kanan tertancap pisau

"Ares.." lirih zeya menatap saudara kembarnya yang sudah tk sadarkan diri dipangkuan nya

"Ares bangun resss!!" Zeya mengoncang-gocangkan tubuh ares namun pemuda itu tetap tk bergerak

"Res bangun jangan tinggalin gue .."

Naura menghampiri zeya yang masih memeluk tubuh ares yang bersimpah darah.

"Kita bawa dia kerumah sakit sekarang. Ayo!" Ajak naura pada zeya

"Percuma aja lo bawa dia kerumah sakit sebentar lagi dia bakal mampus karna dipisau itu udah gue kasih racun hahahhaaa"  danu tertawa puas mengejek kearah Zeya dan teman-temannya

Zeya mengepalkan kedua tangannya dengan emosi gadis itu pun bangkit dan menghampiri Danu yang masih tertawa ditempatnya.

Plak

Kepala danu menoleh kesamping akibat tamparan keras dari zeya

"Manusia sampah kayak lo emang gak pantes dibiarin hidup"

"Hahaha gue gak peduli"

"BANGSATT LO ANJING"

Bugh

Bugh

Bugh bugh!!

"MATI LO DASAR MANUSIA SAMPAHH BAJINGAN LOO MATI LO SEKARANGG!!'

Pukulan demi pukulan zeya layangkan kewajah Danu hingga wajah pemuda itu lebam dan berdarah.

"Ze udah zee tahan emosi lo kita harus bawa ares sekarang juga ke Rumah sakitt"

Excel mencoba menenangkan zeya yang masih diliputi amarah. Dada gadis itu bergemuruh ia tk peduli ucapan excel, gadis itu terus memukuli danu hingga pada akhirnya pemuda itu pingsan ditempatnya.

Skip dirumah sakit!!

Plak

"Udah puas kamu bikin ares terbaring dirumah sakit puas??" Bentak arlan pada zeya

"Pah zeya.."

"APA? DASAR PEMBAWA SIAL GARA-GARA KAMU ANAK SAYA MASUK RUMAH SAKITTT KAMU BISA GAK SATU HARI SAJA GAK BUAT MASALAH LIHAT GARA-GARA KAMU ANAK SAYA MASUK RUMAH SAKITT" bentak arlan sekali lagi

Zeya menunduk. kali ini ia sungguh menyesal karna sudah membuat ares terbaring dirumah sakit karna meyelamatakan nya

"Kalau saja saya bisa memilih saya lebih memilih istri saya ketimbang memiliki anak tak tau diri seperti kamu"

Didepan ruangan tempat Ares ditangani para dokter.

 Arlan terus menerus membentak dan memaki-maki zeya. didepan mereka ada excel yang ikut menunggu sedangkan Naura mengurus Danu cs dikantor polisi bersama maminya sebagai pengacara.

"Saya menyesal memiliki anak seperti kamu.." setelah mengatakan itu semua arlan pergi begitu saja meninggalkan zeya

Tubuh zeya bergetar menahan tangiss. Excel yang sudah tidak tahan lagi pun menghampiri zeya yang masih berdiri

"Ayo kita keluar" lirih excel sambil memeluk zeya

"Cel.. gu-e  "

"Stt udah lo gaksalah ze ini semua takdir. Yang penting ares baik-baik aja lo gausah khawatir" excel memeluk tubuh zeya ia tau gadis yang terbiasa bandel ini butuh penenang

~Sesaat sebelum Ares tertusuk ~

Dijalan ares terus mengendarai mobilnya untuk segera sampai ditempat dimana saat ini zeya berada.

"Kayaknya gue harus bawa 2 manusia itu" gumam ares

Pemuda itupun memberhenti kan mobil nya dipinggir jalan lalu menghubungi seorang.

|ada apa res?|

|lo bisa gak ikut gue sebentar? gue butuh bantuan lo|

|bisa, lo sekarang dimana?|

Ares mengirim lokasi.

| gue kesitu sekarang|

Ares mematikan hpnya setelah mengabari orang tersebut.

Orang yang saat itu Ares kabari adalah naura, setelah naura mengetahui lokasi yang dikirim kan ares gadis itu pun mengabari excel lalu ke3 nya bertemu digedung dimana lokasi saat itu zeya tengah berada. Naura dan excel sebenernya sudah tau karna sebelumnya salah satu anak buah danu sudah meneror mereka sewaktu pulang sekolah begitupun dengan zeya.

"Gilak udah 1 bulan kagak kesini serem juga sekarang" ucap excel saat mereka sudah sampai didepan gedung yang sudah lama ditinggalkan pemiliknya

"Pulang kalau takut" sinis Naura

Excel memilirik Naura tk kalah sinis lalu memalingkan mukanya kesamping "kalau bukan karna zeya ogah gue ikut kesini" gumamnya

"Ayok masuk" ajak Ares pada ke2 manusia disebelah kiri dan kanan nya

Ke3 orang itupun beriringan masuk kedalam gedung kosong tersebut. Hingga sesaat kemudian ke3 nya mendengar suara perkelahian didalam sana ke3 nya mempercepat langkah hingga mereka melihat zeya.

Episodes
1 Preman sekolah vs pembully
2 Dia Zeya
3 Awal mula penderitaan
4 Dihukum + 3serangkai
5 Arena balap
6 ditangkap polisi + mami naura
7 idola kaum adam + pulang
8 Sisi lain didiri zeya
9 Luka
10 bullying
11 Gesya hilang?
12 Gedung kosong
13 Ares..
14 siuman
15 zizi?
16 Puyeng oiy
17 Satu kelas
18 Mau juga?
19 kemarahan Arlan
20 Berangkat bareng
21 Cake Matcah
22 saya ingin segera menikahi gadis itu
23 tim Zeya vs tim Excel
24 Kiw babang langit
25 susu pisang?
26 Excel
27 Tamu papa
28 Sah
29 fris kis
30 Keinginan Zeya
31 Pindah rumah
32 Rumah baruu
33 Warung belakang
34 Om Excel
35 Perkara kopi
36 Sahabat
37 Ninda?
38 Sugar beby itu apa
39 Arka hamil
40 Roftoop
41 Excel pingsan
42 perasaan Alma
43 Preman
44 Gue cape zii mau tidur
45 Ara
46 Cewek Alden?
47 Post Traumatic Stress Disorder
48 Siuman
49 Ruang bawah tanah
50 Selen?
51 Ketulusan Naura
52 Kepekaan ian
53 Kehebohan Arka
54 Lawan lo gue cug
55 Ibra
56 Tim Selatan
57 Uhuy thanks bordii
58 kemenangan kita
59 Zeyanya Excel
60 Tiga hari?
61 Ciyee
62 Sipa siapa?
63 Kemarahan Ares
64 Afaan tyuh merah-merah?
65 Ancaman Alma
66 Masakan pertama
67 Dicaplok buaya
68 Jadi nyamuk dadakan
69 Awas kangen
70 Camping
71 kiw A'a Al
72 Lo gak papa?
73 Rencana Alma and genk
74 terpencar
75 Zeya hilang?
76 kita semua khawatir..
77 Kita pulang..
78 kembalii
79 Rencana pencarian
80 Only you
81 kekhawatiran
82 Optimis
83 Zeya Sadar
84 Pertama or kedua?
85 Terungkap
86 Tidak ada yang bisa memilikinya..
87 Ian Excel
88 Adhitama vs Patara
89 Kebohongan
90 Bertemu kembali
91 Malam yang indah
92 belah duren?
93 Excel kecekakan
94 UKS
95 Venus Saha?
96 Bad boys vs rioters
97 Mine
98 Biji kenari??
99 asal usul
Episodes

Updated 99 Episodes

1
Preman sekolah vs pembully
2
Dia Zeya
3
Awal mula penderitaan
4
Dihukum + 3serangkai
5
Arena balap
6
ditangkap polisi + mami naura
7
idola kaum adam + pulang
8
Sisi lain didiri zeya
9
Luka
10
bullying
11
Gesya hilang?
12
Gedung kosong
13
Ares..
14
siuman
15
zizi?
16
Puyeng oiy
17
Satu kelas
18
Mau juga?
19
kemarahan Arlan
20
Berangkat bareng
21
Cake Matcah
22
saya ingin segera menikahi gadis itu
23
tim Zeya vs tim Excel
24
Kiw babang langit
25
susu pisang?
26
Excel
27
Tamu papa
28
Sah
29
fris kis
30
Keinginan Zeya
31
Pindah rumah
32
Rumah baruu
33
Warung belakang
34
Om Excel
35
Perkara kopi
36
Sahabat
37
Ninda?
38
Sugar beby itu apa
39
Arka hamil
40
Roftoop
41
Excel pingsan
42
perasaan Alma
43
Preman
44
Gue cape zii mau tidur
45
Ara
46
Cewek Alden?
47
Post Traumatic Stress Disorder
48
Siuman
49
Ruang bawah tanah
50
Selen?
51
Ketulusan Naura
52
Kepekaan ian
53
Kehebohan Arka
54
Lawan lo gue cug
55
Ibra
56
Tim Selatan
57
Uhuy thanks bordii
58
kemenangan kita
59
Zeyanya Excel
60
Tiga hari?
61
Ciyee
62
Sipa siapa?
63
Kemarahan Ares
64
Afaan tyuh merah-merah?
65
Ancaman Alma
66
Masakan pertama
67
Dicaplok buaya
68
Jadi nyamuk dadakan
69
Awas kangen
70
Camping
71
kiw A'a Al
72
Lo gak papa?
73
Rencana Alma and genk
74
terpencar
75
Zeya hilang?
76
kita semua khawatir..
77
Kita pulang..
78
kembalii
79
Rencana pencarian
80
Only you
81
kekhawatiran
82
Optimis
83
Zeya Sadar
84
Pertama or kedua?
85
Terungkap
86
Tidak ada yang bisa memilikinya..
87
Ian Excel
88
Adhitama vs Patara
89
Kebohongan
90
Bertemu kembali
91
Malam yang indah
92
belah duren?
93
Excel kecekakan
94
UKS
95
Venus Saha?
96
Bad boys vs rioters
97
Mine
98
Biji kenari??
99
asal usul

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!