Namun gadis itu segera menepis semuanya ia hanya perlu waktu ia yakin cepat atau lambat Arlan akan bisa menyayangi zeya layaknya Papa nya menyayangi ares.
***
Sore harinya pukul 16.22 wib
"Heh cebong, udah gede aja lo ya, kemarin pas gue tinggal masih kecil, Suka banget main ujan ujan ingusan lagi" pemuda itu sedikit tertawa mengingat bentukan Gadis di depan nya ini sewaktu kecil.
Zeya yang sedang sibuk mencuci motor sport kesayanganya itu tersentak kaget saat ada yang menyapanya.
"Lo, siapa? Sok kenal banget" zeya langsung menunjukkan raut wajah ngak suka kepada lawan bicaranya
Mood nya yang tidak baik baik saja membuatnya menjadi sensian dengan siapa saja.
"Serius Lo ngak kenal gue? Seganteng itu ya gue makanya lo ngak ngenalin gue lagi? Coba tebak gw siapa" bukan nya memperkenalkan diri pemuda itu malah menyuruh zeya untuk menebak.
"Ya Elo siapa nyet, bertele tele banget hidup lo, udah mending Lo sebutin deh lo siapa ngak usah main tebak tebakan bareng gue, ngak lucu tau, ngerepotin banget hidup lo" zeya langsung menjawab dengan sarkas, dia memang tidak terlalu suka berbicara dengan orang yang baru di kenalnya atau udah kenal ya?
"Busettt, galak banget datang bulan Lo?"
"Kalo iya kenapa ha? Masalah buat lo?"
"Eh busettt, iya maaf, selatan gue selatan jahat banget Lo lupain gue, masa Lo lupa sama selatan tetangga Lo yang paling ganteng sejagat raya, bahkan kim seokjin aja kalah sama kegantengan gue" ucap nya kepedean ia malah membuat zeya bingung
Ekspresi zeya yang ngeleg malah membuat pemuda itu tertawa melihat komuk zeya.
"dia zizi lo zee" suara dari belakang membuat zeya berbalik dan mendapati ares berjalan kearahnya
"zizi? oohhh gaziii? njir busett, ini loo jelek amat muka loo, ck" pemuda yg menyebut dirinya selatan itupun berubah masam
"wah parah lo gw ganteng gini dikatain jelek. buta lo"
"Cih, kepedean yang menajiskan" zeya memutar bola mata malas.
SELATAN ALGAZI SEBASTIAN atau biasa dipanggil el. pemuda dengan pahatan wajah tampan bak dewa yunani ,mata elang belesteran jepang hidung mancung dan rahangnya yg tegas serta tubuhnnya yg tinggi kekar menambah kesan kebadboyannya ia merupakan tetangga depan rumah zeya yang sedari kecil sudah saling mengenal.
selatan yang baru pulang dari luar negeri berhasil membuat zeya pangling dan terkagum-kagum melihat bentukan pemuda itu
Bohong jika dia mengatakan dia tidak tertarik dengan perawakan selatan, namun, sayang seribu sayang sikap tengil selatan yang sudah melekat sedari orok mampu membuat zeya menepis rasa ketertarikan nya.
bahkan dulu mereka jika berdekatan akan selalu bertengkar. zeya memanggil selatan dengan nama tengah dari pemuda itu GAZI atau zizi entah apa maksud dari gadis itu yang jelas sang pemilik nama sama sekali tk merasa keberatan sampai sekarang.
mereka berdua memiliki sifat yang sama-sama keras kepala dan biang onar jika kedua orang itu digabungkan akan dipastikan dunia akan hancurr karna ulah mereka berdua
Canda dunia!!
"Cie, lagi mikirin gue ya?" zeya tesentak ketika tiba-tiba selatan menoel hidungnya
"iuh, pede banget hidup lo, najis banget gue mikirin elo" zeya mendelik tak suka mendengar kepedean selatan yang tiada tara itu.
"Halah, ngak usah bohong, bulu keteklu udah menjelaskan semuanya"
"Ngelatur ni anak, mana ada hubungannya goblok" kepala zeya rasanya mendidih melihat pemikiran selatan yang sangat random
"Ada tauu"
"Apa sih lo upil kuda, udah ya udah, sudahi gilamu mending sana, sana pulang sana. Lagian Lo ngapain sih kesini? Ngak penting banget" zeya sedikit jengah dengan kepedean selatan yang tiada tara itu.
"busett res kembaran loo galaknya gak berubah-berubah dari dulu ya?" selatan menatap Ares yang sendari tadi diam menyimak
"udah setelan pabrik nya kek gitu mau dirubah gimana pun tetap sama" jawab ares. zeya mendelik mendengar jawaban Ares
"lo kata gw apaan ada setelan pabriknya segala" gerutu zeya
Ares terkekeh pelan "udah sana masuk mandi" tinta ares
"dia belum mandi?" tanya selatan, ares mengeleng
"anjir jorok bet lo anak gadis mau magrib belum mandi" sok yes sekali ya selatan ini padahal ia sendiri belum mandi dari semalam hingga sore
"sape lo ngatur gw? terserah gw lah kayak situ udah mandi aja iler lo tuh masih nemplok dipipi" setelah mengatakan itu zeya ngelonyor masuk tanpa permisi
"emang iya?" tanya selatan pada dirinya sendiri lalu mengusap kedua pipinya mengunakan tangan
sedangkan Ares pemuda itu tertawa ditempatnya melihat interaksi 2 bocah yang sudah bertahun-tahun tk pernah bertemu sekali bertemu malah ribut sendiri.
"res gw mau nanya!" ujar selatan ares yg tadi nya tertawa kini berhenti
"tentang?"
"om arlan masih kayak dulu?" tanya selatan serius
ares mengaguk "gak berubah malah tambah parah"
selatan menarik nafas panjang lalu mengeluarkanya "gw harap lo gak benci sama saudara lo"
"gw gk bakal bisa benci sama saudara kandung gw sendiri lo tenang aja, gw tau lo pulang karna zeya kan?" tebak ares
selatan tersenyum miring "tau aja lo" ucapnya lalu menepuk bahu ares
"Gimana amat kagak perut lo?" Tanya selatan
"Aman, robek dikit gk ngaruh" ujar Ares lalu tertawa
"Gayamuu tong tong!!"
"btw lo pindah kesekolahan mana?" tanya ares mengalihkan topik
Selatan memang satu angkatan dengan zeya namun asal kalian tau saja ya pemuda itu lebih tua 2 tahun dari zeya dan ares.
"ada zeya ada gw" ucap selatan santai
ares tersenyum miring "dasar licik"
**
'Anyoengg yeorobun!!'
'Gilak lo kalau teriak jangan ditelpon anj'
'Heheh gpp biar kuping kalian ada vitamin nya'
'He belek onta!! yang ada nih telinga kita ber3 budek berjamah gilak'
'Tinggal dikorek pakek lingis beres kan'
'Astagfirullah gesyaaa!!'
'Ambil palu cel kita tumbuk virtual nih anak'
'Tega banget sih sama temen sendiri'
'Gausah sok melas lo babi!'
'Naura mana naura!!'
'Woi'
'Apaan sih?'
'Judes banget sih neng!'
'Hahahah senyum dongg'
'Ya mana bisa kita kan lagi telponan'
4 remaja yang diyakini adalah pentolan nya GHS itu sedang sibuk bercengkarama ditelpon. Begitulah aktifitas mereka ber4 kala sedang dilanda rasa gabut, naura yang sedang disibukan dengan tugas-tugas nya harus mau tak mau ikut serta dalam obrolan 3manusia bersifat dajjal yang terus menerus berdebat dan berbicara random ditelpon.
"Punya dosa apa gue sampe punya temen kayak mereka" gumam naura
' Eh guys gue denger-denger selatan tetangga lo pulang ya zay?' Tanya gesya pada zeya
' iya baru aja tadi nongol didepan gue waktu gue nyuci borneo' jelas zeya
Borneo adalah nama motor sport kesayangan zeya yang dulu ia dapat dari upah hasil ia membantu Tantenya dibutik selama 1 bulan.
'Selatan? Siapa tuh kayak arah mata angin aja namanya' tanya excel
'Teman masa kecil zeya dulu, dia pindah waktu masih SD sebelum lo nongol' jawab Naura
'Oh'
'Udah ya guys gue mau tidur ngantuk gue' pamit Zeya
'Okey'
'Bye zayyan'
Sambungan telpon pun terputus zeya merebahkan diri dikasur king size miliknya setelah menaro hpnya diatas nakas hingga pada akhirnya gadis dengan balutan kaos oblong berwarna orange itupun terlelap dalam tidurnya.
Hingga jam menujuk pukul 10 malam zeya baru bangun. Gadis itu pun melangkah kan kakinya menuju balkon kamar lalu membuka jendelaa agar udara masuk, zeya memejamkan matanya menikmati udara segar yang menerpa wajah ayu nya
"Oiy"
Zeya membuka matanya ketika mendengar suara orang. Gadis itu celingak-celinguk kesana kemari mencari sumber suara hingga kedua matanya menangkap sosok pemuda dengan balutan kaos lengan panjang berwarna putih serta celana jeans hitam selutut tengah berdiri dibalkon depan kamar zeya dengan ekspersi wajah jahilnya
"Nyariin yaa??" Ucap pemuda itu jahil
"Gausah sok akrab" ketus zeya
Pemuda yang tak lain adalah Selatan tetangga depan rumah zeya itupun tertawa ditempat nya.
"Perasaan dulu lo gak judes kayak gini deh kenapa sekarang judes amat lu?" Ujar Selatan
"Karna gue males ketemu sama lo" ketus zeya lalu berbalik dan masuk kembali kedalam kamar miliknya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments