"Gue diam salah. Nafas juga tetap salah dimata lo" ujar excel lesu
Naura tk menjawab gadis itu beranjak dari tempatnya menuju pintu kelas.
"Ke kelas sekarang juga" tekan nya sambil terus berjalan keluar kelas meningalkan zeya dan excel yang dimana saat itu masih diposisi excel memeluk pinggang zeya tanpa berniat melepaskan nya
Zeya dan excel saling tatap.
"Anjir ngapain lo meluk gue?" Zeya melepaskan pelukan excel setelah menyadari posisi mereka saat itu
"Reflek tadi" ujar excel santai
"Alah sok-sok an bilang reflek bilang aja lo nyari kesempatan dalam kesempitan kan?" sinis zeya
"Dih si munah tapi loo nyaman kan gue peluk. Gimana anget kan?" Tanya excel tanpa memperdulikan tatapan para penghuni kelas yg dimana saat itu masih ada alma and genk disana
"Najis"
Zeya berlalu begitu saja setelah mengatakan hal itu.
"Zeee"
" anj ditinggal lagi gue"
"Kenapa sih lo selalu peduli sama tuh cewe?" Tanya seorang excel berbalik dan nampak lah Alma gadis itu mendekat kearah excel
"Urusannya sama lo apa?" Tanya excel ketus
"Lo gk ada sedikit rasa peduli gitu sama gue?"
"Gue babakbelur gara-gara zeya"
Excel tersenyum miring "kalau lo gak mulai duluan zeya gak mungkin mukul lo"
"Kalau mau caper gausah didepan gue. Gak mempan" setelah mengatakan itu excel pun pergi begitu saja dari hadapan Alma
"Kenapa sih lo selalu gitu sama gue cell??" Teriak Alma
"Udah Al sabar"
"Kita ke uks sekarang ayo!"
"Kita perlu ngobatin luka kita"
Alma mengaguk dan pergi menuju uks bersama ke2 temannya.
_
_
"Lo cari siapa?" Tanya zeya pada naura yang celigakceliguk kesana kemari seperti mencari sesuatu
"Gesya. Tadi gue nyuruh dia nunguin gue didepan sini" ujar naura
"Kok lo biarin dia sendirian lo kan tau dia gk terbiasaa kalau gk ada kita nauraa!!" Ujar zeya
"Gue nyuruh dia nunguin gue diluar biar dia gak lihat lo mukulin orang" jelas naura
"Seharusnya lo nyuruh orang buat nemenin dia" ucap zeya menyalahkan naura
"Kok lo malah nyalahin gue? Asal lo tau kalau bukan karna lo berantem gue gak akan ningalin gesya disini sendirian"
"Heh lo berdua ngapain sih malah ribut disini" lerai excel yang baru tiba
"Ada apa?" Tanya nya
"Gesya hilang" jawab kedua nya hampir bersamaan
"What? Hilang kok iso, astagfirullah"
"Naura ningalin dia sendirian disini"
"Gue gak bakal ningalin dia kalau bukan karna lo buat ulah" tunjuk naura kehadapan zeya
"Tapi bukan berarti lo harus ningalin dia sendiri"
"Udah woii stop kenapa malah kalian berdua yang ribut disini. Mending kita sekarang cari gesya siapa tau dia lagi dimana gitu" ujar excel memberi saran
"Gue bakal cari sendiri ogah gue sama dia" tunjuk zeya ke naura
"Lo kira gue juga mau gitu nyari bareng lo? Ogah" ketus naura
"He lo-"
"UDAH WOIIIII!! Astagfirullahhh nih dua tuyull"
"Lo kristen dodol"
"Oh iya ya? Kenapa gue bisa lupa ya" ucap excel mengaruk pipinya
"Ah udah lah. ayo kita cari gesya sekarang gausah ribut lo berdua"
Excel menarik kedua tangan gadis itu dan mengajaknya pergi mencari gesya.
Ke3 orang itu pun berpencar setelah berada disekitar lapangan. Naura mencari disekitar perpus alias sekitar lantai 2, excel mencari disekeliling kelas-kelas dilantai pertama dan sekitar aula sedangkan zeya gadis itu mencari gesya diroftop juga kantin tengah serta belakang namun sama sekali tak ada tanda-tanda keberadan gesya entah nyelip dimana gadis albino itu.
Ke3 manusia itu pun berkumpul lagi dilapangan
"Gimana ketemu?" Tanya excel pada kedua gadis itu
"Gue udah cari diatas tapi gak ada" jelas zeya
"Gue juga" timpal naura
Excel mengacak-acak rambutnya frustasi "lo dimana gesya" lirihnya
Disaat ke3 orang itu diranda kebingungan datanglah seorang siswa berlari tergesa-gesa kearah mereka.
"gesya gesyaa!!" Ujarnya ngos-ngosan
"Gesya kenapa?"
"Lo tau gesya dimana?"
"Dia-dia di belakang gudang sama bara dan genk nya"
"APA??"
Kaget ke3 remaja itu. Tanpa basa-basi lagi ke2 gadis itupun berlari menuju tempat yang siswa bernama miko itu tadi katakan
"Thanks bro atas informasinya. Nih buat lo" ujar excel lalu menyelipkan 1 uang berwarna merah ke saku baju miko dan berlalu pergi
Digudang belakang nampak lah 3 pemuda tengah berusaha mengoda seorang gadis.
"Gausah takut kita gak bakal ngapa-ngapain lo kok ge"
"Masa temen sendiri kita jahatain ye gak guys?" Tanya pemuda itu pada ke2 temannya
"Yoi bos" jawab mereka berdua
3 pemuda itu tk lain dan tak bukan adalah bara, jefran dan jeno sedangkan gadis yang saat ini ketakutan didepan mereka adalah gesya.
"Mending lo sekarang ikut gue Seneng-seneng gue jamin lo bakal betah hidup hahaha" ujar bara sambil membelai lembut pipi gesya lalu tertawa puas melihat wajah pucat gesya yang begitu indah baginya ini
"Lepasin gue gue gak mau sama lo"
"Kata zayan lo itu cowo jahat"
"Gue baik gue gak jahat asal lo mau nurutin semua permintaan gue" ucap bara tersenyum menyeringai kearah gesya
"BANGSAT LOO APAIIN TEMEN GUE ANJINGG!!!" tepat saat tangan bara ingin menyentuh gesya lagi. zeya dan ke2 temannya sudah lebih dulu sampai
Zeya langsung memukulii bara dengan begitu brutal sedangkan excel pemuda itu juga turut serta menghajar jefran dan jeno yg tadinya sempat ingin membantu bosnya.
Naura sendiri gadis itu langsung menarik gesya dalam pelukkan nya dan tak membiarkan gadis didekapannya itu melihat apa yang tengah dilakukan kedua temannya dibelakang.
"Lo gpp kan" Tanya naura lirih
"Gue takut nau" gesya berucap lirih. tubuh gadis itu bergetar hebat bahkan naura juga bisa merasakan apa yang dirasakan gesya saat ini
"Anjing. Mati lo babi bangsatt!!"
Maki zeya diiringi pukulan-pukulan brutal diseluruh wajah bara
"Sini lo beraninya sama cewe dasar banci lo" umpat excel pada jefan dan jeno
Kedua remaja itu begitu emosi melihat wajah-wajah para pencundang didepannya itu.
Perkelahian mereka terhenti ketika pak bandi selaku kepala sekolah datang bersama beberapa guru dan siswa lain serta juga miko.
"HENTIKANNN!!" Suara lantang pak bandi memberhentikan perkelahian itu
"Bara, jefran, jeno kalian ber3 ikut saya sekarang juga keruangan saya" ucap pak bandi
"Dan kalian berdua saya sudah mengingatkan untuk tidak melakukan kekerasan didalam sekolahan ini terutama kamu zeya saya sudah bilang berulang kali untuk tidak berkelahi tetap saja kalian berdua lakuin"
"Apa tidak ada cara lain selain berkelahi ha?" Bentak pak bandi
Zeya yang masih diliputi emosi itupun berniat untuk angkat bicara namun segera ditahan excel.
"Gue mohon lo tetap diem disini" lirih excel dan dijawab dengusan pelan zeya
"Maaf pak kami terlalu emosi" jawab excel menunduk
"Sudah silakan sekarang kalian bawa gesya ke UKS. Saya tidak akan menghukum kalian berdua karna saya sudah tau semua dari miko. Dan kamu bara saya menunggu penjelasan kamu nanti diruangan saya" setelah mengatakan hal itu pak bandi beranjak pergi diikuti bara,jefan jeno dan 2guru dibelakang ke3 pemuda itu.
Setelah pak bandi dan lainnya pergi. Zeya dan excel pun menghampiri gesya yg saat ini masih berada didekapan naura
"Lo gk diapa-apa in mereka kan ge?" Tanya zeya
Gesya mengeleng pelan "gue takut zay mereka maksa-maksa gue tadi" lirinya
"Maksa apaan? Lo digerepe-gerepe?" Tanya excel to the point
Gesya menganguk pelan "hampir. kalau gak ada kalian mungkin gue ud-"
"Sttt udah gausah dipikirin lagi yang penting sekarang lo aman sama kita ber3" potong naura ia hanya tidak mau jika teman nya selalu dihantuii ketakutan
"Sialan emang mereka lihat aja gue bakal bikin 3celurut itu kapok sampe gak akan mau berangkat kesekolah lagi" Zeya mengepalkan kedua tanganya geram melihat salah satu teman nya hampir dijahatin
Gesya meskipun ia kadang berkelakuan sangat bar-bar dan random namun ia lebih dikenal sebagai gadis polos yang hanya bergantung pada ke3 teman nya saja. Kadang juga gadis itu bisa saja bertingkah seperti orang yang sangat paham akan segala hal namun nyatanya ia hanya lah seorang gadis polos yang sendari ia kecil dimanja oleh kedua orangtua nya.
Jadi jika tiba-tiba gadis albino itu berbicara atau bertindak yang gk-gk jangan heran itu adalah faktor lingkungan. 3 manusia yang selalu berada disekitarnya itu lah yang kadang-kadang membuat otak gesya yang tadinya polos tidak tau apa-apa berubah menjadi mengerikan hiih
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments