Siang berganti malam
Zeya baru saja pulang gadis cantik yg masih memakai seragam sekolah lengkap dengan hodie hitamnya. melangkah memasuki rumah mewah bertingkah 3 dikomplek perumahan elit setelah memakirkan motor sport kesayangannya digarasi rumahnya.
setibanya didalam rumah..
PLAK!
Sebuah tamparan mendarat tepat di pipi mulus zeya. Dia sudah tidak kaget dengan apa yang ia rasakan sekarang.
"Bisa gak sih kamu jadi anak yang berguna sedikit? Sekarang apalagi? Gurumu menyuruh saya untuk datang ke sekolah. Apa kamu pikir saya tidak sibuk seperti pengangguran?" bentak Arlano clastio vernandez menggelegar.
Sudah hampir setengah jam Arlan menunggu kedatangan Zeya. Emosi yang sudah ditahannya pun langsung meledak ketika gadis itu baru saja memasuki rumah.
"Kamu tuli atau bisu? Jawab saya, dasar anak tidak tau diuntung pembawa sial selalu menyusahkan saya coba lihat Ares kalian kembar tapi dia lebih pintar tidak pernah berbuat masalah seperti kamu"
selalu begitu jika zeya berbuat masalah ia akan dibanding-bandingan dengan saudara kembarnya yg memang lebih pintar dan lebih bisa diandalan jika dibandingkan dengan dirinya
"Anda tak perlu datang ke sekolah saya dan saya akan berkata jika saya adalah yatim piatu. Jadi jangan menyusahkan diri sendiri. Anda bisa memilih tidak datang!" seru zeya lalu berlari menuju kamarnya di lantai dua.
"Kurang ajar kamu pikir ayahmu ini sudah mati?"
"Ya, apa anda pikir selama ini saya memiliki seorang ayah? Tidak! Sejak lahir saya telah menjadi seorang yatimpiatu!!" ucapnya lalu masuk ke kamar dan membanting pintu dengan keras.
"Aarrgghhhh!" teriak arlan yang masih bisa terdengar oleh zeya.
"Ma, seharusnya mama gak pergi ninggalin aku. Seharusnya mama biarkan aku saja yang pergi bukan mama. Setidaknya meski aku tak pernah lahir ke dunia, aku mengetahui bahwa mama dan ayah menyayangiku." zeya menumpahkan segala rasa kecewanya terhadap mamanya yang memilih melahirkan dirinya meski dalam resiko yang besar. Membuat dirinya menjadi alasan kepergian mamanya dan menjadi orang yang paling dibenci oleh ayahnya sendiri.
-Flashback On-
"Arlan sudahlah. Sudah hampir dua tahun dirimu seperti mayat hidup. Kau harus bangkit. mbak yakin bahwa syanum menginginkan kamu bahagia bersama 2 malaikat kecil kalian." Syana saudara kembar Syanum menasehati Arlan agar tidak terus-menerus larut dalam kesedihan atas kepergian sang istri.
"Cukup, mbak! Jangan pernah mbak memanggil dia malaikat kecil jika nyatanya salahsatu diantara mereka adalah iblis kecil yang jahat!" teriak Arlan dan meninggalkan sang kakak ipar menuju kamarnya.
Namun, saat melewati ruang keluarga Zeya dengan langkah kecilnya berlari ingin memeluk kaki Arlan.
Tak membiarkan hal itu terjadi Arlan mempercepat langkahnya ia melihat anak laki-lakinya yg baru saja datang dari arah dapur lalu mengendongnya menuju kamar milik sang putra dengan langkah cepat membuat Zeya jatuh karena dia hanya memeluk angin dan kepalanya membentur tembok cukup keras.
Syana yang melihat kelakuan adik iparnya terhadap salah satu keponakanya membuatnya merasakan sakit sekaligus sedih. Dia pun segera menghampiri Zeya dan menenangkannya.
Memang semenjak kematian sang istri Arlan sangat berubah 180 derajat. Dia menjadi sosok dingin dan terkesan tak punya hati. Apalagi yang bersangkutan dengan Azeyaa karena baginya Zeya adalah anak pembawa sial, sebab melahirkan dialah Syanum pergi meninggalkannya.
Arlan memang memiliki 2anak kembar satu putra dan satu putri namun keduannya lahir berjarak 10menit. saat melahirkan putranya Syanum masih sehat-sehat saja ia bahkan tk tau jika ia mengandung 2bayi
beberapa menit kemudian ia mengalami kontrakasi lagi namun karna banyaknnya darah yg ia keluarkan setelah melahirkan putrannya, membuat keadaan syanum kritis ia kekurangan banyak darah dan tepat saat itu juga Rumah sakit yg ia tempati tidak memiliki stok golongan darah miliknya. membuat wanita berumur 29tahun itu harus memilih antara nyawanya sendiri atau bayi dikandungannya
Syanum memilih bayi dikandungannya.
walau bagiamanapun juga bayi itu tk bersalah ia pantas dilahirkan meskipun nyawanya sendiri menjadi taruhannya. sedangkan Arlan menolak keinginan dari sang istri baginya Syanum adalah yg paling penting ia tk peduli jika ia harus kehilangan satu bayi toh ia juga masih mempunyai putra, namun Syanum keras kepala wanita itu bersih keras untuk tetap melahirkan bayinya al hasil mau tak mau Arlan pasrah dengan keputusan sang istri, namun tuhan berkata lain Syanum berhasil melahirkan bayinya dengan selamat namun tidak dengan dirinya.
wanita itu meningal tepat saat terdengar tangisan dari sang bayi yg berjenis kelamin prempuan.
Arlan yg saat itu berada diluar Ruang persalinan sang istri bernafas lega ia mengira bahwa keduanya selamat. pintu terbuka dan menampilkan dokter yg menagani sang istri
"Maaf pak arlan saya sudah berusaha sekuat mungkin namun tuhan berkata lain, istri anda menghembuskan nafas terakhirnya tepat saat sang putri lahir" jelas sang dokter
"gak mungkin dok, anda bohong istri saya tidak mungkin meningalkan saya" batah arlan
"maaf pak"
"SYANUM!!" arlan berlari memasuki ruangan tempat Syanum melahirkan ke2 buah hatinya
Arlan memeluk tubuh sang istri yg sudah terbungkus kain putih.
"Sayang bangun kamu gak mungkin ningalin saya kan? kamuu cuma ngeprank saya kan? syanum bangun lihat anak yg selama ini kita nantikan sudah lahirr apa kamu tidak mau merawat mereka bersama ku syanum??" Arlan mengoyangkan tubuh kaku sang istri berharap sang istri hanya membohonginya namun nihil Syanum tk merespon apapun.
Pria berumur 31tahun itu harus menerima kenyataan bahwa sang pujaan hati pergi meningalkannya untuk selama-lamanya.
"Ini semua gara-gara bayi sialan itu, seharusnnya dia yang pergi bukan istriku!!" Arlan menujuk bayi mungil yg berada digendongan suster diruangan itu dengan emosi
"Astagfirullah pak istigfar kematian tidak ada yang tau semua atas kehendak tuhan pak arlan tidak boleh seperti itu walau bagimanapun juga bayi ini tetap anak pak arlan darah daging pak arlan sendiri yg wajib dijaga" ucap dokter itu mencoba menasihati Arlan namun pria itu tetap tk peduli apapun yg diucapkan pria yg berprofesi sebagai dokter tersebut.
"Anak saya hanya satu dan itu bukan dia. dia hanyalah anak pembawa sial yg seharusnya tidak dilahirkan!!" bentak Arlan membuat bayi mungil itu menangis kejer
3 suster dan juga dokter diruangan itu hanya mampu mengelengkan kepala sambil beristigfar melihat perilaku Arlan yg sudah dirundung kebencian.
dan dari situlah awal mula Zeya tak pernah sekalipun merasakan kasih sayang seorang ayah. ia selalu dianggab orang lain bagi Arlan anaknya hanyalah Ares ia selalu membeda-bedakan keduannya.
sejak kecil Zeya hanya dirawat oleh aunty dan juga Oma Opanya yg merupakan orangtua Arlan. Namun, saat Zeya SMP dan akan menikmati liburan bersama Oma Opanya mobil mereka mengalami kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orang tua Arlan. Hal itu semakin membuat Arlan benci dan hampir saja dia membunuh Zeya ketika di Rumah Sakit saat kejadian naas itu terjadi.
**
Dret dret
benda pipih diatas nakas kamar bernuansa serba hitam itu terus berdering yg dimana saat itu sang pemilik hp masih tertidur pulas.
"hm!"
"Bangun woii lo kagak sekolah??" suara teriakan dari dalam Hp membuat seorang gadis yangg saat itu nyawannya belum sepenuhnya terkumpul pun sekeketika membuka matanya. akibat kaget mendengar suara teriakan dari benda pipih ditangnnya yang menurutnya sangatlah cempreng.
"Yaallah bocahh ikii mangkatt bisu!!"
"Zeyaa woii! jawab kenapa sih budek lo ya?" ucap sang penelpon sekali lagi
"gue denger gausah teriak-teriak! bikin pagi gue yg indah rusak aja" ucap gadis itu siapa lagi kalau bukan zeya dan sang penelpon yg berteriak-teriak seperti emak-emak dipasar itu tk lain dan tk bukan adalah Naura.
"Pagi pala lo peang ini udah jam 9 bego lo udah telat kesekolah!!"
"WHAT THE FUCK"
Titt
"Zeya woi anjing dimatiin emang setan nih anak" gerutu naura lalu memasukan hpnya ke saku rok sepan abu-abu miliknya
"Gimana?" tanya gesya
"bentar lagi dia datang, tugas lo nanti bikin guru gk curiga kalau gk ada zeya oke?" pinta naura yg langsung disambut acungan jempol dari gesya
keduanya telah sampai disekolahan 3jam yg lalu.
2jam pelajaran ditinggalkan zeya gadis itu tidak masalah jika tidak hadir toh kedua temannya sangat bisa diandalkan buktinya 2jam pelajaran yg telewat kan oleh zeya berhasil diatasi naura dan gesya kedua gadis itu beralasan jika zeya masih berada ditoilet jika ada guru yg bertanya.
-
-
-
Jangan lupa like, komen dan vote ya
Gomawoo💜💜
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments