"sadis lu" gerutu ian
"udah tau dia galak masih aja lu gangu untung cuma buku kalau kursi yang dia lempar apa gak inalilahi sekarang juga lo?" langit berucap dengan mimik wajah menahan tertawa
"kalau mau ketawa ketawa aja lang gausah sok ditahan eneg gw ngelihat muka lo kayak nahan berak gitu" cibir ian
arka tertawa mendengar jawaban dari sahabtnya itu
"HAHHAHAHAHAHAHHAHHA"
"anjir ngakak cok cok"
"Berisikk" satu kalimat mampu membuat mereka diam. alden yang sudah jengah mendengar suara para setan didepannya itupun angkat bicara
"kalau mau ketawa dilapangan aja gausah disini" tambah alden
"kayak orang gila dong nanti gue?" arka menujuk dirinya sendiri
alden melirik sekilas ke arka "pantes muka lo" katanya lalu kembali lagi kesetelan pabriknya menjadi batu
"yaallah al tega bener lu bilang gitu sama sahabat sendiri" arka sok sedih
"siapa yg ngomong kalau lo sahabat gw?" tanya alden. arka kikuk sendiri
"ah anu-- ya gak ada sih tapi kan--mmhp" ucapannya terpotong ketika ian tiba-tiba membekap mulutnya dengan tangan milik pria itu
"udah diem gausah cari mati lu" bisik ian
sedangakan disisi lain selatan memandang keluar jendela kelas dari atas lantai 3 yng langsung menuju kelapangan ia bisa melihat zeya yg tengah dihukum berdiri sambil memegangi tulisan 'SAYA BERJANJI TIDAK AKAN MENENDANG PINTU LAGI!!' begitulah kira-kira tulisannya. pemuda itu senyum-senyum sendiri melihat sang gadis dihukum bukan karna senang karna zeya dihukum tidak ia hanya gemas saja dengan kelakuan zeya yang ada aja tingkahnya yg mampu bikin orang kesel sendiri.
ia melihat beberapa siswa/i hanya lewat tanpa berniat mengagu zeya sepertinya posisi zeya disekolahan ini sangat tinggi. ia juga yakin banyak para lelaki yang mengidolakan gadisnya itu aah rasanya selatan ingin cepat-cepat menikahinya saja kalau begituuu..
"Kayaknya dia suka sama zeya" gumam excel melihat Selatan yang tengah senyum menatap keluar jendela
"Gue harus hati-hati gk boleh kalah sama nih cowo"
**
hingga beberapa menit kemudian bel istirahat pun berbunyi seluruh Siswa/i diGHS berhamburan keluar kelas
didalam kantin banyak macam pedagang disekitaran sana seperti nasi goreng, bakso, somay, sefood,dll bahkan zeya dan ketiga teman nya juga sudah berada dimejanya tengah menikmati makanan mereka masing-masing.
"gilak ni somay enak buangett anjirr" heboh gesyaa
"alay lo kayak baru pertama kali aja makan tu somay" sahut Excel lalu mengelap bibirnya dengan tisu ia sudah selesai menghabiskan makananya
"gk ini kek ada yang baru gituu ya kan zay? lo ngerasa kek gitu juga kan?" tanya gesya menatap zeya yg masih sibuk melahap makanannya
"Zay"
"zayannn!!" teriak gesya ia kesal sendiri karna zeya tk mendengarkan pangilanya memilih sibuk menghabiskan sepiring somay didepannya itu
"Apaan sih lo peng'eng kuping gue tauk gk" ketus zeya
"lo ditanya bukannya jawab malah budek" kesal gesya
"gw lagi makan" jawabnya santai gesya mendengus sebal
"auh ah males gw" gesya pun melanjutkan makanya dengan kesal.
"Banyak drama lu berdua" ujar excel. sedangkan naura gadis itu sudah sibuk dengan benda pipih ditangannya sendari tadi
"Pak lekk tambah satu lagi somaynya sekalian jus alpukatnya 2 ya" teriak zeya ke pria paru baya penjual somay ditengah-tengah pedagang lain
"Siap neng"
"busett nambah lagi lo?" tanya excel zeya mengaguk
"masih laper gw"
"ck lo udah habis 4piring anjirr. heran gw makan lo banyak tapi tu badan tetep cungkring gitu" ucap excel heran
"biarin yg penting gw kagak mati" jawab zeya
"Serah lo udah" zeya terkekeh pelan ia melihat sekelilingnya nampak banyak siswa/i berjejeran disana padangan nya terhenti pada meja segorombolan 5 murid baru dikelasnnya tadi.
"cantik-cantik yak cewe-cewe disini" ucap ian
"cewe muluk otak lo" ucap arka
"Serah gw lah"
Sedangkan Alden dan selatan sama sekali tk menyahuti oborlan ke3 pemuda didepannya ini mereka sibuk dengan dunia masing-masing sedangkan selatan yg tadinya sibuk memainkan hpnya kini tiba-tiba melihat kesamping nampaklah zeya yg sendari tadi menatap nya.
Tatapan mereka sejenak bertemu, selatan dengan jahil mengedip kan sebelah matanya kearah zeya membuat gadis itu cepat-cepat memalingkan wajahnya yg merah kepergok diam-diam memandangi selatan.
naura yg melihat gelagat aneh dari sahabatnya itu pun menyengol lengan zeya pelan "nape lo kepedesan?" tanyanya
"ha--aa iya gw kepedesan" gugubnya mulut naura membentuk huruf O lalu kembali melanjutkan aktifitasnya tadi
"Sial ngapain juga gw ngelihatin tu cowo" batin zeya
tiba-tiba..
brak byurr
“Heh! ini tuh meja gue knpa lu duduk disini? Hah!”
gertakan seorang yang menggebrak meja dan menumpahkan jus jeruk miliknya ke atas kepala siswi yang tengah menikmati makanan
“Si almahum berulah lagi tuh zay” ujar gesya kepada Azeya, zeya hanya melirik sekilas dan kembali fokus pada makanannya.
Menghela nafas panjang dan menghembuskan secara perlahan agar tidak terbawa emosi
”lu cari meja lain ga bisa? Apa perlu gue cariin?”tanya gadis itu dengan tatapan sinisnya membuat alma mengepalkan tangan karena emosi
“Lu, bener-bener ya..”ucap alma lalu mengangkat tangan hendak menampar gadis itu. Namun tidak jadi lantaran sebuah tangan mencekal pergelangan tangan alma
“Lu ga liat dia lagi makan? Lu tuh kenpa sih?Bisa ga sehari aja lu ga bikin keributan? Lagian masi banyak meja yang kosong buat lu tempatin disini! Ga harus meja ini kan? Kantin Sekolah ini luas! Emang pAntat lu ga bisa duduk klo ga disini? Bisulan lo?” Tanya naura menatap sinis alma. naura melepaskan tangan alma dengan kasar sehingga gadis itu sedikit mundur.
Ucapan naura membuat alma bungkam disertai emosi yang semakin menjadi-jadi.
"Lo ga perlu ikut campur urusan gw" tunjuk alma emosi
"kenapa enggak? gw berhak ikut campur disini. jangan mentang-mentang lo anak pemilik sekolahan ini lo jadi sema-mena sama siswa lain. ralat mantan pemilik" ucap naura lalu tersenyum sinis
byur
alma menyiram minuman dimeja depannya kewajah naura. gadis itu tersenyum puas
"ups sorry sengaja"
"lagian lo siapa ngatur gw. naura" alma menyunging senyum tipis
plak
"lo--"
"berani lo nampar gw!!" alma memegang pipinya yang merah akibat tamparan naura
"gw gak takut sama orang kek lo" tunjuk naura
"heh lo gausah sok disini" ninda dayang alma mendorong naura dengan telunjuknya
prang!
"Aawkh" pekik ninda ketika piring berhasil mengenai kepalannya ia terhuyun kesamping
"nin lo gapapa?" tanya lea dayang alma
"darah!!" ujar lea. alma mengepalkan tanganya melihat dayangnya terluka ia berbalik dan mendapati zeya dan gesya menatap mereka dengan tatapan datar
semua tatapan menatap kearah zeya yaps gadis itulah yang berhasil membuat ninda dayang sekaligus teman alma luka.
"kenapa? lo mau juga?" tanya zeya dingin menatap alma dan lea bergantian
"Lo--" alma ingin mengangkat suara namun dengan cepat berhasil dipotong zeya
"lo jangan lupa ini wilayah gw lo cuma numpang" zeya bangkit dari kursinya dan berdiri dihadapan alma
tentu saja tingginya masih jauh lebih unggul dibadingan alma. gadis itu melipat kedua tanganya didada dan
plak
"Pergi sekarang atau gw suruh orang buat nyeret lo?" zeya menampar wajah alma hingga sudut bibir gadis itu berdarah.
"tunggu pembalasan gw" dengan perasaan malu campur kesal alma pergi begitu saja lia juga ikut pergi dengan memapah ninda yg bersimpah darah
"ngerii amat tuh bocah"
"langsung berdarah-darah astoge"
"gw belum selesai padahal" ucap naura
"gw udah muak lihat mereka" jawab zeya santai
"Nih piring siapa yang ganti?" tanya excel menatap pecahan piring dilantai bercampur sedikit darah sepertinya ninda akan dirawat karna mengalami luka dibelakang kepalanya dan itu bukan urusan zeya you know!
"Gw lah siapa lagi" jawab zeya santai
5pemuda tampan itu bangkit dari duduknya dan berjalan kearah ke3 gadis itu. ian melepaskan hodienya dan memakaikan ke naura gadis itu sedikit terkejut dngan pelakuan ian
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments